Yogyakarta and Gadjah Mada University

Sabtu dan Minggu, (10-11 November 2012) saya dan teman saya berwisata ke kota Yogyakarta. Karena saya berangkat dari Semarang, saya naik travel ke Jogjakarta. Waktu tempuh Semarang-Jogja berkisar 3 s.d. 3,5 jam. Dengan ongkos Rp 35.000 kita sudah bisa sampai di kota Jogakarta. Kami tiba di Jogjakarta pukul 14.00 WIB di Stasiun Jombor.

Karena perut sudah lapar kami singgah di warung makan di daerah Jombor, menikmati Sup Ayam Sayap, wow benar-benar obat lapar yang mujarab. Setelah itu kami naik apa? Transjogja. Yaa, semacam Transjakarta. Sebelum kemari, saya sudah mempelajari terlebih dahulu sistem Transjogja, saya memanfaatkan situs web www.yogyes.com. Sebuah situs web yang sangat recomended dan terpercaya untuk menjadi panduan wisata di seputaran Jogjakarta.

Tiket transjogja hanya Rp 3.000, kami pun naik ke Transjogja jalur 2 A dan transit di Stasiun Tugu untuk mengambil Tranjoigja yang jalur 1A untuk menuju Candi Prambanan. Namun, tak sesuai ekspektasi ternyata yang membedakan Transjakarta dan Transjogja adalah soal frekwensi kedatangan dan besarnya bus. Transjogja tidak teratur datangnya dan busnya juga kecil, jadi agak sulit bagi kita yang ingin mengejar waktu.

Naik Transjogja jalur 1A ini cukup menarik, karena melewati beberapa tempat strategis yang menjadi pusat wisata di kota Jogjakarta seperti Malioboro, Bandara Adi Sutjipto, dan Candi Prambanan. Jadi, sembari jalan kita langsung bisa tau mana lokasi-lokasi yang menjadi objek wisata.

Sesampainya di Stasiun Prambanan, kami naik ojek menuju Objek Wisata Candi Prambanan, namun TAK BERUNTUNGNYA karena kami tiba sudah jam 18.00 kami tak bisa masuk ke dalam wilayah candi, karena sudah tutup. Yaah, begitulah mau diapain lagi, hehe. Next time saya bertekad untuk bisa masuk ke candi Hindu yang katanya terindah se-Asia Tenggara ini.

Akhirnya, kami balik ke Malioboro, di Malioboro kami sempat makan, namun ya seperti objek wisata kebanyakan harga makanan di sini bisa dikatakan cukup mahal, dan penataannya kurang baik, pengamen ada diman-mana, membuat kita tidak bisa tenang untuk makan. Saya memesan Ayam Kampung Goreng ditambah secangkir Kopi Susu Jahe Panas, yaa cukuplah untuk mengganjal perut yang sudah kelaparan.

Di Malioboro saya juga membeli beberapa souvenir seperti jam batok dan gantungan kunci. Toko-toko souvenirnya memberikan harga yang cukup murah dengan berbagai macam jenis souvenir. Hiruk pikuk kota Jogjakarta di satnite menjadi pemandangan yang terlihat di setiap sudut Malioboro.

Hari sudah malam dan kami pun berniat pulang, saya tinggal di kostan anak SMAN 2 Balige (Yayasan Soposurung) da n saya diterima dengan pelayanan yang cukup baik disana.

Besok paginya saya mengajak mereka ke 2 tempat ke Kopma UGM dan ke FEB UGM, wah saya terkagum-kagum dengan besarnya gedung FEB UGM ini, terlihat mewah dan elegan. Yaa, berharap suatu hari sempat kuliah disini, hehe. Seperti dosen-dosen saya, bu Nur Aisyah Kustiyani.

Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM

Ternyata saya tidak hanya diajak jalan ke situ, tapi ke Gedung GSP (Grha Sabha Pramana) tempat mahasiswa UGM di wisuda, dan ke Rektorat. Keindahan bangunan gedung rektorat menurut saya cukup eksotis. Bersih dan mengandung nilai historis, sunyi tapi apik dan nyaman. Sesekali burung terbang kesana kemari. Setelah itu saya ke Kopma UGM, barang dagangannya cukup banyak dan lengkap. Saya juga diajak ke Food Court, harganya masih harga mahasiswa.

Grha Sabha Pramana
di depan Rektorat UGM

Overall, komentar saya UGM itu kerenlah, bagus, dari apa yang teman-teman saya ceritakan selama ini, cocok, sesuai dengan ekspektasi saya. Tapi kalau masalah Jogjakartanya masih dibawah ekspektasi saya, kemacetan, ketidakteraturan Transjogja, dan banyaknya pengamen menurunkan nilai dari kota ini.

di Gedung Rektorat Universitas Gadjah Mada

Terimakasih saya ucapkan kepada semua teman, adik-adik, yang sudah membantu melancarkan wisata kami, sudah bermurah hati memberikan tumpangan, kami tidak bisa balas, semoga Yang Kuasa membalas semua kebaikan kalian. Saya senang berkunjung ke kota kalian, Jogakarta. :)

Avatar of ansyaku

About ansyaku

Mi ciamo Andreas Syaloom Kurniawan. Che piacere vederti! :)
This entry was posted in Travelling. Bookmark the permalink.

One Response to Yogyakarta and Gadjah Mada University

  1. Fitri ayu says:

    Ceritannya bagus.
    :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>