Beberapa Jet Pribadi Termahal Yang Pernah Ada

Jet Pribadi Termahal

Tentunya para selebritis di dunia memiliki mobilitas yang tinggi, dan tidak jarang mereka mengunjungi beberapa tempat terpencil dalam satu hari. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, mereka juga memilih fasilitas lalu lintas yang nyaman, aman dan efektif yang dapat mengendalikan jadwal padat.

Pesawat terbang menjadi salah satu alat transportasi favorit para selebriti dunia. Meski harganya sangat mahal, namun pesawat menjadi pilihan utama karena cepat dan aman. Beberapa selebriti di dunia memiliki pesawat yang sangat berharga, dan fasilitas di dalamnya juga sangat mewah.

Boeing 767-33A/ER Private Jet

Roman Abramovich, pemilik Chelsea Football Club, menjadi salah satu pemilik klub olahraga terkaya di Eropa.

Pesawat berjuluk “Perampok” itu dibeli oleh seorang taipan Rusia seharga 240 juta pound atau 4,5 triliun rupiah. Harga tersebut belum termasuk modifikasi internal sesuai standar keselamatan dunia.

Halaman The Sun menunjukkan bahwa pesawat Boeing Abramovich adalah salah satu pesawat paling mahal di dunia, dimodifikasi sesuai dengan selera pribadi bos Chelsea.

Boeing 757

Tentu saja, Donald Trump telah menggunakan Air Force One selama masa kepresidenannya di Amerika Serikat. Namun dia sendiri juga memiliki sebuah pesawat Boeing 757, yang telah setia menemani Trump dalam tindakannya sebelum Trump dilantik sebagai presiden.

Dilansir dari laman sewaprivatejetjakarta.com, jet pribadi Trump dibanderol dengan harga 1,5 triliun rupiah. Namun, harga tersebut belum termasuk modifikasi internal dan pengamanan tambahan di tingkat kepresidenan. Total dana yang dikeluarkan Trump untuk jet pribadinya diperkirakan mencapai Rp 4,6 triliun.

Boeing 757 yang lahir 73 tahun lalu itu juga dijuluki Trump Force One. Mengingat pesawat ini merupakan pesawat pendamping Air Force One, Air Force One saat ini menjadi pesawat utama Presiden Amerika Serikat.

Boeing 747-430 Private Jet

Sultan Brunei merupakan salah satu Sultan terkaya di dunia, tentunya juga memiliki banyak sarana transportasi mewah yang siap menemaninya di derasnya arus.

Salah satu sarana transportasi yang dimiliki Sultan Brunei adalah pesawat jet pribadi Boeing 747-430 dengan peningkatan kenyamanan dan keamanan ala Sudan.

Pesawat milik Sudan itu bernilai 400 juta dolar AS atau setara dengan 5,6 triliun rupiah Indonesia. Satu hal lagi, seperti yang tertulis di laman Insider, ia juga menghadiahkan sebuah pesawat Airbus A340 untuk ulang tahun putrinya.

Airbus A340-300

Harga satuan pesawat yang diproduksi di Prancis ini mencapai Rp 6 triliun, dan memiliki banyak fasilitas dan peralatan yang sangat canggih. Tentu saja biaya operasionalnya tidak murah.

Aeroflot menulis di situsnya bahwa pesawat itu disewa oleh Uzbekistan sebagai pesawat angkut jarak jauh yang digunakan oleh jet Uzbekistan.

Airbus A380 Custom

Airbus A380 Custom buatan Prancis ini disebut-sebut sebagai jumbo jet termahal di dunia. Betapa tidak, harga per unitnya saja bisa mencapai 6 triliun rupiah, jika ditambah dengan renovasi keamanan dan interior mewah nan elok, total modal yang harus dikeluarkan bisa mencapai 9 triliun rupiah.

Tentu tidak semua orang bisa memilikinya. Ya, dia adalah seorang pangeran dan pengusaha Arab Saudi bernama Alwaleed bin Talal. Menurut laporan “Forbes”, semua interior jet pribadinya dirancang dan dirancang khusus.

Selain memiliki Airbus A380 Custom, Putra Mahkota Arab Saudi juga memiliki jet lain, Boeing 747-400. Wow, apa seorang sultan!

Syarat Perizinan dan Biaya Parkir Jet Pribadi Di Bandara

Syarat Perizinan Jet Pribadi

Konglomerat Indonesia hampir pasti memiliki jet pribadi. Namun, untuk menikmati fasilitas jet pribadi, Anda harus mematuhi peraturan yang berlaku. Selain proses perizinan yang sulit, pemilik jet pribadi juga harus mempertimbangkan biaya perawatan. Belum lagi, pesawat tidak bisa diletakkan di halaman seperti sepeda motor atau mobil, melainkan harus diparkir di bandara.

Meskipun kepemilikan pribadi atas pesawat udara diperbolehkan, pemiliknya tidak boleh bertindak sebagai operator pesawat. Menurut peraturan, seseorang yang memiliki jet pribadi tidak dapat mendaftar sebagai individu, tetapi harus mewakili badan hukum atau perusahaan. Pada saat yang sama, pasokan fisik jet pribadi harus memenuhi standar kelaikan udara, dan perawatan termasuk suku cadang pesawat yang lengkap. Karena itu, jet pribadi harus dikelola oleh operator maskapai. Dalam operasinya, pemilik tampaknya menjadi lessor dari maskapai penerbangan.

Syarat Perizinan Pesawat Pribadi

Sebelum membawa jet pribadi ke Indonesia, Anda harus mendapatkan izin resmi dari Kementerian Perhubungan. Permohonan izin tertulis disampaikan kepada Direktur Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok dan tembusan kepada Menteri Perhubungan. Di sana, pemilik harus memenuhi persyaratan pemeliharaan, keuangan, dan sumber daya manusia untuk mengelola jet pribadi.

Pemilik harus menjelaskan penggunaan jet pribadi, apakah digunakan untuk tujuan komersial dan penerbangan charter, atau umumnya digunakan untuk tujuan komersial dan tujuan non-komersial pribadi lainnya. Hal tersebut telah tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 25 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara Tahun 2008.

Direktur Administrasi Penerbangan Sipil China akan mengeluarkan surat penolakan atau hibah resmi dalam waktu 60 hari (tiga bulan) setelah menerima aplikasi lengkap. Jika mendapatkan lisensi, maka akan dikeluarkan sertifikat operasional untuk membuktikan bahwa pesawat tersebut dapat dioperasikan, sehingga tidak tumpang tindih. Untuk jet pribadi, ada dua sertifikat, antara lain AOC 135 dan AOC 91. Pesawat kemudian harus mengurus izin dengan operator bandara tempat pesawat dioperasikan atau diparkir.

Tidak dapat dipungkiri, jika seseorang memiliki jet pribadi, masalah penting yang harus diperhatikan adalah biaya parkir. Pasalnya, tentu tidak mungkin pesawat Anda berhenti di depan rumah. Padahal, pesawat juga perlu membayar ketika melewati wilayah udara suatu negara. Tempat parkir pesawat itu sendiri terletak di sekitar terminal.Terminal juga merupakan landasan pacu tempat pesawat parkir saat bongkar muat penumpang, bagasi, kargo atau keperluan lain, yang disebut apron bongkar muat atau ramp. [1] Nah, bagi yang penasaran, berikut ini referensi mengenai biaya parkir jet pribadi di bandara.

Biaya Parkir Pesawat Pribadi di Bandara

Menurut beberapa sumber di Internet, Kementerian Perhubungan telah membuat peraturan yang lebih rinci tentang biaya parkir pesawat, tergantung pada berat pesawat dan perubahan peraturan dari waktu ke waktu. Selain biaya parkir, Anda juga harus menyiapkan biaya take off dan landing pesawat, biaya ini diukur dari berat pesawat, apakah kosong atau penuh saat landing dan take off. Biaya ini dikatakan terus meningkat setidaknya setiap dua tahun setelah inflasi.

Saat ini, Bandara Halim Perdanakusuma disebut sebagai bandara jet pribadi oleh banyak pengusaha domestik. Manajer layanan operasi PT Angkasa Pura II mengungkapkan, di Bandara Halim, pemilik pesawat lokal harus membayar sekitar Rp 85.000 hingga Rp 90.000 per hari untuk biaya parkir, yang berlaku untuk parkir pesawat pribadi dan komersial. Ini berbeda dengan internasional, jika diubah menjadi Rp 161.000 menjadi Rp 176.000, kira-kira menjadi US$11-12.

Biaya pendaratan ditentukan oleh berat pesawat. Semakin berat pesawat, semakin mahal perkiraannya.

Karena biaya navigasi udara diukur dari jarak dekat. Di Halim, terdapat sekitar 33 tempat parkir pesawat, termasuk tempat parkir pesawat pribadi dan komersial. Menurut pejabat di sekitar bandara yang meminta tidak disebutkan namanya, banyak pengusaha yang memarkirkan pesawatnya di Halim, antara lain Jusuf Kalla (JK), Erwin Aksa, Aburizal Bakrie, Tahir, dan lainnya.

Sumber : sewaprivatejetjakarta.com