Cara Mudah Mengatasi Windows Stuck di Logo

Jadi masalah ini muncul di komputer atau laptop, ketika kita masuk ke layar boot, logo Windows loading yang biasa kita lihat selalu loading.

Ya, situasi ini kurang lebih seperti loop terpandu. Meski begitu, tidak tepat menyebutnya boot cycle karena proses booting tidak akan berulang.

Terus terang, saya sendiri mengalami masalah ini beberapa kali. Menurut saya, ini adalah masalah umum yang (biasanya) tidak sulit untuk dipecahkan.

Cara Mengatasi Windows Stuck di Logo

Ada berbagai alasan mengapa komputer atau laptop berhenti di logo pemuatan Windows saat pertama kali dihidupkan. Ini mungkin karena bug di Windows, atau mungkin dari komponen.

Nah bagi yang sedang mengalaminya, disini saya ingin berbagi beberapa cara untuk mengatasinya, cara ini saya pelajari berdasarkan pengalaman saya sendiri.

Langsung saja, berikut pembahasannya:

Coba Reinstall Windows Anda

Hampir 70% dari masalah ini disebabkan oleh kerusakan atau kerusakan pada Windows yang diinstal, sehingga file sistem tidak dapat dibaca.

Alasannya beragam. Sebagai:

  • Jadi karena Anda menginstal perangkat lunak
  • Karena pengaruh virus
  • Karena penghapusan file sistem tertentu
  • dan masih banyak lagi.

Akibatnya, sistem Windows akhirnya tidak dapat dibaca, dan tidak mungkin untuk masuk ke Windows sama sekali.

Oleh karena itu, menginstal ulang opsi Windows adalah salah satu metode yang paling direkomendasikan, karena efektivitas metode ini terbukti sangat tinggi.

Masuk ke Safe Mode

Apa itu mode aman? Safe mode adalah mode di mana kita dapat masuk ke Windows secara keseluruhan (diminimize) tanpa memuat driver atau aplikasi sistem.

Karena cara masuknya agak berbeda dengan cara masuk windows biasanya, biasanya melalui safe mode ini windows tidak akan tinggal di loading sign lagi.

Cara masuk mode aman:

  • Harap matikan komputer atau laptop terlebih dahulu (tekan tombol power)
  • Terus tekan F8 berulang kali.
  • Kemudian, dari opsi yang terdaftar, pilih Safe Mode.
  • Nah, setelah berhasil masuk ke safe mode, kini Anda bisa melakukan perbaikan sistem di sana.

Reset BIOS

Banyak website iptek asing yang menyatakan bahwa reset BIOS juga bisa dijadikan solusi untuk mengatasi ketidakmampuan Windows mencegah loading.

Cara resetnya gampang kok, kok. Masuk saja ke BIOS di PC atau laptop seperti biasa, dan cari opsi untuk meresetnya, misalnya:

  • Muat default.
  • Muat pengaturan default.
  • Muat nilai default pengaturan.
  • Kembalikan ke pengaturan default.
  • Muat nilai default BIOS.

Kemudian sesuaikan. Selain itu, Anda juga dapat mengosongkan baterai CMOS pada motherboard.

Cek RAM Laptop atau PC Anda

Seperti yang Anda ketahui, RAM yang rusak juga dapat memengaruhi sistem. Contoh konsekuensi dari korupsi RAM meliputi:

  • Layar hitam (black screen) baru saja dibuka.
  • Layar hitam muncul saat memuat Windows.
  • Windows berhenti saat memuat.

Ada beberapa cara untuk memeriksanya. Pertama, coba pindahkan lokasi RAM laptop atau PC Anda ke slot lain, karena setiap motherboard biasanya memiliki minimal 2 slot.

Namun, jika Anda menggunakan 2 RAM di kedua slot, Anda dapat mencoba melepas salah satu RAM. Biasanya ini akan berdampak.

Periksa Harddisk Anda

Atau tidak? Mungkin hard drive Anda rusak.

Soalnya, efek harddisk yang rusak kurang lebih sama dengan sistem Windows yang rusak. Penjelasan saya adalah:

  • Ketika hard drive rusak, sesuatu yang disebut bad sector akan muncul.

Bad sector itu sendiri rusak, dan file yang disimpan akan rusak, membuatnya tidak dapat dibaca.

  • Nah, karena tidak dapat dibaca, Windows tidak akan mulai saat dimuat.

Oleh karena itu, proses pemuatan yang ada tidak akan selesai dan akan terus berulang.

Akhir Kata

Windows bahkan macet saat memuat? Maka melalui 5 cara di atas, biasanya masalah-masalah tersebut dapat diatasi.

Saya sendiri telah menggunakan kelima metode ini. Alhasil, masalah yang saya temui selalu kembali normal.

Baca Juga : rekomendasi laptop harga 7-8 jutaan

Intinya, coba install ulang dulu. Namun jika tidak ingin diganggu, bisa dicek dulu apakah Windows normal.

Jika masih tidak berhasil, lanjutkan untuk memeriksa memori dan hard disk. Mungkin kerusakan memang berasal dari komponennya.

Jika Anda memiliki pertanyaan lain, silakan kirimkan melalui kotak komentar di bagian bawah artikel ini.

Semoga bermanfaat.

Sumber : anancomputer.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *