Cara Menulis Jurnal Internasional dengan Baik

Write What You Know or Know What You Write? | by Robert Roy Britt | The  Writing Cooperative

Cemakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, dari berbagai hasil penelitian dalam bidang jurnal, jurnal dicabangkan menjdai dua yaitu jurnal internasional dan jurnal nasional.

Salah satu bentuk pelaporan dari penelitian akademik dan nonakademik yaitu jurnal ilmiah. Tujuannya adalah agar penelitian dan hasilnya dapat diakses oleh lebih banyak orang sehingga dapat digunakan.

Dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan penelitian atau pengembangan sejenis. Juga tidak akan diterapkan, karena hasil penelitian juga mengandung informasi dan solusi.

Pengertian Jurnal Internasional

Jurnal internasional adalah publikasi jurnal yang dilakukan oleh pihak internasional. Beberapa jurnal jenis ini sudah menikmati reputasi tinggi, sementara yang lain tidak. Fitur utama dari jurnal terkenal adalah bahwa mereka juga termasuk dalam database internasional yang terkenal.

Misalnya di Scopus, Microsoft Academic Search, Web of Science, dll. Karena diterbitkan secara global, jurnal internasional menggunakan bahasa Inggris.

Tetapi Anda juga dapat menemukan majalah dalam bahasa selain bahasa Inggris di situs web internasional, seperti Rusia, Mandarin, dll. Namun, instruktur yang ingin mempublikasikan di jurnal internasional akan menggunakan bahasa Inggris.

Salah satu syarat untuk kelulusan pada pendidikan pascasarjana yaitu wajib untuk menerbitkan makalah jurnal internasional, memang terkesan memberatkan dan lebih sulit daripada cara submit jurnal nasional Beberapa faktor membuat jurnal ini sulit ditembus. Mulailah dengan penulisan yang kompleks, kohort penulis dari jurnal nasional lain, dan reviewer yang cenderung perfeksionis.

Cara Menulisnya

Untuk menyusun jurnal-jurnal yang diterbitkan secara internasional dengan lebih baik, berikut adalah tata cara penyusunannya:

  1. Menentukan Tema Penelitian

Tahap pertama adalah menentukan topik penelitian, dan penting untuk memastikan itu menarik. Misalnya, pilih topik yang sedang dibahas, pertahankan relevansinya dengan bidang pengetahuan yang telah Anda kuasai, dan sertakan unsur-unsur baru.

  1. Selaras dengan Bidang Keilmuan

Langkah selanjutnya adalah mencari jurnal referensi, yang harus disesuaikan dengan bidang keilmuan Anda. Dengan cara ini tidak akan gagal di tengah jalan, karena bila sudah sesuai atau relevan akan dianggap sebagai kepala lapangan.

  1. Menarik Minat Reviewer

Penyusunan jurnal perlu memperhatikan selera dan kebutuhan reviewer. Untuk menarik minat perhatian mereka, penting bagi kita untuk menawarkan jurnal referensi dari hasil penelitian reviewer, tetapi harus tetap dalam bidang ilmunya.

  1. Minimalkan Kesalahan Human Error

Saat menulis diary, coba sesuaikan dengan panduan menulis yang berlaku. Selain itu, menghindari kesalahan yang disebabkan oleh kesalahan manusia. Misalnya kesalahan ketik atau typo, kesalahan tata bahasa, kesalahan penyusunan bagian jurnal, dll.

5. Menghindari Plagiat

Plagiarisme adalah dosa besar di dunia akademis, jadi saya tahu bagaimana menyusun jurnal tanpa plagiarisme.

6. Cermat Menyusun Daftar Pustaka

Penyusunan daftar pustaka memerlukan kehati-hatian dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Jika diperlukan, Anda dapat menggunakan aplikasi khusus untuk mengkompilasinya agar tidak terjadi kesalahan.

7. Menyusun Persembahan 

Pidato akan ditempatkan di akhir jurnal internasional, dan ternyata sangat penting. Karena disini, penulis jurnal dapat menyampaikan rasa terima kasih dan terima kasih kepada semua pihak atas bantuannya.

8. Melakukan Pembayaran

Jika jurnal yang dikompilasi telah diterima, maka akan menerima LoA (letter of acceptance) dan menyertakan invoice di dalamnya. Oleh karena itu, harap segera membayar, biasanya dalam mata uang negara asal, tetapi dolar AS juga dapat digunakan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *