Wawancara Pak Budi Rahardjo (Dosen EL ITB) Tentang Suka Duka Menjadi Teknopreneur

February 27th, 2015 § 0 comments § permalink

Cov-FB

Beberapa waktu yang lalu, saya mewawancarai Pak Budi Rahardjo (Dosen EL ITB) tentang bagaimana suka dan dukanya menjadi teknopreneur. Sebenarnya sudah saya post di blog saya yang lain, tetapi saya bagikan di sini juga.

Di video ini, Pak Budi menjelaskan perjalanan beliau membuat berbagai perusahaan. Bermula di Kanada, tempat beliau studi S2 beliau membuat perusahaan teknologi kedokteran yang ‘melampaui’ jamannya.

Beliau pernah beberapa kali gagal dalam menjalankan perusahaannya. Namun hal itu tak membuat beliau menyerah. Nah daripada penasaran, simak saja video berikut ini ­čśÇ

Atau klik di link youtube: https://www.youtube.com/watch?v=VdrB6P9hAWg

Timbul Tenggelamnya Produk Teknologi

May 27th, 2014 § 0 comments § permalink

Ilustrasi oleh Fauzan Bryantara

Salah satu hal yang dibahas oleh The New York Times pada Innovation Report bulan Maret lalu adalah mengenai kamera Kodak. Kamera tersebut terkenal dengan kamera roll-filmnya yang klasik, tradisional, dan berkualitas tinggi.

Kemudian datanglah produk kamera digital. Perusahaan-perusahaan kamera roll-film awalnya menertawai kualitas gambar dan kecepatan pengambilan kamera digital tersebut.

Memang, hasil foto kamera digital tak sebagus kamera roll-film. Namun, kamera digital memenuhi kebutuhan utama para pengguna: untuk mengabadikan dan membagikan momen yang mereka tangkap. Lebih mudah memindahkannya ke komputer dan mengirimkan ke orang-orang melalui internet daripada membeli roll-film, mencetaknya kemudian baru mengirimkan hasil foto melalui kantor pos.

Ketika produk digital inferior dengan harga murah sudah mencukupi kebutuhan konsumen, hal ini mengganggu posisi produk yang sudah ada, dalam hal ini kamera roll-film. Kamera digital nampak menggoyahkan pangsa pasar kamera roll-film.

Hingga akhirnya datang ponsel dengan fitur kamera. Walau kualitasnya tak sebaik kamera digital, lagi-lagi, kamera ponsel sudah mencukupi kebutuhan pengguna. Pengguna merasa cukup memakai kamera ponsel, daripada menenteng-nenteng kamera digital. Kini, ketika kamera ponsel cukup memenuhi kebutuhan pengguna, pangsa pasar kamera digital telah digoyahkan.

Begitulah kira-kira proses timbul tenggelamnya produk teknologi yang dijelaskan oleh laporan The New York Times tersebut.

Keterangan: artikel ini telah saya publikasikan di blog saya yang lain, Jurnal Bryantara.

India & Ilmu Pengetahuan

April 28th, 2013 § 0 comments § permalink

Hello world!

June 29th, 2012 § 1 comment § permalink

Welcome to Blogs ITB Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!