Apa Yang Dimaksud Dengan Timah? Dan Apa Manfaatnya?

apa itu timah

Timah adalah unsur kimia dalam tabel periodik, lambangnya adalah Sn dan nomor atomnya adalah 50.

Timah adalah logam pasca-transisi dalam golongan 14 dari tabel periodik. Timah menunjukkan kesamaan kimia.

Timah dan uraiannya adalah sebagai berikut.

Definisi Timah

Istilah latin timah atau timah dan timah adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik unsur, lambangnya adalah Sn, dan nomor atomnya adalah 50.

Timah adalah logam pasca-transisi dalam golongan 14 dari tabel periodik.

Timah adalah unsur paling melimpah ke-49 di bumi, memiliki 10 isotop stabil dan merupakan unsur paling melimpah dalam tabel periodik.

Sejarah Timah

Timah atau timah memiliki dampak langsung pada sejarah manusia, terutama pada Zaman Perunggu.

Pada zaman kuno, timah digunakan untuk peralatan tertentu, seperti cincin dan botol ziarah yang ditemukan di makam Dinasti Delapan Belas (1580-1350 SM) di Mesir.

Orang Cina mulai menambang timah di Yunnan sekitar 700 SM. Selain itu, timah murni juga ditemukan di Machu Picchu, atau benteng gunung yang dikenal dengan suku Inca.

Bentuk Timah

Unsur timah memiliki dua alotrop di bawah tekanan normal. Warna abu-abu timah yang memiliki struktur kubik ketika dipanaskan berubah pada 13,2 derajat Celcius.

Sehingga nantinya bisa menjadi kaleng putih dengan struktur persegi. Dan ketika timah mendingin hingga 13,2 derajat Celcius.

Kemudian timah perlahan-lahan akan berubah menjadi abu-abu.

Perubahan ini disebabkan adanya pengotor seperti aluminium dan seng dalam sampel, yang dapat dicegah dengan menambahkan antimon atau bismut.

Perubahan dari bentuk alfa ke bentuk beta disebut acoetin petae.

Abu-abu timah hampir tidak berguna. Timah dapat dipoles agar halus, dan dapat digunakan untuk melapisi logam lain untuk mencegah korosi (karat) dan efek kimia.

Secara ekonomi, rumus kimia penghasil mineral timah seperti bijih timah adalah SnO2, meskipun timah yang dihasilkan dari sulfida dalam jumlah kecil seperti stanite, silindris, frankeite, kanfieldite, dan thealite.

Mineral utama yang terkandung dalam bijih timah adalah kasiterit, dan mineral ikutannya adalah pirit, kuarsa, zirkon, ilmenit, galena, bismut, arsenik, antimonit, kalkopirit, xenotime dan monasit.

  • Unsur-unsur Timah

Timah tidak ada dalam unsur bebas di bumi, tetapi diperoleh dari senyawanya. Diantara jenis timah yang ada saat ini, timah dapat diperoleh dari mineral cassiterite atau cassiterite.

Cassiterite adalah mineral oksida timah SnO2, dengan kandungan timah sekitar 78%.

Contoh lain dari sumber bijih timah yang mungkin tidak terlalu diperhatikan.

Cassiterite adalah senyawa mineral sulfida, yang merupakan senyawa mineral antara kasiterit (Cu2FeSnS4) atau kristal tembaga, besi, timah, belerang dan silinder.

Mereka juga termasuk mineral komposit timbal, timah, besi, antimon, dan belerang.Dua contoh mineral ini biasanya dapat ditemukan bersama dengan mineral logam lainnya seperti perak.

Pengolahan Bijih Timah

Pengolahan bijih timah menjadi logam timah meliputi operasi konsentrasi atau benefisiasi atau ekstraksi, yaitu semacam peleburan atau peleburan atau pemurnian dan pemurnian seperti yang kita kenal.

  • Sifat-Sifat Timah

Timah biasa terdiri dari 9 isotop stabil. Ada 18 isotop lain yang diketahui. Timah adalah logam perak putih dengan keuletan, keuletan dan struktur kristal yang tinggi.

Jika strukturnya rusak, suara yang disebut lead cry akan keluar saat komponen dibengkokkan.

  • Penanganan Bahaya Timah

Sejumlah kecil timbal dalam makanan tidak berbahaya. Batas dalam makanan adalah 300 mg/kg. Senyawa triasiltin dan triariltin digunakan sebagai fungisida dan perlu ditangani dengan hati-hati.

Jenis-jenis Timah

  1. Memimpin
  2. Timah putih
  3. timah cair
  4. Abu-abu timah

Demikian ulasan artikel tentang pengertian, sejarah, khasiat, kegunaan, bahaya dan cara mengatasi bahaya timah ini melengkapi penjelasannya, semoga informasi ini bermanfaat, terima kasih.

Sumber : www.sda.asia