Mengapa harus memilih ukuran ruangan yang benar? (Bagian 1 dr 3)

Selama bertahun-tahun banyak orang menyarankan rasio ukuran ruang yang baik untuk meminimalkan distorsi kondisi mendengar dalam ruang akibat modes ruang pada frekuensi rendah. Rasio-rasio yang berkembang kemudian dikenal dengan nama “Golden Ratio”. Meskipun demikian, golden ratio tersebut tidak selalu merupakan dimensi terbaik yang bisa dipilih untuk sebuah ruangan. Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengamati perilaku suara khususnya frekuensi rendah dalam ruang dengar kecil (small listening rooms). Artikel singkat ini akan coba mengulas beberapa hasil penting yang ditemukan para peneliti tersebut dan bisa juga pembaca simpulkan kemudian sebuah pertanyaan klasik, apakah ada ruang dengar yang ideal?
Suara yang didengar dalam sebuah ruang dengar yang didesain secara khusus, entah berupa ruang home theatre, listening room dan sebagainya, ditentukan oleh efek kombinasi dari peralatan electronik audio yang terpasang dalam ruangan tersebut dan karakteristik fisik akustik dari ruangan. Ingat bahwa sebuah suara hanya akan terjadi jika ada sumber, medium penjalaran dan pendengar. Jadi pemilihan jenis elektronik audio dan penataan ruang memiliki porsi yang sama penting. Keseimbangan nada dan warna suara dapat berbeda secara signifikan bergantung pada penempatan titik pendengar, titik loudspeaker dan geometri ruangan. Tentu saja modes, terutama pada frekuensi rendah, yang dihasilkan oleh ruang akan sangat berpengaruh. Sehingga, interaksi antara sumber, pendengar dan modes ruang menjadi penting.
Modes dalam ruang-ruang kecil biasanya akan menciptakan sound decay yang berlebih dan respons frekuensi yang tidak sempurna, yang biasa dikenal sebagai coloration. Problem yang terjadi pada frekuensi rendah biasanya karena jumlah modes yang sangat sedikit. Para desainer akustik biasanya menyelesaikan persoalan ini dengan memilih dimensi ruang yang cocok, atau menempatkan posisi pendengar dan titik-titik loudspeaker pada titik-titik yang benar atau menggunakan bass trap.
Penentuan posisi yang tepat untuk titik loudspeaker dan pendengar seringkali dilakukan dengan metode coba-coba. Sangat mungkin, metode ini memberikan hasil yang baik. Saat sumber suara (loudspeaker) atau titik pendengar dipindahkan, response frekuensi ruang akan berubah karena adanya variasi distribusi mode tekanan suara dalam ruang dan merubah tahanan radiasi suara dari sumber. Dengan memilih posisi-posisi yang benar dalam ruang, dimungkinkan untuk meminimalisasi pengaruh mode dalam ruang. Selain modes (kondisi tunak), orang juga seringkali mempertimbangkan pengaruh dari pantulan suara pertama yang dihasilkan oleh batas-batas ruangan terhadap respons frekuensi ruangan. Terutama pantulan-pantulan pertama yang dihasilkan oleh bidang-bidang di dekat sumber suara (loudspeaker). [1]. Metode optimasi untuk melihat pengaruh pantulan pertama ini juga telah dikembangkan [2].

 

“(c) University of Salford, www.acoustics.salford.ac.uk”

Pada frekuensi-frekuensi rendah, ruangan mengalami problem yang diakibatkan modes. Gambar diatas menunjukkan tipikal respons frekuensi dari ruangan tertutup. Apapun bentuk ruangannya, akan tetap ada daerah frekuensi rendah dimana modes nya sparsely spaced , yang menyebabkan kualitas suara yang buruk, misalnya waktu dengung yang lama pada frekuensi tersebut akan menyebabkan suara terdengar lebih dominan dibandingkan pada frekuensi-frekuensi lain. Masalah tersebut tentu saja bisa diselesaikan dengan mereduksi energi suara pada frekuensi terkait, misalnya dengan memasang penyerap suara. Akan tetapi, akan lebih murah dan lebih mudah, apabila dimensi ruang sudah dipertimbangkan dengan baik.

referensi
[1] Loudspeaker and Headphone Handbook” 2nd Edition. Edited by John Borwick. Focus Press, ISBN 0-240-51371-1.
[2] T J Cox and P D’Antonio. Room Optimizer: A Computer Program to Optimize the Placement of Listener, Loudspeakers, Acoustical Surface Treatment, and Room Dimensions in Critical Listening Rooms”, 103rd Convention of the Audio Engineering Society, Preprint 4555, Paper H-6, New York (September 1997).
“(c) University of Salford, www.acoustics.salford.ac.uk”

Share
Category(s): Akustika Ruangan

13 Responses to Mengapa harus memilih ukuran ruangan yang benar? (Bagian 1 dr 3)

  1. pak, bagaimana cara menghitung akustik ruang kelas kuliah?urutan menghitung nya apa saja ?
    saya sudah mengukur luas ruang nya.
    lebar 8,7 m
    panajang 11,7 m
    jumlah kursi ada 72
    speaker ada 2 .. tergantung pada plafon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

 

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>