RSS
 

Archive for November, 2011

Film: THE CORPORATION

26 Nov

“The Corporation”  adalah film yang menggambarkan institusi korporasi yang dominan saat ini, menciptakan kekayaan besar tetapi juga bahaya besar. Film dokumenter ini memenangkan 26 penghargaan yang meneliti sifat, evolusi, dampak dan masa depan dari korporasi bisnis modern serta meningkatnya peran yang dimainkannya dalam masyarakat dan kehidupan sehari-hari kita.

 

Film dari buku “The Corporation: The Pathological Pursuit of Profit and Power” karangan Joel Bakan ini menyatakan bahwa korporasi diciptakan oleh hukum untuk berfungsi seperti psychopat yang berperilaku merusak, dan bila tidak dikendalikan menjurus kepada skandal dan kehancuran. Dengan melakukan kajian terhadap korporasi sebagai institusi ekononi dan berbadan hukum sebagaimana dikemukakan oleh Peter F. Drucker, Bakan mengajukan premis sebagai berikut: 

  1. Mandat korporasi yang terdefinisi secara sah adalah untuk memperoleh manfaat ekonomi secara terus menerus, tanpa memedulikan konsekuensi yang merugikan bagi pihak lain; 
  2. Kepentingan-diri korporasi yang tidak terkendalikan dapat mengorbankan individu, masyarakat, dan ketika event yang terjadi tidak sesuai dengan yang direncanakan dapat merugikan pemegang saham, dan lebih jauh merubuhkan diri sendiri; 
  3. Meskipun tanggung jawab sosial korporasi dalam beberapa hal berjalan dengan baik, ia seringkali hanya dilakukan sebagai topeng menutupi karakter korporasi yang sebenarnya; 
  4. Secara tidak langsung pemerintah menyerahkan sebagian besar kekuasaan pengendalian terhadap korporasi, walaupun mengetahui karakter buruk korporasi, dengan membebaskannya dari hambatan hukum melalui deregulasi, dan dengan memberikan otoritas yang lebih tinggi dari masyarakat melalui privatisasi. 

Bakan percaya bahwa perubahan terhadap kondisi tersebut dimungkinkan. Untuk itu dalam bukunya Bakan memberikan sebuah program reformasi jangka panjang yang kongkret, pragmatis, realistik melalui regulasi hukum serta kendali demokrasi (democratic control). 

 

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=Pin8fbdGV9Y?rel=0&w=640&h=420]

Kaitan Artikel:

 

Hari Guru: Peran Pendidik Dan Harapan Orang Tua

25 Nov
“Aku percaya bahwa seorang guru yang hebat adalah seorang seniman besar. Pendidikan bahkan mungkin seni yang terbesar karena medianya adalah pikiran dan jiwa manusia.” Itulah ungkapan John Steinbeck tentang Peran Pendidik Terhadap Kehidupan Manusia.

Alangkah indahnya bila Pendidik selalu memaknai dan menghidmati bahwa peserta didik adalah amanah orangtua mereka dengan harapan membuncah seperti pada anak kita sendiri. Mereka diharapkan menanam benih pengetahuan, kearifan dan kebijakan yang menyebar menjadi pohon kehidupan serta menghasilkan buah peradaban.

Kita melihat, merasakan dan membuktikan bahwa sejarah bangsa ini tidak lepas dari peran guru untuk merubah jalan buntu menjadi sesuatu. Kita yakin jasa mereka akan menjadi bekal hidup anak cucu….Semoga…
*Coretan dalam rangka “Hari Guru Indonesia”

Video: Education Paradigm


 

Apa yang terjadi di internet setiap 60 detik?

24 Nov
Apa yang terjadi di internet setiap 60 detik? Inilah faktanya:
  • Mesin pencari Google  melayani lebih 694.445 query
  • 6.600 gambar + di-upload di Flickr
  • 600 video di-upload di video YouTube
  • 695.000 Update status, 79.364 posting dan 510.040 komentar dipublikasikan di Facebook 
  • 70 domain baru terdaftar
  • 168.000.000 email dikirim
  • 320 account baru dan 98.000 tweets dihasilkan di Twitter 
  • Aplikasi iPhone diunduh lebih dari 13, 000 kali
  • 20.000 posting baru diterbitkan pada Tumblr
  • Populer web browser FireFox-download lebih dari 1700 kali
  • Platform blogging populer WordPress diunduh lebih dari 50 kali
  • WordPress Plugin  diunduh lebih dari 125 kali
  • 100 account  dibuat pada jaringan situs profesional  LinkedIn 
  • 40 Pertanyaan baru pada YahooAnswers.com
  • 100 pertanyaan pada Answers.com
  • 1 artikel baru dipublikasikan di Associated Content, sumber terbesar konten komunitas di dunia
  • 1 definisi baru ditambahkan pada UrbanDictionary.com
  • 1.200 iklan baru dibuat di Craigslist
  • 370.000 menit panggilan suara dilakukan oleh pengguna Skype
  • 13.000 jam streaming musik dilakukan dengan radio internet Pandora
  • 1.600 orang membaca artikel yang dibuat pada Scribd
 

Pengenalan IT Audit

23 Nov

IT Audit Diagram

IT Audit adalah suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi, pengumpulan serta pengevaluasian bukti untuk menentukan apakah suatu sistem komputer yang digunakan telah mampu melindungi aset pemilik dan mampu menjaga integritas dan mampu membantu pencapaian tujuan secara efektif yang berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. Audit IT bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality) dan keutuhan(integrity) dari sistem informasi organisasi. 

IT Audit terbagi kedalam beberapa jenis yaitu sistem dan aplikasi, fasilitas pemrosesan informasi, pengembangan sistem, arsitektur manajemen dan perusahaan IT serta client/server telekomunikasi intranet dan internet:

  1. Sistem dan aplikasi.  Memeriksa apakah sistem dan aplikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi, berdayaguna, dan memiliki kontrol yang cukup baik untuk menjamin keabsahan, kehandalan, tepat waktu, dan keamanan pada input, proses, output pada semua tingkat kegiatan sistem.
  2. Fasilitas pemrosesan informasi. Memeriksa apakah fasilitas pemrosesan terkendali untuk menjamin ketepatan waktu, ketelitian, dan pemrosesan aplikasi yang efisien dalam keadaan normal dan buruk.
  3. Pengembangan sistem. Memeriksa apakah sistem yang dikembangkan mencakup kebutuhan obyektif organisasi.
  4. Arsitektur perusahaan dan manajemen TI. Memeriksa apakah manajemen TI dapat mengembangkan struktur organisasi dan prosedur yang menjamin kontrol dan lingkungan yang berdaya guna untuk pemrosesan informasi.
  5. Client/Server, telekomunikasi, intranet, dan ekstranet.  Memeriksa apakah kontrol-kontrol berfungsi pada client, server, dan jaringan yang menghubungkan client dan server.

 

Adapun tahapan-tahapan audit IT adalah:

  1. Tahapan Perencanaan. Sebagai suatu pendahuluan mutlak perlu dilakukan agar auditor mengenal benar obyek yang akan diperiksa sehingga menghasilkan suatu program audit yang didesain sedemikian rupa agar pelaksanaannya akan berjalan efektif dan efisien.
  2. Mengidentifikasikan resiko dan kendali. Untuk memastikan bahwa qualified resource sudah dimiliki, dalam hal ini aspek SDM yang berpengalaman dan juga referensi praktek-praktek terbaik.
  3. Mengevaluasi kendali dan mengumpulkan bukti-bukti. Melalui berbagai teknik termasuk survei, interview, observasi, dan review dokumentasi.
  4. Mendokumentasikan. Mengumpulkan temuan-temuan dan mengidentifikasikan dengan audit.
  5. Menyusun laporan. Mencakup tujuan pemeriksaan, sifat, dan kedalaman pemeriksaan yang dilakukan.

<iframe width=”640″ height=”360″ src=”http://www.youtube.com/embed/_oo03ikz_28?feature=player_embedded” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

 

Sekarang atau Nanti

20 Nov

Jika waktu itu bisa kita hentikan

Tak ada sesal yang menghantam

Selipkan karsa dalam sentuhan

Semburat asa bertumpah ragam

Sekarang aksi sampaikan jalan

Tepi hati kerjakan ihsan

Pikirkan nanti sertakan azam

Karma jiwa sangsikan badan

 

Pembelajaran Manajemen Proyek Dilihat Oleh Mahasiswa

20 Nov

Saat ini saya membina Kuliah Manajemen Proyek untuk mahasiswa Teknik Informatika. Sebagai bagian pembelajaran, saya ingin juga berbagi pengetahuan versi mahasiswa terhadap kuliah ini. Untuk pembuka, berikut akan disampaikan beberapa pemahaman dan pendapat mereka.

Menurut Faliqul Amin; Manajemen Proyek Sistem Informasi adalah suatu cara perencanaan, pengorganisasian terhadap sumber daya organisasi untuk membuat sistem/peralatan perangkat lunak yang sudah ditetapkan sebelumnya dan tidak bersifat rutin atau dikerjakan dengan kurun waktu tertentu. 

Menurut Ghia Anadea; Tujuan adanya pembelajaran Manajemen Proyek Sistem Informasi adalah bagaimana cara agar kita dapat merencanakan dan menjalankan sebuah proyek sesuai dengan tujuan. Karena dalam rencana suatu proyek yang akan dibuat, waktu, personil, dan biaya nya pun harus diperhatikan sesuai anggaran. Dalam pengerjaannya suatu proyek dapat dikerjakan oleh berbagai macam orang yang memiliki kemampuan sesuai bidangnya agar tercapai sesuai rencana tujuan.

Sedangkan R.Dimas BS mengatakan; Saya belum mememiliki pengalaman tentang Manajemen Proyek Sistem Informasi. Semoga dalam mata kuliah ini saya bisa banyak belajar tentang manajemen proyek yang baik dan cermat. Dan juga bisa memiliki fungsi utama dalam manajemen planning, organizing, actuating dan controlling. Serta Berkaitan dengan manajemen adalah pengelolaan personel dan koordinasi tim, proses, pengukuran proyek-termasuk menentukan harga dari PL, penjadwalan dan sebagainya.

<iframe width=”640″ height=”420″ src=”http://www.youtube.com/embed/7ur3BEpzPsQ?rel=0″ frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>


 

 

 

 

 

Duduk Manis Tidak Peduli Orang Menangis

14 Nov

Ditengah ramainya pernyataan Ketua Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas yang menyindir pejabat negara dan anggota dewan yang kerap kali bergaya perlente. Ia menilai lembaga negara dihuni pemberhala nafsu dan syahwat politik kekuasaan dengan mora­li­tas rendah sehingga mengakibatkan berakarnya budaya korupsi.

Dilain fihak pernyataan ini mendapat tanggapan beragam. Anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati punya suara sama dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas yang menyentil gaya hidup hedonis pejabat negara. Bagi dia, stigma anggota dewan bergaya hidup mewah kini tidak terbantahkan. Selain itu, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii M­a­arif menilai apa yang disam-pai­kan Busyro tepat. Buya sampai kehabisan kata-kata untuk me­ngomentari gaya hidup pejabat yang hedon tersebut. “Apa lagi yang harus saya ko­mentari. Apa yang disampai­kan Pak Busyro itu memang be­nar. Ini fenomena gunung es,” tutur Buya Syafii 

Sedangkan dari fihak yang berkeberatan diantaranya Politisi Partai Demokrat (PD), Ruhut Sitompul, punya pendapat tersendiri seputar politisi yang hidup mewah. Ia bilang, hidup bergelimang harta tidak masalah asal tidak melanggar aturan. “Buat saya kaya tidak masalah. Yang penting jangan melanggar aturan. Saya tidak takut karena tidak melanggar aturan. Apa salah kalau menjadi orang kaya?” lanjut Ruhut.

Hal yang “netral” diungkapkan oleh Ketua DPR Marzuki Alie yang berpendapat pejabat negara sulit dipaksakan untuk hidup sederhana. Hidup sederhana itu tergantung kebiasaan dan pergaulan. “Semua tergantung pendidikan, itu nggak bisa dipaksakan setelah tumbuh dewasa, ibarat rotan sudah jadi. Sulit untuk dipaksakan,” ujar Marzuki 

Mungkin jaman sekarang, tepat sekali apa yang diungkapkan foto yang saya peroleh beberapa waktu lalu dari Pak Nukman Luthfie, yaitu  “Duduk Manis Tidak Peduli Orang Menangis“……..

 

 

Renungan Hari Pahlawan: Antara Selera Pasar, Globalisasi dan Keberlangsungan Peradaban

11 Nov
Hari Pahlawan dilatar-belakangi peristiwa Pertempuran Surabaya yang merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Setidaknya 6,000 Р16,000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 Р2000 tentara.  Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.
Dalam era globalisasi sekarang ini, pengorbanan para pahlawan saat itu mungkin dianggap aneh karena tidak sesuai dengan “selera pasar“.¬†Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuk yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama. Theodore Levitte merupakan orang yang pertama kali menggunakan istilah Globalisasi pada tahun 1985.
Scholte melihat bahwa ada beberapa definisi yang dimaksudkan orang dengan globalisasi:
  1. Internasionalisasi: Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional. Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain.
  2. Liberalisasi: Globalisasi juga diartikan dengan semakin diturunkankan batas antar negara, misalnya hambatan tarif ekspor impor, lalu lintas devisa, maupun migrasi.
  3. Universalisasi: Globalisasi juga digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal material maupun imaterial ke seluruh dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat menjadi pengalaman seluruh dunia.
  4. Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal.
  5. Hubungan transplanetari dan suprateritorialitas: Arti kelima ini berbeda dengan keempat definisi di atas. Pada empat definisi pertama, masing-masing negara masih mempertahankan status ontologinya. Pada pengertian yang kelima, dunia global memiliki status ontologi sendiri, bukan sekadar gabungan negara-negara.

Peradaban adalah memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat manusia. Seringkali istilah ini digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat yang “kompleks”: dicirikan oleh praktik dalam pertanian, hasil karya dan pemukiman, berbanding dengan budaya lain, anggota-anggota sebuah peradaban akan disusun dalam beragam pembagian kerja yang rumit dalam struktur hirarki sosial.

Istilah peradaban sering digunakan sebagai persamaan yang lebih luas dari istilah “budaya” yang populer dalam kalangan akademis. Dimana setiap manusia dapat berpartisipasi dalam sebuah budaya, yang dapat diartikan sebagai “seni, adat istiadat, kebiasaan … kepercayaan, nilai, bahan perilaku dan kebiasaan dalam tradisi yang merupakan sebuah cara hidup masyarakat”. Namun, dalam definisi yang paling banyak digunakan, peradaban adalah istilah deskriptif yang relatif dan kompleks untuk pertanian dan budaya kota. Peradaban dapat dibedakan dari budaya lain oleh kompleksitas dan organisasi sosial dan beragam kegiatan ekonomi dan budaya.

Dalam sebuah pemahaman lama tetapi masih sering dipergunakan adalah istilah “peradaban” dapat digunakan dalam cara sebagai normatif baik dalam konteks sosial di mana rumit dan budaya kota yang dianggap unggul lain “ganas” atau “biadab” budaya, konsep dari “peradaban” digunakan sebagai sinonim untuk “budaya (dan sering moral) Keunggulan dari kelompok tertentu.” Dalam artian yang sama, peradaban dapat berarti “perbaikan pemikiran, tata krama, atau rasa”. Masyarakat yang mempraktikkan pertanian secara intensif; memiliki pembagian kerja; dan kepadatan penduduk yang mencukupi untuk membentuk kota-kota. “Peradaban” dapat juga digunakan dalam konteks luas untuk merujuk pada seluruh atau tingkat pencapaian manusia dan penyebarannya (peradaban manusia atau peradaban global). Istilah peradaban sendiri sebenarnya bisa digunakan sebagai sebuah upaya manusia untuk memakmurkan dirinya dan kehidupannya. Maka, dalam sebuah peradaban pasti tidak akan dilepaskan dari tiga faktor yang menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban. Ketiga faktor tersebut adalah sistem pemerintahan, sistem ekonomi, dan IPTEK.

<object width=”640″ height=”360″><param name=”movie” value=”http://www.youtube.com/v/l7AWnfFRc7g?version=3&amp;hl=id_ID&amp;rel=0″></param><param name=”allowFullScreen” value=”true”></param><param name=”allowscriptaccess” value=”always”></param><embed src=”http://www.youtube.com/v/l7AWnfFRc7g?version=3&amp;hl=id_ID&amp;rel=0″ type=”application/x-shockwave-flash” width=”640″ height=”360″ allowscriptaccess=”always” allowfullscreen=”true”></embed></object>
 

Program Perikatan Banyak Pemangku Kepentingan (Multi-Stakeholder Engagements Program)

11 Nov

Perencanaan  dan penggunaan komunikasi yang sistematis  adalah dasar untuk menciptakan kesadaran, penumbuhan konsensus serta keikutsertaan di dalam proses-proses  dari perubahan dan pengembangan, pembuatan keputusan-keputusan  dan memecahkan konflik-konflik. Komunikasi pemangku kepentingan yang baik berhasil meningkatkan partisipasi  dan implementasi proyek yang  pada akhirnya menghemat waktu dan uang.

Program Perikatan Banyak Pemangku Kepentingan (Multi-Stakeholder Engagements Program)  menemukan proyek yang efektif itu memerlukan  pemahaman lingkungan-lingkungan regional dan lokal, kultur orang-orang yang terlibat, dan komitmen dari  pemangku kepentingan. Apapun proyeknya, baik itu suatu instalasi pembangkit tenaga dengan panas bumi atau listrik tenaga air,  suatu program prasarana telekomunikasi  pedesaan,  atau pembangunan prasarana pengairan; bilamana mengabaikan manajemen hubungan pemangku kepentingan akan meningkatkan biaya secara signifikan, keterlambatan proyek atau hasil yang tidak memuaskan bagi semua atau sebagian besar pemangku kepentingan.

        Khusus untuk perencanaan pembangunan prasarana telekomunikasi  pedesaan, perlu dipikirkan pertanyaan-pertanyaan strategis dan hipotesis sebagai berikut:

Ø  Adakah permintaan yang cukup untuk investasi?

Diperlukan penilaian yang terperinci dari persyaratan-persyaratan penyebaran prasarananya, dan memproyeksikan pendapatan di suatu komunitas

Ø  Ke mana jasa telekomunikasi tersebut diperlukan?

Penentuan lokasi-lokasi anggota masyarakat yang diinginkan untuk akses telekomunikasi dan penentuan pemenuhan  (coverage) telekomunikasi  pedesaan yang optimum.

Ø  Bagaimana caranya menyebarkan model bisnis ini agar dapat bertahan?

Penentuan  “kasus bisnis” untuk investasi telekomunikasi pedesaan  dan keterlibatan pemangku kepentingan yang mendukung  keuangan  jasa telekomunikasi pedesaan.

 

        Adapun proses dari Program Perikatan Banyak Pemangku Kepentingan (Multi-Stakeholder Engagements Program)  adalah sebagai berikut:

Ø  Penilaian Pangsa Pasar dengan Cepat (Rapid Market Appraisals/RMA)

Ø  Pemetaan Masyarakat atau Komunitas (Community Mapping/CM)

Ø  Pemetaan Komunikasi Pemangku Kepentingan (Stakeholder Communication Mapping/SCM)

Ø  Pemodelan/Simulasi Keuangan (Financial Modeling/FM)

Ø  Perencanaan Pemangku Kepentingan (Multi-Stakeholder Planning/MSP)

Ø  Pemetaan  Sistem Informasi Greografis (GIS Mapping/GISM).

 

Yang dimaksud dengan Penilaian Pangsa Pasar dengan Cepat (Rapid Market Appraisals) mempunyai tujuan menyediakan penilaian yang terperinci dari persyaratan-persyaratan penyebaran sarana telekomuinkasi pedesaan di suatu komunitas yang membutuhkan. Sedangkan teknik yang yang digunakan adalah:

Ø  Daftar wawancara survei kemauan untuk membayar dari calon pelanggan  dan contoh kerangka kerja untuk telekomunikasi daerah pedesaan.

Ø  Penggunaan dari “keranjang” dari indikator ekonomi-sosial yang terlihat untuk menentukan vitalitas kemampuan ekonomi masyarakat terhadap layanan telekomunikasi.

 

Objektif yang diinginkan adalah:

Ø  Memperoleh rekomendasi dari proporsi pembangunan telekomunikasi yang akan dibangun seperti jenis-jenis layanan pada setiap komunitas.

Ø  Memperoleh perkiraan detil dari penghasilan per-jaringan (kemampuan serta kemauan untuk membayar dan skenario trafik pembicaraan).

 

Pemetaan Masyarakat atau Komunitas (Community Mapping) mempunyai tujuan menentukan lokasi anggota komunitas yang membutuhkan akses telekomunikasi. Teknik yang digunakan  adalah penelitian pemetaan partisipasi dari anggota komunitas pedesaan pada titik pemasaran dan pertemuan tertentu. Objektifnya adalah penentuan lokasi utama untuk pelayanan telekomunikasi yang memberikan keuntungan dan akses komunitas maksimal.

Pemetaan Komunikasi Pemangku Kepentingan (Stakeholder Communication Mapping) mempunyai tujuan menentukan pola komunikasi yang sudah ada dan mekanisme yang digunakan oleh pengguna potensial dari sistem telekomunikasi pedesaan. Adapun teknik yang digunakan adalah:

Ø  Identifikasi dari pemangku kepentingan utama di pedesaan (yaitu: lembaga keuangan, pemasok dari produk rumahtangga, pemasok produk pertanian,  institusi komersial yang penting,  kantor pemerintah, sekolah dan sebagainya).

Ø  Wawancara kelompok terfokus (Focus Group) untuk mengidentifikasi pola komunikasi yang sudah ada dan peningkatan yang diinginkan.

Objektifnya adalah identifikasi  pelanggan utama untuk pelayanan telekomunikasi pedesaan dan strategi untuk melayani konsumen tersebut secara efektif.

Pemodelan/Simulasi Keuangan (Financial Modeling)  mempunyai tujuan menentukan “kasus bisnis” dari investasi telekomunikasi pedesaan. Tekniknya adalah mengkombinasikan RMA, SCM dan CM untuk menghasilkan skenario pengembalian investasi (return on investment/ROI) untuk beberapa tingkat investasi infrastruktur yang berbeda. Objektifnya adalah mengkreasi “kasus bisnis”  investasi telekomunikasi pedesaan yang akan mendorong investasi sektor publik dan pribadi.

Perencanaan Pemangku Kepentingan (Multi-Stakeholder Planning/MSP) tujuannya adalah mengikat pemangku kepentingan utama dalam mendukung pelayanan telekomunikasi yang secara finansial  dapat bertahan. Tekniknya adalah pemangku kepentingan utama yang diidentifikasi  dalam CM  ambil bagian dalam rapat kerja (workshop) yang didisain untuk meminta masukan, dukungan dan  campur tangan mereka untuk pelayanan nilai tambah yang menambah pendapatan telekomunikasi pedesaan (conto: pelayanan informasi kesehatan atau pertanian). Objektifnya adalah memungkinkan  pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan akses telekomunikasi yang telah ditingkatkan pada aktifitas komersial atau pelayanan mereka.

Pemetaan  Sistem Informasi Greografis (GIS Mapping/GISM) mempunyai tujuan menentukan cakupan telekomunikasi pedesaan yang optimal. Tekniknya adalah mengkombinasikan pemetaan GIS dari data RMA, cakupan yang dibutuhkan serta rencana pemakaian dari pemangku kepentingan utama, dan koordinat “Global Positioning Satellites/GPS” dari pemetaan komunitas. Objektifnya adalah peta GIS berorientasi pasar yang dengan mudah digunakan oleh ahli infrastruktur telekomunikasi untuk menggambarkan cakupan sistem telekomunikasi (terutama cakupan “wireless”).

Program Perikatan Banyak Pemangku Kepentingan (Multi-Stakeholder Engagements Program/MSE) mengkombinasikan analisis bisnis dengan manfaat pengembangan telekomunikasi pedesaan yang hasilnya:

Ø  Skenario saling menguntungkan antara investor, komunitas pedesaan, dan pemangku kepentingan di pedesaan.

Ø  Mengkreasi manfaat untuk pengembangan pedesaan sebagai berikut:

o    Kerja sama (Partnerships)

o    Aksesibilitas pelayanan dan pengetahuan untuk masyarakat pedesaan.

o    Teknologi komunikasi dan Akses konektifitas

o    Kelangsungan keuangan (Financial sustainability)

 

Kerjasama Telematika Dalam Rangka Mengantisipasi ACFTA

07 Nov

Berdasarkan kenyataan yang ada saat ini, dunia Teknologi Telematika sudah menjadi ilmu atau sebuah terapan yang wajib dimengerti oleh masyarakat pada umumnya terutama setelah diterapkannya “ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA)”. Persaingan yang ketat di pentas ekonomi dunia memunculkan  kesadaran perlunya pemahaman serta penguasaan Teknologi Telematika untuk memenangkan persaingan. 

Kerja sama dunia akademik, profesional/bisnis dan pemerintah (ABG/ Academic, Business & Goverment) yang berkesinambungan dan saling menguntungkan sangatlah diperlukan untuk  meningkatkan dan mengefektifkan sumber daya manusia Indonesia. Kerjasama yang melibatkan universitas, dunia usaha dan pemerintah diharapkan akan memberikan manfaat di bidang telekomunikasi dan informatika terhadap perkembangan dan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia sesuai salah satu pernyataan dari Direktur Utama PT Telkomsel Sarwoto Atmo Sutarwo bahwa “Sekitar 1% pertumbuhan telekomunikasi bisa membantu 1% pertumbuhan GNP.” 

Tentunya program ini memiliki banyak manfaat. Bagi kalangan birokrat, kerja sama yang dilakukan diharapkan dapat menjadi terciptanya salah satu Pusat Unggulan Riset dan Inovasi Teknologi Telematika (Center for Research and Innovation of Competitive Telematics Technology). Di lain fihak kerjasama ini dapat menghasilkan riset bagi pengusaha yang bermanfat diantaranya untuk mengetahui mapping situasi pasar, kendala operasional, segmentasi sosial dan ekonomi serta perilaku konsumen. 

Sedangkan bagi kalangan akademis, manfaatnya adalah dapat memperoleh ”Transfer of Knowledge, Transfer of Technology, dan Transfer of Resources” dari salah operator telekomunikasi di Indonesia. Pada akhirnya hal ini akan menguntungkan seluruh pemangku kepentingan akademis dalam menyongsong persaingan kompetensi sumber daya manusia dibidang Teknologi Telematika.

Adapun Maksud dan Tujuan dari kerja sama ini adalah:

a.    Sebagai sarana “Corporate Social Responsibility (CSR)”:

Dengan dilandasi kebersamaan dan ikatan yang kuat dalam implementasi “Corporate Social Responsibility (CSR)” kepada dunia pendidikan, maka kehidupan akademis dalam suatu univeitas akan terbentuk dengan sangat baik didukung kompetensi dan pengalaman usaha dan kewirausahaan yang mapan. Pembinaan univeristas yang dilakukan tidaklah hanya terbatas pada bantuan dana maupun sejenisnya, namun juga pelatihan, pembinaan manajerial & kewirausahaan, akses kepada dunia kerja dan usaha  yang juga sangat perlu dan penting. Pembinaan secara langsung ini merupakan bagian dari upaya Telkomsel dalam membentuk SDM yang unggul dalam memenangkan persaingan ekonomi di Indonesia.

  

b.    Sebagai sarana “Link & Match” timbal balik / dua arah:

Sebagai sarana “Link & Match”  timbal balik antara kalangan akademis, bisnis dan pemerintah merupakan bagian dari kebutuhan ekosistem dunia usaha dan akademis dibidang Teknologi Telematika. Dunia akademis merupakan salah satu faktor penentu maju mundurnya dunia usaha yang harus mampu membantu memberikan kontribusi ilmiah dan terapan yang kuat, sehingga dunia usaha dapat maju dan berjalan dengan baik sebagaimana yang diharapkan. Kerjasama dan komunikasi dua arah sebagai pemecah kebuntuan dalam dunia usaha dan akademis menjadi langkah yang strategis bagi manajemen dalam menjalankan roda organisasi serta pemangku kepentingan akademis dalam memenuhi tingkat kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha. Tatanan kerjasama dan komunikasi yang dinamis ini menjadi salah satu parameter bagi kesuksesan suatu negara dalam menempatkan dunia akademis sebagai basis dari “Human Capital Management “ bagi dunia usaha.

Bertitik tolak dari keinginan diatas semoga kedepan kompetensi sumber daya manusia dibidang Teknologi Telematika yang dimiliki negara ini akan lebih baik.

<iframe width=”640″ height=”450″ src=”http://www.youtube.com/embed/SUMnj2dwTdU” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>