Blogs ariefbb | Information Technology Best Practice – ITB Rotating Header Image

Negara Baru Bernama Internet , Revolusi Online

Saat ini sudah 2,4 Milyar Penduduk bumi menjadi pengguna internet. Barangkali sudah 1/3 dari populasi ini menggunakan teknologi tersebut untuk berbagi informasi dan berkomunikasi satu dengan lainnya. Ada yang mampu menjadi pemain utama , ada juga yang cuma menjadi penonton saja. Demikian halnya dengan di Indonesia , setiap pengguna internet hari ini mengeluarkan kocek-nya Rp50 rb s.d Rp 100 rb. Hanya sayang, kontribusi internet ini tidak terlalu signifikan di negeri ini. Tentu saja , karena budaya kita hanya menjadi konsumen dan merasa nyaman dicekoki demikian. Sehingga produk-produk kita terlalu sedikit untuk muncul dan terpublikasikan di media yang sedang booming ini. Alhasil , bila saja awareness manfaat ini terpaparkan dengan baik , bisa jadi dari ratusan bahkan ribuan sekolahan yang mengajarkan software engineering, ada ratusan bahkan ribuan pula yang dapat menjadi start-up company yang mampu memberikan services minimal untuk sodara kita di tanah air .

Berikut saya sisipkan informasi tentang online revolution yang harapannya bisa memberikan kita insight bagaimana internet sudah merubah dunia kita . Akankah ini merubah diri kita ?

One Comment

  1. AUGI says:

    Asslm.Wr.Wb.

    Abad ke 20 diawali dengan kemerdekaan negara-negara jajahan, namun digunting-gunting dengan batas nasionalisasi. Perhatikan Batas-batas dari negara pecahan Turki Utsmani, menyerupai batas Negara Bagian US, dan Negara Eropa.

    Keuntungan pembatasan wilayah, menjamin keamanan dan pemungutan pajak barang Ekspor Impor di Bea Cukai dan pajak perpindahan manusia berupa Visa dan Fiskal. Selain itu dibuat sistem anggaran terpusat di Kapital-Kapital Negara Nasional digerakkan oleh Bank. Dibuat sistem akuntansi berbasis Mainframe terpusat, dan daerah-daerah dianggap sebagai Dump Computer. Perhitungan hanya ada pada Mainframe di headquarter, Kapital.
    Dibangun informasi yang seragam, satu arah. Stasiun TV dibangun di Kapital dan seluruh daerah merelay, berita seragam, seperti seragam tentara.
    Semua dikendalikan di headquarter, Kapital.

    Sekarang abad 21 berkembang komunikasi 2 arah Telepon dan Internet. Terbaru adalah Handphone yang bisa berhitung (kapasitas mainframe dalam kalkulasi sederhana) dan bisa Internet. Berita lebih cepat didapat, dapat konfirmasi data/berita, verifikasi dan validasi data lebih cepat. Kini smartphone telah dilengkapi aplikasi Excel dan spreadsheet yang bisa manajamen data. Otomatis 2 media terpusat, Mainframe dan Stasiun TV berkurang fungsinya sebagai otoritas tunggal di Kapital.

    Kini hanya batas negara yang membatasi warga negara. Batas ini dijaga oleh tentara, Institusi Imigrasi dan Bea Cukai. Bila aturan regional menghapus batas-batas negara nasional, bebas Visa dan Fiskal, lebih mudah lagi pertukaran barang dan jasa. Namun memerlukan sistim transaksi yang universal dan adil. Uang emas Romawi, dan Uang perak Persia menjadi alternatif perdagangan seperti sebelum revolusi Inggris abad 19.

    Wallahu Alam B
    Wass.Wr.Wb.

    AUGI JD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *