RSS
 

Archive for July, 2012

#Ramadhan Milik Umat Beriman Sedunia

25 Jul

Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, pada bulan tersebut engkau diwajibkan berpuasa dan dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka dan syaithan-syaithan di belenggu, dalam bulan tersebut ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barang siapa yang tidak mampu mendapatkan kebaikan bulan ramadhan tersebut maka haramlah baginya surga. (HR Ahmad, an Nasa’i, dan Baihaqi).   

Alhamdulillah, kita bertemu lagi dengan bulan Ramadan, bulan penuh mutiara hikmah. Ini semua berkat nikmat-Mu ya Allah. Semoga Ramadhan ini kita bisa lebih baik dari Ramadan sebelumnya.  Ramadhan adalah bulan yang selalu kita rindukan kedatangannya. Bulan pembelajaran penuh hikmah dan berkah yang begitu besar serta ampunan dari Allah SWT. Berawal dari kerinduan dan penantian dengan Ramadhan buku ini hadir sebagai bacaan penuh inspirasi. Penulis yang tergabung dalam buku ini menghadirkan Ramadhan dalam rajutan kata yang begitu syahdu, begitu indah, begitu rindu, begitu rasa, begitu cinta, begitu sayang.  

Dalam hitungan hari, umat Islam sudah memasuki bulan yang disucikan ini. Selalu saja, potret kegairahan Ramadhan terekam di mana pun kaum Muslimin berada. Di Tanah Air, sebagaimana umat Islam menjadi mayoritas, atau di belahan lain, ketika umat Islam minoritas. Sejatinya, Ramadhan adalah milik umat beriman seperti tersurat pada ayat Al-Baqarah 183:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh umat muslim di dunia ini. Sudah sepantasnya kita melakukan hal-hal yang baik dan jauhkan diri dari hal-hal yang negatif. Sebaiknya kita jaga sikap dan tutur kata jangan sampai menyakiti perasaan orang lain.  Ramadhan itu memiliki jutaan keragaman aktivitas dengan tujuan yang satu, puasa dan peningkatan spritual yang seragam di bulan itu. Untuk mengetahui aktivitas apa saja yang akan dilakukan muslim di Dunia pada Ramadhan, marilah kita simak fakta dari budaya, kebiasaan, atau hal-hal lainnya tentang Ramadhan yang dikumpulkan dari berbagai belahan bumi.

Amerika

1. Puasa tahun ini sampe 15 jam

2. Ramadhan tepat di puncak Summer

3. Tidak terdengar suara adzan, tidak ada kentungan atau imsak

4. Buka puasa dengan hotdog, or burger

5. Suasananya seperti bulan biasa

6. Masjid Nurul Mustafa, di pinggir kota Johnston County, North Carolina, selalu marak saat ramadhan dengan lampu-lampu hias.

Australia

7. Jangan telat sholat Tarawih di Masjid Lakemba, coz parkir mobilnya Selalu penuh.

8. Belanja Persiapan Buka Puasa di Toko Asia di Perth

9. Masjid Gold Coast selalu ramai jemaah saat waktu buka puasa

10. Selalu ditemukan remaja muslim yang menggenakan busana muslimah di Mall-mall

11. Houssam Dannaoui dari Medina Halal Meats bekerja dua kali lebih keras selama 30 hari Ramadhan

12. 30 Masjid di Melbourne dan sejumlah ruangan yang biasa dipakai shalat berjemaah selalu hangat dan ramai, seperti di Flemington dan Roxburgh Park

13. Steak dan kurma menjadi Menu favorit buka puasa di Australia

14. Muslim Australia ingin lebih banyak membaca atau memastikan bahwa mereka memiliki pakaian bagus untuk pergi ke masjid, karena tidak semua orang memakai jilbab sepanjang tahun.

15. Rumah makan menjadi pusat iftar (buka puasa) dan berjalan di seluruh kota

16. Wakil Presiden ICV (Islamic Centre Victoria) mengatakan kalau seluruh keluarganya berprilaku lebih baik selama bulan Ramadhan.

17. Di Canberra tidak ada perbedaan awal puasa.

Rusia

18. Puasa di Negeri Beruang putih tahun ini selama 17 jam

19. Buka puasa di masjid Yarjam, sebelah utara Moskow sangat menyenangkan. Umat Islam berkumpul hampir disetiap waktu sholat. Terlebih saat waktu buka puasa

20. Di masjid Yarjam terdapat Al-Quran terjemahan bahasa Indonesia.

21. Hampir di setiap masjid terdapat bazaar-bazaar dadakan setiap Ramadhan tiba. Mereka menjual buku-buku islami, souvenir, minyak wangi dan kopiah.

22. Di Rusia kini terdapat 8000 masjid, dan 20 juta muslim. Dua juta diantaranya berada di Moscow. Sehingga pada Ramadan, kota ini sangat semarak dengan nuansa Islami 

Antartica

23. Aplikasi pengingat waktu sholat jadi andalan, begitu pun waktu berbuka maupun sahur.

24. Buka puasa dengan kopi atau teh hangat. Jika ada, bandrek atau bajigur menjadi minuman favorit.

Kanada

25. Komunitas muslim yang terbanyak di Toronto

26. Waktu puasa 14 jam, dari pukul 05.00 – 21.00

27. Menu khas buka puasa Kebab

28. Menjelang Iedul Fitri selalu ada Canada Exhibition, tempatnya di Rogger Centre. Selalu juga dikunjungi oleh pejabat teras.

Inggris

29. Mahasiswa muslim di University of Glasgow dapat menikmati buka puasa nasi kari ala Pakistan dan kurma di Masjid dan Islamic Center Kampus.

30. Organisasi-organisasi muslim di Inggris kerap mengadakan acara diskusi keislaman setiap Ramadhan tiba di setiap masjid.

Turki

31. Hidangan buka puasa di Turki menjadi sesuatu yang sangat menarik, karena hampir semua restoran yang ada menawarkan menu khusus yang sama.

32. Menu yang sering dihidangkan saat berbuka puasa adalah ‘Iftariye’ atau appetizer Plater. Terdiri dari kurma, zaitun, keju, pastirma, sujuk, roti pide dan juga berbagai kue-kue yang disebut “borek”.

33. Menu yang biasa disantap saat sahur adalah Makarna (makaroni) atau pilav (nasi Turki) dan yang spesial adalah Hosaf (komposto), semacam manisan buah-buahan.

34. Semarak Ramadhan di Turki mirip dengan di Indonesia, karena mayoritas penduduk Turki adalah muslim, maka hampir di setiap jalan dan masjid-masjid di Turki terang dengan lampu-lampu khas Ramadhan di Timur Tengah.

35. Di area Blue Mosque menjadi tempat favorit untuk menunggu waktu berbuka puasa

36. Buka puasa gratis di tenda iftar Blue Mosque

37. Setiap Kadir Night “Malam Lailatul Kadar” di masjid-masjid besar selalu di perlihatkan janggut Rasulullah SAW.

38. Televisi-televisi di Turki menayangkan aneka acara untuk menemani masyarakat santap sahur.

39. Masyarakat Turki lebih memilih minum teh saat berbuka maupun sahur.

40. Hiburan malam masih beroperasi

Kosovo

41. Ramadhan di negara ini akan menjadi sangat sibuk bagi para cendikiawan muslim, sebabnya mereka harus berdakwah ke semua pelosok negeri untuk mengisi dan meramaikan masjid-masjid.

42. Setiap tahunnya, di bulan Ramadhan, para cendikiawan dan para dermawan mengumpulkan dan mendistribusikan sekitar 20 ton daging untuk kaum duafa, rumah-rumah sakit, lembaga untuk orang-orang cacat dan kantin mahasiswa Pristhina.

43. Nuasa Ramadan begitu terasa di Kosovo di mana banyak toko-toko yang sudah menjual makanan khas tradisional, kurma dan bermacam-macam permen.

Jepang

44. Dorayaki jadi menu khas berbuka puasa

45. Masjid Jami Yoyogi, salahsatu masjid di sebelah Selatan Tokyo menjadi tempat menarik menanti waktu berbuka puasa (ngabuburit).

46. Setiap Ramadhan selalu ada agenda KMII (Komunitas Muslim Islam Indonesia) yang dihadiri bukan hanya WNI, tetapi muslim pribumi juga muslim dari negara lainnya. Acara rutin per-minggu itu selalu diadakan di masjid sambil buka bersama.

47. Sedikit sulit mencari masjid untuk shalat tarawih

Pakistan

48. Tidak ada berbuka puasa di Pakistan tanpa Samosa, warung Samosa yang bertebaran di Bulan Puasa menawarkan versi pedas dan manis. Samosa semacam roti yang dicampuri kacang dan daging.

49. Pakora plus saus hijau jadi cemilan saat sahur

50. Toko-toko di siang kebanyakannya tutup. Dan mulai buka setelah sholat Ashar hingga tengah malam

51. Hampir seluruh masjid baik di Islamabad maupun di kota-kota besar lainnya seperti Peshawar, Lahore, Multan, Karachi, menyediakan iftar jama’i (buka bersama) dengan menu andalan Chawal Briyani (Nasi Briyani ). Untuk ta’jil (hidangan pembuka) penduduk Pakistan selalu menghidangkan makanan tradisional ala sub-kontinen Pakoura dan Samosa

52. Menjelang akhir Ramadhan, seluruh masjid menyelenggarakan Sabina (mengkhatamkan al-Qur’an ) yang dibaca dalam sholat tarawih selama tiga hari menjelang akhir Ramadhan.

India

53. Adzan Maghrib hanya dikumandangkan di masjid dan daerah-daerah yang populasi umat Islamnya besar, seperti Hyderabad, Mumbai, New Delhi dan Kashmir

54. Waktu sahur pukul 05.15, dan waktu Maghrib pukul 18.30. Hampir sama dengan Indonesia.

55. Berpenduduk sekitar 1,1 Miliar (Jumlah penduduk terbesar kedua setelah Cina), dengan penduduk Muslim sekitar 156 Juta. Namun nuansa Ramadhan masih terasa hangat.

56. KBRI New Delhi dan KJRI Mumbai kerap melaksanakan sekaligus menjadi pusat rangkaian acara kegiatan selama Ramadhan.

57. Di Ikhla dan Jama Masjid, Delhi. Sepanjang Ramadhan menjadi tempat berkumpul bagi para mahasiswa dan masyarakat Indonesia. Karena kemudahan dalam memperoleh makanan khas ramadhan.

Jordan

58. Mansaf adalah hidangan khas Jordan. Terdiri dari daging domba yang dibumbui dengan rempah-rempah. Selalu tersedia untuk menu buka puasa.

59. Qantayyif adalah pancake lezat rasa kayu manis diisi dengan kenari dan gula. Selalu ada untuk ta’jil puasa.

60. Masjid Universitas Yarmouk selalu ramai dan padat saat tarawih dan itikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan

61. Mahasiswa Indonesia atau Warga Asing sering menjadi ‘selebritis dadakan’, karena sering diundang pada acara buka puasa di stasiun TV atau Radio. Juga orang Arab yang berebutan ingin mengundang buka puasa di rumahnya.

Palestina

62. Lentera dan lampu-lampu menyala di sudut-sudut lorong di kota Gaza

63. Tahun ini, sebagian rakyat gaza mengatakan bulan puasa akan berlangsung sulit. Selain cuaca sangat panas, di Gaza sering terjadi pemadaman listrik. Itu akibat bahan bakar yang minim di wilayahnya.

64. Suhu sangat tinggi, tidak ada kipas angin, tidak ada pendingin ruangan, dan tidak bisa menyimpan makanan di kulkas, karena tidak ada listrik.

65. Tahun ini warga Gaza kembali menikmati produk kemasan, seperti minuman kaleng, jus, selai dan manisan. Sebelumnya produk-produk itu tidak bisa masuk Gaza, karena diblokade tentara Israel.

66. Di kota tua Yerusalem, warga memadati gerbang Damaskus, pintu masuk ke pusat muslim. Mereka belanja beragam makanan yang menjadi santapan khas berbuka puasa

67. Di Masjid Al-Aqso umat Islam penuh dan padat sepanjang hari selama bulan Puasa.

Egypt

68. Fenomena ‘Maidah Rahman’ (hidangan kasihsayang), buka puasa gratis (ta’jil dan makan) di setiap Masjid dan tenda-tenda yang tersedia.

69. Polisi lalu lintas tanpa sungkan memegang mushaf Al-Quran dan membaca-nya di sela tugas di jalanan ibukota.

70. Penumpang bus berdesakkan sembari membaca Al-Quran dengan mushaf ditangannya.

71. Maraknya lampu dan lentera vinus bertuliskan ‘Ramadan Kareem’

72. Menjelang waktu Maghrib (buka puasa) jalanan kosong. Semua orang berhenti untuk berbuka puasa

Arab Saudi

73. Jumlah jemaah yang berada di Masjidil Haram dan kawasannya, lebih banyak saat Ramadhan ketimbang waktu musim haji. Karena saat haji, jemaah tidak berkumpul hanya di Makkah (Masjidil Haram). Berbeda dengan bulan puasa, mayoritas jemaah berada di Masjidil Haram.

74. Saat waktu buka puasa lebih dari 12.000 meter taplak meja dibentangkan setiap hari di areal Masjid. Petugas menyediakan makanan berbuka di Masjidil Haram, Kerajaan Saudi dan para dermawan mengeluarkan dana setiap hari mencapai sekitar setengah juta riyal Arab Saudi (sekitar 134.000 dolar AS) atau setara Rp 1,2 miliar.

75. Jumlah kurma yang dikonsumsi setiap hari oleh orang yang berbuka puasa di Masjidil Haram diperkirakan berjumlah lebih dari 5 juta buah. Artinya, dengan 1,2 juta orang Muslim yang mengerjakan shalat di Masjidil Haram, jumlah itu berarti sama dengan tiga kurma untuk setiap orang.

76. Penduduk asli berebutan mengajak WNA untuk berbuka puasa

77. Tarawih satu malam satu juz, sehingga selama Bulan Ramadhan khatam Al-Qur’an

78. Pahala umrah, puasa, ibadah lainnya di Masjidil Haram semakin berlipat

79. Setelah sholat Tarawih di Masjidil Haram, malamnya ada shalat Qiyamul Lail berjemaah

80. Harga-harga hotel melambung tinggi, tentunya berbeda dengan di Indonesia yang mengadakan promo saat bulan puasa.

81. Pengemis marak disepanjang jalur menuju Masjid

82. Ta’jil dengan kurma, gahwah (kopi khas Arab) dan air Zam-Zam

83. Syeikh Sudais (Imam Masjidil Haram) selalu memberikan infak, shadaqah dan zakat kepada ribuan mahasiswa di Timur Tengah

84. Harga-harga makanan dan bahan pokok kebutuhan rumahtangga stabil, bahkan tidak jarang memberikan diskon-diskon besar

85. Pertokoan dan dunia kerja lainnya, umumnya dimulai menjelang buka hingga waktu sahur.

Indonesia

86. Tetap semangat kejar setoran

87. Tiket KA ‘ludes’ 40 hari sebelum lebaran

88. Mudik menjadi budaya di akhir Ramadhan

89. Macet menjadi fenomena di setiap mudik dan arus balik

90. Kolak dan es buah menu favorit buka puasa

91. Pengemis marak di setiap traffic light dan masjid-masjid besar

92. Pesantren kilat menjamur

93. Masjid-masjid penuh di awal hingga pertengahan Ramadhan

94. Semangat ngaji dan tarawih

95. Meski dilarang, petasan menjadi suara khas di bulan Ramadhan

96. Siaran TV dan selebritis negeri menjadi sangat Islami

97. Harga Sembako naik tinggi setiap akhir Ramadhan

98. Ketupat menjadi makanan khas lebaran

99. Ucapan selamat hari raya yang ramai di sms mobile

Tentunya masih banyak aktivitas dan fenomena berpuasa di belahan bumi lainnya. Jika memiliki data, info ataupun pengalaman puasa di negeri orang silahkan di-share.

Dikutip dari: http://cordova-travel.com/blog/2011/07/22/99-fakta-ramadhan-di-dunia/ dan berbagai sumber

 

 

AT Mahmud dan Hari Anak Nasional: Kecintaan Seorang Bapak Pada Penerusnya

23 Jul
Dipinjam dari http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1279798501/hari-anak-nasional
“AMBILKAN bulan, bu. Ambilkan bulan, bu, yang selalu bersinar di langit. Di langit, bulan benderang. Cahayanya sampai ke bintang. Ambilkan bulan bu, ambilkan bulan, bu. Untuk menerangi, tidurku yang lelap di gelap.”
Itulah salah satu lagu yang ingin saya “tangkap” pada peringatan  Hari anak nasional  yang diciptakan oleh AT Mahmud karena kecintaannya pada pendidikan anak. Hari anak nasional pertama kali dicanangkan oleh Alm. mantan Presiden Suharto yaitu pada tanggal 23 Juli tahun 1986. Berarti tahun ini usia HAN menginjak usia yang ke 26 tahun. Harapan Almarhum mantan Presiden Suharto, dengan adanya Hari Anak Nasional di Indonesia ini akan dapat menjadi awal kunci kemajuan bangsa.
Ia melihat anak-anak sebagai aset kemajuan bangsa. Karena itulah, sejak tahun 1984, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 44 tahun 1984, tanggal 23 Juli ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional. Peringatan Hari Anak Nasional dilakukan sejak tahun 1986 sampai saat ini. Perayaan ini dilakukan untuk menggugah kepedulian maupun partisipasi seluruh rakyat Indonesia dalam menghormati dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi.
Setiap tahun, Hari Anak Nasional di Indonesia selalu diperingati dengan tema yang berbeda. Misalnya pada tahun 2009, Hari Anak Nasional dirayakan dengan tema “Saya Anak Indonesia, Kreatif, Inovatif, dan Unggul Untuk Menghadapi Tantangan di Masa Depan”. Puncak perayaan Hari Anak Nasional dirayakan di Taman Impian Jaya Ancol dengan menghadirkan operet musikal karya A.T Mahmud, berjudul “Ambilkan Bulan, Bu.”
Musik dan Pendidikan memang dunia yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan pria kelahiran Palembang ini. Massagus Abdullah Mahmud, demikian nama pemberian kedua orang tuanya sejak lahir 3 Februari 1930 silam. Keluarga dan teman-temannya semasa sekolah SMP lebih sering memanggilnya dengan sebutan Totong. Kebiasaan memangil dengan nama Totong tersebut terbawa sampai SMA, ijazahnya pun diberi nama Abdullah Totong Mahmud dan lebih dikenal dengan AT Mahmud yang kini dikenal masyarakat sebagai pencipta lagu anak-anak.
Anak kelima dari sepuluh bersaudara ini baru menemukan kembali momentum dalam mengembangkan bakat bermusiknya ketika ia bertugas di Sekolah Guru Taman Kanak-kanak (SGTK) setelah sebelumnya ia mendaftarkan diri di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta. Di SGTK, ia pun berkreasi terutama mencipta lagu anak-anak. Kehidupan anak-anak yang senang bermain menjadi inspirasi utamanya dalam menciptakan lagu.
Selain di SGTK, inspirasi terbesar Totong juga datang dari ketiga anaknya. Ruri Mahmud, Rika Vitrina dan Revina Ayu. Ketiga buah cinta dari pernikahannya dengan Mulyani Sumarman pun menjadi inspirasi dari sebagian besar lagu gubahannya. Lagu Pelangi terinspirasi dari Rika ketika masih duduk di Taman Kanak-kanak (TK). Ketika dalam perjalanan ke sekolah, Rika menunjuk ke arah langit dan berteriak kepada sang ayah, “Pelangi!” Kejadian ini memberinya ide untuk membuat sebuah lagu mengenai pelangi. Ia pun menyusun kata-kata yang tepat sesuai pikiran anak-anak yang menggambarkan indahnya ketika pelangi muncul. Dengan iringan gitar maka jadilah sebuah lagu Pelangi yang sampai sekarang sering dinyanyikan di TK dan SD.
Pada tanggal 3 Juni 1968, kariernya dalam bermusik semakin menanjak setelah mendapat tawaran membuat acara musik untuk anak-anak dari TVRI, Ayo Menyanyi menjadi judul acara tersebut. Mealuli acara tersebut AT Mahmud memperkenalkan lagu anak-anak dari berbagai pencipta lagu terdahulu seperti Ibu Sud, Pak Dal, Pak Tono, S.M. Moechtar, dan lainnya, acara tersebut juga memberikan kesempatan kepada pencipta lagu baru untuk memperkenalkan lagunya. Ayo Menyanyi juga menjadi tempat yang terbaik untuk memperkenalkan lagu ciptaan AT Mahmud. Selama dua puluh tahun Ayo Menyanyi bertahan menjadi acara pendidikan musik anak dengan penggemar setia. Sampai akhirnya pada 1988, direksi TVRI meminta seluruh kru termasuk AT Mahmud untuk mundur dari acara Ayo Menyanyi.
Namun berkat dedikasinya yang luar dalam perkembangan musik anak-anak beberapa kali ia mendapat penghargaan dari berbagai pihak. Penghargaannya yang pertama diterima dari Menteri Pendidikan Nasional Juwono Sudarsono pada 1999. Selanjutnya rentetan penghargaan menyusul seperti dari Presiden RI Megawati Soekarno Putri (2001), Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden RI, Life Time Achievement Awards pada Anugerah Music Indonesia 2003. 
Penghargaan paling anyar diperoleh pada peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2010,walaupun ia telah berpulang ke Rahmatullah dua minggu sebelumnya, 6 Juli 2010. Sosok AT Mahmud memang salah satu sosok yang tidak dapat dilepaskan dari perkembangan musik anak-anak di Tanah Air. Lagu-lagu ciptaannya menjadi lagu wajib yang dinyanyikan pada TK atau SD. 
Namun gempuran lagu-lagu dewasa baik itu dari Band, penyanyi dewasa menjadi tantangan besar bagi eksistensi musik sejenis ciptaan AT Mahmud. Namun menurutnya Lagu anak-anak berbeda dengan lagu orang dewasa. Lagu anak-anak harus menggambarkan pikiran, perasaan, dan tingkah laku anak-anak. Anak-anak tidak boleh disuguhkan dengan lagu orang dewasa yang melampaui batas usia anak-anak itu. Maka tidaklah heran ketika pada akhir tahun lalu ia sempat berseloroh mengenai kegelisahannya.
“Saat ini anak-anak lebih hafal lagu orang dewasa ketimbang lagu anak-anak seumuran mereka,” ujarnya di salah satu tayangan televisi nasional. Kekhawatirannya memang cukup beralasan, saat ini urusan cipta mencipta lagu anak-anak tidak sama lagi dengan puluhan tahun yang lalu. Jangankan menemukan lagu anak-anak yang pas dengan usia anak-anak, penyanyi cilik pun susah mendapat tempat di hati penikmat musik. Sehingga kesulitan untuk menemukan pencipta lagu yang berdedikasi pada pendidikan musik anak-anak, sama susahnya dengan menemukan generasi penerus Tasya atau Joshua yang menjadi fenomena musik anak-anak satu dekade silam.
Harapan AT Mahmud agar anak-anak mendapatkan suguhan musik yang sesuai dengan usia, pikiran, tingkah laku anak-anak tampaknya bukan harapan yang muluk-muluk. Anak-anak memang harus mendapatkan pendidikan sesuai usia mereka, dan mungkin semua akan setuju kalau musik ciptaan AT Mahmud merupakan salah satu media pembelajaran terbaik bagi pendidikan anak-anak.
(Dari Berbagai Sumber)
 

#OnlineEdu Fakta Menarik “Online+Distance Learning” Yang Pernah Menjadi Tabu

08 Jul
Kemajuan teknologi  dalam kehidupan kita telah mengubah semua kegiatan sampai-sampai kita menjadi sangat tergantung pada teknologi untuk melakukan tugas-tugas kita, yang di masa lalu akan dilakukan sendiri. Dapatkah Anda membayangkan hidup tanpa komputer, perangkat mobile, dan internet? Dapatkah Anda kita tidaka terhubung dengan internet selama satu  atau dua tahun? Kita tahu jika melakukannya Anda akan tertinggal dan mungkin tidak akan pernah dapat mengejar “ketinggalan”. 
Dampak teknologi jauh lebih nyata dalam bidang pendidikan. Teknologi melahirkan bentuk-bentuk baru pembelajaran dan menciptakan beberapa pencapaian dari prestasi ilmiah. Dalam hal ini, kita berbagi dengan sebuah Infographic mengagumkan yang menelusuri kembali evolusi Pendidikan Online dan pembelajaran jarak jauh.