Battery low

Cara merawat baterai RC anda!

Saya sudah cukup banyak berselancar dari satu web ke web lain untuk topik ini dan belum bisa menemukan semuanya dalam satu tempat dan format yang kompak sehingga saya ingin membuat postingan yang mudah dibaca dan dimanfaatkan dalam sebuah page. Ok, tanpa banyak basa basi, silahkan menikmati…

RC Battery
Battery (credit: Kaskus)

Sebelum beranjak lebih jauh, saya ingin menyebutkan beberapa baterai yang kini masih sering digunakan dalam dunia RC antara lain:

  • LiPo – Lithium Polimer
  • NiCd – Nickel Cadmium atau sering pula disebut Nicad
  • NiMh – Nickel Metalhybrid
  • LiIon – Lithium Ion (agak jarang digunakan oleh RC).

Ok Berikut saya paparkan masing-masing cara memakai dan merawatnya :

  1. NiCd ( NiCad ) – Baterai ini memiliki gejala ‘memori’, yaitu ketika pengosongan masih menyisakan sedikit daya (sebelum kembali di isi) maka akan mempengaruhi dan mempersingkat masa pakai baterai . Oleh karena itu pengosongan yang tepat harus dilakukan .

    Pengosongan (discharge):
    Secara pribadi saya kosongkan hingga 0,9v per sel . Beberapa orang melakukan ‘hubung singkat’ atau short circuit kutub-kutub baterai menghabiskan hingga 0 v , namun saya tetap memakai aturan 0,9v per sel . Oleh karena itu pada baterai dengan 2 sel (seri) saya akan biarkan di 1.8V atau baterai 1 cell saya akan kuras hingga ke 0.9v. Saya pribadi mengosongkan dengan level arus 0,5 A . Saya menggunakan level ini 0,5 A sebagai arus pengosongan default untuk semua baterai NiCd saya.

    Pengisian (charge):
    Adapun pengisian, Anda harus tahu tegangan milliamp baterai Anda. Saya punya ‘Hot Shot’ ,1.2V 1500mA . Saya isi dgn 0.8 A dan kadang-kadang diisi dengan 1.5A berdasarkan kebutuhan waktu pengisian yg dibutuhkan.

  2. NiMh ( nikel metal hydride ) – Saya menggunakan NiMh dengan 5 sel baterai untuk Receiver saya yang memiliki ampere yang berbeda. Saya pribadi memiliki 1.400 mA dan 1600mA .

    Pengosongan (discharge):
    Saya menggunakan aturan serupa seperti yang saya lakukan untuk baterai NiCd yakni 0,9v per sel . Jadi untuk paket 5 sel, saya bisa mengosongkannya hingga 4.5v , namun saya hanya kosongkan hingga 5V ( 1V per sel ) hanya sebagai antisipasi. Saya kosongkan setiap 3 atau 4 kali cas, untuk me’reset’ memori baterai karena saya tidak selalu menggunakannya hingga habis . Jika saya punya waktu saya akan melakukan dua kali siklus pengosongan/pengisian. Saya kosongakan dengan pengeluaran 0,5 A hingga mencapai 5V ( atau 4.5v minimum ) .

    Pengisian (charge)
    :
    Untuk pengisian , saya mengatur ampere pengisian dengan rumus ‘kamasitas milliAmpsHour/1000’. Jadi untuk baterai 1400mA dengan 5 sel/pak , saya cas dengan level 1.4A , dan untuk kapasitas 1600 dengan 5 sel/pack saya isi pada level 1.6A . Saya menggunakan pengisi high end yang memantau suhu dan puncaknya . Saya menemukan beberapa merek memiliki perbedaan dalam apa yang mereka tunjukan sebagai mA dibandingkan milliamps sebenarnya pada sel-sel dimana baterai masih bisa menampung. Sebagai contoh ‘Dynamite’ 1400mA saya hanya benar-benar memilika 1180mA menurut charger high end saya. Saya tidak yakin ini adalah karena kebiasaan buruk pada pengisian awal atau hanya kualitas sel . Saya juga memiliki ‘Omni’ 1600mA’ yang benar-benar memiliki kapasitas sesuai seperti 1700mA . Saya akan membeli merek ini lagi ketika baterai1400mA saya rusak. Tapi selama kita menjaga kebiasaan pengisian yang baik , baterai harusnya bertahan bertahun-tahun .

  3. LiPo (Lithium Polimer) – Baterai super apabila dibandingkan dengan NiCd dan NiMh , kapasitas penyimpanan yang besar , tingkat debit pengisian yang besar . Ini adalah baterai terbaru yang digunakan di Radio Controlled ( RC ) lapangan. Beberapa orang menyukai lipo dan beberapa orang membenci mereka . Mengapa beberapa orang membenci mereka . Yah mereka bisa terbakar jika dikuras hingga terlalu rendah (dg cepat) dan mereka bisa terbakar jika diisi dengan arus berlebih . Jadi, jika Anda tidak memiliki pengisi daya yang benar (dengan balancers lipo), maka saya merekomendasikan Anda untuk tetap dengan NiMh atau NiCd baterai . Namun, jika Anda memiliki pengisi daya yang benar, baterai lipo akan menguntungkan dalam memainkan RC Anda dengan berat yang rendah dan kapasitas yang lebih baik . Saya pernah mendengar Baterai Lipo dapat diisi ribuan kali jika dipelihara dengan baik .

    Pengosongan (discharge):
    Saya biasanya tidak menguras baterai lipo saya dengan sengaja (recycling) seperti yang saya lakukan saya NiMh atau NiCd baterai . Anda tidak boleh membiarkan baterai lipo Anda berada di bawah 3v per sel . saya punya dua 3200mA 7.4v ( 2S/2cell ) baterai Lipo untuk ‘Traxxas Slash’ saya . Saya mencoba untuk manjaganya  agar tidak berada di bawah 6,4 volt dan benar-benar tidak di bawah 6V atau 3volts per sel . Saya tidak yakin tentang ‘memory effect’  pada lipo, sengingga saya hanya menggunakan metode pengisian biasa.

    Pengisian (charge):
    Gunakan balancer lipo – jangan isi lebih dari 4,2 volt per sel . saya punya dua baterai 3200mA 7.4v ‘Venom Lipo’ ( 2s ) 2 sel . Saya isi dengan rate 3.2A hingga 8,4 volt menggunakan ‘balancer lipo’ untuk memastikan setiap sel seimbang (tegangan) . ‘Lipo balancer’ memastikan setiap sel sama rate pengisiannya dan memiliki selisih tidak  terlalu banyak atau terlalu sedikit per sel  (pada tegangan). Saya selalu menggunakan balancer dan mengatur charger ke mode Lipo Balance saat pengisian baterai tersebut . Pastikan Anda memiliki charger Lipo yang dapat menangani Lipo Anda . Pastikan pengaturan sudah benar , tidak memasangkan baterai 2S (7,4v) pada mode 3S ( 11.1v ) .

Okai sementara itu dulu paparan dari saya, dan saya akan menambahkan lebih detail dan spesifikasi lainya untuk page ini karena saya masih akan belajar lebih banyak . Terima kasih untuk membaca .


*Disadur dari tulisan Garin Grey pada situs ini. Saya berharap postingan ini dapat membantu rekan-rekan yang sedang membutuhkan petunjuk dalam pemilihan baterai namun kurang suka dengan artikel berbahasa asing, sehingga tidak dimaksudkan untuk membajak tulisan seseorang.

4 thoughts on “Cara merawat baterai RC anda!”

    1. Mohon maaf sebelumnya jika dirasa postingan ini memiliki kualitas terjemahan yang kurang baik.

      Perlu saya jelaskan sebelumnya bahwa saya memang menggunakan bantuan ‘google translate’ untuk menerjemahkan bagian besar dari artikel, namun kembali saya BACA dan REVISI untuk kalimat yang ganjil dan saya BIARKAN untuk kalimat yang memang sesuai, dan saya rasa lebih menghemat waktu dibanding menerjemahkan satu persatu kalimatnya.

      saya mengharapkan kritikan yang bertanggung jawab dengan mencantumkan email asli yang sesuai agar saya dapat langsung mengabari perihal jawaban, konfirmasi dari kritikan atau revisi pada postingan saya. saya tidak terlalu sering menengok blog/postingan yang saya tulis sehingga mohon maaf apabila komentar baru dibalas berselang waktu.

      Terimakasih

  1. mas mau tanya nih, jika kita mau mengurangi isi baterai 1.2v ke 1.0v itu bagaimana yah, jika kita pasang sebuah led untuk indikatornya
    trimakasih

    1. Maaf Baru sempat buka blog lagi,
      -jika yg dimaksud proses ‘discharge/pengosongan’ bisa menggunakan beban seperti resistor/led/motor/lampu pijar DC, harus diperhitungkan juga tegangan dropnya ketika diberi beban, biasanya ketika dipasangkan beban yg cukup besar akan langsung signifikan tegangan dropnya.
      *untuk pemasangan indikator ketika sudah 1.0v, bisa penggunakan comparator OpAmp dan di sesuaikan.
      -jika yg dimaksud hanya pengurangan tegangan, 1.2v ke 1.0, paling mendekati menggunakan dioda berbahan silikon 0.3v (sehingga jadi 0.9v),
      namun jika memang ingin presisi 1.0v, bisa menggunakan skema pembagi tegangan (pakai potensio saja, namun kelemahannya ada pemborosan daya pada tahanan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *