Blogs ariefbb | Information Technology Best Practice – ITB Rotating Header Image

April, 2011:

Koobits 4.0, Perpustakaan Digital dalam PC Anda

Punya ebook yang banyak danĀ  jemu dengan pdf reader yang sekarang Anda gunakan? sama, saya juga demikian. Ebook merupakan terobosan baru dengan menghadirikan buku-buku dalam format digital yang bisa kita baca dan kita nikmati. Tetapi saking banyaknya ebook yang berhasil kita kumpulkan, tetap perlu menyediakan waktu untuk bisa membacanya. Membacanya dengan menggunakan pdf reader biasa? Ehm.. pasti bosannya.

Apalagi saat kita lihat ipad atau galaxy tab punya kawan kita, lihat tampilan book manager-nya, seperti aplikasi bookman atau ibooks, membuat kita iri. Apakah bisa ebook manager itu muncul di laptop atau desktop kita. Barangkali jika Anda punya pertanyaan yang sama, saya juga demikian.

Koobits perpustakaan digital

Koobits 4.0 akhirnya jadi jawabannya. Dalam sebuah artikel yang saya baca, saya menemukan aplikasi ini. Sebuah software berbasis adobe air untuk ebook management yang memiliki fitur mirip dengan aplikasi bookman untuk ipad. Setelah saya download, kemudian saya installkan. Pada saat instalasi, standar kebutuhannya adalah adobe air, maka perlu jg didownloadkan adobe air dari situsnya. Setelah lengkap, aplikasi pun melenggang dan bisa digunakan.

image

Downloads

1. File koobits 4.0 installer (exe,11.1MB)

2. File Adobe air installer (exe, 12.1 MB)

Selamat membaca deh, semoga buku-buku yang terkumpul bisa semakin bermanfaat. Salam digital!

Picasa3, PicasaWeb, FSResizer : Mega Solusi bagi Komunitas Fotografi Digital Mempublikasikan Karya-karyanya Online

Pengantar

Picasa3 adalah software pengolah foto yang sangat powerful baik untuk pemula ataupun tingkat mahir. Saya menggunakannya untuk kebutuhan pengelolaan foto digital library. Tulisan blog yg saya buat ini masih untuk para digital photographer yang semakin marak serta membutuhkan media repositori online.Dengan kamera-kamera yang banyak digunakan sekarang, membuat repo menjadi boros.

Kabar baiknya adalah google menyediakan unlimited repository untuk foto-foto ukurang kurang dari 800px. Bagi para narsis-wan dan narsis-wati pecinta fotografi, kabar tersebut akan terdengan cukup menggembirakan. Dengan tool fsresizer yang saya rekomendasikan, akan gampang jadinya membuat hasil jepretan mudah untuk dipublikasikan secara online.

Catatan saya malam ini masih akan membahas topik online repository untuk foto-foto digital. Dari pengalaman, saya yakin apa yang saya share ini bisa memudahkan pembaca dalam mengarsipkan dan mempublikasikan hasil karya fotografinya dgn memanfaatkan media online.

Berbeda dari bahasan sebelumnya (3F untuk seamless online foto publising), pada topik ini kita gunakan picasa3 untuk tool desktop, picasaweb sebagai repositori online-nya atau cloud storage-nya, serta fsresizer untuk media mengelola foto-foto yang dipublikasikan.

Prinsip yang saya yakini, gunakanlah teknologi untuk memudahkan kita sehingga kita dapat fokus mengerjakan yang benar-benar kita sukai.

Secara ringkas saya akan bahas tentang pengalaman dengan picasa3, kemudian setting picasaweb, fsresizer serta syncronizing antara file foto di desktop dengan picasaweb via picasa3. Dengan menggunakan tool tersebut, kita akan mudah untuk menyimpan, mempublikasikan secara online foto-foto karya kita, sekaligus dapat membagikannya menggunakan media facebook.

PicasaWeb Album (picasaweb.google.com)

Bagi pengguna gmail atau googleapps, setelah login pada bagian menu atas ada menu teks tertulis [Photos], kl di klik maka di-forward-kan ke alamat picasaweb.google.com. Setiap user gmail memiliki repositori maksimum 1 GB untuk dapat diisi dengan foto-foto yang kita miliki. Selain itu, dengan mengakses halaman profil di google, foto-foto tersebut juga bisa kita munculkan. Sehingga portofolio online yang kita publikasikan akan tampak lebih cantik.

Untuk yang belum memiliki akun gmail, silakan akses bagian [sign up]. Registrasi cukup ringkas dan sederhana.

Nah, dengan mengakses bagian [Photos] tersebut, sebenarnya setiap user sudah dapat mengupload-kan serta mempublikasikan foto-fotonya. Tapi, pasti jumlah foto yang terpublikasikan tidak akan banyak. Karena terbatasnya kapasitas uploader situsnya, juga langkah-langkahnya cukup panjang.

Maka di sini, saya rekomendasikan untuk menggunakan software free dari google picasa3 yang diinstall di desktop, berfungsi sebagai foto file manager, sekaligus sarana untuk sinkronisasi dengan picasaweb online. menarik bukan.

 image

Picasa3 (picasa.google.com)

Software picasa3 adalah software digital library untuk fotografi yang memiliki fitur lengkap dengan banyak keunggulan. Sekali install di desktop, banyak sekali kemudahan yang bisa diberikan oleh aplikasi ini untuk mengelola file-file foto dan mengolah foto digital sehingga tampak lebih baik dan lebih indah untuk dipublikasikan.

Fitur yang menarik bagi saya dalam menggunakan picasa3 ini adalah seamless integration dengan picasaweb serta blogspot. Tambahannya lagi, setelah searching sana sini, saya menemukan banyak fitur yang benar-benar menjawab kebutuhan saya dalam mempublikasikan arsip foto-foto digital.

image

 

FS Resizer

FS Resizer adalah tool yg bisa digunakan untuk multi-renamer, menyesuaikan ukuran foto, kompressi, ubah format dan lainnya. FS Resizer benar-benar memudahkan mengolah foto dengan jumlah yang sangat banyak sampai foto tersebut siap untuk diuploadkan dan dipublikasikan. Tulisan mengenai ini sudah dibahas di topik sebelumnya.

Picasa Quick Viewer

Bagi pengguna google chrome, ada beberapa extension yang bisa digunakan untuk memudahkan kita mengakses picasaweb. Salah satu extension yang saya gunakan adalah Picasa Quick Viewer. Untuk installnya dapat mengakses alamat url .

https://chrome.google.com/extensions/detail/aofblhfodgoljjnhjiocpflamdoodngd 

Livewriter Picasa

Livewriter merupakan tool yang memudahkan dalam mempublikasikan tulisan melalui blogs. Picasa memiliki plugins supaya memudahkan user menyisipkan foto-foto yang diarsipkan di picasaweb untuk bisa dilampirkan dan dituliskan di blog menggunakan utility livewriter. Url untuk bisa menggunakan livewriter dengan plugins Picasa ini dapat diakses di url sebagai berikut

http://livewriterpicasa.codeplex.com/

AddtoPicasa

Pengguna mozilla firefox dapat menyalin foto atau gambar pada halaman web yang dikunjunginya ke desktop dan bisa langsung dikelola berdasarkan kategori yang kita tentukan dengan menggunakan firefox extension. Akses ke url extension berikut untuk menambahkannya ke firefox yang kita gunakan.

https://addons.mozilla.org/af/firefox/addon/addtopicasa/

Picasa3 dan Facebook : Picasa Uploader for Facebook

Sempat terpikirkan juga, bagaimana foto yang saya simpan di software picasa di desktop bisa dipublikasikan ke facebook. Ternyata saya menemukan facebook aplikasi yang sudah bisa mengintegrasikan picasa desktop dengan facebook. Silakan akses url ini untuk memposting foto ke facebook dengan mudah dari picasa desktop. Selain itu, foto yang sudah terpublikasikan online pun bisa di-share melalui e-mail, melalui twitter, dan tentu saja di facebook.

http://apps.facebook.com/picasauploader/

 

Penutup

Demikian, ada sekian kemudahan yang ditawarkan dengan utiliti gratis sehingga karya yang dibuat bisa dinikmati oleh para netter di seluruh dunia.

IT Green Campus – Kampus Hijau berbasis IT

Tadi pagi ada acara di Comlabs, mulai pukul 08:30,  seminar mengenai IT Green Campus. Mungkin acaranya terinspirasi konsep go green yg saat ini diusung terutama berkaitan dengan sustainable energy atau juga penghematan yang perlu untuk digiatkan terutama oleh kalangan sivitas kampus.

Bagi Comlabs sendiri, jargon go green sudah bukan hanya istilah, tetap menjadi visi yang harus segera diimplementasikan. Hal tersebut sudah diterapkan jauh-jauh hari. Mulai dengan mengganti secara bertahap monitor CRT (cathode ray tube) yang boros listrik dengan monitor LCD. Selain mengganti juga, comlabs juga turut mengkampanyekan penggantian CRT ini. lebih dari 75% monitor CRT telah bisa digantikan.

Selain itu, optimisasi server-server juga diterapkan dengan jalan melakukan virtualisasi terhadap sistem-sistem yang dijalankan. Dari 20 buah server yang dulu digunakan saat ini sudah berkurang 50%-nya. Dengan daya komputer yang powernya sangat besar, konsep virtualisasi ini tentu saja akan mengurangi penggunaan daya listrik. Saat ini dan kedepannya, konsep virtualisasi berbasis KVM akan terus dikembangkan dan diteliti. Supaya cukup 1 atau 2 buah server saja lah yg sanggup untuk mengoperasikan beragam sistem yang dibutuhkan.

Untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa terhadap koneksitas, serta mengurangi ketergantungan terhadap akses PC di Akses Publik, sejak awal tahun 2011, tim infrastruktur ITB serta admin Comlabs berjibaku membangun wifi area dengan kapasitas concurrent user 200 koneksi di lingkungan gedung comlabs serta disekitar oktagon dan TVST. Dengan ketersediaan akses point wireless ini diharapkan, penggunaan laptop, netbook, dan gadget lainnya bisa lebih optimal. Sehingga jumlah PC yang digunakan untuk akses bisa berkurang.

Program go green tersebut kemudian dikembangkan lanjut pada aktivitas akademik Praktikum Pengantar Teknologi Informasi. Saat ini dengan memadukan konsep e-learning, Praktikum PTI telah sukses menyelenggarakan kegiatan praktikum komputer secara digital. Modul dan bahan praktikum semuanya disediakan secara online melalui sistem e-learning. Mahasiswa pun mengerjakan dan mengumpulkan tugas-tugas praktikum menggunakan media file yang diuploadkan ke sistem LMS secara online. Penghematan biaya operasional untuk cetak modul serta penggunaan kertas dapat dikurang sampai 75%. Ini menjadi model dari konsep go green yang diusung di Institut Teknologi Bandung.

Demikian pula dengan lampu penerangan di sekitar gedung comlabs, gedung PLN, oktagon dan TVST semuanya menggunakan lampu sel surya. Sehingga benar-benar mengurangi emisi serta penggunaan energi listrik.

Kurang lebihnya, memang masih banyak yang masih perlu untuk dibenahi. Tetapi langkah-langkah yang dituliskan diatas adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta perlunya untuk menghemat energi dan bahan bakar yang digunakan.  Semoga saja dengan semakin banyak dan optimalnya pemanfaatan IT di kampus ini bisa menjadi bentuk nyata penerapan pembangunan yang semakin ramah lingkungan.

Penerapan ICT di Kampus

kalau ini, sebenarnya tulisan ringan saja mengingat dalam kurun waktu seminggu terakhir ini ada banyak rekan-rekan provider yang menyelenggarakan event dan memberikan pencerahan mengenai ICT di lingkungan kampus.

Berkaitan dengan penerapan ICT ini, saya melihat perlu adanya analisis stakeholder pengguna. Saya sebut di sini, stakeholdernya adalah institusi, unit-unitnya, dosen, dan mahasiswanya,  pemerintah, serta masyarakat. Masing-masing pengguna ini memiliki definitif peran dan kebutuhan yang kemudian bisa kita buatkan petanya.

Barang kebutuhan teknologi informasi dapat dikategorisasi sebagai berikut :

  1. software dan 
  2. hardware.

Saya kemudian bagi menjadi

  1. Infrastruktur
  2. Sistem dan Aplikasi
  3. Helpdesk bidang IT

Dari sana kemudian bisa dipetakan ke kebutuhan sumber daya pada institusi tersebut meliputi core business institusi pendidikan:

  1. Pendidikan
  2. Penelitian
  3. Pengabdian Masyarakat/Pengembangan Komunitas

Ditambah dengan sumber daya pendukung

  1. Human Resource
  2. Facilities
  3. Finance

Dilengkapi dengan

  1. Procurement
  2. Asset

Diintegrasikan dalam suatu proses

  1. Perencanaan

Peranan teknologi informasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Transformation Tool
  2. Enabler
  3. Supporting media

Di sini perlu dibuatkan suatu kesepakatan positioning teknologi tersebut, sehingga dampak penerapan TIK ini bisa maksimal. Apabila tidak, maka TIK hanya akan menjadi pajangan, hiasan, yang kadang malah menjadi beban. Tetapi sebaliknya apabila positioning TIK tepat, maka institusi akan memiliki kesempatan untuk scale up, meningkatkan jangkauan pengaruhnya secara global.

Perlu ditekankan disini mengenai pendefinisian TIK sebagai alat atau sebagai tujuan. Sepengetahuan saya, TIK adalah alat atau kendaraan. Dalam hal ini, institusi seharusnya memiliki tujuan yang benar-benar definitif untuk penerapan TIK ini di kampusnya. Untuk itu, perlu untuk benar-benar dikaji dan dianalisa dampak yang ingin dicapai dengan tool ini, serta alokasi anggaran yang bisa disiapkan sehingga teknologi ini bisa tepat guna dan tepat sasaran.

Seesmic Desktop 2, Cantik untuk Tweeps Pecinta Sosial Network

image

Ehm, gara-gara @fathahnoor niy, jadinya turut mencoba aplikasi seesmic versi desktop. menjajal versi onlinenya, versi ipad-nya, versi androidnya, semuanya sudah dilakukan. Dan betul, pada saat mencoba versi desktop-nya, langsung ternganga… keren abis. Memenuhi kebutuhan untuk integrasi semua jenis sosial network, mulai dari twitter, facebook, linkedin, tumblr, wordpress, dan apa lagi coba sebutkan!

Aplikasi di atas dapat diinstall dengan langsung akses ke situs seesmic-nya. Tapi sebelumnya install dulu silverlight-nya kemudian ikuti langkah-langkah install. Pada saat selesai, biarkan aplikasinya mengupdate beberapa konfigurasi dan fitur-fitur tertentu. Setelah itu tambahkan akun-akun yang dibutuhkan. Terus jrengg! kita pun dapat seamless mengikuti perkembangan timeline untuk twitter dan akun-akun lainnya.

Cukup Snapshot ini untuk Buat Anda Beralih ke Chrome Browser!

Dashboard Chrome Browser

Gambar snapshot di atas adalah gambar chrome browser yang sudah dipermak dengan bantuan extension di chrome web store. Hasilnya sungguh luar biasa. Bahkan note yang kita tulis pada sticky notes di atas bisa langsung synch dengan google calendar. Bisa juga dikirimkan via e-mail dengan gmail.

Sambil menunggu chrome OS dirilis bersama laptop/netbook Asus, marilah ke mencicipi sebagian fiturnya di chrome browser ini. Dijamin pasti ketagihan deh!

Have fun!