browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Perbedaan antara Kerak Benua dan Kerak Samudra

Posted by on June 11, 2020

Halo teman-teman, pada kesempatan kali ini, kita akan coba membahas mengenai kerak bumi. Nah, kerak bumi ini sendiri terbagi menjadi dua teman-teman, yaitu kerak benua dan kerak samudera.

Nah, kedua jenis kerak bumi ini memiliki beberapa perbedaan mendasar yang antara lain adalah ketebalan, berat jenis, material penyusun, dan umur dari kerak tersebut. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai perbedaan dari kedua jenis kerak bumi ini, kita akan membahas terlebih dahulu apa sebenarnya tiap-tiap jenis kerak bumi ini.

Kerak Benua

Kerak benua pada dasarnya adalah kerak bumi yang ada di bawah benua-benua di seluruh dunia. Kerak benua memiliki berat jenis yang cenderung lebih ringan dibandingkan dengan kerak samudera. Hal ini terjadi karena material penyusun kerak benua berbeda dibandingkan dengan kerak samudera, penyusun kerak benua adalah Si-Al atau Silika Alumunium.

Silika dan Alumunium memiliki berat jenis yang jauh lebih ringan dibandingkan dengan mineral yang membentuk kerak samudera. Namun, implikasi dari material penyusun Si-Al ini adalah tingkat keasaman yang lebih tinggi. Oleh karena itu, gunung api yang terbentuk karena kerak benua cenderung memiliki magma yang bersifat asam dan kental.

Kerak benua juga cenderung memiliki ketebalan yang lebih tebal dibandingkan dengan kerak benua. Hal ini diduga disebabkan oleh berat jenis yang lebih rendah, sehingga kerak dapat lebih mengembang. Secara umum, kerak benua memiliki ketebalan 30 hingga 40 km, bahkan lebih tebal lagi untuk kerak-kerak yang berada dibawah gunung.

Kerak benua memiliki umur yang sangat tua, penelitian terakhir menunjukkan bahwa kerak benua bisa saja memiliki umur lebih dari 1500 juta tahun. Kerak benua disinyalir bisa memiliki umur yang sangat tua ini karena tidak mengalami penghancuran dan regenerasi yang cepat seperti kerak samudera. Karena beratnya yang ringan, kerak benua umumnya terangkat keatas dan tidak hancur ketika bertabrakan dengan kerak lain, berbeda dengan kerak samudera.

 

Kerak Samudra

Kerak samudra pada dasarnya adalah kerak bumi yang ada dibawah samudra-samudra di seluruh dunia. Kerak samudera in memiliki beberapa karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan kerak benua. Pertama, material penyusunnya berbeda, jika kerak benua disusun oleh mineral Si-Al, maka kerak samudera disusun oleh material Si-Ma.

Untuk teman-teman yang belum tahu, Si-Ma adalah Silika Magnesium, nah, material ini memiliki berat jenis yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kerak benua. Silika dan magnesium juga memiliki karakteristik mineral yang cenderung basa, sehingga magma yang berasal dari kerak samudera cenderung lebih cair dan bersifat basa.

Kerak samudera memiliki ketebalan yang cukup tipis, jauh lebih tipis dibandingkan dengan kerak benua. Secara umum, kerak samudera memiliki ketebalan hanya sekitar 6 hingga 10 km. Hal ini diduga disebabkan oleh berat jenis kerak samudera yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kerak benua. Oleh karena itu, kerak tersebut akan cenderung termampatkan ke dalam volume yang lebih kecil. Namun, karena berat jenisnya yang tinggi, bisa jadi beratnya sama walaupun volumenya jauh lebih rendah.

Kerak samudera juga memiliki umur yang jauh lebih muda dibandingkan dengan kerak benua. Kalian masih ingat pelajaran geografi saat SMA? Kita pernah membahas mengenai rekahan tengah samudera kan ya? Nah, inilah yang menyebabkan kerak samudera memiliki umur yang lebih muda. Kenapa? Karena kerak samudera senantiasa dihancurkan dan dibuat kembali oleh rekahan tengah samudera tersebut, berbeda dengan kerak benua yang relatif statis di atas benua.

 

 

Referensi

Insan Pelajar

Wikipedia.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *