Salah satu jenis baterai yang banyak digunakan saat ini adalah baterai Lithium-Ion 18650. Ini adalah jenis baterai yang dapat di cas ulang (rechargeable). Kebanyakan perangkat elektronik portable yang membutuhkan tenaga besar dan tahan lama dipastikan menggunakan baterai 18650. Sebut saja misalnya laptop, power bank, wireless bluetooth speaker, perangkat remote control, mobil, helicopter. Alat pertukangan bor atau obeng wireless, lampu senter LED, rokok elektronik dan sebagainya.

Ukuran baterai

Nama baterai Lithium-Ion (Li-Ion) 18650, merujuk pada ukuran fisiknya yang berbentuk silinder. Angka 18 untuk diameter baterai 18 mm dan angka 650 untuk ukuran tinggi baterai, 65,0 mm. Angka “0” dibelakang koma merujuk pada toleransi tinggi total baterai berdasarkan jenis produk baterai 18650 tersebut. Seperti:

– terdapat rangkaian proteksi atau tidak (protected atau unprotected), jika terdapat rangkaian proteksi, baterai sedikit akan lebih panjang.

– kutub positif baterai dari jenis flat top di mana kutub positif baterai datar hampir rata dengan body-nya atau

– kutub positif yang terdapat tonjolan kecil (button top) seperti yang terdapat pada kutub positif baterai ukuran AA atau AAA.

Tegangan dan kapasitas

Tegangan kerja baterai Lithium-Ion 18650 adalah 3,7 Volt. Maksimum dapat di cas 4,2 Volt dan baterai dianggap kosong pada tegangan 2,8 – 3,0 Volt. Jadi ketika anda mengukur tegangan baterai-nya 2,8 – 3,0 V, berati baterai tersebut sudah kosong, alias perlu di cas kembali. Sedang kemampuan menyimpan arus listrik beragam tergantung produksinya. Dan secara umum diketahui baterai ini maksimal meiliki kapasitas 3600 mAH. Ada yang 3400 mAH, 2500 mAH, 2200 mAH, 1500 mAH dan sebagainya. Namun maksimal yang dapat diproduksi hingga kini hanya dapat menyimpan arus maksimal 3600 mAH.

mAH adalah singkatan dari mili Ampere Hour, satuan untuk kapastias arus listrik yang dapat disimpan baterai. Misalkan kita punya baterai 18650 dengan kapasitas 3000 mAH. Ini artinya, baterai tersebut dapat menyuplai arus listrik 3000 mA (3 Ampere) selama satu jam.

CDR (Continuous Discharge Rating)

CDR adalah ukuran besarnya arus maksimum yang dapat dikuras atau disedot dari baterai 18650 secara kontinyu dengan aman tanpa merusak baterai. Satuan CDR adalah Ampere (A). Berdasarkan paramater ini muncul istilah High Drain yang merujuk pada baterai 18650 yang dapat dikuras arus listriknya hingga puluhan Ampere (biasanya 10 A hingga 30A) secara kontinyu. Nah jika anda punya projek atau perangkat elektronik (seperti rokok elektronik Vape) yang membutuhkan supplai arus tinggi secara kontinyu, parameter CDR ini wajib dipertimbangkan.