Blogs ariefbb | Information Technology Best Practice – ITB Rotating Header Image

E-learning

Untuk bisa UN 93% Lulus , Ikuti gaya Finlandia

 

Angka kelulusan di finlandia 93%! Nilai ujian tertinggi . Siswa sangat senang belajar .

school in finland

Kata Baru dalam Pemberdayaan Teknologi untuk Pembelajaran

Saya saat menghadiri seminar, membaca makalah, serta menginterpretasikan pemberdayaan teknologi untuk untuk pembelajaran seringkali menemukan banyak istilah asing yang belum sepenuhnya saya pahami. Maka lembar berikut sungguh membantu untuk dapat memahami lebih lanjut mengenai pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran ini .

link lengkap di :

http://gettingsmart.com/2012/07/do-you-have-edtech-lingo-down/

Tips 4 Langkah Setting Role Teacher pada Moodle 2.4

Pembaca yang budiman, pagi ini saya menerima email dari salah seorang Pengampu Mata Kuliah E-learning di situs Kuliah Online ITB untuk mensetting-kan role menjadi role dosen pada kuliah tersebut. Pada saat baca email , merasa sudah terbiasa dgn LMS sebelumnya, saya pikir gampang. Lupa bahwa LMS yg digunakan berbeda dengan LMS sebelumnya.

Saat buka situs-nya kemudian cek privilege user pada course yang dimaksud, umm .. tertegun sejenak mencari , itu setting role-nya ada dimana. Ternyata tidak seperti yang dibayangkan. Setting role tersebut tersembunya di antara sub-menu ‘Enrolled User’, ‘Enrollment Methods’, ‘Groups’, ‘Permission’, ‘Other Users’. Sekali lihat , orang pasti tidak menyangka bahwa setting role user ada pada sub-menu ‘Enrolled User’ .

Pada saat klik menu ‘Enrolled User’ , kemudian yang tampil adalah ‘list user’. Ternyata memang pada bagian inilah kita bisa set setiap user dengan privilege-nya masing-masing. Di satu sisi ada kemudahan yang diberikan dengan fitur ini krn membuat teacer bisa dengan mudah set privilege user, di sisi lain memang jadi sedikit rumit bagi yang pertama kali ditugaskan untuk setting privilege pada course di LMS ini.

icomlabs-9

Berikut 4 langkah untuk dapat men-set user student menjadi teacher .

  1. login sebagai teacher/administrator
  2. klik ‘Users’ pada ‘Course Administration’, pilih ‘Enrolled User’
  3. klik tombol ‘Enrol User’ pada bagian sudut kanan atas untuk menambahkan user yang dimaksud,
  4. pada list user , field  ‘Role’ klik tanda ‘+’ untuk assign role, muncul jendela assign role, pilih ‘Teacher’ klik tanda ‘X’ bila sudah selesa

Demikian user support untuk Kuliah Online pagi ini , mudah-mudahan kedepannya bisa lebih lancar .

Setting Default Course Enrolment pada Moodle 2.4

Setting course pada Moodle 2.4 rada tricky . Setelah sukses setup LMS versi ini , kemudian mulai dengan membuatkan course untuk kuliah-kuliah yang akan dilaksanakan. Selesai tugas meng-create course dengan cara upload csv untuk multi-course ternyata saat testing menggunakan akun student, mata kuliah tersebut tidak bisa di-enrol . Padalah pada versi sebelumnya , secara default , user dapat enrol ke course kecuali untuk course yang di-hidden atau diberi password kunci untuk bisa masuk.

Kondisi sebaliknya terjadi pada versi LMS 2 ini. Setiap course yang dibuat, secara default tidak bisa di-enrol oleh siswa. Teacher atau course manager harus melakukan setting-setting sebagai berikut untuk membuat peserta bisa enrol.

1. Manual enrolments, teacher satu demi satu menambahkan user ke kuliah . Untuk peserta course dengan jumlah sepuluh atau dua puluh masih lah teacher akan sabar menambahkan user. kalau sudah ratusan?

2. Self enrolment , fitur ini harus diaktifkan terlebih dahulu . Untuk mengaktifkannya masing-masing teacher bisa setting pada bagian ‘Course administration > Users > Enrolment Methods> Self enrolment (Student)’ kemudian klik tombol ‘enable’ baru kemudian user dapat enrol ke course.

Kalau teacher pengampu kuliah online cukup sabar , cara ini bisa dilakukan. Tapi Kalau teacher sudah sibuk dengan menyiapkan bahan ajar-nya , maka bagian course manager dan admin-lah yang bertanggung jawab melakukan itu.

Cara yang paling gampang adalah men-set semua course ‘enrollable’. Ini bisa dilakukan dengan setting default course

  1. login sebagai admin
  2. klik ‘Site administration > Plugins > Manage enrol plugins ‘ akan tampil list plugins enrol
  3. klik ‘Settings’ pada ‘Self Enrolment’
  4. klik centang pada baris ‘Add instance to new courses untuk men-set enable opsi ini
  5. pilih ‘Yes’ pada baris ‘Allow self enrolments’
  6. Klik tombol ‘Save changes’ di bagian bawah

Dengan melakukan langkah di atas, secara otomatis fitur self-enrolment akan di-enable pada course yang dibuat. Namun tidak berlaku untuk course sebelum setting ini dilakukan. Kalau untuk course yang sudah dibuatkan sebelumnya, bisa menghubungi masing-masing teacher. Kalau jumlahnya 1000 course?

Migrasi Yes , Migrasi No , Transformasi LMS Kuliah ITB

Sebagai penanggung jawab teknis sistem e-learning di ITB , dihadapkan pada kondisi perkembangan perangkat

  1. Software LMS moodle sudah berevolusi jauh dengan mengedepankan fitur-fitur web terkini ,
  2. Bahasa pemrograman PHP berkembang serta juga mengalami perubahan , bahkan fitur sekarang (5.4, red) sudah jauh berbeda dengan fitur pendahulunya (5.1,5.2)
  3. Database MySQL , walau tidak signifikan juga mengalami perubahan .

Di sisi lain , pertumbuhan jumlah pengguna laptop di kalangan mahasiswa bergerak cukup pesat. Selain itu , penggunaan gadget dan perangkat mobile semakin intensif di kalangan mahasiswa dan dosen.

Untuk pemanfaatan e-learning dan blendedlearning secara optimal diperlukan

  1. Pemahaman terhadap karakterstik user sebagai pengguna termasuk IT user behaviour
  2. Memperhatikan kebutuhan-kebutuhan masing-masing tipikal user
  3. Perangkat yang digunakan oleh user termasuk , karakteristik akses, teknologi, gadget

Dengan enforcement di atas , perlu diambil suatu tindakan masif . Berupa transformasi atau migrasi teknologi lama (LMS 1.9) ke teknologi baru (LMS 2.4) . Namun pada saat migrasi muncul faktor penentu kesuksesan migrasi

  1. Perpindahan konten yang harus dilakukan secara masif ,
  2. Perpindahan user yang jumlahnya cukup besar
  3. Perilaku user yang sudah terbiasa dengan sistem eksisting
  4. Infrastruktur pendukung

Kendala yang dihadapi pada poin (1) Perpindahan konten yang dilakukan secara masif adalah

  1. Karakteristif konten yang beragam
  2. Struktur course yang digunakan oleh masing-masing user berbeda-beda
  3. Jumlah course yang sudah sangat banyak

Solusi untuk menangani kendala ini maka langkah yang diambil adalah dengan menjadikan LMS lama sebagai modul yang tetap ‘live’ dan dapat diakses oleh user . LMS lama dalam hal ini dijadikan sebagai modul atau sub bagian dari sistem LMS yg baru . User yang memerlukan bahan materi atau konten dari konten lama bisa mengakses-nya pada saat diperlukan (just in time) .

Kendala yang dihadapi pada poin (2) dan (3) terkait dengan user , 

1. Akses user , dengan jumlah user yang sudah cukup  besar , maka perlu antisipasi supaya user dapat mengakses ke sistem baru tanpa harus registrasi ulang . (registrasi ulang untuk sistem yang sama pasti ‘annoying’) .

2. Privilege user harus sama , sementara sistem baru (LMS 2.4) tidak bisa upgrade secara langsung harus install dari scratch.

3. Look and feel dari sistem , dibuat harus ‘mirip’

4. Tailor made plugins harus tetap bisa jalan dan berfungsi di LMS yang lama .

Solusi untuk menangani ini adalah dengan meng-copy eksisting tabel user pada database lama ke database yang baru . Pada saat coba diterapkan, wow .. struktur tabel berbeda jauh . Membuat SQL yang sudah diimpor harus diedit ulang per row data . (very annoying) . Walaupun sukses dilakukan tetap ada sekian banyak data yang terhapuskan serta membutuhkan waktu yang cukup lama .

Muncul kebutuhan baru juga , bahwa sistem lama tetap bisa diakses dan menjadi satu kesatuan dengan sistem yang baru . Hal tersebut untuk meminimalisir komplen user , karena saat berpindah harus selalu login .

Berkaca dari atas, maka langkah yang perlu dilakukan adalah

  1. membuat modul ‘dbauth’ yang memungkinkan user untuk login dari database lama dan kemudian bisa masuk ke database baru .
  2. membuat modul ‘integrasi’ yang bisa menangkap (catch) session saat user sukses login di aplikasi lama untuk user bisa browsing lintas aplikasi .

Alhasil metodologi tersebut saat ini berhasil diterapkan pada sistem Kuliah Online ITB (http://kuliah.itb.ac.id)  . Untuk optimisasi-nya masih menunggu respon user (komplen) yang diterima dari bagian helpdesk .

Setting SMTP pada Moodle 2.4

Saat self registration diaktifkan pada Moodle 2.4 , tahukah Anda setting SMTP lokasinya dimana?

Barangkali , pada saat awal setup LMS versi ini tidak terbayangkan bahwa banyak hal yang berubah dan berbeda dibandingkan dengan versi pendahulunya. Salah satunya adalah setting SMTP .

Menariknya , setting SMTP ini pada Site Administration tidak muncul. Padahal di versi yang dulu, kita cukup login sebagai administrator, kemudian akses ke menu ‘Site Administration > Server’ kemudian tampil [‘Email’] untuk kita setting.

Saat saya coba mengonfigurasi situs kuliah.itb.ac.id/app243 untuk troubleshooting karena user yang registrasi tidak dapat email notifikasi . Untuk menemukan setting E-mailnya harus dicari blusukan sampai beberapa level .

Akhirnya setting ini bisa ditemukan di ‘Site Administration >Plugins>Message Outputs>Email’ . Luar Biasa Bukan ?  

Single ID untuk Single Autentikasi atau Single Sign On pada Moodle dan Multiaplikasi IS

Konon ada perusahaan yang akan menerapkan e-learning. Kendala yang dihadapinya selain dari ketersediaan infrastruktur , juga membayangkan repotnya apabila aplikasi yang dibuat harus autentikasi dulu . Untuk autentikasi minimal user harus memasukkan kunci lewat (passkey) atau kunci kata (password).

Autentikasi penting karena user yang akses tercatat dalam sistem . Untuk sistem e-learning di perusahaan atau e-training, dengan autentikasi maka akan diperoleh data historis pembelajaran user (learning history) .

Salah satu pilihan sistem LMS untuk e-learning di perusahaan adalah Moodle . Kapabilitas Moodle spesifik untuk elearning mencakup upload konten, interaksi peserta ajar, serta asesmen (kuis, upload tugas online) sudah matang untuk dapat menjadi gerbong/platform e-learning di perusahaan.

Saat setup Moodle , perlu kita pertimbangkan koneksitasnya/keterkaitannya dengan aplikasi IS (information system) lainnya. Terutama , perusahaan biasanya memiliki sistem perencanaan karir pegawai , sistem penilaian kinerja, atau barangkali HR Information System. Apabila tersedia sistem tersebut maka perlu dikaji kemungkinan-kemungkinan integrasi dengan sistem e-Training atau e-Learning yang diimplementasikan.

Kajian penting untuk dilakukan adalah dalam hal kebijakan IT di perusahaan . Kajian spesifik adalah pada ijin / permission dari data user bisa digunakan untuk aplikasi e-Learning. Apabila ijin tersebut dimungkinkan maka aplikasi e-learning dapat diintegrasikan dengan sistem aplikasi lain.

Strategi implementasi single autentikasi atau single sign on yang bisa diterapkan , serta sudah dikembangkan antara lain :

  1. LDAP ,
  2. active directory ,
  3. db auth,
  4. text auth
  5. session passing
  6. pluggable authentication machine (PAM)

Penulis saat ini sudah menerapkan LDAP/active directory, db auth, dan session passing untuk mengintegrasikan aplikasi-aplikasi ini dengan moodle sebagai aplikasi e-learning .

Keuntungan yang diperoleh dengan integrasi ini adalah

  1. registrasi terintegrasi dengan registrasi HRIS atau aplikasi lain ,
  2. login dan password single ,
  3. single user profile ,
  4. seamless , aplikasi bisa saling berpindah dengan passing session

Kendala yang sering dihadapi

  1. kebijakan IT di institusi
  2. potensi down di auth machine dapat membuat aplikasi e-learning tidak bisa diakses

Dengan penerapan single autentikasi atau single sign on ini , maka diharapkan user memperoleh kemudahan-kemudahan sehingga e-learning di perusahaan bisa diterapkan dengan lancar.

 

Referensi

  1. Mengimplementasikan SSO untuk Aplikasi e-learning
  2. Single Sign On – wikipedia 

Blendedlearning – Asesmen Soal Pilihan Ganda

Sistem LMS Blendedlearning memberikan dukungan kepada pengampu kuliah untuk membuat soal-soal yang dapat digunakan untuk asesmen (pretest, kuis, postest). Dengan asesmen maka pengampu kuliah bisa mengukur pemahaman peserta mulai dari pra, dan paska pembelajaran. 

Langkah untuk membuat bank soal dilakukan dengan cara login sebagai teacher/course creator. kemudian pada bagian [Administration] klik [Questions] .

Ada empat tab menu/fungsi yang bisa digunakan.

  1. Questions , untuk membuat soal
  2. Categories, untuk mengatur kategori soal
  3. Import, impor soal dari text, word,
  4. Export, backup soal ke text, word

Membuat Soal Asesmen

Bagian ini akan membahas mengenai [Import] soal format pilihan ganda. Mengingat sebagian pengampu kuliah sudah memiliki soal-soal yang digunakan untuk asesmen daya serap siswa, serta pilihan ganda adalah salah satu tipe soal yang cukup banyak digunakan. Sederhananya untuk melakukan hal tersebut,

1. pada komputer , jalankan notepad , [start menu][all programs][accessories][notepad]

2. ketik soal pada notepad tersebut,

– soal tidak diberikan nomor

– antar soal dipisahkan dengan baris baru (klik enter untuk menulis ke soal berikutnya)

3. salah satu bentuk soal online adalah GIFT format. soal dan jawaban dipisahkan dengan kurawal ‘{}’. jawaban betul diberi tanda  ‘=’, jawaban salah diberi tanda tilde ‘~’  contoh

—-

#soal1

Aplikasi Java dijalankan pada … {=Java Runtime ~sistem opearsi ~memori ~hardisk}

Java adalah … {=compiler & interpreter ~compiler ~interpreter ~lainnya}

Pencipta Java … {=james gosling ~albert einstein ~steve jobs ~bill gates ~lainnya}

Java yang berjalan pada lingkungan web … {=applet ~swf ~php ~jboss}

tahun Java diperkenalkan … {=1992 ~1991 ~1990 ~2001}

—-

4. simpan file dalam format .txt di My Documents atau Desktop supaya mudah ditemukan

5. Pada LMS blendedlearning

– klik [Import] ; tampil halaman import question from file,

– klik ‘GIFT Format’ pada kolom File format

– klik ‘Browse’ pada kolom Import from file upload , cari dan pilih file

– Klik [Upload] , muncul halaman parsing.

– klik [Continue] , akan muncul halaman Question bank

Membuat Kuis

Untuk menampilkan soal kepada peserta kuliah, maka kita perlu membuat aktivitas ‘Quiz’ .

1. Pada bagian navigasi / breadcrumb, klik link [namasingkatkursus] , muncul halaman kursus

2. Pada [Administration] klik [Turn Editing On]

3. Pada panel utama, klik [Add an activity] , pilih [Quiz] muncul halaman quiz

4. isi kolom-kolom dengan informasi yang diperlukan

5. klik [Save and Display] untuk menambahkan soal, muncul halamn Question Bank

6. tambahkan soal dengan memilih soal-soal di sebelah kanan. atau klik link [Select All] diikuti klik [Add to Quiz].

7. klik [Save changes] ,

8. Kembali ke halaman kursus, dengan klik [namasingkatkursus] pada bagian navigasi/breadcrumb.

Blendedlearning – Linking Kelas E-learning

Untuk user dengan privilege teacher serta memiliki lebih dari satu topik elearning yang ada pada satu serverLMS E-learning, dapat melakukan linking dari satu topik yang diampu ke topik lainnya. Sederhananya, linking dilakukan dengan menambahkan url link topik elearning dengan mengcopy url address course tersebut dan memasukkannya ke course elearning sekarang. Untuk linking ini bisa dilakukan dengan cara,

1. dari halaman course, sebagai teacher dari menu [Administration][Turn Editing On]

2. pada salah satu topik, klik [Add a resource] , [Link to a file or website]

3. Isi kolom-kolomnya, pada bagian [Location] isi dengan url dari kuliah e-learning sebelumnya (bisa di-copy dari address bar pada saat mengakses ke kursus elearning tersebut.

4. Klik [same window] pilih [new window] untuk menampilkan kursus elearning sebelumnya dalam format jendela baru

5. Klik [Save and return to course] untuk kembali ke halaman sebelumnya.

Supaya user bisa ‘roaming’ dari satu LMS ke LMS lainnya ,yaitu  user tidak perlu memasukkan password dua kali untuk mengakses kuliah elearning dari dua server tersebut akan perlu beberapa penambahan fitur di sisi servernya. Dalam waktu dekat, hal tersebut akan dapat dilakukan.

 

Blendedlearning – Remove Siswa dan Mengelola Roles

Sering muncul pertanyaan pada saat selesai kuliah, bagaimana teacher bisa me-refresh course homepage sehingga data-data peserta kuliah bisa terhapus tanpa mengubah data kuliahnya.

Mmenghapus user dari peserta kuliah dapat dilakukan dari menu [Administration] [Assign roles] , Pada bagian [Student] , pilih semua daftar user yang ada disana. Apabila sudah terpilih (ter-highlite) klik tombol [Remove].

Untuk memfilter user yang mengakses ke topik kuliah, bisa menggunakan pilihan password akses. Penambahan user  ini dilakukan dari menu [Administration] [Setting], scroll sampai bagian [Availability] ada kolom [Enrollment Key] .

Pada enrollment key ini diaktfikan, maka user nantinya harus memasukkan password yang tercantum disana untuk dapat mengakses ke kuliah yang diikutinya.