RSS
 

Archive for October, 2012

Kewirausahaan Akuntansi @Utama: Hubungan Kepemimpinan, Kasih Sayang Orang Tua dan Mahasiswa Sukses Wirausaha @Kurisol

12 Oct

Kuliah Kewirausahaan yang saya ampu hari ini dari jam 07.00-16.00 di Akuntansi Universitas Widyatama dipenuhi emosi yang bergejolak. Satu saat mahasiswa tertawa terbahak-bahak, dilain waktu mereka diam membisu bahkan menangis ketika mengikuti kuliah ini. Berikut adalah cuplikannya:

Kepemimpinan


 

 

Kasih Sayang Orang Tua

Kadang tidak mudah bagi mahasiswa untuk menghargai kasih sayang orang tua, padahal mereka menebar cinta  dalam setiap desahan nafas, gerak bibir dan ayunan langkah. Tak ada yang mereka pikirkan begitu penting selain keluarga, ini mungkin nasehat lama yang sudah terlalu sering kita dengar, namun tak pernah usang karena orang tua selalu sangat penting. Mengenang orang tua sebenarnya mengenang keberadaan diri kita sendiri. Kita terlahir dari buah kasih sayang, tumbuh dalam naungan kasih sayang, memang tak ada yang terlambat untuk menyadari betapa besar cinta mereka.

Anak durhaka adalah seorang anak yang tidak pernah dapat membuat kedua orang tuanya tersenyum bangga. Ketika ia berada disisi orang tuanya kadang kala anak mereka durhaka. Mereka tidak pernah tahu apa keinginan orang tuanya. Dengan mengasihi mereka, mungkin itu cukup untuk membuatnya bangga meskipun tak tersenyum. Terakhir jadilah anak yang membuat Orang Tua tersenyum bangga karena kehadiran kita disisnya. Sebagai contoh kasus, saya ceritakan betapa kasih sayang Dahlan Iskan dan Chairul Tanjung pada orang tua mereka, teruta ibu, membuat mereka sukses seperti sekarang ini. Cinta orang tua mereka yang membuat mereka seperti sekarang ini…………

Kuliah kali ini diselingi dengan pemutaran clip video kasih sayang orang tua yang membuat anak mereka “terbang tinggi dengan sayap mereka sendiri”. Para mahasiswa (terutama mahasiswi) matanya berkaca-kaca bahkan sebagian menangis ingat orang tua mereka……Saya minta pada mereka setelah pulang kuliah segera memeluk dan mencium tangan orang tua merka sebagai ungkapan kasih sayang………

Setelah itu saya putar beberapa clip video menggugah namun lucu diantaranya “Forrest Gump”. Film ini menceritakan seorang “idiot” (diperankan oleh aktor pemenang Oscar Tom Hank) yang karena kegigihannya dan kasih sayang ibunya bisa menjadi pengusaha sukses. Para mahasiswa tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku Forrest Gump yang lugu namun cerdas. Saya ceritakan juga hikmah dari film ini, diantaranya bahwa bila seseorang itu “Leukeun Pasti Pakeun” (sesorang yang teguh dalam tujuannya pasti berhasil)….
 

Mahasiswa Sukses Berwirausaha

Sebagai bagian akhir kuliah, saya mempersilakan  kelompok-5 KELAS-G untuk mempresentasikan tugas wawancara wirausaha. Kelompok ini terdari dari:

  1. 0111U140 Elsa Oktaviana @tomomielso
  2. 0111U142 Asti Sundari @astisundari
  3. 0111U117 Tiara Cahya S @tiaracs
  4. 0111U206 Destiyani @destyezy
  5. 0111U229 Dewi Ambarwati @deewipandaa

Mereka  berhasil membuat reportase video Rizki Pratama seorang mahasiswa angkatan 2010 yang berhasil menjadi pengusaha kuliner dengan merek “Kurisol” sebuah Brands Kuliner yang sedang Berekspansi Di Kota Bandung Indonesia. Walau masih mahasiswa, dia berhasil menjadi pengusaha setelah terinpirasi dari mengerjakan tugas kuliah wirausaha di kampusnya. Para mahasiswa terinspirasi oleh “kawan sebaya” mereka yang berhasil mewujudkan keinginannya karena “Junun” (serius dan fokus) dalam usaha tanpa mengganggu kuliahnya.

 
 

@PendidikPembebas 11 Aturan Hidup Bill Gates Yang Disampaikan Kepada (Maha) Siswa

11 Oct

 

Suatu saat Bill Gates ini memberikan ceramah di Sekolah perihal 11 hal yang tidak akan mereka pelajari di sekolah. Dia berbicara tentang bagaimana “perasaan” serta ajaran yang menciptakan generasi muda tanpa konsep yang jelas dan bagaimana konsep ini “mengatur” kegagalan dalam dunia nyata.

 

Dia berkata dengan tegas:

 

Aturan 1:
Hidup ini tidak adil – hadapilah itu!

 

Aturan 2:

 

Dunia tidak akan peduli tentang harga diri Anda. Dunia akan mengharapkan Anda untuk menyelesaikan sesuatu SEBELUM anda merasa berhasil tentang diri Anda sendiri.

 

Aturan 3:

 

Anda TIDAK akan menghasilkan $ 60.000 (Oktober 2012: ~Rp. 550 Juta) setahun keluar dari Sekolah. Anda tidak akan menjadi wakil direktur dengan telepon mobil sampai Anda berhak untuk itu.

 

Aturan 4:
Jika Anda merasa guru Anda sangat sulit, tunggu sampai Anda mendapatkan bos.

 

Aturan 5:
Pekerjaan membalikkan burger tidak menurunkan martabat Anda. Kakek dan nenek Anda memiliki kata yang berbeda untuk pekerjaan itu – mereka menyebutnya kesempatan.

 

Aturan 6:
Jika Anda kacau, itu bukan kesalahan orangtua, jadi jangan mengeluh karenanya, belajarlah dari mereka.

 

Aturan 7:
Sebelum kamu lahir, orang tua Anda tidak membosankan seperti sekarang. Mereka seperti itu karena bekerja agar dapat membayar biaya hidup, membersihkan pakaian dan kamar Anda serta sering mendengarkan  tentang bagaimana kerennya Anda. Jadi, sebelum berpikir untuk melenyapkan parasit dari orangtua Anda, cobalah tengok lemari di kamar Anda sendiri.

 

Aturan 8:

 

Sekolah mungkin tidak menghasilkan para pemenang dan pecundang, tapi hidup ini TIDAK. Di beberapa sekolah sedikit sekali anda mendapat nilai-nilai kegagalan dan mereka akan memberikan BANYAK KALI kesempatan yang Anda inginkan untuk mendapatkan jawaban yang tepat. Ini sangat berbeda dengan APAPUN dalam kehidupan nyata.

 

Aturan 9:
Hidup tidak dibagi dalam semester. Anda tidak mendapatkan libur musim panas (pengcualian) dan sangat sedikit majikan tertarik dalam membantu Anda MENCARI DIRI SENDIRI. Lakukan itu oleh Anda secara mandiri.

 

Aturan 10:
Televisi dan Film adalah BUKAN kehidupan nyata. Dalam kehidupan nyata orang-orang harus meninggalkan warung kopi, kafe atau mall dan pergi ke pekerjaan mereka.

 

Aturan 11:
Bersikap baiklah pada orang yang gila kerja. Kemungkinan Anda akan berakhir bekerja untuk satu orang dari mereka.

 

 

Budaya Institusi Suatu Usaha Menuju Perubahan

10 Oct
Mengubah budaya korporat pada dasarnya mengubah kebiasaan (yaitu bagaimana pekerjaan diselesaikan) dalam suatu institusi dan jika berhasil menghasilkan komitmen-komitmen baru, empowerment sumber daya manusia, dan ikatan yang lebih kuat antara institusi dengan pelanggannya (Porter dan Parket 1992). Setelah nilai-nilai baru terbentuk dan budaya korporasi disepakati menjadi bagian dari strategi korporat, institusi perlu terus memperkuatnya agar ia menjadi tradisi baru yang benar-benar mampu memberikan jawaban terhadap perubahan.

 

 

Adakalanya nilai dan budaya yang selama ini ada dianggap belum dapat memenuhi dinamika perubahan yang terjadi di dunia “Academic, Business and Goverment (ABG)”. Di atas kertas, mungkin suatu institusi sudah mencantumkan dan mengkampanyekan nilai-nilai institusi, namun kenyataannya hal tersebut mungkin tidak atau belum pernah dilaksanakan oleh staf dan karyawan. Dalam proses perubahan budaya perusahaan hal yang sering kali ditemui adalah upaya yang dilakukan bukan membawa perubahan perilaku dalam organisasi tetapi justru memukul perusahaan tersebut ke belakang atau malah tidak menghasilkan apa-apa. Hal ini mungkin karena upaya yang dilakukan masih terjebak dalam sebuah formalitas. Dalam proses perubahan budaya perusahaan di hal itulah yang ditakutkan akan terjadi dan menjadi sebuah pengulangan dari kesalahan-kesalahan banyak institusi dan perusahaan lainnya.

 

 

Baraya, Basa Sunda Heunteu Menta Loba

09 Oct

 

Lamun urang ngaregepkeun salawasna

Basa Sunda Heunteu Menta Loba 

Ngan saukur dipiara jeun diseja kuurang sarerea

Teu hayang jadi basa keur sakumna umat manusa

 

Saheunteuna dipake keur saukur jirimna

Oge tong teuing jiga teu dipalire samanea

Bisi urang hanjakal engke kadituna

Baraya, Basa Sunda Heunteu Menta Loba 

 

 

 

@ChefLearning “Life is The Journey Not The Destination” ~ Ralph Waldo Emerson

07 Oct

 

 

Life like a cup filled with happiness

You can mix it with the vibrancy and emotion

The reaction will depend on two great thing

the olfactory nerves in your nose goodness

Also taste buds on your tongue abundance

 

 

Korelasi Simpati HUT TNI, Empati Pada KPK dan Emosi Tinggi Polisi

06 Oct

Simpati HUT TNI

Kemarin adalah HUT TNI yang ke 67……………Belajar dari Gerakan Reformasi tahun 1998, TNI telah belajar banyak bagaimana menarik simpati rakyat. Bahkan pada tanggal 5 Oktober 2012,  Salah satu lagu yang dibawakan Adam Levine saat itu adalah Move Like Jagger. Lagu itu turut mengiringi aksi 100 penerjun payung free fall dalam salah satu demonstrasi di rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Indonesia ke-67 di apron Bandar Udara Halim Perdanakusuma.

Bersamaan dengan iringan lagu yang dinyanyikan Adam Levine bersama Christina Aguilerra ini, para penerjun payung satu per satu berusaha mendaratkan dirinya dengan mulus di sekitar mimbar kehormatan, tempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono melihat demonstrasi.

Setelah Move Like Jagger, atraksi yang juga dilengkapi delapan penerjun srikandi dari ketiga angkatan TNI dan Kepolisian RI ini kemudian disambung dengan lagu Bendera karya band lokal, Cokelat. Iringan penerjun payung pun ditutup dengan aksi perdana Pembantu Letnan Dua Dwijo sembari membawa bendera merah putih. Dengan parasut berwarna biru, sekitar dua menit, Dwijo bermanuver sendiri membentuk zig-zag. Hingga akhirnya dia mendarat beberapa meter dari mimbar kehormatan.

Peringatan HUT TNI tahun ini memang mengambil tema demonstrasi pasukan. Sejak sekitar pukul 09.00 pagi tadi, begitu upacara selesai, aneka demonstrasi pasukan pun digelar untuk menghibur para hadirin. Upacara dimulai dengan senam balok, senam perahu karet, dan bela diri militer dari Angkatan Darat. Bersamaan dengan senam, aneka pesawat milik TNI Angkatan Udara melakukan fly pass, termasuk dua pesawat Super Tucano asal Brazil yang didatangkan beberapa pekan lalu.

Tak hanya aksi penerjun payung gaya bebas yang menghiasi angkasa Halim dalam dirgahayu para tentara ini. Sekitar 625 penerjun payung menyambung aksi 100 rekannya, kali ini dengan gaya statik.

Bagai ilusi asap di balik awan, mereka terjun dari pesawat Hercules C130, masing-masing dua penerjun. Menggunakan parasut hijau, mereka terjun mulai dari arah kiri lapangan lalu membentuk rangkaian penerjun saat Hercules perlahan terbang ke arah kanan lapangan.

Tak hanya penerjun, dua atraksi mengenakan pesawat dan helikopter juga menghibur para hadirin, atau dikenal dengan Dynamic Pegasus dan Jupiter Aerobatik. Atraksi manuver-manuvernya mengundang decak kagum para hadirin. Di antaranya, gaya goyang ngebor dan gaya berciuman helikopter Pegasus.

Empati Pada KPK 

Malam tadi terjadi kehebohan di Gedung KPK……Mirip dengan peristiwa bersejarah Reformasi pada bulan Mei 1998, rakyat “berkumpul” di depan gedung para “Satria Anti Korupsi” itu didukung “Rakyat Internet” melalui Media Sosial. Hubungan Polri dan KPK kembali meregang setelah penyidik Polri di KPK, Noval Baswedan, rencananya akan ditangkap Polda Bengkulu, Jumat (5/10) kemarin. 

Jika insiden KPK ini dibiarkan, lanjutnya, bukan mustahil suatu saat ada polisi yang menyerbu istana presiden tanpa sepengetahuan Kapolri. Jika alasannya ingin menangkap penyidik KPK yang terlibat masalah hukum, seharusnya dilakukan sesuai SOP yaitu lewat surat panggilan pertama dan kedua.

Jika yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tersebut, barulah polisi dapat melakukan penangkapan. Penyerbuan yang dilakukan polisi ke KPK diaanggap sebagai wujud asli anggota Polri yang arogan, sewenang-wenang, kerap melakukan kriminalisasi dan kekanak-kanakan.

Emosi Tinggi Polisi

Setelah “dirundung malang” dengan beberapa kasus yang melibatkan polisi dengan kulminasi kasus “Simulator SIM”, banyak fihak merasa gerah. Ini diikuti dengan sikap Polri yang mempersoalkan pengangkatan 28 penyidik pilisi menjadi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Polri, pengangkatan anggota kepolisian sebagai penyidik di KPK telah dilakukan tanpa prosedur dan aturan yang berlaku di lingkungan Polri.

Polri mengatakan, seharusnya para penyidik yang ingin menjadi pegawai tetap di KPK mengajukan pengunduran diri terlebih dulu dari kepolisian. Karenanya, Polri mempertanyakan etika KPK yang telah mengangkat penyidik dari kepolisian. 

“Personel Polri ini diangkat sesuai ketentuan. Bahkan surat perintah pengangkatan perwira Polri itu di Presiden. Kemudian tahu-tahu anak buah kita langsung diputuskan menjadi anak buah orang lain. Lho gimana itu etika lembaganya, seperti apa? Masalah seperti inilah yang justru mengerdilkan diri sendiri (KPK). Bukan membesarkan, membuat kerdil dirinya sendiri,” ujar seorang petinggi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (6/10).

Seharusnya, kata dia, KPK berkoordinasi terlebih dahulu dengan jajaran pimpinan Polri terkait pengangkatan 28 penyidik tersebut. Apalagi, KPK tahu bahwa lima dari penyidik tersebut harusnya sudah melewati batas waktu masa tugas dan harus dirotasi.

 

 

 

#ManajemenPembebas Rekrutmen: Biar Lambat Asal Selamat atau Biar Cepat Asal Manfaat

04 Oct

 

Sering kita berpikir seorang staf berkinerja rendah dapat diselamatkan, kemudian membantu mereka membalikkan keadaan bisa kaya bermanfaat.
 
Tetapi jika Anda akhirnya harus melakukan PHK kepada staf, Anda berutang kepada tim untuk kembali dan melihat apakah mempekerjakan orang yang benar-benar bekerja.
 
Setelah semuanya berlalu, orang berpikir bahwa anggota staf “yang tak berguna” adalah direkrut hanya beberapa bulan yang lalu!
 
Dalam memikirkan proses perekrutan Anda, simak dulu siapa yang terlibat. Banyak pengusaha yang salah dalam proses perekrutan, karena mereka menghabiskan sebagian besar waktu berbicara tentang perusahaan mereka sendiri dan tidak cukup mendengarkan kandidat.

 

Pikirkan tentang apa pertanyaan yang akan Anda ajukan. Apa yang tidak Anda ketahui pada wawancara yang terbukti menjadi penting pada waktunya? Pertanyaan apa yang harus Anda ganti?

 
Pikirkan setelah wawancara Anda proses sebagai berikut: Apakah Anda memeriksa referensi dari kandidat? Apakah Anda memeriksa karakter kandidat di media sosial seperti facebook atau Twitter?
 
Apakah Anda membutuhkan tingkat selanjutnya dari pengujian? Apakah Anda menjalankan uji coba kandidat (OJT/magang) dengan staf?
 
Pertimbangkan segalanya……….”Rekrutlah seseorang dengan hati-hati, namun jangan melakukan PHK sama sekali”………..

 

 

@EduLiberator Bagaimana Kita serta Bangsa Palestina Memandang Betapa Pentingnya Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

03 Oct

Sebagai salah satu wujud komitmen Pemerintah Indonesia untuk memberikan bantuan peningkatan kapasitas (capacity building) bagi 1000 orang Palestina dalam kurun waktu 2008-2013, Direktorat Kerja Sama Teknik, Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kemlu RI mengadakan kembali kegiatan pelatihan untuk Palestina.

Untuk itu tanggal 19-27 September  2012 diselenggarakan “International Training Program on Information and Communication Technology Support for Palestinian SMEs Development. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Bandung, 19-27 September 2012, bekerja sama dengan COMLABS dan  Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan, Institut Teknologi Bandung (LPIK ITB).

Acara pelatihan dibuka secara resmi oleh Duta Besar Suprapto Martosetomo, Staf Ahli Bidang Kelembagaan Kemlu RI (19/09/12). Dalam sambutannya, Bapak Duta Besar Suprapto, menyampaikan bahwa kemandirian bangsa Palestina merupakan salah satu kunci utama bagi Palestina untuk mencapai kemerdekaan. 

Saya sendiri memberikan pelatihan untuk topik “Knowledge Managament for SME” dan “e-Learning for SME” yang diharapkan menjadi bekal  kemandirian ekonomi yang harus dibangun agar Palestina memiliki masa depan yang berkelanjutan. Salah satunya adalah dengan mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mengingat perannya yang signifikan dalam menopang pembangunan ekonomi. 

UKM memperluas lapangan pekerjaan, membuka peluang yang lebih baik, dan meningkatkan potensi ekonomi lokal. Lebih lanjut Duta Besar Suprapto menyampaikan bahwa disaat krisis ekonomi pada waktu lalu, Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia terbukti tangguh menghadapi krisis dan menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi. Melalui pelatihan seperti ini, Indonesia ingin membagi pengalaman dan kapasitasnya di bidang ICT guna membantu pengembangan UKM di Palestina.

Sejalan dengan hal tersebut, Duta Besar Palestina untuk Indonesia menyampaikan bahwa terdapat berbagai program pelatihan peningkatan kapasitas untuk Palestina. Tidak hanya terbatas dalam program yang dilaksanakan oleh Direktorat Kerja Sama Teknik, tetapi juga dalam kerangka New Asia Africa Strategic Partnership (NAASP). 

 

 

#ManajemenPembebas Nilai dan Budaya Institusi: Sebuah Contoh Rekomendasi Agar Diimplementasi

02 Oct
Pendahuluan
Tujuan dari penyusunan sebuah dokumen “Filosofi dan Rekomendasi Nilai dan Budaya Institusi Bagi Staf dan Pimpinan” adalah untuk  memberi pijakan Pengembangan Kapasitas Organisasi dan Institusi. Rekomendasi ini akan memenuhi kebutuhan  untuk merespon perlunya referensi, sosialisasi dan implementasi  memungkinkan organisasi untuk melaksanakan  sebagai “Nilai dan Budaya Institusi”.

 

Ringkasan Rekomendasi
Rekomendasi “Nilai dan Budaya Institusi” akan bermanfaat untuk Pengembangan Kapasitas Organisasi dan Institusi   sebagai berikut :
  1. Nilai dan Budaya  merupakan sebuah tranformasi sehingga akan menjadi “Strategic Value & Culture” jangka panjang dalam rangka mengembangkan  sebagai institusi terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara. 
  2. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dengan transformasi ke arah pengembangan organisasi dan institusi sehingga  dapat lebih efektif dan efisien.
  3. Merancang sebuah Kerangka Kerja (Framework) dan Peta Jalan (Roadmap)  “Nilai dan Budaya Institusi” untuk melayani karyawan dan semua Pemangku Kepentingan (Stakeholder) .
  4. Program sosialisasi dan implementasi   sebagai “Nilai dan Budaya Institusi ” bertujuan untuk membangun dan meningkatkan  kapasitas (Capacity building) organisasi dan Institusi dengan tujuan spesifik sebagai berikut:
  • Merancang pemberdayaan pimpinan dan staf yang handal untuk sosialisasi dan implementasi.
  • Merancang proses dan teknologi untuk mengimplementasikan.
  • Merancang model dan tata kelola organisasi yang mendukung sosialisasi dan implementasi.
  • Terciptanya model pebelajaran dan manajemen pengetahuan dalam pengembangan.
  • Mengembangkan Studi Kasus dan “Best Practice” untuk sosialisasi dan implementasi  
Sesuai dokumen “Nilai dan Budaya Institusi ” yang kami susun untuk Pengembangan Kapasitas Organisasi dan Institusi , untuk Tahap-1  akan dilaksanakan:
  1. Menyediakan SDM, proses dan alat/ sarana untuk mengevaluasi “Nilai dan Budaya” sebelumnya.
  2. Menyediakan sumber daya untuk merancang dan menerapkan  sebagai “Nilai dan Budaya Institusi”.
  3. Menerapkan aplikasi  sebagai “Nilai dan Budaya Institusi ” beserta komponen standar yang dibutuhkannya.
  4. Membuat Kerangka Kerja (Framework) dan Peta Jalan (Roadmap)  yang dipilih, serta memberikan pendampingan untuk piloting implementasi  sebagai “Nilai dan Budaya Institusi ”. 
Langkah-langkah ini sesuai dengan rencana  yang disetujui oleh semua pemangku kepentingan, sebagai bagian Pengembangan Kapasitas Organisasi dan Institusi untuk menyongsong pengemangbangan SDM (Human Capital Develoment) sebagai modal utama institusi.

 

 

I Love Monday: Antara Rapat Manajemen, Rekrutmen, Kuliah Cisco Security, Buka Bersama Dengan Riris dan Anak Tetangga Korban Tabrak Lari

01 Oct

 

Hari ini diisi dengan berbagai kegiatan yang lengkap dan berwarna. Mulai yang menggembirakan sampai yang menyedihkan terjadi silih berganti sbb:

 

Rapat Manajemen dan Rekrutmen

 

Rapat di Comlabs-ITB kali ini membicarakan beberapa topik penting diantaranya:

 

  1. Help Desk
  2. Sarpras/Duktek 
  3. Campus Center
  4. Jatinangor
  5. Kekurangan Ruangan
  6. SDM
 
Rapat berlangsung dari Jam 09.00-11.00 dan menghasilkan beberapa keputusan penting.  Diharapkan keputusan ini kan meberikan arah dan gerakan (Direction and Movement) yang menjaga keberlangsungan institusi ke depan.
 
Setelah rapat dilakukan diskusi dengan staf baru yang mengisi posisi Front Office. Banyak harapan digantungkan padanya karena dia punya latar belakang cukup mumpuni dengan penguasaan Bahasa Inggris yang cukup. Pastinya kami tekankan padanya bahwa institusi menekankan pada kinerja yang berkorelasi langsung dengan benefit dan profit yang akan dia terima
 
Kuliah Cisco Security Applied Networking-3
 
Tanpa makan siang dulu (karena shaum), saya langsung meluncur ke Laboratorium Networking Teknik Informatika Universitas Widyatama. Setelah sholat dhuhur, saya buka kuliah Applied Networking-3 dengan tugas kelompok agar mahasiswa membuat proposal Program Kreatifitas Mahasiswa DIKTI 2013. Menurut pengalaman sebelumnya, mahasiswa akan terpacu untuk membuat tugas karena tertarik dengan “exposure” keberhasilan teman-temannya di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional  (PIMNAS).
 
Kuliah dilanjutkan oleh Dosen Tamu Kang Akhmad Muhammad dengan teori dan praktek “Cisco Security” terutama topik “Access List”. Berikut adalah ulasannya:
 
Access List (ACL) digunakan untuk : 
  1. Mengontrol jalannya trafik data dalam network 
  2. Mem-filter paket-paket yang melewati router 
ACL adalah : 
  1. Sekumpulan list-list yang berisi kondisi-kondisi untuk diterapkan pada trafik yang  melewati interface router. 
  2. List ini menginstruksikan router paket mana saja yang akan di accept atau deny.
  3. Accept atau deny dapat berdasarkan kondisi-kondisi tertentu, contoh: 
    • Address source dan atau destination 
    • Protokol yang digunakan 
    • Nomor port yang di akses  

Beberapa alasan menggunakan ACL : 

  1. Membatasi trafik  tertentu sehingga meningkatkan performa network 
  2. Menyediakan kontrol trafik 
  3. Menentukan tipe trafik yang boleh lewat dan yang di blok pada interface router
  4. Contoh: mengijinkan trafik e-mail dan mem-blok trafik telnet 
  5. Tanpa ACL, semua paket bisa melewati router bebas hambatan. 
 
Terima kasih pada Kang Akhmad Muhammad yang telah memberikan  sebagian ilmunya pada kami……..
 
Buka Bersama Dengan Riris
 
Kegiatan dilanjutkan dengan menjemput Riris di SBM-ITB. Kemudian kami menuju Riau Junction karena Riris suka dengan makana Jepang. Ia berencana meramu beberapa resep masakan Jepang yang mungkin terinspirasi oleh kepopuleran acara Master Chef 🙂
 
Setelah berbelanja, kami lanjutkan dengan buka bersama di Restoran Jepang Sushi Tora di Supermarket Yogya Riau Junction. Makanannya enak walau harganya premium dan cukup tinggi dibanding Kedai “Bar Time and Sushi” depan DPRD Jabar Jl.Diponegoro Bandung. Tidak lupa kami juga bawa untuk Firman walaupun bukan berisi ikan karena dia masih alergi.
 
Anak Tetangga Korban Tabrak Lari
 
Pulang ke rumah, kami mendapat berita bahwa ada Anak Tetangga yang menjadi Korban Tabrak Lari. Anak itu ditabrak pengendara motor di Jalan Supratman dekat rumah kami. Penabraknya tanpa perduli (baca: pengecut) melarikan diri dan tidak memikirkan bilamana anak itu adiknya atau keluarganya sendiri.
 
Seperti yang saya kemukakan beberapa waktu yang lalu bahwa “Mengemudi Adalah Bukan Pekerjaan Sampingan“. Serius….., kalaupun kita minimal bisa mengemudikan sepeda motor, seringkali kita merasa itu adalah sesuatu yang “given” dan punya anggapan serba gampang dan nggak ada aturan yang pasti.
 
Tahukah anda, cara mengemudi motor yg baik dan benar salah satunya adalah : Kedua tangan jangan lurus 180 derajat kedepan,tapi harus ada sedikit sudut pada siku tangan?
 
Tahukah anda, bahwa Mengemudikan Kendaraan Itu Bukan Pekerjaan Sampingan (kerennya: Driving Is Not A Part-Time Job) serta memerlukan konsentrasi penuh? 

Ehm…kelihatannya sepele ya..tapi ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Coba lihat dan teliti film Amerika yang memperlihatkan seseorang harus ujian mengemudi berkali-kali agar lulus mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) seperti di film “Speed-2″ dengan Sandra Bullock sebagai pemeran utamanya. Tilik juga Nelson Piquet, ex-pembalap F-1 yg terkenal dari Brazil, yang harus belajar mengemudi lagi karena sering melanggar lalu lintas.

Kelihatannya masih banyak pengemudi di Indonesia harus ujian SIM ulang agar mereka tidak menganggap kendaraannya dan mengemudi di jalanan adalah “Ekpresi Kebrutalan” dirinya 🙁

 http://www.youtube.com/watch?v=fPdgLWHC3xg