Resolusiku Ditahun 2020 Ini, Mana Resolusimu?

Tak terasa sudah di ujung desember. Bulan akhir tahun seperti ini biasanya banyak di buat orang untuk melakukan resolusi. Resolusi adalah sebuah harapan, cita-cita atau bisa juga planning yang akan kita capai setahun ke depan.
Dalam menyusun sebuah resolusi di perlukan paling tidak, Kejujuran terhadap diri sendiri, Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya dan intinya ada lah komitmen kita untuk melakukan resolusi tersebut.

Anda bisa mengatur sendiri karena nantinya efeknya akan ada pada diri anda sendiri. Jadi seperti apa resolusi yang anda buat, dan bagaimana nanti hasilnya di tahun depan. Sangat tergantung dari didi anda sendiri. Bagaimana komitmen anda, MUngkin juga perlu semacam punishmen jika anda melanggarnya.
Usahakan Pencapaian yang anda rencanakan mengandung beberapa unsur :

Terukur, untuk memastikan bahwa yang akan kita lakukan tidak di luar kemampuan kita
Masuk akal, dalam artian mungkin tercapai dan masih logis walaupun mungkin sangat tinggi
Mempunyai makna, Setidaknya anda mempunyai alasan mengapa hal tersebut penting untuk anda lakukan
Waktu yang jelas, Ini bisa menjadi toloukur apakah komitmen anda benar-benar berjalan. Bila tidak tepat waktu pencapaiannya, Terus apa yang tidak benar pada diri kita.
Bagaimana cara anda menyusun resolusi anda..?

Lalu mengapa ada kata revolusi di judul postng saya..?
Menurut saya revolusi sangat penting untuk resolusi, kenapa..? Karena yang saya tahu makna revolusi adalah Perubahan secara cepat yang dapat merubah sendi-sendi pokok kehidupan. Dan ini yang saya kutip dari wikipedia

Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat.

Menurut saya ini penting untuk bangsa ini dalam menyusun resolusi. Ditengah keadaan yang sekarang ini, Dimana kebudayaan asli bangsa yang semakin terkikis oleh era modernisasi. Dan perubahan sikap sosial masyarakatnya yang cenderung lebih menggandrungi dunia maya di banding dengan nyatanya. Memang semua itu bagian dari revolusi yang mungkin tidak di rencanakan. Tapi perubahannya memang terasa sangat cepat sekali.
Lalu mungkinkan sebuah revolusi yang di rencanakan bisa berjalan..? Intinya mau revolusi atau resolusi yang terpenting adalah menuju sebuah perbaikan di masa depan.
Mari kita buat dan pikirkan dengan matang-matang resolusi dan revolusi kita satu tahun kedepan..? Selamat menyusun resolusi..!

Selamat datang 2020

Membangun Sebuah Bisnis

Membangun sebuah bisnis adalah sebuah sesuatu yang di idamkan berbagai banyak orang. Untuk memulainya mengkin banyak orang yang bisa melakukannya. Tapi banyak juga yang memiliki bisnis tapi tak mampu bertahan dan akhirnya colaps. Lalu bagaimana agar sebuah bisnis bisa berkembang dan bertahan. Itulah yang ingin saya pelajari, mungkin temen-temen para jagoan bisnis ada yang memberikan masukan..?

Dari beberapa hal yang pelajari dari orang-orang sukses terdekat saya ada beberpa point yang harus saya perhatikan dalam memulai sebuah bisnis.

Lakukan bisnis yang anda sukai.
Sesuatu yang anda lakukan akan berhasil apabila sesuai dengan hobi dan kegemaran anda. Bahkan banyak orang yang sukses berawal dari hobi mereka yang di tekuni.

Tetap fokus pada satu bidang
Di sinilah biasanya ketika sedikit kesuksesan mereka meningkat, biasanya mereka tergiur oleh bisnis lain yang menurut mereka lebih menguntungkan. Disinilah letak godaan itu berada. Seharusnya kita bertahan dan tetep fokus pada satu bidang. Atau bias juga kita melakukan beberapa inovasi terhadap produk-produk kita biar terlihat selalu baru. Dan bagaimana caranya kita mempunyai nilai lebih di banding dengan rival atau pesaing kita.

Lakukan dengan totallitas atau 100%
Rumus ini saya dapatkan dari sebuah coaching bisnis yang menyatakan bahwasanya ketika sesuatu yang tidak 100% maka hasilnya akan 0(zero). Ibarat pesawat yang membutuhkan kecepatan sekian knots untuk landing jika kekurangan sedikit saja kecepatannya maka akan gagal landing.

Lakukan inovasi dan mengikuti perkembangan jaman
Untuk selalu up todate dan mengikuti perkembangan jaman adalah hal wajib dalam membangun sebuah bisnis. Bayang kan jika sesuatu yang kita jual hanya itu-itu saja. Akan ada titik jenuh pada pelanggan kita. Hal inilah harus kita lakukan inovasi dan modivikasi produk kita mengikuti tren dan perkembangan jaman. Terlebih di berkembang pesatnya era teknologi sekarang ini.

Lakukan dengan ikhlas dan sepenuh hati dalam menghadapi klien anda
Intinya ketika sesuatu yang kita lakukan di awali dari hati maka akan menghasilkan sesuatu yang lebih. Nilai lebih bisnis kita kadang terletak pada hubungan emosional antara anda dan klien anda.

Mungkin itulah ilmu bisnis yang sementara ini saya dapatkan. Mari kita bertukar ilmu untuk memulai bisnis. Sharingkan ilmu anda di sini..! dan kita diskusikan bersama..

Still believe the miracle if you need your dream come true –¬†arin –

Pendewasaan Diri Versi Gue!

Sudah dewasakan kita? Dewasa dalam bentuk arti secara pemikiran bukan secara fisik. Jika secara fisik kita bisa terlihat dari perubahan yang terlihat oleh mata pada tubuh kita. Tapi pendewasaan secara pemikiran adalah hal terpenting dalam hidup. Bagai mana menyikapi setiap keadaan. Dan kedewasaan diri sangat di butuhkan ketika seseorang terbentuk sebuah permasalahan yang mungkin belum pernah di hadapinya.

Bentuk pendewasaan diri biasanya selalu di tandai dengan perubahan-perubahan pola pikirnya. Bagaimana mengendalikan emosinya. Memang mungkin butuh banyak pengorbanan untuk mendapatkan pendewasaan diri. Tapi seiring dengan perubahan pola pikir manusia yang semakin gila ini. sepertinya pembelajaran untuk pendewasaan diri memang tak ada ujungnya. Mungkin itulah mengapa Tuhan mewajibkan kepada kita untuk selalu belajar tanpa memandang berapa umur kita.

Terkadang kita melihat seseorang yang lebih tua justru lebih dangkal pemikirannya dibanding mereka yang lebih muda. Mungkin mereka tak mau belajar dari pengalaman hidup mereka, atau memang pengalaman hidup mereka yang kurang. Kurangnya pengalaman hidup biasanya terjadi karena kita terlalu takut menghadapi sebuah kenyataan pahit. Dan lebih sering kita lari dari kenyataan di banding menghadapinya.

Menghadapi sebuah kenyataan, sepahit apapun itu akan menjadi pembelajaran sebagai proses pendewasaan diri. Sebuah kenyataan harus kita hadapi dengan keyakinan bahwa Tuhan tidak akan memberikan sesuatu cobaan atau ujian kepada kita jika kita tak mampu menjalaninya. Yakinlah itu. Sesuatu yang terasa sangat manis akan terasa jika problema itu sudah terlewatkan, Jadi menurut saya tidak berani menghadapi tantangan hidup itu adalah hanya bagi orang yang tak mau menjadi dewasa.

Tingkat kesulitan hidup ini akan meningkat setiap hari, jika tidak di imbangi dengan keilmuan kita tentang hidup maka kita akan tertinggal jauh dengan orang-orang yang sudah melangkah ke arah yang lebih maju. Kita harus belajar dan terus belajar untuk mendapatkan ilmu-ilmu baru yang kita gunakan untuk mengupgrade diri kita. Tak perlu khawatirkan dengan apa yang ada di depan kita, karena apapun bisa terjadi. Ibarat kata orang yang memakai payungpun masih bisa basah di saat hujan, sedangkan yang tak memakai payung tak kebasahan. Tak ada yang tak mungkin di dunia ini.

Inti dari proses pendewasaan diri adalah bagai mana kita mengsikapi setiap keadaan dengan posisif. Karena seperti halnya berkaca ketika kita berkaca dalam keadaan tersenyum maka senyum di kaca itulah yang terlihat. Jangan pernah mengotori diri kita dengan sesuatu yang tidak jelas, dengan prasangka buruk dan hal-hal negatif lainnya. Dengan keberanian, keyakinan dan usaha, proses pendewasaan diri akan lebih mudah.

Ingat..! dimana pikiran tertuju, disitulah energi mengalir. Jadi tetaplah untuk always positif thinking and nice be your self

Sembari Ngopi, Yuk curhat

Penampakan sebuah gelas berwarna coklat ini sungguh mengganggu perasaanku. Bagaimana tidak sepertinya gelas ini baru, masih terlihat sangat bagus dan terisi penuh sebuah cairan semi hitam yang mengeluarkan sedikit asap dan aroma yang sudah tak asing lagi. Menuliskannya di blog ini menjadi sebuah dilema tersendiri. Ketika di tengah kesendirian, sedikit memaksakan diri bersenang-senang untuk blog walking sambil mencari bahan agar tangan ini sudi untuk menari di atas keyboard lagi Sembari ngopi.

Sembari Ngopi. Melupakan sejenak script-script yang tak jemu di eja dengan ujung jari, membentuk sebuah bidangan yang akan di nikmati mata sang pencari. Dan memuaskan hasrat pelanggan sebagai pasien yang terkadang terkesan manja seperti halnya pasangan baru yang menikmati honeymoon. Semua serba minta di layani. Tapi mau bagimana lagi, Beginilah hidup. MElayani adalah sebuah kewajiban yang bisa menjadi sebuah kenikmatan tersendiri.

Sembari ngopi, Kubiarkan keheningan membelaiku dengan segala hasratnya. Walaupun kebisingan di ujung yang tak jauh disana. Keheningan hati ini serasa tak mau pergi. Mau apa lagi..? Sembari ngopi, Kucari cari lagi kenangan dimana bisa ku tuliskan. Entah itu saat kacamataku pecah sebelah atau gelas kesayanganku yang hilang di telan temen sendiri hanya karena gelasku mampu menyimpan kehangatan. Atau mungkin menuliskan kenangan yang terlewatkan dan ternyata sekarang aku sudah ada yang punya #preet, gak penting.

Sembari ngopi, Terdengar alunan lagu yang sepertinya tak asing. Berasal dari sebuah headset yang tertinggal dengan ujung menancap ke sebuah peralatan yang tentunya tak ada di jaman majapahit. Entah kemana orangnya, tapi di sela keheningan masih terdengar suaranya. Entah seberapa menggelagarnya jika itu tertempel di telinga. Tentunya tak akan mendengar bila tetangga sebelah datang mau ngasih oleh-oleh yang katanya baru pulang dari luar kota. Rejeki kelewat, atau memang belum rejeki..?

Sembari Ngopi, Di sela tarian jariku menari di atas keyboard malam ini. Muncul beberapa kali kiriman twit dari tweetdeck yang sesempatnya terbaca. Ada yang iseng ngetwit tentang gosip nakal kaya anita hara ciuman hot sampai twit sedih yang kehilangan sandal saat pulang dari masjid. Malingnya berarti tau bener tuh mana yang baik, dan mana yang benar.

Sembari Ngopi, sebenarnya nggak ada yang penting apa yang aku tuliskan hari ini. *emang gak pernah nulis yang penting*. Tapi ya biarlah namanya juga belajar ngeblog. yang penting kan gak ngganggu orang lain, nggak ngomongin jorok, nggak merugikan orang lain dll. Tapi jika memang ada yang merasa di rugikan dengan tulisan ini. Kontact saya, maka tulisan ini akan saya pertebal..!

huehehehehe Selamat ngopi.

Kita Bukanlah Kita, Versus Kami

Masih mengenai pendewasaan diri. Sebagai manusia yang terlahir bagikan kertas putih yang kosong, ada beberapa guritan yang telah membekas di kertas itu dari kita kecil. Warisan didikan ayah dan bunda yang tentunya harusnya baik untuk kertas itu. Kualitas guratan tulisan itu tinggal kita teruskan menjadi sebuah guratan sejarah yang suatu saat menentukan ada tidaknya kontribusi kita terhadap alam ini.

Layaknya sebuah software, sebenarnya kita bukanlah versi beta yang harus di perbaiki software tersebut. Tuhan telah mengistall penuh semua software dan hardware yang ada pada diri kita. Kegagalan sebuah pemakaian software buatan Tuhan ini semata-mata seringan adalah kesalahan dari pengoperasian kita sendiri. Sejauh mana kita mampu mengeksplosari software buatan tuhan yang sudah tertanam di diri kita ini.

Seperti halnya otak otak manusia yang lain, jangan mengira kapasitas kita berbeda dari yang lain hanya karena performance kita. Bahkan seorang idiot yang kita nilai cacat software otaknya pun bisa melebihi kemampuan eksplorasi manusia normal seperti saya. Kita hanya perlu membiasakan diri dengan segala sesuatu yang seharusnya menjadi kebiasaan kita. Jangan pernah memaksakan diri untuk menjadi seperti orang lain. Karena peran kita di alam ini tidak sama dengan orang lain. Kita, aku dan kamu adalah pemeran utama dalam kehidupan masing-masing. Tak perlu repot-repot meniru gaya kehidupan orang lain, menjadi plagiator yang kita sendiri menjadi tak mengenali diri sendiri.

Kenali diri sendiri dengan baik justru akan memacu kita menjadi lebih baik di banding orang yang mungkin kita idolakan. Ingat kita adalah pemeran utama, dimana pemeran utama harus mempunyai idealisme. Menjaga kemurnian diri sendiri lebih penting dibandingkan menjadi seorang plagiator tanpa tujuan.

Ketika hasil sebuah karya kita rasa biasa-biasa saja, mungkin biasa bagi kita. Tapi lain bagi orang lain. Sebagai pemeran utama, yang bisa menilai peran kita bukanlah diri kita sendiri. Orang lain yang menjadi penontonlah yang bisa menilai sebaik apa peran kita. Sebuah hasil karya ketika di awali dengan keikhlasan akan menjadi sesuatu yang mempunyai nilai seni tinggi yang tak terbayarkan dengan materi.

jadi catatan hari ini adalah, Kita bukanlah Beta version. Kita adalah full version yang siap rilis dan siap di eksplorasi.
Yang kedua Menjadi diri sendiri itu akan lebih baik dibandingkan memplagiat gaya orang lain.

catatan malam menjelang pagi, di temani blonty dan filter gretongan @alurkria. dan saya hanya menasehati diri koq. semua terserah sampeyan.

Malaikat Penjagaku Dunia dan Akherat

Pada saat Tuhan akan menurunkan aku kebumi ini.
Tuhan berpesan kepadaku.
Tak usahlah kau takut hidup di dunia nanti
Karena aku akan memberikanmu satu malaikat penjaga yang akan selalu menjagamu sepanjang malam dan siangmu.
Dialah yang akan berjuang paling tangguh dari siapapun pejuang di bumi ini untuk mempertahankan hidupmu
Dialah yang akan memberikan kebahagiaan-kebahagiaan yang belum pernah kau dapat di manapun di dunia ini.
Dialah malaikat yang akan selalu memberimu senyuman terindah, walaupun kau menjahatinya sekalipun
Dialah yang mencintaimu lebih dari apapun, bahkan nyawanya sendiri
Dialah yang akan selalu memikirkanmu siang dan malam walau kau meninggalkanmu.
Dialah yang akan menangis paling pilu, di bandingkan dengan semua tangisan kepiluan di jagad ini jika kau mati.
Dialah yang ada di barisan paling depan jika ada sebuah perang yang itu untuk membelamu.

Dialah sang ibu.
Dia akan kau lihat dan selalu menemanimu dari kau pertama kali membuka matamu di dunia ini.

Ibuu…!
Aku tahu Hutangku tak akan pernah terbayar.
Ijinkan aku untuk selalu bersimpuh di kakimu.
Ijinkan aku untuk selalu mengungkapkan kerinduanku di saat aku jauh
Terima kasih atas selalu keluasan maafmu padaku
Terima kasih telah mempertaruhkan nyawamu untukku
sekali lagi..!
Aku tahu hutangku kepadamu tak akan mungkin terbayar, walau kau menganggap lunas sekalipun
Aku akan melakukan yang terbaik untukmu.

Selamat Hari ibu, bu..!

Aku.