Assalaamu ‘alaikum,

Blog baru lagi. Ya, ini adalah blog ke-sekian yang saya buat. Di lingkungan ITB, ini menjadi blog ke-3. Blog pertama saya di ITB adalah blogs.itb.ac.id/agussuroso. Tak lama kemudian, FMIPA menyediakan ruang di server web personal dosen FMIPA. Blog pertama (ITB), saya isi dengan catatan tentang berbagai hal, misalnya tentang konfigurasi LaTeX atau tentang cara install ulang ponsel android tua. Sementara itu, blog kedua (FMIPA) lebih banyak berisi arsip materi kuliah.

Beberapa semester yang lalu (saya tidak ingat persisnya kapan) USDI ITB mulai menerapkan single sign on (SSO) untuk masuk ke berbagai web dalam lingkungan ITB (web akademik, kepegawaian, dll). Sehingga, pengguna tidak perlu repot lagi mengingat identitas akun dan kata kunci untuk tiap web tersebut. Cukup satu akun untuk semua web! Ternyata, setelah berlakunya SSO tersebut saya jadi tidak bisa lagi masuk ke blog pertama saya. Ya, saya bisa masuk ke blogs.itb.ac.id, namun blog ~/agussuroso tidak tercatat dalam akun saya.

Blog kedua (FMIPA) pun tidak luput dari masalah. Setelah cukup banyak mengunggah materi di sana, suatu semester tiba-tiba server blog tersebut tumbang. Karena servernya tumbang dalam periode yang cukup lama saya memutuskan untuk memindahkan arsip matri kuliah ke wordpress. Walaupun akhirnya server blog FMIPA pulih kembali (masih hidup sampai dengan saat artikel ini ditulis) dan data-datanya berhasil terselamatkan, namun saya sudah terlanjut nyaman di rumah baru di wordpress. Sehingga, blog FMIPA saya buat statik isinya dan di bagian footer-nya memuat RSS dari blog yang di wordpress.

Sejauh ini blog gratisan di wordpress cukup nyaman digunakan. Ukuran ruang yang cukup besar, server yang (mungkin) lebih mumpuni, dan ketersediaan plugin yang cukup banyak (walaupun ada beberapa plugin yang saya perlukan tidak tersedia) cukup menjadi alasan untuk bertahan di wordpress. Namun, selain kenyamanan itu, kadang-kadang ada satu hal yang mengganggu saya: iklan. Ya, saya sadar sepenuhnya bahwa saya hanya numpang di wordpress, nggak bayar. Jadi, harus terima iklan apapun yang ditayangkan oleh mereka di blog saya. Sewa domain sendiri? Belum deh!

Akhirnya, dua hari yang lalu saya kembali lagi ke blogs.itb. Alamatnya terlihat resmi (pakai nama kampus), plugin yang saya perlukan tersedia (kalaupun ada yang kurang bisa minta ke administratornya), dan tanpa iklan. Ruang yg tersedia kecil? Itu nanti bisa diakali (misalnya unggah filenya di google drive atau drop box). Lagipula saya tidak terlalu rajin menulis artikel, belum tentu penuh dalam 3 tahun ke depan.

Saya sudah membuat dua blog sekaligus: Agus dan Suroso. Blog pertama akan berisi catatan ringan (alias campur aduk) dan yang kedua akan bersifat lebih resmi (berisi arsip penelitian dan pendidikan). Agar tiap blog terlihat banyak isinya, semua blog sudah saya “hubungkan” satu sama lain pakai RSS. Semoga artikel yang sedikit di tiap blognya dapat bermanfaat untuk pembacanya.

Kantin kampus Jatinangor, penghujung Juli 2019 dan Dzulqa’dah 1440.