Bidik Misi News

BIDIK MISI, tanya kenapa??? Setelah ribut-ribut masalah subsidi biaya masuk dan sistem penerimaan mahasiswa baru, sekarang di ITB juga lagi ‘riubt’ masalah bidik misi. Apasih bidik misi?? Buat yang belum tau dan emang pengen tau, begini ceritanya. Bidik Misi itu program bantuan dana pendidikan (beasiswa) dari dikti untuk mahasiswa yang kurang mampu. Tahun ini ITB dapat jatah 450 orang untuk bidik misi sedangkan mahasiswa yang mendaftar sekitar 700-an. Dengan jumlah pandaftar sebanyak itu, sudah pasti ada ratusan mahasiswa yang akhirnya ditolak permohonan beasiswanya. Penolakan inilah yang akhirnya menjadi sumber masalah yang sekarang ramai dibicarakan orang-orang kampus. Dana yang diberikan dikti kepada ITB untuk bidik misi yaitu 6 juta /orang/semester. Kebijakan dari ITB agak sedikit berbeda dengan kampus lain. Di ITB, biaya bidik misi ini diprioritaskan untuk biaya hidup mahasiswa di Bandung sebesar Rp 700.000 / bulan sehingga dalam 1 semester masih tersisa dana sebesar Rp 1.800.000 yang digunakan ITB untuk biaya pondokan dan pengembangan karakter bagi mahasiswa penerima bidik misi. Jadi untuk biaya BPPS dan BPPM yang berjumlah 60 juta tetap akan ditanggung oleh ITB (bukan dari dana bidik misi). Banyak faktor yang menyebabkan mahasiswa baru tidak mendapatkan beasiswa bidik misi. beberapa kasus disebabkan oleh salah paham dari pihak sekolah asal (SMA) . ada sekolah yang khawatir siswanya tidak diterima di ITB karena masalah ekonomi. Bahkan beberapa sekolah juga ada yang sampai nekat memalsukan data siswanya yang tidak mampu menjadi mampu dan sebaliknya. hal-hal seperti ini yang menyebabkan timbulnya banyak masalah di akhir. sempat tersiar kabar kalau ada 38 mahasiswa 2011 yang tidak mampu membayar biaya masuk ITB. akan tetapi setelah ditelusuri oleh kabinet ternyata belum ada yang dapat membuktikan bahwa data itu benar-benar ada. sejauh ini dari kabinet KM ITB sendiri, setelah mendengar adanya pengumuman bidik misi, langsung menerima banyak respon terutama dari mahasiswa baru yang pengajuan beasiswa bidik misinya ditolak. Sejauh ini baru ada data dari 34 orang mahasiswi yang semuanya tinggal di asrama ITB kanayakan. Ke-34 mahasiswi ini semakin terdesak karena selain tidak menerima bidik misi, mereka juga harus meninggalkan asrama karena akan diisi oleh mahasiswa penerima bidik misi. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak LK yang dalam hal ini diwakili oleh pak jaji, beliau menyampaikan bahwa mahasiswa yang harus meninggalkan asrama akan diberi waktu hingga Lebaran untuk meninggalkan asrama. Selain itu, Pak Jaji juga mengatakan bahwa penerima bidik misi ini sebenarnya belum ada SK dari rektor. hal ini sengaja dilakukan agar terjadi proses evaluasi dari berbagai pihak segera setelah dikeluarkannya pengumuman CALON penerima bidik misi. Evaluasi yang diharapkan ialah dengan munculnya nama-nama calon penerima, maka kita dapat saling mengoreksi apakah penerima itu memang benar-benar pantas mendapat bidik misi atau tidak. Menurut pengakuan beliau, setelah hampir seminggu pengumuman ini dikeluarkan, sudah ada mahasiswa calon penerima yang mendatangi beliau dan mengaku bahwa ada yang lebih berhak mendapatkan bidik misi daripada dirinya. Pak Jaji juga menekankan jika ada calon penerima yang dirasa tidak berhak menerima beasiswa ini, massa kampus dapat langsung menghubungi beliau di kantornya (cc barat bawah) dan langsung menyebutkan nama calon penerima beasiswa bidik misi (yang tidak berhak) untuk nantinya dapat langsung ditinjau ulang pemberian beasiswanya. Pengumuman bidik misi ini juga memunculkan berbagai isu di kampus. Salah satunya adalah “Bagaimana orang yang tidak mendaftar beasiswa bidik misi, tapi ternyata bisa mendapat bidik misi?” . menurut pak jaji, hal ini terjadi karena ITB memang lebih memprioritaskan masalah ekonomi mahasiswa baru. Jadi, katakanlah ada anak x yang memiliki ibu dengan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga dan tidak memiliki ayah. anak x ini tidak mendaftar bidik misi. akan tetapi anak ini mungkin saja mendapat beasiswa bidik misi karena memang kondisinya yang tidak mampu. Ada kabar baik untuk para mahasiswa baru. Kemungkinan besar jumlah beasiswa bidik misi akan bertambah paling besar 50% dari jumlah bidik misi yang ada sekarang (450) atau sekitar 200 beasiswa lagi. selain itu, pihak ITB juga sedang mengusahakan untuk mendapatkan beasiswa dari BIUS. keduanya masih dalam proses. semoga dapat berhasil, amin. Terakhir, saran dari kami, kabinet atau siapapun itu sifatnya hanya bisa membantu. Sebenarnya, hal yang paling diperlukan adalah keinginan dan kerja keras dari mahasiswa baru untuk terus menerus follow up kondisinya dengan pak jaji. Batu saja dapat berlubang jika ditetesi air terus-menerus. kami yakin kalian juga pasti bisa ! SEMANGAT!! :)

Share
Avatar of Andi Rahman

About Andi Rahman