RSS
 

Walaupun WhatsApp Bagikan Data Ke Facebook, Tapi Tidak Bisa Lihat Pesan

27 Feb

Adam Mosseri, Kepala Instagram sekalian salah satunya pejabat dalam menejemen Facebook, menjelaskan jika banyak “misinformasi” yang tersebar dalam masyarakat berkenaan peraturan privacy terkini yang diterapkan oleh WhatsApp. Hal itu membuat beberapa pemakai memilih untuk berpindah ke beberapa program perpesanan lain seperti Telegram dan Signal.

“Penyempurnaan peraturan benar-benar tidak berpengaruh pada privacy pesan anda dengan rekanan atau keluarga,” kata Mosseri diambil CNA.

Dalam penyempurnaan peraturan itu, WhatsApp memberikan data pemakai ke perusahaan induk mereka, Facebook, yang bisa memakai info pemakai itu untuk mengendalikan target iklan yang dijajakan ke pemakai.

Beberapa Kepala Wilayah AS Meminta Masyarakat Tidak Kunjungi Pengukuhan Joe Biden, Mengapa?

“Kami tidak dapat menyaksikan isi pesan individu anda atau dengar pembicaraan panggilan yang anda kerjakan, Facebook juga tidak dapat melakukan,” kata faksi WhatsApp dalam sebuah posting website mereka.

“Kami pun tidak simpan logs perpesanan atau panggilan. Kami tidak dapat menyaksikan posisi yang anda bagi, begitupun dengan Facebook,” sambungnya.

WhatsApp memperjelas jika data posisi, bersama-sama dengan isi pesan telah terenkripsi secara end-to-end.

Dengan timbulnya kecemasan berkaitan peraturan terkini WhatsApp itu, jumlah pemakai baru program perpesanan Telegram melesat tajam dalam sekian hari akhir-akhir ini. Hal itu dianggap oleh Pavel Durov, sebagai pemilik Telegram.

Pada Selasa (12/1), Durov menjelaskan jika minimal 25 juta pemakai baru sudah tergabung bersama Telegram dalam kurun waktu 72 jam paling akhir.

“Beberapa orang tidak sedang ingin mengganti info pribadinya untuk memperoleh service gratis,” kata Durov.

 

 
No Comments

Posted in News

 

Leave a Reply