Jul 172016
 

 

Pernyataan lengkap teman saya: “ITB  tidak membuat mahasiswa jadi pintar…karena mahasiswa yang masuk sudah pintar-pintar”. Setelah saya pikir, pernyataan itu mungkin benar dari satu sudut pandang.

ITB beruntung mendapat mahasiswa yang pintar, sehingga para dosen tidak kesulitan mengajar mahasiswanya. Dosen sedikit bicara, mahasiswa yang sudah pintar akan dengan cepat mencari solusi mandiri.

Konsekuensinya, yang beruntung adalah para dosennya. Si dosen punya waktu lebih banyak melakukan eksplorasi pengembangan materi pendidikan maupun penelitian. Hal-hal ini yang banyak belum terjadi di banyak universitas lain (khususnya pendidikan di swasta, yang orientasinya masih ‘lebih banyak porsi bisnis daripada porsi pendidikan’).

Selain itu, kabar bahwa ITB banyak menerima mahasiswa pintar, juga membantu kepercayaan masyarakat untuk mendidik mahasiswanya ke ITB. Padahal sekali lagi mereka sudah pintar khan. Dan memang sangat disayangkan kalau anaknya pintar, tetapi masuk ke lembaga pendidikan yang lingkungannya tidak banyak mahasiswa pintarnya (dengan asumsi di ITB banyak mahasiswa pintarnya)

Konsekuensi lain, dengan adanya waktu ekstra tadi, para dosen bisa membantu ITB memperbaiki kurikulum dengan lebih baik, mampu mengikuti standard internasional yang sudah lebih universal diberlakukan.

Jadi kemungkinan memang ITB minimal mampu membuat mahasiswa pintar bisa mendapat keuntungan tambahan dibandingkan dengan universitas yang kurang banyak mahasiswa pintarnya.

Share

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)