Biografi Al Kindi

Biografi Al Kindi

Sahabat Muslim, ilmuwan Islam memang pernah berperan penting di masa lalu. Salah satunya adalah Al Kindi, seorang filosof yang berhasil memadukan agama dan filsafat. Tidak hanya itu, ia juga berusaha semaksimal mungkin agar hasil pemikirannya sejalan dengan aturan dan argumentasi yang ada. Untuk lebih memahami angka ini, berikut biografi Al Kindi, Anda bisa menyimaknya.

Al Kindi percaya bahwa filsafat adalah ilmu yang benar. Dan Al-Qur’an membawa argumen untuk mendukung filsafat. Oleh karena itu, pada dasarnya keduanya tidak bertentangan.

Profil Al Kindi

Nama asli ilmuwan muslim ini adalah Abu Yusuf Yakubu bin Ishak Jindi. Ia adalah anak dari Ishak bin Sabah yang lahir pada tahun 188 M (874 M). Al Kindi mendapat julukan filosof Arab karena karyanya yang luar biasa tentang filsafat, Fi al-Falsafa al-Ula (Filsafat Pertama).

Sejak mempelajari karya-karya filosof Yunani kuno, ia tertarik dengan dunia filsafat. Al Kindi adalah seorang filosof asli Arab, khususnya dari suku Kindah.

Ia belajar di Basra untuk sementara waktu dan kemudian pindah ke Bagdad, Irak, pusat pendidikan dan ilmu pengetahuan saat itu. Selama di Baghdad, Al Kindi mendukung peradaban yang berkembang pada zaman Arab dan Persia kuno. Pada saat yang sama, bantahannya banyak diarahkan pada filsafat Islam dan Yunani yang berkembang saat itu.

Menurut sumber dari website dawuhguru.com, Al Kindi tertarik untuk menemukan hubungan antara nilai-nilai Islam dengan filsafat Yunani. Hal ini tidak terlepas dari pandangannya bahwa nenek moyang orang Arab selatan adalah kerabat nenek moyang orang Yunani.

Pandangan dan pemikiran Jindi pada saat itu banyak ditentang oleh para ulama. Namun, dia bersikeras pada posisinya dan melanjutkan studinya. Ia perlahan-lahan memperkenalkan filsafat dan hubungannya dengan nilai-nilai agama kepada umat Islam.

Pemikiran dan Karya Al Kindi

Pada tahun 218 M (833 M), ketika Alkindi berada di istana Khalifah Mutassim, berbagai ide dan karyanya diabadikan dalam kompilasi. Saat itu, ia sering memberikan pendidikan swasta di istana kepada Ahmed Ibn Mutahim, putra Khalifah Mutahim.

Selain itu, ia merevisi dan menerjemahkan karya-karya ilmuwan Yunani ke dalam bahasa Arab. Menurut Ibnu Nadim dalam bukunya “Al Fihrits”, Al Kindi telah menulis lebih dari 230 buku. Sementara itu, sumber lain menyebutkan bahwa Al Kindi telah menciptakan 270 karya dalam berbagai disiplin ilmu.

Karya-karya ini dibuat dengan hati-hati. Terutama dalam hal membandingkan terminologi filosofis dan ilmiah yang sedang berkembang saat itu.

Bidang Kedokteran

Al Kindi juga telah menciptakan sejumlah karya di bidang medis. Dari buku-buku yang diterbitkannya dapat disimpulkan bahwa ia mendukung eklektisisme. Pemahaman ini adalah sebuah keyakinan, tidak menggunakan metode apapun, tetapi menarik ide-ide terbaik dari para pemikir sebelumnya.

Al Kindi juga percaya bahwa para filsuf perlu mempelajari matematika sebagai ilmu yang akurat. Ini bertujuan untuk menemukan persimpangan huruf dan angka yang indah dalam karya tulisnya.

Selain itu, ia menerapkan matematika untuk penelitian medis. Terutama penelitiannya tentang bahan obat. Dengan pemikiran ini, seorang filsuf yang hidup di Renaisans mendaftarkan Alkindi sebagai salah satu dari 12 pemikir dengan konsep paling detail dan kompleks.

Ketuhanan dan Akal

Al Kindi mengemukakan gagasannya tentang Tuhan, ia mengadopsi konsep perjumpaan dengan alam. Dalam pandangannya, Tuhan adalah al-haqq al-awwal (hakikat kebenaran yang pertama). Kebenaran ini bukan milik filsafat tertinggi atau penyebab dari semua kebenaran yang ada.

Sederhananya, Al Kindi ingin menjelaskan bahwa alam semesta beserta isinya adalah mahakarya Tuhan. Namun, Tuhan menyebar melalui banyak lembaga yang mempromosikan semua makhluk hidup di alam semesta dan keteraturannya.

Teman-teman Muslim mungkin setuju bahwa Al Kindi adalah ilmuwan Muslim yang mendetail. Sebuah studi yang sangat mendalam tentang sesuatu membuktikan hal ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *