Mar 012011
 

Gebrakan baru dirjen DIKTI, Djoko Santoso, yang juga mantan rektor ITB, adalah menyebarkan dosen perguruan tinggi negeri (PTN) ke swasta (PTS) (lihat berita di sini).

Salah satu alasan pemerintah adalah untuk meningkatkan kualitas dari berbagai PTS. Walau nampaknya beberapa PTS memiliki jurusan yang kualitasnya menyamai atau melebih dari yang ada di PTN.  Pihak swasta pun menyambut gembira usul ini. Karena menurut sumber berita itu juga, pihak swasta tidak berani menambah mahasiswa karena kekurangan tenaga pengajar.

Alasannya lain adalah kurangnya jam mengajar yang dilakukan oleh dosen PTN.  Menurut aturan dosen PTN harus mengajar minimal 8 sks.

Yang menarik, hal ini sebenarnya sudah lama terjadi. Banyak dosen PTN yang dimintai tolong untuk  mengajar di swasta.  Sang dosen PNS pun tidak keberatan karena pihak swasta memberikan imbalan yang melebih gaji PNS-nya. Bahkan ada dosen yang mengajar kurang dari 8 sks di negeri, tapi lebih dari 20 sks di swasta.

Penetapan aturan baru ini tentunya juga akan melegalkan aktifitas dosen PTN yang selama ini juga sudah membantu PTS. Keuntungan tambahan buat dosen PTN adalah jam mengajar di swasta bisa secara formal dimasukkan sebagai nilai tambah untuk kenaikan pangkat.

Tapi nampaknya, niat baik pemerintah ini bisa juga berpotensi menimbulkan masalah lagi.  Secara aturan, dosen PTN juga harus melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan juga penelitian.  Aturan ini dikenal juga sebagai tri-dharma perguruan tinggi.  Banyak dosen yang jam mengajarnya tidak banyak, akan mencurahkan waktu kerjanya untuk kedua kegiatan ini.

Pengajaran 1 SKS perhitungannya adalah 1 jam tatap muka. Tapi bagi dosen, perhitungan satu  SKS  itu tentunya bukan hanya satu jam. Karena ia harus melakukan persiapan yang minimal adalah satu jam di luar jam mengajar. Dan kalau ia mengajar matakuliah baru, kemungkinan butuh minimal  dua jam.  Jadi 8 sks/minggu artinya 16 jam – 24 jam harus dilakukan untuk pengajaran.  Dalam seminggu yang 40 jam kerja, berarti sudah tersita 40%-60% untuk pengajaran.

Terlepas dari keutungan-keuntungan di atas, bagaimana para dosen harus melakukan dua dharma yang lain? Mungkin perlu ada lebih fleksibilitas terhadap aturan dosen PTN harus mengajar 8 sks.  Tapi sisi lain, jika ada dosen yang hanya melulu hanya mengajar,  maka aturan itu adalah tepat diterapkan. Karena tentunya negara tidak ingin membayar gaji dosen yang tidak melakukan apa-apa.

Share

  One Response to “Dosen PTN akan diperbantukan ke PTS”

  1. postingannya keren……
    butuh referensi atau paper tentang hukum
    klik disini
    repository hukum unand
    thanks….

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)