Mar 122011
 

Pagi ini saya membaca dari milis tentang keberadaan 4000 dosen Indonesia di Malaysia.  Pernyataan ini terkait dengan berita bahwa mendiknas M. Nuh akan mendapat gelar doktor Honoris Causa (HC) dari salah satu universitas di Malaysia.

Para teman-teman milis pun tidak ketinggalan memberikan pendapatnya.  Ada yang setuju, karena dengan demikian bisa meningkatkan devisa negara, dan sekaligus membanggakan karena sumber daya manusia Indonesia ternyata di percaya oleh negara lain.

Banyak juga yang menyayangkan karena dianggap para dosen ini tidak nasional dan lebih mencintai ringgit. Dan tentunya banyak juga yang membela bahwa mereka tidak bisa disalahkan kalau lebih mencintai ringgit. Karena iklim pendidikan di Malaysia sangatlah baik.  Penghargaan gaji yang besar, juga fasilitas penelitian yang memadai. Belum lagi masalah uang penelitian yang tidak di potong-potong. Maklum para peserta milis memang kebanyakan dosen juga yang nampaknya sudah mendapatkan pengalaman tidak enak dalam melakukan penelitian di tanah air.

Bahkan ada yang dengan frustasinya menanyakan kenapa negara kita tidak juga berubah. Kenapa korupsi masih terjadi dimana-mana? Kapan negara kita bisa berubah?

Mendengar pernyataan itu, saja jadi ingat teori Chaos yang juga dikenal sebagai Butterfly Effect atau efek kupu-kupu.  Teori ini mengatakan kalau angin yang diakibatkan oleh kepak sayap seekor kupu-kupu di China bisa menyebabkan tonado di Amerika.

Kembali ke pertanyaan kapan negara kita bisa berubah? Rasanya memang kita tidak bisa mengharapkan bahwa negara yang akan berubah.  Atau dengan kata lain, kita tidak bisa berharap lingkungan akan berubah. Kalau kita ingin melihat perubahan, maka perubahan itu harus dari diri sendiri.

Diri kita adalah lingkungan luar bagi orang lain. Kalau kita berubah menjadi baik, orang lain akan melihat perubahan itu. Harapannya orang lain itu juga akan terbawa menjadi baik.  Dan selanjutnya kita bisa berharap orang yang lain lagi juga akan melihat, dan seterusnya. Tidak perlu kita menunggu lingkungan yang akan berubah, tapi diri kitalah yang harus dulu berubah.

Teori efek kupu-kupu ini sudah diaplikasikan ke berbagai cabang ilmu seperti matematika, ilmu komputer, biologi, fisika, bahkan juga bidang non eksakta seperti ekonomi, psikologi atau politik.  Kalau diri kita sudah berubah menjadi lebih baik, maka cepat atau lambat lingkungan sekitar kitapun akan berubah. Kalau tidak di generasi kita sekarang, mungkin generasi anak atau cucu kita.  Insya Allah.

Share

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)