<img class="alignnone size-full wp-image-304" src="http://blogs.itb.ac.id/wp-content/uploads/2014/09/Car_feedback.jpg" alt="Car_feedback" width="1041" height="564" srcset="https://blogs.itb.ac.id/wp-content/uploads/2014/09/Car_feedback.jpg 1041w, https://blogs.itb.ac synthroid 100 mcg.id/wp-content/uploads/2014/09/Car_feedback-300×162.jpg 300w, https://blogs.itb.ac.id/wp-content/uploads/2014/09/Car_feedback-1024×554.jpg 1024w, https://blogs.itb.ac.id/wp-content/uploads/2014/09/Car_feedback-624×338.jpg 624w” sizes=”(max-width: 1041px) 100vw, 1041px” />

Kadangkala kita merasa rendah diri atau bahkan marah saat seseorang menyampaikan kritik kepada diri kita. Entah itu kritik yang disampaikan secara terbuka dan terang-terangan, ataupun kritik yang disampaikan dalam bentuk bahasa sindiran. Namun bila kita kaji lebih jauh, seseorang yang dengan terbuka menerima kritikan, akan lebih mudah berkembang dibanding orang-orang yang tidak pernah dikritik sama sekali. Kritikan pada dasarnya adalah sebuah feedback atau masukan dari orang lain untuk kita supaya bisa lebih maju dan lebih baik lagi. Selengkapnya …

Penulis: @fivien
Ilustrasi/Foto: “Car feedback” by Brews ohareOwn work. Licensed under CC0 via Wikimedia Commons.

Share

Share
Infografis ITB