RSS
 

Archive for March, 2012

Organizational Learning: Konfigurasi Cisco Sederhana Kuliah Applied Networking IV

20 Mar
Pembelajaran dengan berorganisasi adalah suatu bidang pengetahuan dalam teori organisasi yang mempelajari model-model dan teori tentang bagaimana suatu organisasi belajar dan beradaptasi.
 
Dalam Pengembangan Organisasi (Organizational Development/OD), belajar merupakan karakteristik dari sebuah organisasi adaptif, yaitu sebuah organisasi pembelajaran yang mampu merasakan perubahan sinyal dari lingkungannya (baik internal maupun eksternal) dan beradaptasi sesuai keadaan.  Spesialis OD berusaha untuk membantu klien mereka untuk belajar dari pengalaman dan menggabungkan pembelajaran sebagai umpan balik ke dalam proses perencanaan.
  
Sering dalam kelas saya minta mahasiswa melakukan pembejaran ini dan salah satunya mereka diminta membuat Konfigurasi Cisco Sederhana  pada Kuliah Applied Networking IV sebagai berikut:  

KONFIGURASI CISCO SEDERHANA

 

Organizational Learning

 

Applied Networking IV

Kelas A

 

TEKNIK INFORMATIKA – UNIVERSITAS WIDYATAMA

BANDUNG

2012

Topologi yang dirancang:


Gambar  1 Topologi

 

Topologi kami memiliki dua PC dan dua Router, masing-masing device memiliki ip address seperti gambar di atas.

Langkah konfigurasi topologi ini:

1.       Hyper Terminal (Win XP)

2.       Router 1 dan 2 (Console via Win XP)

3.       Client 1 dan 2 (OS Win XP)

Konfigurasi Hyper Terminal

1.       Start -> All Programs -> Accessories -> Communications -> Hyper Terminal

2.       Connection Description: Name: Cisco, Icon: Bebas.

3.       Konfigurasi:

a.       Connect Using: COM1

b.      Bit Rate:  9600

 

 

 

Konfigurasi Router 1

Press Enter to Start 

Router>
Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Router1
Router1(config)#int fa0/0
Router1(config-if)#ip addr 202.123.40.21 255.255.255.252
Router(config-if)#no shut
Router1(config-if)#ex
Router1(config)#int fa0/1
Router1(config-if)#ip addr 192.168.1.1 255.255.255.0
Router1(config-if)#no shut
Router1(config-if)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 202.123.40.21
Router1(config)#end
Route1r#wr mem
Building configuration…
[OK]

 

Konfigurasi Router2

Press Enter to Start 

Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Router2
Router2(config)#int fa0/0
Router2(config-if)#ip addr 202.123.40.22 255.255.255.252
Router2(config-if)#no shut
Router2(config-if)#ex
Router2(config)#int fa0/1
Router2(config-if)#ip addr 192.168.2.1 255.255.255.0
Router2(config-if)#no shut
Router2(config-if)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 202.123.40.22
Router2(config)#end
Router2#wr mem
Building configuration…
[OK]

PC0 :

ip addr 192.168.1.2
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.1.1 

 

PC1 :

ip addr 192.168.2.2
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.2.1

 

 

 

 

Hasil Ping PC1 ke PC0 dengan Static Routing

Gambar 2 Hasil Ping dari PC1 ke PC0

 

 

Pada saat akan me- routing kembali, tiba-tiba saja username dan password yang dimasukan invalid, dan langkah selanjutnya yang kami kerjakan adalah mencari tahu cara untuk me-reset username dan password menjadi default atau kembali ke awal.

Langkah yang kami lakukan untuk me-reset password adalah:

 

Reset password

1.    Matikan router

2.    Cabut compact flash

3.    Hidupkan router

4.    Pada mode rommon 1 ketikkan confreg 0x2142

5.    Maka akan pindah ke rommon 2 dan ketika reset

6.    Selesai

 

Maka konfigurasi yang telah kami kerjakan pun harus dimulai dari awal kembali. Namun karena kemarin cukup banyak kendala yang menyebabkan waktu cukup banyak habis terbuang, maka sebagian dari kami pun membuat simulasi konfigurasi di atas dengan menggunakan Packet Tracer dan hasilnya pun seperti pada gambar 2.

 

NB :

Untuk Pembagian tugas pada praktikum Tanggal 12 Maret 2012 sudah terlampir dalam file excel sbb:

 

 

Selamat UTS: Bekal Untukmu Mahasiswaku

19 Mar

 

Dear Mahasiswa APNET-4 dan Kewirausahaan Universitas Widyatama untuk UTS (Open Book) persiapkan hal-hal sbb:
  1. Bahan UTS adalah sampai kuliah terakhir minggu ini.
  2. Bawalah/ingatlah tugas-tugas mandiri dan kelompok yg sdh kamu kerjakan. Kamu akan ditanyakan apa yang kamu kerjakan/ceritakan dalam tugas tersebut (Jawaban akan bervariasi tergantung masing-masing).
  3. Bila kamu merasa gagal dalam tugas / UTS ini, buat tugas tambahan (termasuk proposal PKM, Lomba/proyek yg kamu ikuti dll) yang kamu sukai dari topik kuliah bersangkutan sebelum nilai keluar (tidak usah tanya dosen).  Kirim via mail dan Infokan saja via SMS, Facebook atau  Twitter.
  4. IMHO. Koreksi nilai dimungkinkan namun jangan seperti “Membangkitkan mayat dari kubur” (Berikan data dan fakta bhw kamu berhak dan wajib mendapat nilai lebih baik). Nilai kuliah memang sangat penting namun bukan segalanya. Kamu harus lebih merasa berhak mendapat ilmu, pengetahuan, kompetensi, nilai kehidupan dan suri tauladan dari saya.
Selamat UTS, semoga ini adalah salah satu sarana pembuktian dan sukses kecil “Ujian Kehidupan” yang akan kamu jalani nanti 🙂

 

Pendidikmu
Djadja Sardjana

 

 

Kuingin Umurku Menjadi Tabungan Akhiratku

18 Mar

Ku tahu masih banyak tabungan yang harus kulaju
Antara kepentingan benalu, nafsu, dan qalbu
Seiring waktu kehidupan fana kencang berlalu
Tamatkan halaman perjalanan yang membiru

 

Ingin kutengok buku tabungan amalku
Terlihat masih banyak bolong sanubariku
Sungguh, itu bukan kesengajaan tentu
Kuingin Umurku Menjadi Tabungan Akhiratku

 

Note:
Dihaturkan terima atas semua doa, kasih sayang, dorongan dan kerja sama kepada semua keluarga, sahabat, handai tolan, teman, kolega dan semua fihak yang pernah bersilaturahim dengan saya

 

<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/FQbwj368Vas” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>
 

Pojok Pendidikan: Ingin Seperti Air, Menjadi Kekuatan Pendorong di Alam Pendidikan

17 Mar
Dikutip dari Jurnal Mahasiswa Filsafat UGM, Manusia merupakan perwujudan dari alam bukan sebagai penakluk alam, namun menjadi penyelaras di alam serta bukan menjadi pemangsa alam. Manusia sebagai perwujudan dari alam seharusnya mengungkapkan keindahan, kebenaran, dan kebaikan alam; dan mengartikulasikannya dalam pengolahan moral atau alam dari kehidupan manusia atau sifat manusia. Sebagai bagian dan bidang dari alam, manusia tidak berdiri menentang alam dengan cara yang bermusuhan. Sebaliknya, manusia memiliki keprihatinan dan perhatian yang mendalam pada alam  karena cocok dengan sifatnya sendiri. Untuk pertumbuhan dan kesejahteraannya sendiri, manusia harus mengolah hubungan internal dalam dirinya antara dirinya dan alam semesta. Menaklukkan alam dan mengeksploitasinya adalah bentuk perusakan diri dan perendahan diri bagi manusia.
Dalam dunia modern, kesejahteraan manusia sangat ditentukan oleh usaha-usaha yang dilakukan manusia itu sendiri, sehingga ada orang yang kaya dan orang yang miskin. Usaha-usaha yang dilakukan manusia tersebut ada yang bersifat individual (untuk kepentingan prinbadi) yang menghalalkan segala cara demi kesejahteraan pribadi, dan ada yang bersifat komunal (untuk masyarakat) yang mementingkan keseimbangan yang ada dalam lingkungan.Sikap egois manusia yang tidak pernah habis-habisnya untuk memperoleh keuntungan sesaat telah menghasilkan kecenderungan manusia untuk melakukan manipulasi terhadap lingkungan. Ini mengganggu keseimbangan antara manusia dan lingkungannya dan intensitas ketergantungan itu semakin lama semakin meningkat kualitasnya.
Saat sekarang ini ilmu pengetahuan, juga sedang memerankan fungsi yang tidak baik, dia tidak saja mencemari lingkungan manusia, merusak jaringan tubuh manusia, pada akhirnya manusia jahat ingin menggantikan manusia baik. Ada juga masalah pencemaran yang lebih parah pada manusia, yakni bahwa air tawar di atas dunia sekarang ini, hampir tidak ada yang murni lagi. Baik itu air dibawah tanah atau diatas tanah, bagaimanapun manusia berusaha agar air tersebut disaring dan dimurnikan, juga tidak dapat mencapai tingkat kemurnian yang benar-benar dari air itu.
Untuk itulah Pojok Pendidikan lahir dari keinginan dan kebutuhan (Need and Want) Lingkungan Pendidikan yang alami.
“Education is not a preparation for life, education is life itself.”
Pendidikan bukanlah persiapan untuk kehidupan, pendidikan adalah kehidupan itu sendiri. Demikian John Dewey menegaskan pemikirannya tentang pendidikan. Dengan demikian, umur pendidikan sama dengan keberadaan manusia di muka bumi ini.
Dikutip dari tulisan Drs. Suparlan, M.Ed; Ketika Adam diciptakan oleh Tuhan, bersama itu pulalah proses pendidikan telah berlangsung, sebagai suatu sistem yang dibangun oleh Allah SWT. Adam diajari untuk dapat menyebutkan nama-nama yang ada di bumi, tempat kehidupan Adam dan keturunannya. Dengan demikian, yang dimaksud pendidikan sebenarnya memang dengan makna kehidupan itu sendiri. 
Tidak demikianlah halnya dengan malaikat dan iblis. Adam dapat menyebutkan nama-nama, sementara malaikat dan iblis tidak dapat menyebutkan nama-nama itu. Mengapa? Karena hanya manusialah yang telah memperoleh pendidikan, langsung dari Allah SWT. Itulah proses pendidikan yang dilakukan oleh manusia untuk pertama kalinya. Proses itu kemudian dikembangkan sendiri oleh manusia, karena manusia memiliki otak, faktot penentu kelebihan manusia dibandingkan dengan mahluk lain yang sama-sama diciptakan Allah SWT. 
Untuk menjadi manusia yang sempurna, manusia tidak boleh tidak memang harus belajar, atau harus memperoleh pendidikan. Manusia merupakan mahluk yang dapat diajar dan dapat mengajar. Siapa yang berhenti belajar, artinya ia telah mati.

“Animat educandum dan animal educancus. Manusia mahluk pembelajar, mahluk yang dapat dididik dan dapat mendidik.”
<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/QcnzHlcfvPU” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

 

Android: Sejarah dan Fakta Yang Menggurita

16 Mar
Pada bulan juli 2000, google mulai berkerjasama dengan Android Inc, perusahan yang berada di Palo Alto, California Amerika Serikat. Pada saat itu banyak yang menganggap bahwa Android hanyalah sebagai sebuah perangkat lunak pada telepon seluler. Sejak saat itu muncul rumor bahwa Google hendak memasuki dunia seluler. Tim Perusahaan Google yang di pimpin oleh Rubin yang bertugas mengembangkan program perangkat seluler di dukung oleh kernel Linux. Hal ini menunjukan indikasi bahwa Google sedang bekerja untuk menghadapi persaingan dalam pasar telepon seluler.
Awal perkembangan Android sekitar bulan september 2007, sebuah studi melaporkan bahwa Google mengajukan hak paten terhadap aplikasi telepon seluler (akhirnya Google mengenalkan Nexus One, salah satu jenis telepon pintar muncul yang menggunakan Android pada sistem operasinya). Pada tanggal 9 desember 2008 diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan open handset alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android perangkat mobile yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. 
Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler atau bisa dibilang HP yang berbasis Linux. Android menyediakan platform yang terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri yang bersifat opensource. Awalnya, Google Inc. yang membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.
Kelebihan Android:
1. Open Source.
2. Pemakaiannya mudah,
3. Stabil dan aman.
Kekurangan Android:
1. Karena masih baru, maka belum banyak aplikasi spesisfik yg tersedia untuk android.
2. Bagi orang yg belum pernah memakainya mungkin akan sedikit membingungkan.
Perbandingan Android Dengan Sistem Operasi Lain
Sistem Operasi Android
1. Platform terbuka http://source.android.com.
2. Dapat mengkompilasi firmware custom – baik untuk hacker dan lain-lain.
3. Diperpanjang pada setiap firmware baru.
4. Support multitasking.
5. Nice IDE – Eclipse, NetBeans.
6. Pembangunan SDK bebas.
7. Mudah debug, dapat mengirim log ke pengembang.
8. Bahasa pemrograman Java.
9. Java adalah bahasa tingkat tinggi yang muncul pada tahun 1995. Android mendukung Java 1.5.
10. Untuk programer hardcore, Android menawarkan kemungkinan untuk pemrograman di C menggunakan dev kit asli NDK.
11. Dapat menjalankan bahasa script seperti LUA, Perl, Python, dll.
12. Dapat menginstal aplikasi pihak ketiga dari sd card, situs acak – tidak terkunci ke market tertentu.
13. Push mail, mengirim SMS, keyboard Custom, dll.
14. Support widget.
15. Dapat mempublikasikan aplikasi pada Android Market langsung – pada saat pertama kali mempublikasi di kenakan biaya pendaftaran 25 euro.
16. Pengguna memiliki akses ke sd card dan dapat menggunakannya sebagai USB disk.
17. android os ver 2.2 sudah support flash .
18. equalizer untuk musik cuman ada di 2.3 aka gingerbread , untuk os versi sebelum nya tinggal instal aplikasi poweramp .
Iphone
1. Platform Tertutup.
2. Bisa multitasking tapi osnya harus 4.0 keatas.
3. Biaya kit Pengembangan = 90E.
4. Bahasa pemrograman adalah Objective C – tetapi jembatan ada dari Java, C #, dll.
5. Driver C muncul pada tahun 1986.
6. Tidak mendukung widget – kecuali sudah di jailbreak.
7. Pengguna tidak memiliki akses ke sd card , pengguna hanya dapat melakukan sinkronisasi melalui internet atau LAN.
8. Aplikasi third party hanya dapat diinstal dari Apple market. Untuk menguji aplikasi, pengembang dapat menggunakan Ad Hoc penerbitan.
9. Penerbitan di apple market adalah proses yang sangat panjang dan melelahkan. Apple punya banyak peraturan yg aneh. Banyak aplikasi yang ditolak karena alasan yang aneh.
10. Tidak mendukung adobe flash.
Nokia
1. Dimulai dari OS Symbian dan masa depannya akan QT dan WRT – Nokia akan memotong dukungan untuk setiap lingkungan lain termasuk J2ME.
2. QT adalah suatu kerangka kerja yang menambahkan lapisan abstraksi melalui GUI, jaringan, gps, dll.
3. QT adalah lintas platform dan bahasa pemrograman lintas – C + +, C #, Java, dll adalah lisensi GPL dan LGPL.
4. QT berjalan pada Maemo, MeeGo, BlackBerry, Symbian, Android, iPhone, Windows Mobile, PC desktop, elektronik, mobile fun, dll.
5. WRT – runtime web – fitur keren yang memungkinkan pengguna untuk menulis aplikasi dalam HTML, JS dan CS. Anda membangun aplikasi seperti halaman web normal, dan Anda berinteraksi dengan platform ponsel / perangkat keras dengan menggunakan jembatan WRT.
6. Tidak perlu belajar teknologi lainnya. Hanya HTML, JS dan CS. 
7. Support widget.
8. Support Adobe Flash Lite.
BlackBerry
1. Belum support Adobe Flash .
2. Kita  harus duduk dengan sabar dan melihat apa yang akan terjadi 🙂
Windows mobile 7
1. Belum support Adobe Flash .
2. Kita  harus duduk dengan sabar dan melihat apa yang akan terjadi 🙂

 

GENTA GEMILANG (0604049): Mengapa Dibutuhkan “Mobile Security Software”?

15 Mar
Malware “Mobile Device” selalu bergerak, menyebar jauh melampaui komputer pribadi. Dengan semakin populernya smartphone dan perangkat selular lainnya, timbul peningkatan virus, trojan horse dan worm yang menargetkan perangkat ini. Predator portabel ini dapat mengancam  pada sejumlah bidang; termasuk pesan MMS dan SMS, download konten, Wi-Fi publik, atau melalui sambungan Bluetooth. Perlindungan proaktif  sangat penting untuk melindungi perangkat kita dari setiap sudut. 
Malware Handphone  dapat menyebabkan sejumlah masalah serius. Sebuah virus seluler dapat mengeringkan baterai ponsel Anda dengan sangat cepat, menghapus informasi penting pribadi dan bisnis, bahkan membuat beberapa fitur tertentu benar-benar tidak dapat berfungsi. Virus tidak hanya dapat  menonaktifkan fungsi pada telepon Anda, mungkin juga “snoopware” mengendalikan itu, mengubah perangkat mobile Anda menjadi “tape recorder”. Ia bahkan bisa mengubah fungsi kamera dan mengambil gambar! 
Tapi gangguan virus tidak berhenti di situ. Sebuah virus pada smartphone  dapat mengirim file yang terinfeksi ke kontak Anda atau mentransfernya ke komputer ketika Anda menghubungkannya atau mengsinkronisasi. Dan bagaimana dengan mengirimkan pesan massal tanpa izin Anda, atau membuat panggilan mahal sehingga ada penagihan tidak beralasan? Malware dapat melakukannya juga. 
Tidak semua ancaman adalah program virus jahat. Tidak hanya informasi Anda berisiko dari “mobile predator”, ukuran kompak perangkat mobile membuat mereka lebih mudah untuk hilang. Bila harganya mahal, itu jadi target utama bagi pencuri. Bila Anda meninggalkan ponsel Anda di taksi atau di restoran yang sibuk, perangkat lunak keamanan “mobile” semestinya telah  tertutup. Ada beberapa program perangkat lunak keamanan mobile yang dapat membantu Anda mencegah program jarak jauh pada perangkat mobile Anda, menghapus informasi berharga dan bahkan memata-matai pencuri Anda, atau mendapatkan perangkat Anda kembali! 
“Mobile Security” secara proaktif melindungi ponsel Anda dari ancaman smartphone. Anda bisa beristirahat tenang karena mengetahui bahwa informasi dan identitas  juga file bisnis Anda aman. Perlindungan Antivirus dan pengaturan firewall telah menjadi standar untuk rumah dan bisnis komputer, begitu pula “Smartphone”. Mengapa perangkat mobile Anda (yang sering mengandung informasi pribadi penting dan rahasia bisnis) terus menjadi risiko serius? Dengan solusi mobile yang tepat, anda tidak harus mengorbankan keamanan untuk mobilitas anda. 
Apa yang Harus Diperhatikan dalam “Mobile Security Software” 

Beberapa program perangkat lunak berperforma lebih baik dibandingkan yang lain, dan lebih mudah untuk digunakan. Dalam menentukan solusi keamanan yang tepat untuk Anda dan telepon Anda, perlu diketahui berapa banyak perlindungan yang Anda perlukan dan program perangkat lunak apa yang akan mendukung. Berikut adalah kriteria untuk mengevaluasi   perangkat lunak keamanan mobile. 
Efektivitas 
Perangkat lunak Mobile Security ini harus baik sebagai pelindung. Terlepas dari bagaimana programnya atau  fungsi tambahan fiturnya, harus efisien dan efektif melindungi telepon Anda. Sistem keamanan mobile yang baik akan menggabungkan antivirus, antispam, dan firewall  dengan perlindungan keamanan secara realtime. 
Fitur-fitur 
Sebuah solusi keamanan mobile yang baik akan memiliki fitur tambahan yang membantu dalam menjalankan program dan efektif melindungi perangkat. Kuncinya termasuk semua fitur yang tepat dengan tanpa membebani pengguna (dan sistem memori). 
Kemudahan Penggunaan 
Perangkat lunak yang baik harus mudah digunakan, terlepas dari apakah itu pada PC atau perangkat mobile. Dengan sumber daya  dan ukuran ponsel yang terbatas, adalah sangat penting bahwa perangkat lunak keamanan bersifat langsung dan mudah dinavigasi. Antarmuka dan navigasi harus memfasilitasi dan membantu pengguna dalam melindungi smartphone tanpa membuang-buang waktu hidup baterai yang berharga dengan membatasi sumber dayanya. 
Instalasi & Updates 
Menginstal perangkat lunak pada ponsel tidak harus sulit. Apakah Anda unduh secara langsung ke ponsel Anda atau sinkronisasi ke PC, instalasi hendaklah cepat dan mudah. Karena  perlindungan yang paling up-to-date sangat penting, pembaruan juga harus diberikan secepat mungkin, dan disampaikan secara efisien. 
Technical Help / Support 
Perangkat lunak keamanan Mobile yang ideal  tidak perlu dokumentasi dan bantuan lebih lanjut untuk membantu pengguna, namun tetap menyediakan itu. Bantuan dan dukungan teknis atau pertanyaan lain yang harus disediakan dalam berbagai format, termasuk telepon, email, dan online chatting. Bantuan online juga harus tersedia, termasuk instruksi manual dan jawaban atas pertanyaan yang sering diajukan.
 

Filosofi Pembelajaran Dengan Bermain Peran (Role Playing)

14 Mar
Bermain Peran, turunan dari sosiodrama, adalah metode untuk menjelajahi isu yang terlibat dalam situasi sosial yang kompleks. Ini dapat digunakan untuk pelatihan profesional atau di ruang kelas untuk memahami sastra, sejarah, dan bahkan teknik, kedokteran serta ilmu pengetahuan.
FYI. Saya sudah lakukan untuk Kuliah Kewirausahaan, Ekonomi Teknik, Manajemen Inovasi, Pengantar Lingkungan Industri, IT Audit, Applied Networking-IV, bahkan Statistik 🙂
Psikolog perkembangan terkenal, Jean Piaget, menggambarkan dua mode belajar: “Akomodasi” dan “Asimilasi”. Dalam asimilasi, peserta didik seperti “mengisi” peta mental sesuai dunia mereka. Sementara pada akomodasi, mereka mengubah peta mental, dengan memperluas atau mengubahnya agar sesuai dengan persepsi baru mereka. Kedua proses saling melengkapi dan bersamaan, namun berbagai jenis pembelajaran cenderung hanya menekankan salah satu modus.
Menghafal hafalan cenderung menekankan asimilasi. Sebaliknya, belajar memanjat pohon, berenang, atau naik sepeda menekankan akomodasi. Akomodasi melibatkan cara mendapatkan sebuah “bakat”, dan cenderung menjadi semacam pembelajaran yang hampir tidak mungkin untuk dilupakan. Belajar asimilatif, seperti yang kita semua tahu, adalah sangat mudah dilupakan.
Beberapa jenis hafalan dapat menjadi akomodatif sampai-sampai kata-kata, atmosfir atau gagasan terkait dengan ritme, irama puitis, dan musik sehingga mengapa kelompok kecil tertentu mudah memibacakan atau memainkan naskah atau lagu narasi Shakespeare. Hal ini memungkinkan seseorang jauh lebih mudah memahami dan menguasai daripada, katakanlah menghafal daftar kosakata yang harus dikuasai dan kemudian dilupakan. Ini ada hubungannya dengan penggunaan informasi dan metodologi tertentu seperti Bermain Peran.
Sayangnya, begitu banyak pendidikan berorientasi pada jenis pembelajaran yang dapat lebih mudah diuji, yang sifatnya asimilatif, yaitu tipe belajar penghafalan. Namun yang dunia benar-benar butuhkan adalah orang yang memiliki keahlian, dan keterampilan melampaui pengetahuan fakta belaka. Keterampilan, memerlukan pengujian kinerja berorientasi lebih kompleks yang membutuhkan perhatian lebih dari pendidik, mencakup variabel yang lebih dalam dan halus. Dan kompetensi serta keterampilan mencerminkan jenis pembelajaran akomodatif.
<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/mhtdwIHXeU8″ frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>
 

Bahasa Itu Cerminan Peradaban. Bila Punah, Hilang Pula Peradabannya

13 Mar

 

Bahasa daerah sering kali dianggap sebaga sumber perpecahan, padahal itu membentuk “warna dan tekstur dari lukisan” Bangsa Indonesia. Bahasa daerah itu seperti gen orangtua yang diturunkan pada kita, yang membentuk kehidupan menjadi utuh dan berwarna. Kalau hilang, punah pula “garis keturunan” kebangsaan kita.

Bahasa daerah bukan “anak haram” Bahasa Indonesia, ia berhak hidup utk memberi kebahagiaan pada Bangsa Indonesia yg dicintainya. Ia “dilahirkan dgn tangis bahagia”. Banyak fihak menganggap bahasa daerah adalah “Public Enemy” dr Bangsa Indonesia. Padahal wajah kita pun berbeda agar ada “Bhinneka Tunggal Ika”.

Menurut majalah @the_marketeers budaya lokal makin digandrungi. Seharusnya bahasa daerah mendapat tempat layak sebagai bagian utuh STP  (Segmenting, Targeting, Positioning) Bangsa Indonesia. Kita salut untuk Sule (@sule_prikitw) yang mengajak dan menampilkan agar kru @OVJ_Trans7 memakai bahasa Sunda, Jawa, Padang, Batak, Bugis, Manado, Maluku, Papua dan lain-lain karena kita “Berbeda Namun 1 Jua”

Bahasa daerah bukan “hama yg pelu dibasmi”, namun ia seperti “bakteri dalam lambung” yang membantu “pencernaan” budaya bangsa Indonesia. Berbeda dgn rokok, bahasa daerah sering dianggap “candu” yang harus dibasmi. Padahal ia seperti “Sirih yang dikunyah” dan berfungsi sbg “Antibiotik” bagi budaya asing yang tidak sesuai bagi Bangsa Indonesia.

Bahasa daerah seperti sel-sel yang membentuk Peradaban Indonesia. Kalau ia kena “Kanker” serta memasuki stadium 4, akan sulit bagi kita “mengobatinya” dan akan “menimbulkan kematian” bagi Kebudayaan Indonesia. Jelas bagi kita, bahasa itu cerminan peradaban. Bila punah, hilang pula peradabannya.

<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/jojUTGdpgaI” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

 

Bercermin Dari Semut: Silaturahmi Mendatangkan Rejeki

11 Mar
Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”;
Maka Sulaiman tersenyum karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh”
(An-Naml [27] ayat 18 dan 19:  Kisah raja semut dan tentaranya)
Mengapa Semut Saling Bersalaman ketika Bertemu?
Kita sering meihat semut. Mereka seperti “bersalaman dan saling bersilaturahmi” antar mereka bertegur sapa layaknya manusia di saat bertemu,,, cuma kita tidak bisa menalarkan karena itu bahasa binatang.
Dikutip dari blog Hoeda-manis, sebenarnya semut bukan bersalaman, tapi menepuk. Saling menepuk satu sama lain antara semut adalah cara mereka berkomunikasi. Tepukan yang keras menjadi tanda bahaya, sementara tepukan yang lembut di antara dua ekor semut adalah isyarat untuk menunjukkan/memberitahu adanya makanan bagi semut yang lain.
Apakah Semua Semut Bersifat Sosial?
Semua jenis semut adalah hewan sosial, dalam arti mereka hidup dalam kelompok, dan masing-masingnya memiliki pekerjaan yang harus dilakukan di dalam koloni. Setiap koloni umumnya juga memiliki satu betina yang bertugas untuk bertelur, yaitu ratu semut.
Para ilmuwan menyatakan bahwa semut-semut itu seperti kita, mereka melaksanakan tugas-tugas mereka secara efisien. Sambil kerja, semut-semut berbicara satu sama lain dan berkata seperti manusia. Kita menemukan bahwa semut-semut mengorganisir proses pengumpulan makanan dan tugas-tugas lain melalui bunyi-bunyi tertentu dan berbagai perintah yang dilepaskannya, sementara semut-semut lain mendengar dan merespon!
Manusia semestinya saling bertegur sapa sehingga dapat menyambung silaturahmi, bukankah silaturahmi itu mendatangkan rejeki buat kita. Itulah yang saya coba dengan rekan, teman, kolega dan sahabat sejak saya sekolah (TK-Perguruan Tinggi), saat bekerja sampai dengan sekarang. Sering kali saya memperoleh “bantuan dan dukungan” yang tidak disangka-sangka karena mempereoleh manfaat dari “Silaturahmi Mendatangkan Rejeki“.
<iframe width=”600″ height=”420″ src=”http://www.youtube.com/embed/IMqoA3iaw1Q” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>
 

Apakah Peserta Didik Menikmati Pembelajaran Dengan “Role Playing”?

10 Mar
Sering saya melakukan pembelajaran dengan “Role Playing”, apakah mereka menikmatinya? Berikut adalah hasil karya mahasiswa TEKNIK ELEKTRO – ITENAS, BANDUNG dengan topik “Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air”:

TUGAS KULIAH PENGANTAR LINGKUNGAN INDUSTRI

TEKNIK ELEKTRO – ITENAS, BANDUNG

 

Anggota:Abdul Rohman 11-2006-084    [masyarakat]

Tri Wahyu Rubianto 11-2007-004   [teknisi]

Devi Slamet 11-2007-015   [humas]

Budhi Taufiq 11-2007-025    [hukum]

Crisca Angelia Yuda 11-2007-045     [akuntan]

 

Tema:PEMBANGKIT

 

Judul:Perencanan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air

 

Inti cerita:

Awalnya melakukan tinjauan terhadap suatu daerah dari segi hubungan antara masyarakat dalam meminta persetujuan untuk melakukan pembangunan pembangkit listrik tenaga air, kemudian dalam melakukan pembangunan dibutuhkan surat legalitas dalam pembangunan, namun dalam mendapatkan persetujuan terdapat masalah dari sisi masyarakat yang menolak pembangunan tersebut, untuk itu terdapat humas yang membawa teknisi agar dapat mejelaskan lebih lanjut dalam pembangunan dan manfaat dari pembangunan PLTA ini, dan juga akuntan dan bagian hukum yang menjelaskan dari sisi ganti rugi dan surat legalitas yang bersangkutan dalam pembangunan ini, hingga mendapatkan hak legalitas dalam pembangunan PLTA ini.

 

 

 PERENCANAN PEMBANGUNAN

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR

 

Suatu perusahaan yang bergerak dibidang teknologi yang terbarukan akan melakukan suatu proyek mengenai pembangkit listrik. Proyek ini akan dibangun di tempat atau daerah terpencil yang terdapat banyak penduduk yang belum terjangkau oleh pasokan listrik dari PLN. Sebelum dilakukan pembangunan proyek tersebut, dari perusahaan melakukan survey yang meliputi bebrapa faktor dan diantaranya yaitu lokasi pemukiman yang dihuni oleh banyak penduduk, belum ada pasokan listrik dari PLN atau belum semua penduduk bisa memanfaatkan listrik PLN (hanya sebagian kecil saja yang menggunakan listrik PLN), sumber energi yang cukup dan dapat diperbaharui.

 

Dalam situasi rapat:

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : “Assalamu’alaikum wr.wb.”

Bpk. Devi Slamet (Humas)             : ”Wa’alaikumsalam wr.wb.”

Bpk Budhi Taufiq (Hukum)            : ”Wa’alaikumsalam wr.wb.”

Ibu Crisca A. Y. (Akuntan)             : ”Wa’alaikumsalam wr.wb.”

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : “Terima kasih kpd bpk-bpk dan ibu yg telah hadir dalam rapat proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga hydro ini. Di sini kita akan membahas persiapan dalam melakukan survey di desa yang masih belum terjangkau pasokan listrik. Dari kriteria yang kita tentukan dan dari beberapa desa yg meiliki kriteria tersebut, dipilih Desa Tak Tahu Di mana. Kepada bagian humas diharapkan bisa bersosialisasi dengan masyarakat di sana.”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Baik, saya akan laksanakan. Saya akan bersosialisasi dengan masyarakat disana dan meminta bantuan dari tokoh masyarakatnya agar masyarakat lebih bisa mengerti maksud dan tujuan proyek ini.”

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ” Terima kasih, mohon kerjasamanya. Kepada bagian Hukum, agar dipersiapkan segala persiapan yang berkaitan dengan proyek ini. Dimulai dari berkas-berkas sampai surat-surat berharga lainnya, agar memperoleh kelegalan persetujuan dari semua pihak.”

 

Bpk Budhi Taufiq (Hukum)                        : ”OK, saya sudah persiapkan semua berkas-berkas yang diperlukan dan segala surat-surat penting lainnya.”

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ”Terima kasih, mohon kerjasamanya. Kemudian untuk proses pengalihan lahan, biaya, ganti rugi, dan sebagainya, agar bagian Akuntan bisa mengatasinya. Dalam hal ini dibantu oleh bagian Hukum dan Humas.”

 

Ibu Crisca A. Y. (Akuntan)             : “Baik Pak, saya akan persiapkan segala sesuatunya mengenai hal tersebut. Kepada bagian Hukum dan Humas saya mohon kerjasamanya agar proyek ini bisa berjalan sukses.”

 

Bpk Budhi Taufiq (Hukum)                        : ”Baik Bu, saya akan melakukan yang terbaik agar proyek ini bisa berjalan sukses.”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Baik, kalau begitu kita harus terus melakukan koordinasi jika ada sesuatu hal yang membutuhkan bantuan.”

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ” OK, jadi semua bagian sudah memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam proyek ini. Namun, jangan sampai mementingkan diri sendiri. Dimohon dalam proyek ini kerja sama dari setiap bagian dapat terkoordinasi dengan baik. Demikian rapat kali ini dan besok kita berangkat menuju Desa Tak Tahu Dimana untuk melaksanakan proyek ini. Terima kasih semuanya. Wassalamu’alaikum wr.wb.”

 

Humas, Hukum, Akuntan                : ”Sama-sama, Wa’alaikumsalam wr.wb.”

 

 

Di lokasi proyek Desa Tak Tahu Dimana:

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           :”Kita telah berada di Desa Tak Tahu Dimana, bagaimana dengan persiapan dan kelengkapan dari setiap bagian?”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Saya telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk sosialisasi nanti dengan masyarakat desai ini. Saya juga telah menghubungi tokoh masyarakat desa ini dan meminta bantuannya untuk mengumpulkan masyarakat dalam rangka sosialisasi.”

 

Bpk Budhi Taufiq (Hukum)                        : ”Saya juga telah mempersiapkan semua berkas dan surat-surat yang nantinya dibutuhkan dalam proses pembangunan proyek ini. Selain itu, saya telah menghubungi pihak berwajib untuk meminta bantuan keamanan agar pada saat terjadi sesuatu yang berhubungan dengan keamanan misalkan kericuhan ataupun kekacauan bisa terkendali. Namun, di sini kita berharap hal tersebut tidak sampai terjadi.”

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ”Tentu, kita semua di sini mengharapkan yang terbaik dan hal-hal seperti itu jangan sampai terjadi, walaupun hal seperti itu sampai terjadi kita harus bisa menyigapinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar dapat mengurangi dampak yang seminimal mungkin. Selanjutnya bagaimana dengan bagian Akuntan? Apakah semua sudah dipersiapkan?”

 

Ibu Crisca A. Y. (Akuntan)             : ”Semua kebutuhan dan hal penting lainnya telah dipersiapkan, seperti biaya, ganti rugi, proses pengalihan lahan kepemilikan, surat-surat penting, catatan-catatan, dan sebagainya. Nanti saya beserta bagian Humas dan Hukum akan saling berkoordinasi kembali.”

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ”Baiklah jika semua sudah beres dan telah dipersiapkan. Sekarang kita akan bertemu dengan masyarakat , mereka telah berkumpul di balai desa dan kita akan menuju ke sana.”

 

Tempat Sosialisasi :

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Assalamu’alaikum wr.wb.”

 

Masyarakat                                        : ”Wa’alaikumsalam wr.wb.”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Terima kasih sebelumnya saya ucapkan kepada masyarkat yang telah meluangkan waktunya dan bersedia menghadiri acara sosialisai ini dan juga para tokoh masyarakat yang bersedia membantu kami dalam sosialisasi ini. Terutama kepada Bpk. Lurah Desa Tak Tahu Dimana yang telah berada bersama kita di ruangan ini. Terima kasih Pak atas kesediaan Bapak untuk mengajak masyarakt untuk berkumpul di sini bersama kami. Baiklah, langsung saja kita mulai acara sosialisasi ini. Namun sebelumnya, kami akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Devi Slamet sebagai HUMAS. Kemudian ada Bpk. Tri Wahyu Rubianto sebagai TEKNISI. Ada Bpk Budhi Taufiq yang bergerak di bagian HUKUM dan yang terakhir merupakan yang tercantik di antara kami karena satu-satunya wanita, beliau adalah Ibu Crisca Angelia  bergerak di bagian AKUNTAN. Kami merupakan orang-orang yang berasal dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi terbarukan. Tujuan kami di sini untuk membangun suatu pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air. Sebelumnya kami telah melakukan survey di beberapa lokasi, setelah di analisa kami memilih desa ini karena sesuai dengan kriteria yang ada. Selain itu, kami juga di sini dalam rangka kerja sosial karena proyek ini bertujuan untuk kepentingan masyarakat di sini. Namun, di sini kami tidak dapat berkerja sendiri, kami membutuhkan bantuan bapak ibu sekalian. Dalam proyek ini kami membutuhkan lahan yang tidak sedikit.”

 

Masyarakat                                        : ”Kenapa harus desa kami Pak? Lahan yang gak sedikit emangnya baut apa? Apa bapak mau memeras kami sebagai orang yang gak berpendidikan ini? Bapak Ibu sekalian, kita jangan mau dibodohin oleh orang-orang seperti mereka yang mau memanfaatkan dan menghasilkan keuntungan buat mereka sendiri.” (Masyarakat lain berkata     : ”Yaaaa…. Betul…! Betul…!)

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Bapak-bapak, Ibu-ibu, mohon dengarkan penjelasan kami dulu. Kami tidak ada maksud seperti itu.”

 

Masyarakat                                        : ”Aaah…. Bohong! Bapak-bapak, Ibu-ibu jangan sampe percaya gitu ajah sama orang-orang ini. Kita gak tau sebenarnya apa yang mereka inginkan.”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Tenang dulu bapak-bapak, ibu-ibu, dan sodara sekalian. Kami mengumpulkan masyarakat di sini bermaksud menjelaskan maksud dan tujuan pembangunan proyek ini. Untuk itu bapak ibu sekalian kami mohon dengan sangat kepada semuanya yang ada di sini untuk mendengarkan dan memberi kesempatan kepada kami agar jelas persoalannya. Soal lahan atau tanah, tentu saja kami tidak akan merugikan masyarakat di sini. Kami tentu akan membayarnya dan memberi ganti rugi yang sepantasnya atas lahan yang akan kami digunakan nanti sebagai lahan proyek ini.” (Bpk. Lurah menenangkan warganya agar dapat mendengarkan penjelasan proyek tersebut).

 

Masyarakat                                        : ”Mohon maaf kalo begitu, kami sebagai masyarakat di sini hanya tidak ingin dirugikan dan dimanfaatkan untuk keuntungan semata oleh bapak sekalian. Silahkan bapak jelaskan kembali kepada kami dan kami akan mendengarkannya.”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Baik, terima kasih atas perhatian semuanya. Untuk penjelasan mengenai proses pembangunan pembangkit ini akan saya serahkan kepada bagian TEKNISI kami.”

 

Bpk. Tri Wahyu Rubianto (Teknisi)           : ”Terima kasih sebelumnya. Kami di sini bermaksud untuk membangun sebuah pembangkit listrik tenaga air yang memanfaatkan aliran sungai yang cukup besar di desa ini. Dari survey yang kami lakukan,  desa ini belum terjangkau oleh pasokan listrik dari PLN dan kalu pun ada yang menggunakan listrik itu hanya sebagian kecil saja bagi mereka yang berkecukupan. Untuk itu, kami ingin membantu masyarakat di sini agar dapat menikmati penggunaan listrik. Selain itu, proyek ini nantinya bisa mengembangkan potensi usaha yang ada di desa ini sehingga masyarakat di sini bisa mendapatkan penghasilan tambahan bahkan bisa mengembangkan jenis industri yang besar. Sebelumnya, untuk membantu proses pembangunan proyek ini kami membutuhkan lahan dan lokasi yang strategis sebagai tempat pengoperasian dan perawatannya. Lokasinya harus berada di sekitar sungai, mudah terjangkau, dan listrik bisa terdistribusikan secara merata ke rumah-rumah masyarakat. Oleh karena itu kami akan mengganti lahan yang akan kami gunakan dalam proyek  ini dengan penggantian yang sesuai dan tidak merugikan.”

 

Masyarakat                                        : ”Bagai mana dengan pekerjaan kami pak? Karena lahan yang digunakan merupakan tempat pencaharian kami sebagai petani. Dari mana kami bisa mendapatkan penghasilan kalau lahan yang kami gunakan sebagai pencaharian kami sudah tidak ada?

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ”Untuk soal itu sebaiknya akan lebih jelas bila bagian HUKUM dan AKUNTAN yang menjelaskannya.”

 

Bpk Budhi Taufiq (Hukum)                        : ”Baiklah, untuk persoalan lahan tanah dan legalisasinya akan saya urus. Saya beserta bagian AKUNTAN akan mengurus surat-surat tanah dan penggantiannya dengan harga yang sesuai. Saya akan melengkapi semua berkas-berkas kepemilikan lahan atau tanah bila memang masih belum lengkap dan merundingkan mengenai legalitasnya dengan Bapak Ibu sekalian sesuai hukum yang berlaku. Selain itu juga, saya akan membuat perjanjian dari semua pihak agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Tentu saja perjanjian tersebut kita buat bersama warga yang bersangkutan dan disaksikan oleh oleh beberapa saksi dari semua pihak. Sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dan semua menyetujuinya. Kemudian untuk biaya dan hal lain akan disampaikan oleh bagian AKUNTAN.”

 

Ibu Crisca A. Y. (Akuntan)             : ”Terima kasih. Untuk biaya penggantian lahan atau ganti rugi telah saya persiapkan dan akan saya perhitungkan dengan baik. Penggantian ini akan saya bicarakan terlebih dahulu dengan pihak yang bersangkutan mengenai lahan dan ganti rugi. Segala biaya akan kami sediakan sampai proyek ini selesai. Untuk persoalan mengenai pekerjaan Dapak Ibu sekalian, Tujuan kami di sini memang untuk membantu dan mengembangkan potensi usaha yang ada di desa ini. Dalam proses pembangunan nanti, kami akan membutuhkan pekerja yang berasal dari desa ini juga dan akan kami upah yang sesuai. Kemudian jika ada lulusan-lulusan Sekolah Menengah Kejuruan yang memeiliki keahlian di bidang teknisi atau pun kelistrikan akan kami pekerjakan dan menjadi pekerja tetap dalam proyek pembangkit ini. Namun, jika tidak ada atau hanya sedikit yang lulusan SMK, kami akan memberikan pelatihan terlebih dahulu agar memiliki keahlian dan mendapat pekerjaan agar tidak menjadi pengangguran. Tidak hanya itu, kami juga memberi pelatihan-pelatihan kepada masyarakat di sini agar mendapat keahlian yang berkaitan dengan potensi yang ada seperti pengembangan usaha pertanian, perkebunan, dan sebagainya. Demikian penjelasan dari saya.”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Terima kasih. Baiklah bapak-bapak, Ibu-ibu, dan sodara sekalian, demikian untuk sosialisai mengenai proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air ini. Kami mohon kerja samanya dari semua pihak, semoga kedepannya proyek ini terus berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi kita semua, khususnya untuk masyarakat Desa Tak Tahu Di mana ini. Amin…! Proyek ini akan dilaksanakan sebulan kemudian setelah semua perjanjian dan kesepakatan dari semua pihak telah disetujui dan mendapat legalisasi. Bila ada sesuatu hal yang ingin disampaikan bisa langsung menghubungi kami. Demikian dari kami, mohon maaf bila ada kesalahan dan kata-kata yang kurang berkenan di hati Bapak Ibu sekalian. Akhir kata kami ucapkan terima kasih. Wassalamu’alaikum wr.wb.”

 

Masyarakat                                        : ”Wa’alaikumsalam wr.wb.”

 

 

Semua bersalaman dengan masyarakat dan tokoh masyarakat di sana. Walaupun sempat terjadi penolakan dari masyarakat, namun semua berakhir dengan baik. Setelah sebulan mendapat persetujuan dan legalisasi, proyek pun dilaksanakan sampai selesai. Dalam proses pembangunan proyek yang dilaksanakan tentu saja masih ada kendala-kendala lain yang harus diselesaikan, namun semua diselesaikan dengan baik-baik untuk mendapat titik tujuan yang tidak saling merugikan. Setelah proyek selesai dibangun, masyarakat Desa Tak Tahu Dimana dapat menikmati penggunaan listrik dan bisa mengembangkan pontensi usaha yang ada di sesa itu. Masyarakatnya pun sekarang telah memiliki penghasilan lebih bahkan melebihi penghasilan sebagai petani yang sebelumnya. Meraka pun berharap menjadi masyarakat yang selalu berkembang dan menjadi lebih baik lagi, namun tidak melakukan segala sesuatu secara berlebihan dan tetap menjaga kelestarian alam dan lingkungan mereka agar bisa dinikmati oleh cucu-cucu mereka di masa yang akan datang.

 -SEKIAN-

<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/mhtdwIHXeU8″ frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>