Kalender sudah menunjukkan tanggal 30 Desember 2011. Widih, cepet amat ya. Entah kenapa momentum tahun baru baru Hijriyah dan genapnya saya berumur 21 tahun seakan terlewat begitu saja. Bahkan ni liburan sudah hampir memasuki 2 minggu namun serasa belum mendapatkan banyak hal.
Sejak tahun kedua berkuliah, saya sudah punya impian, ya pingin bisa cari makan pake hasil cari rejeki Alloh dengan usaha sendiri. Namun sampai sekarang nyatanya semua itu masih dalam rancangan.
Di pagi yang dingin ini saya ingin menulis dan bercerita pada diri saya sendiri. Ya, diri saya sendiri, orang biasa-biasa saja ini, bukan pejabat kampus. Semoga tak ada yang membaca, dan mungkin itu pula kenyataannya, siapa yang mau baca tulisan orang biasa, haha.
Saya masih teringat, ada kaus putih yang saya pesan berhasil terjual dua. Haha, Alhamdulillah pembelinya baik sekali. Satu di kantor pos dan satunya lagi malah mendatangi saya ke kampus, padahal saya dan beliau berbeda kampus. Hari itu aku begitu senang dan berharap besar suatu saat saya bisa bayar kuliah sendiri. Namun tahun dan tahun terus berlalu. Keputusan saya untuk tidak aktif di organisasi sudah kukuh saya ambil untuk mendukung terwujudnya impian ini. Lagipula belajar dari kisah SMA lalu, aktif berorganisasi tapi ya tetep saja tak gaul-gaul pisan. Jadilah banting stir buat jadi rakyat jelata sejak tingkat dua.
Berbagai mimpi terus saya tempelkan di kamar, tapi entah kenapa meskipun ada sebagian tercoret, tapi itu coretan bukan karena sukses. Ya coretan karena belum terwujud atau malah ga terujud alias belum berhasil.
Saya tahu, jaman sekarang banyak sekali orang jago berkomentar, mungkin udah pinter ato pengalaman kali ya. Tapi kenyataan memang tak semudah mengucapkan di lidah, apalagi klo hanya dalam pikiran di kepala saja. Haha, terlalu sering berimajinasi tinggi tapi waktu jadi habis untuk itu.
Apapun itu, liburan masih ada 3 minggu termasuk di antaranya saya harus pulang kampung. Semoga melalui tulisan ini, saya menjadi lebih lega atas kenyataan yang saya hadapi saat ini. Terima kasih kepada Alloh SWT yang selalu memberikan yang terbaik untuk saya meskipun entah kenapa amalan saya begitu pas-pasan.
Oi ndra, bangun-bangun, katanya dah janji mau lari kencang semester ini. Sekarang udah liburan nih, dan semester depan mungkin jadi semester terakhir bagi sebagian banyak temen2 seangkatan.
Haha, dasar anak yang merepotkan orang tua, masa orang tua datang ke bandung suruh jalan kaki. Malah orang tua suruh jalan sendiri di Bandung. haha, memang tak patut diconto.Ayolah, satu hal yang menentukan semua keberhasilan impianku sebelum lulus kuliah : bisa ngajak jalan2 orang tua dan mbah pake mobil sendiri, mungkin gak ya. Wallahu alam bisshowab

Share
Tagged with:
 

2 Responses to REFLEKSI AKHIR TAHUN TANPA SENYUM

  1. Halo igun
    hoho
    tetap semangat ma men
    ane juga kurang lebih sama dengan ente
    hehe
    mari berjuang bersama !!!
    hoho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
Set your Twitter account name in your settings to use the TwitterBar Section.