5 Prinsip Dasar Insulasi Suara (Soundproofing)

Bila anda membangun sebuah ruangan yang digunakan untuk aktifitas yang berkaitan dengan suara, misalnya Home Theater dan studio ataupun ruang rapat/konferensi dan ruang konser, ada 2 hal yang harus diperhatikan, yang pertama adalah bagaimana membuat ruangan terisolasi secara akustik dari lingkungan sekitarnya dan yang kedua bagaimana mengkondisikan ruangan agar berkinerja sesuai dengan fungsinya. Hal pertama sering disebut sebagai insulasi (membuat ruangan kedap suara atau soundproof), sedangkan yang kedua adalah pengendalian medan akustik ruangan. Kedua hal ini seringkali tertukar balik bahkan tercampur-campur dalam penyebutannya, sehingga tidak jarang orang menyebut mineral wool atau glasswool misalnya sebagai bahan kedap suara, dimana seharusnya adalah bahan penyerap suara. Bila pernyataan mineral wool/glaswool adalah bahan kedap suara benar, bisa dibayangkan apa yang terjadi bila dinding ruang hanya terbuat dari bahan mineral wool/glasswool saja. Alih-alih ingin menghalangi suara tidak keluar ruangan, yang terjadi adalah suara keluar ruangan dengan bebasnya.

Apa yang harus kita lakukan apabila kita ingin membuat ruangan yang terisolasi secara akustik dari lingkungannya atau dalam bahasa sehari-hari ruangan yang kedap suara. Ada lima prinsip yang harus diperhatikan.agar suara system tata suara kita (yang terkadang dibeli dengan dana yang tidak sedikit) dapat dibunyikan sesuai dengan keinginan kita tanpa harus mendapatkan response (dari tetangga ataupun keluarga kita sendiri) “ berisik, tolong kecilkan donk” atau bahkan dilempari batu…Smilie: :)..

Lima prinsip dasar itu adalah :

  1. Massa
  2. Dekopling Mekanik atau isolasi mekanik
  3. Absorpsi atau penyerapan suara
  4. Resonansi
  5. Konduksi

 

Prinsip  1: Massa

Prinsip massa ini berkaitan dengan perilaku suara sebagai gelombang. Apabila gelombang suara menumbuk suatu permukaan, maka dia akan menggetarkan permukaan ini. Semakin ringan permukaan, tentu saja semakin mudah digetarkan oleh gelombang suara dan sebaliknya, seperti halnya kalo anda mendorong troley kosong akan lebih ringan dibandingkan mendorong troley yang terisi penuh dengan batu bata. Tentu saja untuk membuat perubahan besar pada kinerja insulasi, perlu perubahan massa yang besar pula. Secara teoritis, dengan menggandakan massa dinding kita (tanpa rongga udara), akan meningkatkan kinerja insulasi sebesar 6 dB. Misalnya anda punya dinding drywall gypsum dengan single stud, maka setiap penambahan layer gypsum akan memberikan tambahan insulasi 4-5 dB.

 

Prinsip 2: Dekopling Mekanik

Prinsip dekopling ini adalah prinsip yang paling umum dikenal dalam konsep insulasi. Sound clips, resilient channel, staggered stud, dan double stud adalah beberap contoh aplikasinya. Pada prinsipnya dekopling mekanik dilakukan untuk menghalangi suara merambat dalam dinding, atau menghalangi getaran merambat dari permukaan dinding ke permukaan yang lain. Energi suara/getaran akan “hilang” oleh material lain atau udara yang ada diantara 2 permukaan. Yang seringkali dilupakan, dekopling mekanik ini merupakan fungsi dari frekuensi suara, karena pada saat kita membuat dekopling, kita menciptakan system resonansi., sehingga system dinding hanya akan bekerja jauh diatas frekuensi resonansi itu. Insulasi akan buruk kinerjanya pada frekuensi dibawah ½ oktaf frekuensi resonansi. Jika anda bisa mengendalikan resonansi ini dengan benar, maka insulasi frekuensi rendah (yang merupakan problem utama dalam proses insulasi) akan dapat dicapai dengan baik.

 

Prinsip 3: Absorpsi atau penyerapan energi suara

Penggunaan bahan penyerap suara dengan cara disisipkan dalam system dinding insulasi akan meningkatkan kinerja insulasi, karena energi suara yang merambat melewati bahan penyerap akan diubah menjadi energi panas (utk menggetarkan partikel udara yang terperangkap dalam pori2 bahan penyerap. Bahan penyerap ini juga akan menurunkan frekuensi resonansi system partisi/dinding yang di dekopling. (Pernahkah anda mencoba meletakkan mineral wool/glasswool didepan center loudspeaker system Home Theater anda? Coba bandingkan bila anda letakkan di depan subwoofer anda?)

Setelah anda mencoba, maka anda akan memahami, bahwa insulasi atau soundproofing tidak ditentukan semata oleh bahan penyerap apa yang diisikan dalam dinding anda. Jika anda menggunakan dinding sandwich konvensional (kedua permukaan dihubungkan oleh stud dan anda isi celah diantaranya dengan bahan penyerap suara, suara akan tetap dapat lewat melalui stud tanpa harus melalui bahan penyerap suara. Jadi bahan penyerap hanya akan efektif bila ada dekopling.

 

Prinsip 4: Resonansi

Prinsip ini bekerja bertentangan dengan prinsip 1, 2, dan 3, karena resonansi bersifat memudahkan terjadinya getaran. Bila getaran terjadi pada frekuensi yang sama dengan frekuensi resonansi system dinding anda, maka energi suara akan dengan mudah menembus dinding anda (seberapa tebal dan beratpun dinding anda). Ada 2 cara untuk mengendalikan resonansi ini:

  • Redam resonansinya, sehingga amplituda energi yang sampai sisi lain dinding akan sangat berkurang. Anda dapat menggunakan visco-elastic damping compund, tapi jangan gunakan Mass Loaded Vinyl.       
  • Tekan frekuensi resonansi serendah mungkin dengan prinsip 1, 2 dan 3.

 

Prinsip 5: Konduksi

Ingat bahwa suara adalah gelombang mekanik, sehingga apabila dinding anda terhubung secara mekanik kedua sisinya, maka suara akan dengan mudah merambat dari satu sisi ke sisi lainnya. Untuk mengendalikannya tentu saja ada harus memotong hubungan mekanis antara sisi satu dengan sisi yang lain, misalnya dengan dilatasi antar sisi, menyisipkan bahan lain yang memiliki karakter isolasi lebih tinggi (beda Impedansi Akustik atau tahanan akustik), menggunakan studs dengan cara zigzag, dsb. Konduksi ini juga yang seringkali menyumbangkan problem flangking suara antar ruang. (Itu sebabnya pemberian dekopling/dilatasi pada lantai dan langit-langit juga penting.

 

Sudahkan ruangan theater atau studio anda mempertimbangkan hal diatas?

 

Jika belum maka anda dapat melakukan hal ini untuk meningkatkan kinerja insulasi partisi atau dinding anda:

  • Tambahkan massa partisi anda
  • Berikan dekopling mekanik pada partisi/dinding anda bila belum ada
  • Tambahkan bahan penyerap suara
  • Tambahkan damping mekanik pada sistem partisi/dinding anda
Share
Category(s): Akustika Ruangan

252 Responses to 5 Prinsip Dasar Insulasi Suara (Soundproofing)

  1. Asyik-asyik nih pak tulisannya. Praktis, tapi kaya dengan pemahaman ilmunya juga….

    http://kupalima.wordpress.com

  2. thanks Pak, sedang belajar menulis dengan bahasa popular…. supaya tdk cepet tua he-he

  3. Wah.. P.Joko ngeblog jg toh.. ! akhirnya terungkap sumber kuliah yg ada di kelas isp akustik wktu itu, he2..
    Pak, saran, gmn kalau diperkaya gambar2 disetiap penjelasannya.. biar lebih kebayang gitu n ga mumet2,he3..
    Semangat pak blognya biar rame n lebih ringan dibaca, hidup dosen nge’blog ! ^^

    Salam
    Handoko (2004)

  4. Salam sejahtera buat Pak Joko sekeluarga,

    Trim`s Pak tulisannya bagus bangets ,karena anak2 saya hoby bermain music rencananya mau saya buatkan ruangan khusus .kalau Pak Joko berkenan bisakah Bapak membahas tentang cara pembuatan ruang latihan drum atau music, biar suaranya nggak bocor ke luar adapun besar ruangan kira2 3X3.5 meter.dinding bata merah langit langit ethernit biasa. tetapi yang biayanya murah meriah.

    Wasalam
    SOFYAN

    Lokasi ruangan di rumah dimana ya Pak? Apakah di lantai dasar atau di lantai atas? karena akan berbeda treatmentnya. Untuk latihan musik, khususnya drum, maka sebaiknya dinding ruang dan ceiling adalah dari bahan penyerap suara (bahan bisa disesuaikan dengan budget Bapak). Kalau memungkinkan, buat lantai yang floating (yang paling murah adalah membuat lantai diatas lapisan pasir-ijuk). Mohon informasi juga posisi ruang terhadap rumah tetangga (karena ini akan memerlukan perhatian khusus).

  5. salam kenal pak joko.
    pak joko, dirumah saya sudah ada studio musik berukuran sekitar 3,5 x 4 meter. saat ini sudah dikelilingi dengan lapisan glasswool dan bahan yang biasanya dipakai sebagai langit2 di rumah sakit atau kantor. saya tidak mengetahui namanya. yang jelas bahan itu bertekstur bolong2 kecil. pintu ruangan tersebut hanya pintu biasa yang dilapisi karpet dan di seluruh ruangan juga terdapat karpet. tetapi ruangan tersebut masih melum sepenuhnya kedap suara. yang terjadi adalah suara memang teredam saja. untuk suara dari sound system komputer masih terdengar sedikit dari luar. tetapi untuk alat-alat musik terdengar relatif keras dari luar. posisi ruangan tersebut berada di lantai 2. kira-kira saya harus mengganti bahan kedap suaranya atau bagaimana pak? terima kasih sebelumnya pak.

    AULIA RACHMAN SANTOSA

    Terima kasih Uli,
    Yang sudah dilakukan baru menyerap energi suara dalam studio (alias mereduksi energinya sajah), insulasi belum sepenuhnya dilakukan, terutama untuk frekuensi rendah…. untuk insulasi (meredam) kasarnya tidak boleh ada “lubang” buat suara untuk keluar, lubang ini bisa berujud fisik lubang bisa juga kurang masifnya dinding… kalau sebuah dinding bisa bergetar, maka tentu saja dia akan menjadi sumber suara baru….

    Salam

    Joko

  6. Pa, ada yg klaim “dinding kedap suara 38 dB”
    apa artinya pak ??

    bagaimana menerangkan STC kepada orang awam dalam dB ??

    terimakasih

    “dinding kedap suara 38 dB” adalah sebuah frase yang tidak tepat…. mestinya “dinding yang mampu menghalangi energi suara sebesar 38 dB”….. (tentu saja ini juga tergantung di frekuensi berapa 38 dB itu berkaitan).
    STC adalah sebuah angka tunggal (tanpa satuan dB) yang mewakili performansi/kinerja transmission loss (berkurangnya energi suara karena melewati/menembus material dinding atau rugi-rugi transmisi) suatu material/dinding pada rentang 125 Hz – 4 kHz saja. Jadi misalnya ada sebuah dinding memiliki STC 55 atau 60 sekalipun, bisa jadi dinding tersebut tidak bisa menahan (kedap or sound proof) suara yang kebetulan memiliki rugi transmissi yang rendah di frekuensi-frekuensi di bawah 125 Hz (domainnya woofer dan subwoofer). Oleh karena itu,perhatikan kurva rugi transmisinya juga pada saat anda disodori harga STC.

  7. dear bp. Joko,

    pak, saya sedang membuat studio musik untuk rekaman (seperti saudara aulia)
    letak ruangan saya di lantai 2, di salah satu dinding saya terdapat kaca besar ukuran 2 x 3 m.

    dinding yang lain rencananya menggunakan sistem sandwich panel dimana bahan menggunakan bata dengan rongga di bagian dalam/tengah adalah 5cm, bagian luarnya dilapis dengan karpet / glasswool.

    yang dimaksud disini dinding doubel wall bata dengan jarak antar dinding 5 cm kah? daripada karpet, lebih baik rockwool (jgn glasswool) dibungkus fabric (kain

    )
    Yang menjadi kendala saya adalah :
    1. suara yang dihasilkan dari studio tidak ingin keluar, terutama yg berbatasan dengan tetangga dan ruang sebelah. bagaimana mengatasi suara yang keluar (terutama terhadap bagian dinding yang terdapat kaca nya)?

    kalau tidak keluar sama sekali tampaknya agak sulit dengan struktur material yang digunakan. Yang bisa diusahakan adalah meminimalkan kebocoran. khusus bagian kaca (tebalnya berapa ya? dan jenisnya kaca apa ya?) pastikan disealant dengan baik

    2. supaya suara tidak keluar melalui pintu (sudah saya buat double door)? apakah kaca sebaiknya juga double?

    double door dan pastikan sealant atau penutup lubang/gap antara daun pintu dengan kusennya. Kaca doubel akan meningkatkan Transmission Loss, tapi hati-hati dengan pengembunan didalam rongga udaranya.

    3. bagaimana mengantisipasi suara yang keluar melalui celling / plafond? apakah dibuat double jg? karena saya pernah membuat ruang karaoke, dan sudah menggunakan bahan celling untuk akustik, sepertinya suara masih tembus melalui celling.

    Kalau ceiling dipasang bahan akustik, dan diatasnya langsung genting, tentu saja akan tembus mas. Idealnya ceiling didak/dicor. kalau tidak didak/cor ya dibuat tipe sandwhich, bagian yang menghadap ke dalam ruang berbahan akustik, diatasnya diberi space udara, dan dibuat ceiling kedua berbahan lebih berat/masif (misal gypsum tebal/kayu solid/GRC)

    4. bagaimana dengan finishing lantai? lantai yang saya gunakan adalah beton, apakah perlu ditambah pasir-ijuk seperti yang bapak katakan? berapa ketebalannya?

    untuk lantai, kalau mas Yanto ingin pakai kayu ataupun bahan lain, pastikan secara mekanis terpisah dari beton nya…misalkan menggunakan vibration damper berbentuk mat atau bisa juga menggunakan campuran pasir-ijuk. tebal disesuaikan dengan kondisi diruangan.

    mohon penjelasannya.

    terima kasih

    yanto

    • Dear Bp. Joko,

      Ini dengan Yanto, menyambung pembicaraan kita di atas,

      1. Benar jarak antar dinding bata 5 cm. Karena menggunakan 2 dinding bata, maka dinding saya jadi tebal sekali (kira2 25 cm), apakah ada bahan lain yang tidak terlalu tebal?

      Bata ringan Hebel atau Double Gypsum….?

      2. saya pernah baca artikel mengenai glasswool dilarang di AS karena serbuknya / rontokannya tidak bagus apabila dihirup oleh manusia, apakah benar?

      Betul sekali Pak, saya sendiri hanya menggunakan Glasswool jika dan hanya jika glasswoolnya diposisikan di daerah yang tertutup (misalkan diantara 2 dinding bata), kalau masih ada yang terbuka, saya selbih cenderung menggunakan rockwool

      3. Tebal kaca = 5 cm, menggunakan kaca biasa. Apakah ada jenis kaca yang khusus?

      ada Pak, bahkan ada kaca yang berupa sandwich dengan ruang hampa diantara 2 lapisan kacanya… ini yg paling mahal….

      4. Betul pak.. pengembunan di dalam rongga double kaca sudah pernah saya alami, bagaimana mengatasinya? padahal ruangan yang mau dibuat juga menggunakan AC.

      cara yang paling mudah, dengan menempatkan silica gel di bagian dalam rongga, cara lain, salah satu kacar bisa dibuka tutup dengan seal yang bagus

      5. Jarak antara ceiling 1 dan ceiling 2 apakah cukup 5 cm?
      Atap saya menggunakan genting beton pak.

      lebih tebal lebih baik Pak, jadi setebal yang memungkinkan

      Terima Kasih,

      Yanto

  8. Mas Sarwono,
    Salam kenal.
    Saya baru hari ini ketemu blog ini. Kebetulan saya mau design kamar lt2 untuk studio. uk:pxlxt = 4X3X3. Kira2 perincian design nya bagaimana ya mas, agar diperoleh ruang kedap suara yang optimal dengan biaya cekak.
    Terima kasih.

    salam Goespur,

    ruangannya akan digunakan untuk apa ya? untuk mendengarkan musik atau untuk bermain musik? kalau dilihat ukuran ruangan dan mempertimbangkan budget, maka utk dinding gunakan sistem sandwich panel gypsum, untuk lantai bisa gunakan konsep floating floor menggunakan campuran pasir-ijuk. Untuk ceiling, gunakan sistem sandwich acoustics tile – rongga udara – gypsum/kayu (akan lebih baik kalo ceiling di dak beton)….

  9. Salam Pa Joko,

    saya anak tf 02 ni, hehe, hebat pa Joko mau bagi2 ilmu ni, kebetulan saya lagi mau membuat wargame, yang identik dengan orang2 yang teriak2.. trus suara game yang keras.
    ukurang ruangan 3×5 m, posisi di lantai 2, dinding dari tembok biasa menggunakan batu bata. atas coran beton dilapis kayu pada bagian dalamnya, bawah lantai coran beton.. kanan kiri dari dinding itu ruang terbuka, jadi gada bangunan yang nempel dinding itu.. hanya saja tetangga pasti keganggu kalo orang2 ribut.

    kira2 apa peredam yang paling baik buat wargame, soalnya kalo di wargame suara di dalam tidak terlalu penting, asal bisa terdengar, ga perlu bagus, yang penting suara ga keluar dari ruangan itu..

    tadinya si saya mau melapisi tembok itu ama kardus telor, trus dilapis kayu tikblok n celah2 nya di isi glasswoll…

    bahan yang paling ideal kira2 apa, yang murah jg pa.. hehe..

    Thanks bgt pa..

    Salam..

    Philip, buat dinding double gypsum saja (2×15 mm+glasswoll/rockwool+sedikit selang udara). 2×15 mm gypsumnya ditempel yaaa. jangan lupa berikan vibration damper utk subwoofernya….Smilie: :)…. mestinya dengan itu sudah lumayan insulasinya, hanya ruangan mungkin menjadi lumayan reflektif juga…. oya, kardus telur hanya efektif di frekuensi tinggi, so perlu dikombinasikan dengan sistem resonator supaya lebih broadband absorpsinya….

  10. dear pak joko,
    mau tanya gimana struktur lapisan dinding yang baik untuk ruangan kedap suara (bangunan baru samping rumah ada tanah kosong 4x5m) apakah pasangan 1/2 batu atau 1 batu kemuadian lapisan setelah batu bata gimana? jenis matrialnya apa?
    trims pak joko

  11. dear pak joko,
    mau tanya gimana struktur lapisan dinding yang baik untuk ruangan kedap suara (bangunan baru samping rumah ada tanah kosong 4x5m) apakah pasangan 1/2 batu atau 1 batu kemudian lapisan setelah batu bata gimana? jenis matrialnya apa?
    trims pak joko

    Pak Andika,
    Kalau bisa 1 batu/bata lebih baik… bagian dalam bisa dari double gypsum wall + rockwool + rongga udara…..atau bisa juga dengan bata ringan + rongga udara , finishing disesuaikan dengan selera dan budget…. lantainya kalau memungkinkan buat terpisah dari struktur ya…..

  12. pak Joko,,,

    pak, kl boleh sy minta ditampilkan contoh cara perhitungan (suara) untuk membangun ruang kedap suara. (ex: ruang studio musik),

    hatur nuhun.

    Pak Yohan,
    Perhitungan sederhananya adalah kalau data level energi suara di dalam dan luar ruangan diketahui (sebagai fungsi frekuensi tentunya), maka tinggal memilih material lantai, langit2 dan dinding yang memiliki kemampuan mereduksi suara (gabungan insulasi dan penyerapan) yang sebesar mungkin. Tentu saja, dalam prakteknya perlu optimasi dengan budget yang kita punya…. (utk ini hanya perlu Excel saja kok)…..
    misalnya kalau dalam studio level yang diinginkan sekitar 90 an dB, maka supaya tidak mengganggu di luar ruangan, material yang dipilih harus memiliki transmission Loss paling tidak 60 an dB …. (lihat sebagai fungsi frekuensi, jangan semata menggunakan data STC number)…
    Kalau untuk ukuran ruangan, tinggal gunakan ratio yang sudah dihitungkan orang saja (utk tataran praktis), tidak perlu dihitung ulang….

    • Pak Joko,
      menyambung pertranyaan diatas,

      1. misalnya sy memiliki dinding dengan STC 38, yang tersusun dari plaster3cm – bata merah5cm – ruang kosong2cm – bata merah5cm – dan plaster3cm.
      saya menginginkan dinding tersebut memiliki STC 50. apa yang harus saya lakukan ??
      apa lebuih baik saya perbesar ruang kosong tersebut ?
      atau saya rubah posisi pemasangan bata merah menjadi11cm,
      atau saya ganti material bata merah dengan bataringan?

      2. jika boleh adakah buku referensi mengenai perhitungan STC?

      • 1. STC 50 cukup jauh berbeda dengan STC 38, kalau ruang kosong diperlebar, maka efeknya adalah ukuran ruangan kita mengecil, pasang batanya jd full 1 bata (11 cm) ataupun diganti dengan bata ringan yang 10 cm juga demikian…. so both will be ok kalau memang ukuran ruangan dalam masih acceptable, atau kombinasi keduanya akan lebih baik plus disisipkan bahan penyerap suara berdensity besar atau plat besi pada sebagian ruang kosong tersebut. but, jgn terpaku dengan harga STC, krn STC hanya diplot mulai frekuensi 125 Hz….so STC tdk menunjukkan performance dinding pada frekuensi di bawah 125 Hz (daerah kerja subwoofer)

        2. Di setiap buku akustik biasanya ada pembahasan soal STC Pak.

        Salam

        Joko

  13. Salam kenal pak,
    Saya sangat tertarik dengan artikel bapak ini.

    Saya mendiami rumah kontrakan tipe 36 dengan ukuran tanah hampir 70m2. rumah ini dempetan dengan tetangga dengan jenis yang sama. Akses keluar rumah hanya melalui pintu depan saja.
    Jarak dari dinding terdepan rumah ke jalan aspal di depan rumah kira-kira 3 meter. Jalan ini dilewati kenderaan mobil dan motor dengan frekuensi yang lumayan tinggi.

    Nah, yang jadi persoalan, suara kenderaan yang lewat di depan rumah kok bisa terasa nyaring banget di dalam rumah. Padahal, kalo saya bandingkan ketika saya berdiri di halaman rumah, suara kenderaan tidak senyaring ketika di dalam rumah.
    Di dalam ruangan tidak bergema, tapi suara terdengar lebih keras. Jadi suara kenderaan sudah betul-betul mengganggu tidur nih pak. .

    Mohon kiranya bapak bisa memberi saran apa yang sebaiknya saya lakukan. Terus terang, saya tidak begitu mengerti dengan istilah dan bahan-bahan yang bapak sebutkan di artikel di atas.

    Spesifikasi rumah:
    Dinding batako, dalamnya berlubang, dan diplester.
    langit-langit setinggi 3meter.
    Plafon dari triplek.
    rumah tampak depan: 1 buah pintu (di sisi carport), 3 bilah jendela kaca (total 1,5m x 2m), dan semua kusen memiliki sirkulasi udara diatasnya.

    Bagaimana saran bapak untuk meminimalisir suara kenderaan yang masuk ke dalam rumah saya ini?

    Terima kasih banyak, pak.

    Pak Denny, thanks sudah mampir,

    Suara akan terdengar lebih nyaring di ruangan tertutup, dalam hal ini ruangan di dalam rumah Bapak, dibandingkan dengan di halaman, karena jumlah pantulan energi suara dalam ruangan lebihbanyak …. sehingga apa yang Bapak dengarkan lewat telinga tidak sekedar suara langsung dari sumbernya, tetapi ditambah dengan energi pantulan… ini memberikan sensasi mendengar yang lebih nyaring seperti yang Bapak rasakan. Jumlah pantulan ini akan semakin banyak untuk ruangan yang permukaan bagian dalamnya bersifat memantulkan suara (seperti contoh kondisi rumah yang Bapak tempati), yang bercirikan secara fisik permukaannya keras dan tidak memiliki pori-pori. Salah satu cara mengatasinya ya mesti diperbanyak permukaan yang bersifat menyerap (secara fisik permukaan yang empuk dan berpori),misalnya softboard, akustik tile, karpet, foam, dsb. Kalau memungkinkan, permukaan dalam lubang ventilasinya juga diberi pelapis bahan yang sama. Solusi ini tidak akan menghilangkan sama sekali bising kendaraannya Pak, tapi insya Allah akan mengurangi level bisingnya…. (sbg catatan tambahan, mengapa orang menghindari bahan yang empuk dan lebih memilih bahan yang keras, karena permukaan empuk lebih cenderung mengumpulkan debu…so mohon itu dijadikan pertimbangan dalam memilih bahannya)
    semoga bermanfaat
    salam Joko

  14. Dear bpk Joko

    Trima kasih atas penjelasan bapak diatas, sangat membantu dan menginspirasi, namun sy masih awam dengan istilah2 teknis yg ada harap maklum ya pak.

    Sy berencana membangun studio drum (hanya drum) dlm rumah tinggal, posisi studio di lantai dasar bagian muka rumah dengan ukuran tanah 2,25 X 3 m, krn letak rumah sy di hook jd studio tidak akan di samping tembok tetangga melainkan di sisi sudut yg menghadap ke jalan komplek, rmh sy type 36 tanah 80m. Atapnya akan di cor beton.

    Yg menjadi pertanyaan sy bagaimana membuat studio drum agar suara teredam dengan sempurna agar tdk mengganggu tetangga, tentu saja pak dengan budget yg standar.

    Mohon penjelasan mengenai tahap per tahap dan bahan 2 yg di perlukan dengan bahasa awam pak..

    Terima kasih atas waktu dan kesediaan bapak untuk menjelaskan.

  15. Dear bpk Joko

    Trima kasih atas penjelasan bapak diatas, sangat membantu dan menginspirasi, namun sy masih awam dengan istilah2 teknis yg ada harap maklum ya pak.

    Sy berencana membangun studio drum (hanya drum) dlm rumah tinggal, posisi studio di lantai dasar bagian muka rumah dengan ukuran tanah 2,25 X 3 m, krn letak rumah sy di hook jd studio tidak akan di samping tembok tetangga melainkan di sisi sudut yg menghadap ke jalan komplek, rmh sy type 36 tanah 80m. Atapnya akan di cor beton.

    Yg menjadi pertanyaan sy bagaimana membuat studio drum agar suara teredam dengan sempurna agar tdk mengganggu tetangga, tentu saja pak dengan budget yg standar.

    Mohon penjelasan mengenai tahap per tahap dan bahan 2 yg di perlukan dengan bahasa awam pak..

    Terima kasih atas waktu dan kesediaan bapak untuk menjelaskan

  16. Dear Bapak Joko,

    Menyusul pertanyaan saya diatas, sebelumnya mohon maaf krn mengirim pertanyaan yg sama lebih dari 1 kali karena notifikasi dari hp saya eror.

    saya sangat ingin membuat studio drum sy ideal dengan 5 prinsip dasar yg bpk jelas kan di atas, namun sy masih bingung dengan istilah2nya bisakah bapak definisikan ke 5 prinsip dasar tersebut dgn jenis bahan material yg perlukan.

    1. Massa = contoh bahan materialnya?
    2. Dekopling Mekanik atau isolasi mekanik = = contoh bahan materialnya?
    3. Absorpsi atau penyerapan suara = contoh bahan materialnya?
    4. Resonansi = contoh bahan materialnya?
    5. Konduksi = contoh bahan materialnya?

    best regards,

    Yasser S.

    • 1. Massa: bahan yang density nya gedhe (ciri fisis: berat), bisa tipis bisa tebal, tergantung jenis materialnya….
      2. Dekopling: prinsipnya adalah perbedaan material. Material berbeda akan memberikan impedansi akustik yg berbeda. misalnya kayu ketemu besi atau kayu ketemu karet… harapannya akan ada energi atau daya akustik (gelombang mekanik) yang direfleksikan balik (alias tidak diteruskan perambatannya)
      3. Absorpsi: contoh glasswool, rockwool, tremac, celulose fiber, foam
      4. Resonansi: contoh perforated panel dengan bahan penyerap di dalamnya, basstrap, dsb
      5. Konduksi: bahan yang bisa merambatkan gelombang mekanis (getaran ataupun suara), contoh besi, kayu, beton, dsb.

      semoga menjawab

  17. sama pertanyaan nya dgn bung yasser

    saya menunggu pencerahannya juga pak joko

  18. pak sarwono, senang sekali saya melihat ada blog spt ini.
    Saya sedang membangun studio musik. Untuk kaca ruang control saya rencana nya akan buat double (tebal dinding 30 cm) dengan jarak antar kaca adalah 20 cm. Tetapi permasalahannya adalah di daerah saya (papua) tebal kaca maksimal hanya 5mm. Apakah bisa efektif jika menggunakan kaca 5 mm? atau mungin kah kaca saya rekatkan (tempel) sehingga menjadi 10 mm?

  19. Dear Pak Joko,

    Pak, mohon dijelaskan tentang perbedaan antara Mineral wool, Glass wool dan Rock wool dong pak. Apakah penggunaannya juga berbeda-beda?

    Terima kasih

  20. izin pak joko saya mau tnya nie saya punya rental music ukuran 4×6 4×4 untuk ruangan alat 4×4 dindingnya dari batako pak trus saya lapis gabus trus karpet suaranya tu pak nyaring banget kedengaran dari luar mohon solusinya pak rencana mau direhap didalamnya saya tambah dinding lagi dari batako apakah efekip pak mohon sarannya pak trimaksih…..

  21. Slamat pagi pak joko mohon izin saya memiliki rental music ukuran 4×6, 4×4 utk ruanangan band y dan 4×2 ya utk teras dindingnya terbuat dari batako lalu saya tambah gabus dan karpet plafonnya saya pakai triplek biasa suara ya pak kdgrn dimana-dimana jd rencna y saya mau merehap bangunannya dengan cara menambah dinding batako didalamnya jadi dinding batako,gabus,dinding batako trus karpet pertanyaan saya apakah efektif pak joko dan yakin bisa ngeredam suara brisik nya

  22. pak Joko yang terhormat, saya mempunyai masalah :tembok kamar anak saya menempel dengan tembok tetangga.setiap kali tetangga ini naik turun tangga suaranya terdengar nyaring sekali sehingga anak saya terganggu tidurnya.saya sudah meredam memakai bahan kapuk di lapis triplek tetapi tetap berisik.saya mohon Pak Joko bisa mengatasi kesulitan saya.kasian anak saya, Pak. Terimakasih.

    • Problem yang dihadapi adalah structure born noise, karena struktur tangga tetangga nyambung ke struktur dinding (dan lanati serta langit2) rumah Bapak/Ibu, maka penegendaliannya menjadi “agak rumit”. Sandwich triplek dan kapuk hanya mengurangi noise frekuensi tinggi saja Pak, sedangkan tapping noise di tangga mestinya dominan di frekuensi menengah. Kalau mau dicoba, kapuk diganti dengan bahan lain yang lebih “berat”, misalnya karet, foam, atau resin. Ada bbrp produk jadi yang juga bisa dicoba.

  23. siang pak joko. apa kabarnya pak ? salam kenal ya. saya david, saya mau tanya nih pak saya mau buat ruang hometheater merangkap ruang karoeke. ukuran ruang pxlxt =4×6,5x 3,5 m di lantai 2. rumahnya ruko pak. dindingnya bata diplester join dgn tetangga krn rmh saya no 3 jd diapit tetangga kiri kanannya.
    yang mau saya tanya :
    1. agar bagus pembuatan ruang kedap suaranya gimana pak agar tdk menggangu tetangga kiri kanan dan belakang ?
    2. untuk plofond karena daknya di cor, apa cukup hanya dengan plafond gymsum saja pak ? saya buat berundak dgn jarak pingir 45 dan tengah 30 cm dr daknya.
    3. untuk dinding keliling gimana ? rencana mau saya buat dgn cara : dinding + rangka kayu 5 cm kotak2 = rongka diisi busa pe + busa telur + glasswoll dan ditutup dgn gymsum 12mm. apa sdh benar susunannya atau perlu ditambah lagi ?
    4. mana lebih bagus rockwoll atau galsswoll untuk menyerap suara, ketebalan yg diperlukan brp cm pak ?
    5 finishing luar utk dinding cukup dgn di cat atau perlu dilapis busa pe dan kain ateja atau karpet dinding aja ? utuk suara mana yg lebih bagus pak lapisannya ?
    6 untuk lantai saya cuma kasih karpet aja, yg bagus minimal brp ketebalan karpetnya pak ?

    tolong dibantu ya pak. terima kasih sebelumnya, mohon jawabannya di email ke saya jg ya pak (davespj@yahoo.com)

  24. selamat pagi pak joko,
    saya ada rencana mau buat ruang home theater merangkap ruang karoeke dengan ukuran 4 x 6,5 x 3,25 m di lantai 2. yang ingin saya tanyakan :

    1. bagaimana membuat ruang kedap suara yg baik sehingga tidak mengganggu tetangga kiri kanan, rumah saya ruko dan berada di tengah, jadi dindingnya sama pakai pak.

    2.dinding dari bata merah diplester semen, ceiling dak beton coran, lantai dak beton coran.

    3. untuk dinding saya rencana mau buat dgn cara : dinding yg sdh ada +rangka kayu 4×6 + rockwool densidy 80 tebal 5 cm + gypsum 12 mm. finishing pake karpet tipis atau kain ateja. apa masih perlu diberi busa tipis sebelum pake karpet atau kain pak ? terus apakah gymsumnya perlu dilobangi spt gypsum akustik ? jk ya ukuran lobangnya brp dan jaraknya brp ? fungsinya utk apa dan apa pengaruhnya jika dilobangi atau tdk dilobangi gypsumnya pak ?

    4. utk ceiling saya pake gympsum 9mm + rockwoll density 80 tebal 5 cm. plafon sy buat berundak pak, jarak gymsum ke dak = pinggir 35 cm dan tengah 25 cm. apa ini sudah benar ?

    5. untuk lantai saya hanya pake karpet tebal 2 cm saja pak, apa sdh cukup atau apa perlu dibuat lantai baru spt yg bpk bilang pake pasir + ijuk, atau pake rock woll aja pak ? mana yg lebih bagus ?

    demikian pak mohon bantuan dan pencerahannya. terima kasih banyak.
    salam, david-plg.

  25. satu lagi pak, kalau dibuat dengan cara di atas, berapa STC yg didapat ? STC 50, 60 atau berapa pak ? terima kasih.

  26. Saya rencana mau buat studio band,tapi dinding dan plafonnya terbuat dari kayu dan lapisan triplek,trus lantai semen,ap saja alat dan bahan yg diperlukan buat meredam suara tersebut supaya ga keluar ke tetangga,tlng dikasi tau cara pemasangannya,trima kasih pak

    Eka sukmawan says:

    Saya berencana punya studio musik,tp dinding dan plafonnya terbuat dari kayu trus triplek,untuk meredam suaranya agar tidak terdengar sampai ke tetangga gmana caranya ya..tolong dikasih tau dan cara pemasangannya..terimakasih sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

 

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>