Feb 282011
 

Plagiat dalam tugas akhir atau skripsi mungkin bisa terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja.  Organisasi profesional besar seperti IEEE menggolongkan plagiat menjadi 5 tipe (lihat ini).  Mulai dari yang paling parah hingga yang paling sederhana. Yang paling parah adalah tipe 1-4. Di tipe ini, si pengarang telah melakukan kutipan tanpa menyebut sumbernya. Walaupun sudah menyebutkan sumbernya pun, bila cara mengutip masih belum benar bisa di kategorikan ke tipe ke-5. Dan tipe ini tetap di golongkan sebagai plagiat walaupun dalam skala yang paling ringan.

Beberapa tahun yang lewat, penulis pernah diminta untuk menjadi pembimbing skripsi di suatu universitas swasta. Penulis melihat sendiri bagaimana proses bimbingan yang tidak terstruktur, dan juga ketidakpedulian mahasiswa akan pentingnya melakukan penulisan yang benar. Belum lagi proses bimbingan dari beberapa oknum dosen yang cenderung asal saja.  Jadi tidak terbayang rasanya bila plagiat tidak terjadi.   Mungkin memang tidak ada niatan untuk melakukan plagiat, tapi kalau masih salah mengutip bisa tidak benar juga hasilnya. Yang parah tentunya bila memang mahasiswa sudah niat mencari bahan dari orang lain.  Dengan mudah mereka dapat mengubah judul, atau gambar, dan tentunya nama si mahasiswa di letakkan di halaman awal.

Kesibukan dosen pembimbing bisa memudahkan terjadinya plagiat semacam itu. Ketersediaan fasilitas yang memungkin dosen pembimbing untuk melakukan periksa ulang juga bisa menjadi faktor yang memperlambat pemeriksaan plagiat ini.

Hari ini di SuaraMerdeka.com berisi berita DIKTI yang mau membuat basisdata untuk untuk semua tulisan ilmiah. Hal ini tentunya membawa angin positif untuk penelitian dunia ilmiah di Indonesia.  Langkah ini juga sudah didahului oleh berbagai universitas negeri seperti ITB, ITS, UI, UGM dan banyak lainnya. Bahkan ITS mengakui kalau mereka peringkat satu nasional untuk repository institutional dan nomor 64 di dunia.

Pembuatan basisdata tulisan ilmiah bisa menjadi positif ataupun negatif. Positif jika semua orang bisa akses, dan bisa menjadi negatif jika kemudahan akses justru akan memudahkan proses plagiasi.

Kemudahan internet dan juga ketersediaan jaringan sosial semacam facebook juga patut diwaspadai agar tidak terjadi plagiasi. Dengan menggunakan kata kunci ‘skripsi’ di facebook, kita bisa mendapati sejumlah penawaran bantuan untuk skripsi. Penawaran disertai dengan judul yang ditawarkan, jadi kemungkinan para calon pembuat skripsi bisa memesan salah satu judul, dan disitus itu juga ditawarkan jasa pengetikannya.

Tentunya adanya kemudahan akses informasi saat ini, tetap tidak menghilangkan peran dosen pembimbing untuk secara aktif melakukan cek dan ricek terhadap pekerjaan mahasiswa bimbingannya.  Karena merekalah yang akhirnya menyetujui suatu hasil tugas akhir/skripsi. Jadi kalau masih juga terjadi plagiat, secara tidak langsung para pembimbing bisa ikut dimintai tanggung jawab.

Share

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)