browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Tentang Motor DC

Posted by on April 28, 2013

Assalamualaikum

gimana kabarnya sobat? Semoga kita selalu dalam lindungan dan rahmat-Nya. Btw, saya mau ngeshare nih tentang apa yang telah saya dapatkan di perkuliahan elektro dasar. Saya akan sedikit mebahas tentang motor dc. Oh ya, ngomong ngomong kalau semisal di dalam postingan saya ada penyampaian materi yang salah atau ada materi yang cacat, mohon diingatkan ya. Maklum, saya kan baru pemula. Apalagi saya bukan anak teknik elektro (anak minyak lho…. he he he).

Motor DC

==============

a. Pengertian Motor DC

Motor listrik adalah suatu alat atau perangkat yang berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. keguanaan dari energi mekanik itu sendiri banyak sekali, seperti untuk memutar impeller pompa, fan, menggerakkan kompressor, mengangkat bahan, dan lain-lain. penggunaan motor listrik tidak hanya di bidang industri saja, tetapi banyak juga digunakan dalam perangkat ruma tangga, seperti kipas angin, mixer, pompa, bor listrik, dan masih banyak lainnnya. tetapi yang lebih vital, penggunaan motor listrik yaitu di bidang insdustri. kenapa? karena diperkirakan bahwa motor-motor  atau mesin yang ada di industri menggunakan sekitar 80 % beban listrik total. oleh karena itu, motor listrik juga sering disebut sebagaikuda kerjanya industri.
seperti yang telah dijelaskan tadi bahwa motor DC mengubah tenaga listrik menjadi energi mekanik. oleh karena itu, motor ini membutuhkan suplai berupa tegangan listrik agar bisa bekerja. bagian- bagian dari motor DC itu sendiri ada dua yaitu stator dan rotor.
1. stator adalah bagian yang todak berputar. di bagian inilah, kumparan  medan terjadi.
2. rotor adalah bagian yang berputar dan sering disebut sebagai kumparan  jangkar.
jika terjadi putaran pada kumparan jangkar dalam medan magnet, maka akan timbul tegangan yang berubah-ubah arah pada setiap setengah putaran, sehingga menghasilkan tegangan bolak-balik.
b. Prinsip dan Cara kerja Motor DC
berikut ini saya kan menjelaskan secara singkat mekanisme keja untuk seluruh jenis motor pada umumnya :
1. arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya.
2. jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah laingkaran atau loop, maka kedua sisi loop yaitu pada sudut kanan medan magnet akan mendapatkan gaya pada arha yang berlawanan.
3. pasangan gaya menghasilkan tenaga putar atau sering disebut sebagai torsi yang nantinya berguna untuk memutar kumparan.
4. motor-motor memilikia beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihsilkan oleh susunan elektromagnetik yang diesbut kumparan medan.
dalam mempelajari sebuah motor DC, tidak akan mungkin lepas dari beban motor. beban dalam hal ini mengacu kepada keluaran tenaga putar atau torsi yang sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. beban motor, secara umum dapat dikategorikan sebagai berikut :
1. beban dengan energi konstan yaitu beban dengan permintaan torsi yang berubah dan berbanding terbalik dengan kecepatan. misalnya pada peralatan-peralatan yang ada di dalam mesin.
2. beban torsi konstan yaitu beban dimana permintaan keluaran energinya bervariasi dengan kecepatan operasinya tapi torsinya tidak bervariasai. contohnya yaitu pada pompa displacement konstan, corveyors, rotary kilns, dan lainnya.
3. beban dengan variabel torsi yaitu beban dengan torsi yang bervariasi dengan kecepatan operasi. contohnya yaitu pompa sentrifugal dan fan.
c. Prinsip Arah Putaran Motor
untuk menentukan arah putaran motor digunakan kaidah Flamming tangan kiri. kututb-kutub magnet akan menghasilkan medan magnet dengan arah kutub utara ke kutub selatan. jika medan magnet memotong sebuah kawat penghantar yang dialiri arus searah dengan empat jari, mka akan timbul gerka yang searah dengan ibu jari. gaya yang timbul inilah yang diesbut sebagao gaya Lorentz. gaya ini sering disimbolkan dengan simbol F. berikut ini prinsip dari bagaimana gaya tersebut bisa terjadi : arus listrik akan mengalir dalam sebuah penghantar atau konduktor. lalu, timbullah medan magnet yang disebabkan oleh aliran arus listrik tadi.  aliran listrik yang berada di dalam pengaruh medan listrik akan menghasilkan gerakan. besarnya gaya  yang dihsilkan dipengaruhi oleh aliran listrik tadi. semakin besar arus listriknya, maka gaya yang dihasilkan pada penghantar tersebut akan semakin besar juga.
d. jenis-jenis motor DC
motor DC sebenarnya bisa kita bagi menjadi dua jenis. kedua jenis tersebut adalah :
1. motor DC dengan sikat karbon yang berfungsi sebagai pangubah arus pada kumparan seemikian rupa sehingga arah tenaga putaran rotor akan selalu sama.
2. Motor DC tanpa sikat. motor ini menggunakan semi konduktor untuk merubah maupun untuk membalik arah putaran motor. kelebihan dari motor ini yaitu tingkat kebisingannya rendah seperti pada steppertapi.
e. kelebihan-kelebihan motor DC
1. sebagai pengendali kecepatan yang tidak mempengaruhi kualitas psokan daya. kita hanya cukup mengatur tegangan dinamo dan arus medan. dengan meningkatkan tegangan dinamo maka kcepatan motornya akan meningkat. sedangkan dengan menurunkan arus medan maka akan meningkatkan kecepatam motor.
2. tidak memiliki kerugian daya reaktif dan tidak menimbulkan harmonisa pada sistem tenaga listrik yang mensuplainya.
3. memiliki akurasi kontrol yang tinggi sehingga motor ini sering digunakan untuk aplikasi servo seperti pada pengendali pemintal benang atau pengendali posisi antena penerima satelit.
4. memiliki torsi yang tinggi
5. mudah di kontrol
6. sederhana.
f. gaya gerak listrik (elecctromotive force)
gaya gerak listrik sering disebut sebagai EMF. dalam hal ini saya akan membahas tentang ggl induksi. ggl induksi adalah gaya gerak listrik yang ditimbulkan oleh angker dinamo yang melawan tegangan yang diberikan kepadanya. teori dasarnya adalah jika sebuah konduktor listrik memotong garis medan magnet maka akan timbul ggl pada konduktor.
EMF induksi terjadi pada motor listrik, generator serta rangkaian listrik dengan arah berlawanan terhadap gaya yang menimbulkannnya. timbulnya EMF dipengaruhi oleh faktro-faktor sebagai berikut :
1. jumlah lilitan konduktor.
2.  kecepatan konduktor memotong garis fluks magnet.
3. sudut perpotongan fluks magnet dengan konduktor.
4. kekuatan garis fluks magnet.
berikut ini saya tampilkan gambar prinsip mengenai EMF :
  
g. Kecepatan pada Armature
seperti yang telah dijelaskan tadi, kecepatan merupakan fungsi dari tegangan armature dan besarnya fluks. Persamaan umumnya bisa kita lihat sebagai berikut :
dari persaam diatas, kita dapat melihat bahwa apabila fluks tetap dijaga konstan, maka kecepatannya akan bergantung pada besarnya voltage armatur. motor akan bergerak semakin cepat jika voltage armaturenya semakin besar. kecepatan motor dapat divariasikan dari nol sampai maksimum dalam dua arah. Metode speed control seperti ini disebut sebagai sistem Ward-Leonard. Sistem Ward-Leonard lebih dari sekedar cara menerapkan suatu variabel dc ke armature dari motor dc. Hal tersebut dapat memaksa motor untuk mengembangakan torsi dan kecepatana yang dibutuhkan beban. cara lain untuk mengontrol kecepatan dari motor dc adalah menempatkan rheostat yang diserikan dengan armature. Arus dalam rheostat akan menghasilkan drop jika dikurangi dari fixed source voltage Es, sehingga menghasilkan tegangan suplai yang lebih kecil dari armature. Metode ini memungkinkan kita untuk mengurangi kecepatan di bawah nominalnya. Ini hanya direkomendasikan pada motor kecil saja. Hal ini dikarenakan banyak daya dan pasa yang terbuang dalam rheostat.
h. Shunt motor under load
Motor shunt berhubungan dengan perimbangan saat sebuah motor dc berjalan tanpa beban. Jika beban mekanis tiba-tiba diterapkan pada poros, arus yang kecil tanpa beban tidak menghasilkan torsi untuk membawa beban dan motor mulai perlahan turun. Hal ini jelas menyebabkan cemf berkurang  sehingga menghasilkan arus dan torsi yang lebih tinggi. Saat torsi dikembangkan oleh motor adalah sama dengan torsi yang dikenakan saat mekanik dan kecepatan akan konstan. Kecepatan motor shunt akan tetap relatif konstan dan tidak ada beban ke beban penuh. Pada motor yang kecil hanya turun sekitar 10-15 % saat pembebanan penuh, sedangakan pada mesin yang besar, dropnya bahkan berkurang. Hal ini dikarenakan karena sebagian ke hambatan armature yang paling rendah.
i. Series motor
Sebenarnya motor seri hampair sama atau identik dengan motor shunt adalah hal konstruksinya kecuali untuk motor seri field. Field dihungkan secara seri dengan armature. Dengan demikian, motor seri membawa arus armature seluruhnya. Field seri ini terdiri dari beberapa putaran kawat yang mempunyai penampang cukup besar
untuk membawa arus. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, walaupun jenis motor
ini serupa dengan motor shunt, tetapi properti antara kedua jenis motor sangat berbeda.
Dalam motor shunt, fluks per pole adalah konstan pada semua muatan karena field shunt
dihungkan dengan ke rangakaian. Namun, dalam motor seri, fluks per pole tergantung
dari arus armature dan beban. Saat arusnya besar, maka fluksnya juga semakin besar.
Dan berlaku untuk sebaliknya, jika arusnya kecil, maka fluksnya juga kecil.
Prinsip dasar dari motor seri ini tetap sama dengan motor shunt walaupun mempunyai
konstruksi yang berbeda. Pada motor yang mempunyai hubungan seri jumlah arus yang
melewati angker dinamo sama besar dengan arus yang melewati kumparan. Jika beban naik,
motor berputar semaki pelan. Jika kecepatan motor berkurang maka medan magnet yang
dihasilkan menjadi lebih kecil. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan electromotive force atau GGL.
 
Share

One Response to Tentang Motor DC

  1. Anonymous

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>