
Sudah kering kelopak jiwamu terbawa seka
Seketika kelam sangsaka kelana meratap hampa
Sedu sedan antara tawa dan airmata
Simbah harapan terpaku karma tergolek kasta
Simpan rindu semesta langit karsa
Sampaikan do’a pengiring kalbu kantata
Suguhkan arti semanis hantaran takwa
Sembilu kala derita ruang maya nan hampa
Urip
12 March 2012 at 1:58 PM
Ruang maya tak pernah hampa tapi jiwa menyusun konstruksi hampa
Djadja Achmad Sardjana
16 March 2012 at 6:39 AM
So sweet