Dec 282010
 

Saat ini setiap perguruan tinggi baik negeri maupun swasta harus melakukan akreditasi. Kemendiknas sudah menetapkan bila suatu program studi (prodi) dari suatu perguruan tinggi (PT) tidak melakukan akreditasi, setelah tahun 2012, maka prodi tersebut tidak akan diperbolehkan mengeluarkan ijasah. Dan UU perguruan tinggi juga sudah mewajibkan akreditasi sebagai syarat pemberian izin bagi perguruan tinggi.

Akreditasi diperlukan untuk menjamin mutu dari suatu lembaga pendidikan. Selain itu untuk masyarakat umum, akreditasi juga bisa menjadi alat untuk mengukur kesiapan suatu PT untuk melakukan proses pendidikan.
Tapi sayangnya saat ini masih banyak PT yang belum terakreditasi, termasuk beberapa PT negeri. Walaupun demikian jumlah PT swasta yang belum terakreditasi jauh lebih banyak daripada PT negeri.

Salah satu alasannya adalah banyak PT swasta yang sudah keburu tutup karena memiliki jumlah mahasiswa yang sedikit. Bahkan menurut Prof. Abdul Hakim, Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) IV Jawa Barat dan Banten, banyak PT swasta yang tahun ini menerima mahasiswa tetapi tahun depan tidak.

Di lapangan ternyata dalam melakukan persiapan akreditasi, banyak ditemukan PT yang meminjam dosen dari luar, belum lagi yang melakukan persiapan asal-asalan karena tanpa akreditasi mereka sudah merasa cukup diminati, demikian pendapat Prof. Said Hamid Hasan, pakar pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia.

Apa saja yang dinilai?

Penilaian akreditasi meliputi:

  • Kurikulum dari setiap program pendidikan
  • Jumlah tenaga pendidik
  • Keadaan mahasiswa
  • Kordinasi pelaksanaan pendidikan, termasuk persiapan sarana dan prasarana
  • Kesiapan administrasi akademik, kepegawaian, keuangan dan rumah tangga dari perguruan tinggi.

Melihat point yang akreditasi, tentunya membuat setiap PT tidak sembarang menyiapkan suatu prodi. Kesiapan dari kurikulum maupun tenaga pengajar serta tenanga pembantu non akademik juga diperhatikan. Belum lagi kesiapan secara administrasi yang sangat penting untuk berjalannya suatu organisasi.

Apakah penting?

Melihat tujuan dan cara penilaian, tentu saja akreditasi adalah penting (baca: sangat penting). Akreditasi adalah suatu bentuk standardisasi. Dalam rekayasa teknologi, penggunaan standard yang sama memungkinkan semua elemen yang berbeda bisa di integrasikan. Sebagai contoh misalnya saja ukuran ban mobil. Dengan adanya standard yang sama, berbagai perusahaan berbeda bisa membuat versi ban mobilnya sendiri, tapi tetap bisa dipasangkan ke suatu mobil.
Standardisasi pendidikan sangat penting bila kita menginginkan pendidikan kita maju. Dengan standard yang sama, maka lulusan sarjana teknik dari PT A, akan relatif sejajar dengan sarjana teknik dari PT B.

Tapi apakah mudah dalam implementasinya? Tentunya tidak. Suatu PT wajib berusaha mempersiapkan jumlah dosen tetapnya. Hal ini menjadi masalah yang cukup berat untuk PT swasta yang masih baru, dan akhirnya banyak yang meminjam dosen dari luar. Hal ini akan menjadi masalah ketika masa akreditas berakhir. Berakhirnya masa akreditas mengharuskan suatu Prodi mempersiapkan kembali persyaratan untuk mendapatkan akreditas, dan bukan tidak mungkin akreditasi yang semula A menjadi turun. Dan dari 11267 program studi saat ini tercatat 2684 program studi harus kembali di akreditasi.

Jadi akreditasi ini penting untuk menjaga mutu. Program Studi yang tidak bisa menjaga kestabilan mutunya akan ‘jatuh’. Dan akhirnya masyarakatlah yang akan di untungkan. Tapi hingga saat ini masih ada nada miring tentang akreditasi ini, terutama protes dari pihak yang turun nilai akreditasinya. Jika memang mutu selalu terjaga maka seharusnya nilai akreditasi tidak turun. Bila dengan standard yang sama, tapi telah terjadi penurunan, pastilah ada yang salah.

referensi:

Share/Bookmark

  10 Responses to “Pentingkah Akreditasi Perguruan Tinggi?”

  1. bagaimana dengn kampus yang mengajukan keakreditasnya tapi tidak melengkapi persyaratan yang ada.? bagai mana tanggapan dengan BAN_PT?

    • akreditasi khan memang memerlukan syarat2 perlu, kalau tidak terpenuhi bagaimana akreditasi di loloskan. Dan tentunya perlu badan yang menjaga manajemen akreditas, dan itulah perlunya BAN PT.

  2. wahh… saya setuju, akreditasi sangat penting.
    Untuk PTS memang banyak yang ‘meminjam’ dari luar bahkan biasanya hanya sebagai syarat saja.
    Kalau sudah habis ya pinjam lagi.
    :)
    Terimkasih sudah berbagi.
    Salam.

  3. apa beda nya akreditasi A, B, C & akreditasi BAN PT.
    akreditasi apa yg terbaik?

  4. Bila perguruan tinggi itu tidak mempunyai akreditasi apakah mahasiswanya tidak dapat ijazah dan tidak diakui

    • Seingat saya ijasah akan tetap dapat, tetapi karena belum akreditasi, maka akan sulit untuk melanjutkan ke pendidikan tahap berikutnya. Atau jika ada lowongan pekerjaan yang mensyaratkan akreditasi maka lulusan perguruan tinggi yang belum terakreditasi itu akan kesulitan.

  5. Bagaimana nasib selanjutnya mahasiswa yang terlanjur mengabdi dalaam PT yang masih berstatus akreditasi C?

    dan kemudian PT yang saya geluti masih berada pada standar akreditasi C dan kemudian pengurus PT sudah melakukan pengajuan untuk akreditasi B tau A karna sudah mencapai pada standar untuk akreditasi tersebut. dan pengajuan tersebut sudah beberapa tahun yang lalu tapi sampai saat ini belum ada pengesahan dari mentri dalam negri?

    • Mahasiswa kalau saya pikir memang objek utama kita. Jika kita tidak benar, maka mahasiswa akan terikutkan tidak benar, demikian juga sebaliknya. Pemerintah sudah berusaha membuat standardisasi untuk akreditasi. Salah satu dampaknya adalah banyak PT swasta yang bagus bisa sejajar dengan PT negeri. Bahkan beberapa program pendidikannya PT swasta bisa lebih bagus dari PT negeri.

      Jadi untuk PT yang statusnya masih rendah (C) atau bahkan belum terakreditasi adalah kewajiban dari pengurusan PT untuk berusaha meningkatkan akreditasi. Jika dari pihak kemendagri belum ada jawaban seharusnya bisa ditanyakan.

  6. Berapa tahun sekali perubahan / pelaksanaan akeditasi kampus ?

  7. PTN harusnya jauh lebih baik dibandingkan PTS karena dapat suntikan dana lebih banyak dari pemerintah.

 Leave a Reply

(required)

(required)


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>