«

»

Aug 29

Moeldoko mengungkapkan sedikit minat membeli mobil listrik

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengungkapkan tiga faktor penyebab rendahnya minat masyarakat Indonesia terhadap mobil listrik.

Menurut Moeldoko, berdasarkan survei Solidiance Unternehmensberatung dari 2018

, faktor pertama adalah keterbatasan jangkauan kendaraan listrik, kedua kurangnya stasiun pengisian umum untuk kendaraan listrik (SPKLU) dan ketiga harga mobil listrik yang cenderung menjadi lebih mahal daripada mobil konvensional.

Meski begitu, mantan Panglima TNI itu menyatakan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan industri mobil listrik, termasuk berbagai infrastrukturnya, meski tantangannya tidak mudah.

“Perubahan yang agak radikal ini sebenarnya tidak mudah. ‚Äč‚ÄčTapi di atas semua itu kami melihat komitmen pemerintah terhadap mobil listrik,” kata Moeldoko, Rabu (25/08) dari Antara.
Lihat juga:
[img-judul]

Moeldoko tentang mobil listrik: Tidak mudah membangun industri baru

Moledoko mengatakan Indonesia semakin dekat untuk mengembangkan industri mobil listrik. Infrastruktur untuk produksi mobil listrik dalam negeri saat ini sedang diperluas.

Selain itu, sejumlah industri otomotif global dari Jepang dan China juga telah menunjukkan keseriusan berinvestasi di industri mobil listrik di Indonesia.
Penjualan mobil listrik pada tahun 2021

Menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan green car (hybrid dan elektrik) di Indonesia mencapai 1.900 unit pada semester I tahun 2021. Jumlah tersebut sedikit berbeda dengan penjualan pada periode yang sama tahun 2020 yang sebanyak 1.234 unit. unit.

Dibandingkan penjualan mobil konvensional, pasar mobil listrik jauh tertinggal.

Lihat juga:
[img-judul]
Lexus produksi mobil di Indonesia: Belum ada informasi
Didukung oleh keputusan presiden tentang mobil listrik

Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Listrik Berbasis Baterai untuk Angkutan Jalan.

Pada Maret 2021, KSP bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mensosialisasikan program penggunaan mobil listrik di kementerian dan lembaga melalui program Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBL-BB).

KSP juga menekankan pentingnya pergeseran menuju industri mobil listrik dengan sumber energi terbarukan. Mobil listrik merupakan solusi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan meningkatkan kualitas lingkungan dan udara. Moeldoko optimistis Indonesia dapat meningkatkan peluang menjadi basis produksi dan ekspor KBL-BB.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan telah membuat roadmap kendaraan perusahaan K/L dan angkutan umum dari kendaraan ICE (internal combustion engine) ke KBL BB.

Kementerian ESDM bersama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN ditugaskan untuk membangun infrastruktur pendukung berupa SPKLU.

Hingga April 2021, telah dibangun 112 unit SPKLU di 83 lokasi di Indonesia. Selain itu, PLN telah menyiapkan berbagai insentif untuk meningkatkan minat pasar dalam menggunakan KBL-BB.

Lihat Juga

https://www.suratkabar.id/
https://www.chip.co.id/
https://www.atursaja.com/
https://vncallcenter.com/
https://jadwalxxi.id/
https://jurubicara.id/