RSS
 

Archive for the ‘Anak’ Category

@PendidikPembebas Apakah Anda Pendidik Yang Menarik Bagi Peserta Didik?

12 Sep
Setelah bekerja keras, dan memiliki semangat besar untuk karir menjadi pendidik, kini saatnya untuk mencoba keterampilan Anda sebagai pendidik. Kemungkinan besar Anda akan merasa lelah, dan kadang-kadang menantang fisik dan mental kita. Berikut adalah cara baru melihat kelas dan menjadi bagian dari Anda sendiri sebagai seorang pemimpin kelas.
  1. Baca semua bahan yang telah diperoleh tentang mengajar dan mendidik siswa (Pedagogik dan Andragogik) sebelum masuk kelas. Mencobanya tanpa bahan dan rencana yang Anda percayai, tidak akan membantu saat Anda benar-benar di dalam kelas.
  2. Terbuka terhadap kritik. Sebagai seorang pendidik, membuat kesalahan adalah normal. Ingatlah bahwa tidak ada yang sempurna. Bahkan para ahli pendidikan pun kadang-kadang keluar jalur ketika mereka “terganggu”. Tapi jangan menyerah, bertahanlah dan Anda akan meningkatkannya dengan pengalaman dan praktek yang rutin.
  3. Lakukan penelitian untuk mengetahui tentang Lembaga Pendidikan anda. Pelajari aturan dan kebijakan, termasuk informasi berpakaian (semua ini akan membantu Anda jika siswa menguji Anda, serta mencoba untuk mencari tahu berapa banyak atau sedikit Anda ketahui). Cari tahu apa daerah yang dianggap “di luar batas” (pelanggaran) kepada siswa, mencari tahu di mana staf bergaul, dan bahkan apakah  mungkin bagi Anda untuk mendapatkan stiker parkir mobil atau motor. Setiap hal kecil penting untuk implementasi pendidikan yang mulus.
    • Pelajari tentang lingkup kerja sekolah, dewan sekolah (jika relevan), asosiasi orang tua guru, dan semua organisasi/badan yang menyertai institusi ini.
    • Tahu di mana bentuk-bentuk izin untuk maha/siswa dan dokumen penting lainnya
    • Tanyakan apakah ada masalah hukum atau pembatasan yang perlu diperhatikan jika Anda belum pernah diinformasikan.
    • Lakukan Pencarian online untuk sumber daya untuk membantu kita. Ada banyak situs dengan informasi yang cocok untuk maha/siswa dan pendidik, dan Anda juga mungkin dapat menemukan forum untuk berhubungan denganpendidik lain untuk berbagi cerita dan dukungan.
4. Buat hanya sekitar 5 atau 6 set aturan. Sisanya adalah prosedur dan proses untuk setiap kegiatan dan situasi, bukan aturan seperti: balik dalam pekerjaan, pengujian harapan, lab, seni, aula, toilet, perpustakaan, dll. Kebutuhan masing-masing prosedur  disederhanakan serta cepat diinstruksikan atau setiap kali diingatkan.
Miliki aturan dasar kelas sebelum Anda berdiri di depan kelas untuk pertama kalinya (misalnya, mengangkat tangan ketika ingin berkomunikasi, menghormati orang lain, bersiaplah untuk mendengarkan, dll). Anda  dapat membahasnya dengan siswa dari awal.
5. Bicaralah dengan atasan yang bertanggung jawab untuk mengawasi apa yang Anda lakukan.  Tanyakan padanya filsafat pendidikan atau yang menjadi harapannya, bersamaan dengan belajar tentang program pendidikan dan pengajaran yang diharapkan selama Anda bekerja dengan dia. Pastikan untuk mengetahui apakah Anda memiliki kebebasan atau batasan pada metode pengajaran, topik, dan isu relevan lainnya. Juga ada baiknya untuk memiliki waktu rutin bertemu untuk diskusi atau mengajukan pertanyaan kepada pendidik lain.
6. Jangan takut gugup. Ketika Anda pertama kali memasuki kelas, mungkin  kepala Anda akan dipenuhi dengan semua hal yang telah diajarkan tentang mendidik dan mengajar. Semua itu penting, namun sisihkan kebutuhan untuk kesempurnaan dan berkonsentrasi pada “memadamkan saraf”  dan ketakutan Anda. Para siswa akan mengharapkan Anda untuk tampil percaya diri, santai dan tenang. Dengan demikian, berpura-puralah sampai Anda berhasil! Dan, lakukan seluruh pendekatan dan pengalaman dengan sikap positif, serts berharap untuk menemukan pengalaman yang baik – dan Anda akan menemukan ini sebagai hasilnya.
7. Tetap bersikap alami. Sangat penting untuk memberi perhatian terhadap detail tetapi tidak berharap untuk menjadi sempurna. Hindari konfrontasi yang tidak perlu. Mengakui bahwa Anda sendiri seorang pembelajar, dan menyadari betapa seorang pembelajar harus  “berpura-pura” terlihat menjadi seorang pendidik yang tangguh! Para siswa akan mencoba seberapa “kendur” Anda, jika Anda ramah dan mudah didekati – harus tegas tapi tidak kaku.
8. Jangan bertindak secara berlebihan. Sangat penting untuk tidak menjadi pendidik yang karikatur. Tugas kita sebenarnya adalah untuk menyampaikan informasi kepada siswa, dengan Anda sebagai saluran tersebut. Hal ini tidak untuk meyakinkan siswa bahwa Anda adalah seorang guru model. Namun, tidak ada yang salah dengan berbagi gairah Anda untuk mendidik mereka! Hal yang perlu dipertimbangkan meliputi:
  • Hindari sebagai figur yang terlalu menakutkan atau terlalu ketat.  Ingat,  Anda masih seorang pembelajar! Apakah Anda menyukai hal itu, jika pendidik melakukan itu kepada Anda? Sampaikan pada para siswa bahwa Anda tahu apa yang mereka rasakan, dan bahwa Anda berada di “frekwensi” mereka. Terima kebaruan situasi bagi Anda dan siswa.
9. Berkelilinglah. Jadilah “anugrah” saat Anda mendidik, dan Anda akan disambut dan didukung oleh maha/siswa. Jadilah fasilitator bagi mereka.
  • Jangan duduk di satu tempat. Berlutut atau duduk diantara mereka, tetap menyadari bahwa membungkuk rendah dapat menempatkan Anda dalam ruang hati seseorang – dan  berlakulah riang atau lucu.
10. Hindarilah “gangguan”. Katakan: “Saya akan kembali dalam satu menit …”, jika seorang maha/siswa tampak takut atau marah dengan perhatian Anda.
  • Jangan bertindak terlalu suka memerintah: Aanda hanya menyampaikan fakta.
11. Dapatkan rasa hormat. Meskipun Anda mungkin merasa bahwa ini bertentangan dengan langkah-langkah sebelumnya, adalah penting untuk mendapatkan rasa hormat tanpa menakutkan/terlalu ketat – atau terlalu akrab dengan siswa. Lakukan ini melalui sikap percaya diri, dengan menyampaikan bahwa Anda mengharapkan kepatuhan terhadap aturan. Selain itu, jika sesuatu membutuhkan kedisiplinan, Anda tidak melampaui perilaku buruk kepada mereka. Ini hanya  perlu terjadi sekali bagi maha/siswa untuk memahami bahwa Anda tidak berlebihan.
  • Berusaha keras untuk tidak terlihat atau terdengar gugup. Jika Anda takut ini terjadi, manfaatkan jeda, dan mengambil napas dalam-dalam untuk memulihkan ketenangan Anda sebelum berbicara. KemudianTersenyum. Antusiaslah, tetapi tidak berlebihan dalam melakukannya. Anda tidak perlu terburu-buru.
  • Jangan takut tidak disukai. Beberapa maha/siswa akan selalu mendorong batas kesabaran dan membuat mereka tidak menyukai Anda. Bagaimanapun, kenyataannya adalah bahwa kebanyakan siswa akan merespon jauh lebih hormat kepada pendidik yang “menempel batas”  terdefinisi dengan baik daripada yang menyerah, atau bertindak mengecewakan karena Anda tidak suka. Anda berada di sana  tidak  untuk menjadi seorang “sobat”.
12. Hormati maha/siswa. Berbicaralah dengan hormat dan tunjukkan dukungan (Katakanlah, “Terima kasih atas perhatian Anda.” Atau “Dapatkah saya menunjukkan ini …” atau “Benar!” Atau “Ide bagus. Coba ini.”). Kritik hasil kerja mereka, bukan maha/siswa. Mendapatkan rasa hormat akan kembali dengan unjuk kerja yang terbaik. Hindari menggunakan otoritas Anda sebagai pemegang kekuasaan yang menyebabkan Anda lupa bahwa mahasiswa adalah manusia juga. Kembali ke niat  Anda mengapa  menjadi pendidik, jika Anda merasa kehilangan  perspektif tentang ma/siswa.
  • Jadilah diri anda. Tampilkan minat nyata dalam upaya  Anda dan memuji pekerjaan mereka ketika Anda memiliki kesempatan.
13. Teraturlah dan bersiaplah. Selalu datang dengan pelajaran yang telah disiapkan. Semua guru profesional diharapkan selalu siap, sehingga akan menjadi kesalahan jika Anda sebagai pendidik tidak siap. Ini adalah untuk  masa depan karir Anda, membuat sebagian besar perbedaan dari hal itu.
  • Buatlah jadwal untuk menandai dan mempersiapkan pelajaran. Ini adalah kesempatan pertama Anda untuk meningkatkan intensitas dalam mengajar, di mana perlu terlibat secara mental sepanjang Anda mengajar. Ini adalah waktu yang fantastis untuk mengembangkan manajemen waktu dan keterampilan organisasi pribadi yang akan membuat Anda memperoleh manfaat yang baik untuk sisa karir mengajar Anda.
14. Penuhi janji Anda. Jika Anda memberitahu maha/siswa, Anda akan memiliki kuis, proyek khusus, atau pekerjaan yang akan diperiksa  minggu depan, selalu lakukan apa yang Anda janjikan. Teladani  mereka untuk melihat dan menanggapi, jika tidak, Anda tidak bisa mengharapkan mereka untuk melakukan apa yang mereka seharusnya kerjakan!
15. Nikmati karir anda! Menjadi seorang pendidik dapat, dan harus, benar-benar menyenangkan. Ini adalah kesempatan untuk bertemu orang-orang baru (bisa saja hanya beberapa tahun lebih muda dari Anda), mendapatkan uang atau kredit, dan untuk menemukan ritme karir Anda. Gunakan rasa humor untuk memperoleh keuntungan yang terbaik dengan melibatkan orang lain dan memperjelas beberapa aspek yang menantang. Dengan cara seperti itu, Anda sudah siap untuk menikmati pengalaman Anda lebih banyak lagi.
  • Bergaullah dengan guru-guru lainnya. Datanglah awal, pulanglah agak terlambat. Cari informasi: Dengarkan. Staf sekolah/universitas dapat menjadi sumber informasi, dukungan, ide, dan kontak masa depan. Lakukan yang terbaik untuk mengembangkan hubungan baik dengan staf fakultas/sekolah.
  • Berteman baik dengan orang tua maha/siswa. Tetap berhubungan dengan orang tua secara rutin akan membentuk hubungan yang sangat baik, dan membantu untuk menyampaikan sesuatu yang positif bahwa anak mereka telah melakukannya sekarang dan kemudian.
  • Jika diperbolehkan, setelah pelajaran, bersosialisasilah di kampus/sekolah dengan maha/siswa Anda sambil menikmati kopi atau chatting bersama mereka. Janganlah menjadi teman pribadi. Tergantung pada usia maha/siswa dan jenis sekolah Anda mengajar,  mungkin itu tidak  cocok. Kalau bisa, setidaknya, menghadiri acara sosial yang diadakan untuk maha/siswa, seperti  acara  seni dan olahraga.
 

#LingkunganPembebas Anak Cucuku, Aku Tinggalkan Air Sebagai Sumber Kehidupan Dan Sarana Penghidupan

03 Sep
Hari ini saya memasang Filter Air dari Pak Iyan Sofyan salah satu pakar filter dari ITB. Rumah kami di Muararajeun sebetulnya punya catatan cemerlang di bidang air tanah, karena punya kualitas yang baik disebabkan tanahnya terdiri dari cadas. Namun seperti tempat lainnya di Bandung, mengalami penurunan air tanah yang cepat sehingga mempengaruhi kualitasnya sebagai Sumber Kehidupan. Untuk itulah dibutuhkan solusi dan strategi untuk menyiasati kualitas air yang terus menurun karena banyaknya tempat yang menggunakan air sangat banyak sebagai Sarana Penghidupan seperti Hotel, Kantor, Mal, Tempat Rekreasi, Bengkel dan lain-lain.
Perlu diketahui sesuai data Pikiran Rakyat pada tahun 2007,  pengambilan air bawah tanah yang tak terkendali menyebabkan penurunan muka air tanah yang signifikan. Itulah pula yang menyebabkan banyak daerah di Kota Bandung dan sekitarnya digolongkan sebagai daerah rawan dan kritis air. Daerah yang mengalami penurunan lapisan air tanah paling besar adalah kawasan Bandung selatan. Daerah tersebut berpotensi banjir karena lapisan tanahnya sebagian besar terdiri dari lempung yang kurang mampu menyerap air, sementara saluran keluarnya tidak ada.
Penurunan tanah ini merupakan salah satu faktor signifikan yang menyebabkan banjir. Ketika titik-titik tanah pada satu kawasan menurun, daerah tersebut menjadi lebih rendah dari tempat-tempat lainnya dan membentuk cekungan, maka daerah tersebut akan menjadi daerah yang berpotensi banjir terutama saat musim hujan. Ironisnya, air menjadi sesuatu yang sulit didapat setiap musim kemarau.
Jika diasumsikan jumlah penduduk kawasan Bandung Raya mencapai 7 juta orang dan kebutuhan air bersih sebanyak 125 liter per hari per orang, kebutuhan air yang harus tersedia sekitar 350 juta m3 per tahun.
Kebutuhan air bersih untuk industri diperkirakan mencapai 132 juta m3 per tahun, sedangkan untuk keperluan sosial (tempat ibadah, dsb.) dan perkantoran diperkirakan mencapai 30 juta m3 per tahun. Dengan demikian, total kebutuhan air bersih di kawasan ini mencapai 512 juta m3 per tahun.
Sementara itu, pemenuhan kebutuhan air bersih yang mampu disediakan PDAM Kota Bandung hanya sekitar 17 juta m3 per tahun. Sedangkan PDAM Kab. Bandung-Cimahi baru mampu menyediakan sekitar 19 juta m3 per tahun.
Secara keseluruhan, pemenuhan air bersih oleh kedua PDAM itu baru mencapai 36,5 juta m3 per tahun dengan proporsi sumber air bakunya 40% berasal dari air permukaan dan 60% dari air tanah. Pengambilan air tanah yang dilakukan industri terjadi karena PDAM memang tak mampu menyediakan kebutuhan air mereka.
Penurunan muka air tanah yang drastis terjadi terutama sejak tahun 1980-an. Hal itu seiring dengan pesatnya perkembangan industri dan permukiman penduduk. Penurunan muka air tanah paling parah terjadi di daerah industri, seperti Cimahi (sekitar Leuwigajah), Batujajar, sekitar Jln. Moh. Toha, Dayeuhkolot, Rancaekek-Cicalengka, Ujungberung, Cicaheum, dan Kiaracondong.
Di daerah permukiman dan perumahan, penurunan terjadi pada muka air tanah dangkal. Hal itu terlihat dari sulitnya penduduk mendapatkan air tanah dari sumur-sumur mereka. Berdasarkan data Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jabar, di seluruh cekungan Bandung terdapat 2.237 sumur bor air tanah.
Kondisi penurunan air tanah yang disertai amblesnya permukaan tanah ini terjadi terus setiap tahun. Keadaan ini juga selalu dipaparkan para ahli. Apakah harus menunggu hingga cekungan Bandung benar-benar cekung? Atau, hingga bangunan mulai banyak yang miring karena tiang pancangnya bergeser? Tak ada kata terlambat untuk berbuat, setidaknya mulai dari diri kita sendiri.
Upaya yang dapat dilakukan untuk menekan laju penurunan permukaan tanah di cekungan Bandung salah satunya dengan penggunaan kembali air yang telah digunakan (reuse) sehingga lebih efisien. Implementasi regulasi pengambilan air tanah juga harus ditegakkan dengan rencana tata ruang wilayah yang ditaati dan diimplementasikan secara baik oleh semua pihak, baik oleh masyarakat dan pemerintah. Masyarakat di wilayah cekungan Bandung dapat berbuat dengan memperbanyak air yang meresap ke dalam tanah dengan menanam pepohonan, penghutanan, sumur resapan atau bendung penampung air. Masyarakat juga dapat mengalihkan pemenuhan kebutuhan air bersih yang berasal dari air tanah dengan sumber air lain seperti air permukaan atau penampungan air hujan
 

Silaturahmi Mendatangkan Rejeki

30 Aug

Silaturahmi mungkin sudah menjadi nisbi

Antara adat kebiasaaan dan Wahyu Ilahi

Sungguh manusia itu tidak bisa hidup sendiri

Ia juga punya kehidupan yang hakiki

 

Pantas orang tua berpesan pada diri

Janganlah memutuskan tali silaturahmi

Itu jadi penjaga hidup tidak nafsi-nafsi

Benarlah bahwa Silaturahmi Mendatangkan Rejeki

 

 

#Mudik #IedulFitri: Antara Kejayaan dan Keruntuhan Sepeda Motor Serta Kemenangan Umat Manusia

27 Aug

Selesai sudah “Upacara Rutin” setahun sekali dimana para pemudik bertemu sanak keluarga di tempat kelahiran untuk merayakan Iedul Fitri. Mereka berbondong-bondong melakukan “hijrah” untuk bersilaturahmi dan berbagi kebahagiaan yang dirindukan dengan menggunakan berbagai moda transportasi baik darat, laut maupun udara.

Yang menarik banyak diantara mereka menggunakan sepeda motor untuk mudik bersama keluarga. Alasannnya bermacam-macam, mulai dari penghematan, prestise, “kenyamanan” bahkan alasan lain yang klise. Menurut data, Pengguna sepeda motor dalam mudik lebaran tahun ini meningkat sebesar 20 persen hingga 25 persen atau sekitar 10-15 persen diatas prediksi pemerintah yang hanya sekitar 6,16 persen dari tahun lalu. Meningkatnya penggunaan sepeda motor pada waktu musim mudik lebaran akan mempengaruhi meningkatnya angka kecelakaan di jalan raya. 

 Meskipun dalam beberapa tahun terakhir masih terdapat kecelakaan fatal yang dialami angkutan umum, namun penggunan angkutan umum masih tergolong cukup aman dibandingkan dengan sepeda motor. Penggunaan sepeda motor pada waktu musim mudik lebaran memiliki presentasi 70 persen dari seluruh kecelakaan yang terjadi.   

Fenomena di lapangan yang penulis alami adalah banyak dari pengendara sepeda motor karena alasan ingin cepat sampai, mengorbankan keamanan dan kenyamanan diri dan keluarganya. Mereka seperti “sengaja memperdagangkan” keluarga mereka agar dimengerti oleh pengguna jalan lain untuk diberikan “keutamaan” di jalan.
Tidak jarang mereka melakukan manuver berbahaya dengan meliuk-liuk diantara sesama sepeda motor dan kendaraan lain. Sering juga membuat “Racing Line” seperti Rossi, Lorenzo atau Pedroza di Sirkuit MotoGP tanpa memperdulikan rambu lalu lintas dan kode etik berkendara. 
Tidak heran Semangat Kemenangan Umat Manusia berubah menjadi Kejayaan dan Keruntuhan (Rise and Fall) dari Sepeda Motor pada saat mudik tahun ini. Dikuti dari TEMPO.CO, Jakarta – Setiap tahun menjelang Lebaran, selalu bertambah jumlah pemudik yang mengalami kecelakaan. Hingga H+2 Hari Raya Idul Fitri, polisi mencatat sebagian besar korban tewas akibat kecelakaan adalah pengguna sepeda motor. Jumlahnya sebanyak 75,5 persen atau 518 orang adalah pengguna sepeda motor. 

Adapun total korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas selama penyelengaraan Operasi Ketupat sejak 11 Agustus mencapai 686 jiwa, naik dari tahun lalu, sebanyak 622 nyawa melayang. Jumlah kecelakaan ini mengalami kenaikan dibanding tahun lalu, yakni 3.927 kecelakaan di tahun ini dibanding tahun lalu 3.777 kecelakaan. 

“Kebanyakan penyebabnya adalah human error, seperti melanggar batas kecepatan, melanggar rambu-rambu, dan tidak disiplin dalam berlalu-lintas,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 23 Agustus 2012. 

Data kepolisian pun menunjukkan bahwa sebagian besar kecelakaan lalu lintas atau 69,5 persennya melibatkan sepeda motor. Adapun total kendaraan yang terlibat kecelakaan berjumlah 6.695 kendaraan. 

Selain menyebabkan lebih dari 600 orang tewas, kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat pun menyebabkan 1.093 orang luka berat dan 3.750 lainnya luka ringan. 

 

 

Toleransi: Pisau Kemanusiaan Yang Hanya Tajam Bila Ada Pesanan

07 Aug

Toleransi  

Toleransi (Dari Wikipedia bahasa Indonesia)adalah istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama, dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya. Istilah toleransi juga digunakan dengan menggunakan definisi “kelompok” yang lebih luas, misalnya partai politik, orientasi seksual, dan lain-lain. Hingga saat ini masih banyak kontroversi dan kritik mengenai prinsip-prinsip toleransi, baik dari kaum liberal maupun konservatif.

Salah satu tokoh yang diartikan “Anti Toleransi” adalah Buya Hamka. Menurut Azyumardi, beliau sering dinilai salah oleh orang yang tidak mengenal dekat dengan dia. Seperti tudingan bahwa dia anti toleransi, terkait dengan keluarnya fatwa MUI yang melarang umat Islam hadir pada perayaan Natal bersama. Fatwa MUI itu muncul pada saat Hamka menjabat sebagai Ketuanya.

“Padahal konteksnya adalah apabila itu ada ritual keagamaan, yang memang tidak layak untuk kaum muslimin hadir. Tapi pada hubungan sehari-hari sebagai sesama manusia, ya beliau fleksibel, terhadap pemeluk agama lain,” papar dia.

Resiprokalitas Toleransi

Toleransi bersifat reprosikal (Saling Bergayung Sambut) dimanapun manusia berada di jagat raya ini (bukan hanya Indonesia) seperti yang diungkapkan premis di atas. Dia merupakan dua sisi mata pedang kebenaran yang tidak boleh memihak atau tunduk pada selera pasar/media atau preferensi “Divide et Impera” dan “Covert Operation” untuk menekan atau menghancurkan fihak lain.

Sekali lagi, Toleransi adalah sikap dan perbuatan yang melarang diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima mayoritas dalam suatu masyarakat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata toleransi adalah dua atau beberapa kelompok yang berbeda tetapi dapat saling berhubungan dengan harmonis.

Toleransi: Pisau Kemanusiaan Yang Hanya Tajam Bila Ada Pesanan

Sering terjadi prinsip toleransi ini tidak berlaku secara universal dan “fair” sesuai dengan PIagam PBB. Ini sesuai dengan Kritik KH Hasyim Muzadi yang dimuat Gatra atas tudingan intoleransi agama di Indonesia dari Dewan HAM PBB yang mendapat perhatian luas. Sebagai figur berpengaruh, sikap Hasyim dinilai jitu dan tepat mewakili suara mayoritas diam (silent majority). Ia menyangkal memberi angin kepada gerakan garis keras.

Rilis KH Hasyim Muzadi ini beredar cepat ke berbagai media cetak, online, jejaring sosial, dan beberapa grup BlackBerry Messenger, pekan pertama Juni ini. Ketua Umum PBNU 1999-2009 itu merespon rekomendasi Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, 23 Mei 2012 lalu, tentang intoleransi agama di Indonesia. “Selama berkeliling dunia, saya belum menemukan negara muslim mana pun setoleran Indonesia,” tulis Presiden World Conference on Religions for Peace (WCRP) itu.

Hasyim menuding intoleransi agama di beberapa negara Eropa lebih buruk daripada di Indonesia. “Indonesia lebih baik toleransinya ketimbang Swiss, yang sampai sekarang tidak memperbolehkan menara masjid. Juga lebih baik dari Prancis yang masih mempersoalkan jilbab. Indonesia pun lebih baik dari Denmark, Swedia, dan Norwegia, yang tidak menghormati agama, karena di sana ada Undang-Undang Perkawinan Sejenis,” Hasyim menambahkan.

Sekretaris Jenderal International Conference for Islamic Scholars (ICIS) itu juga memberi catatan pada beberapa kasus aktual yang kerap dijadikan indikasi intoleransi: Ahmadiyah, GKI Yasmin Bogor, penolakan diskusi Irshad Manji, dan konser Lady Gaga. Tentang Irshad Manji dan Lady Gaga, Hasyim menyatakan, “Bangsa mana yang mau tata nilainya dirusak? Kecuali mereka yang ingin menjual bangsanya untuk selera pasar dan kebanggaan intelektualisme kosong.”

Banyak komentator di jejaring sosial memberi apresiasi. Ada pula yang menambahkan dua bukti lain keunggulan toleransi agama Indonesia: hari besar enam agama jadi hari libur nasional dan pendidikan enam agama jadi kurikulum sekolah. Di Barat dan Timur Tengah, hari besar agama hanya untuk agama mayoritas.

Beliau juga mengatakan: 

 

Rekomendasi Dewan HAM PBB yang membuat saya menulis pernyataan itu. Dengan PBB menyerang Indonesia, berarti masalah sudah dalam. Kalau ndak ada sikap PBB, saya ndak bikin tanggapan, cukup diatasi secara lokal. Kalau PBB sudah campur tangan, apalagi menunjukkan kasus-kasusnya, pasti ada laporan dari sini. Sebagai anak bangsa, saya harus meluruskan.

Kita menyayangkan lembaga di Indonesia yang bekerja untuk kepentingan internasional, tapi merugikan bangsa sendiri, dengan menyetorkan borok-borok bangsa ke internasional supaya bangsa kita dipukul. Itu tidak nasionalis. Kalau lembaga itu berbuat untuk kebaikan Indonesia di mata internasional, itu yang benar.

Kemendagri perlu me-review, mana lembaga asing yang bermanfaat untuk Indonesia ke dunia internasional dan mana yang hanya menjadi agen kepentingan internasional. Itu bisa ada di banyak sektor. Tidak hanya HAM, bisa ekonomi, politik, agama, dan sebagainya, untuk memperlemah posisi Indonesia di mata internasional.

 

 

 

Persatuan Umat: Suri Tauladan Buya Hamka dan KH Idham Chalid

01 Aug
 
Di bulan Ramadhan ini kita merasakan betapa pentingnya Persatuan Umat dalam melaksanakan kehidupan bergama Islam. Salah satu contoh adalah dimulai dan diakhirinya waktu Bulan Ramadhan yang masih menjai perdebata di antara kita. Banyak Tokoh Cendikiawan dan Umat Muslim masih belum bisa menafsirkan Persatuan Umat secara hakiki seperti yang digambarkan oleh kisah atau suri tauladan sebagai berikut:
Seperti kita tahu Buya Hamka ( Haji Abdul Malik Karim Amrullah ) adalah seorang Ulama yg disegani, tinggi ilmu agama & sastranya, banyak jabatan beliau diantaranya pernah menjadi Ketua MUI & Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
 
Begitu pula K.H Idham Khalid, alm adalah Ulama yg bijaksana, tinggi ilmunya, banyak pula jabatannya selain menjadi ketua MPR beliau adalah Ketua Umum Nahdatul Ulama ( NU ).
 
Pada suatu waktu kedua Ulama ini memimpin rombongan untuk beribadah Haji, saat itu dari Indonesia untuk beribadah Haji ke Mekkah / Baitullah masih menggunakan kapal laut, dan waktu tempuh untuk sampai di Mekkah memerlukan waktu cukup lama, ber minggu2.
 
Saat itu di kapal laut Buya Hamka memimpin ratusan rombongan calon Haji dari para Anggota Muhammadiyah, sedang K.H Idham Khalid juga memimpin ratusan jamaah calon Haji para Nahdiyyin.
 
Secara bergantian kedua ulama besar ini menjadi Imam Sholat Fardhu di kapal laut, dan ketika menjadi Imam sholat Shubuh, Buya Hamka yg ketua Pusat Muhammadiyah memimpin membaca Qunut di rakaat ke 2 sholat Shubuh, padahal dalam ajaran Muhammadiyah membaca qunut itu tidak dijalankan, namun karena Buya Hamka tahu bahwa para makmunnya tidak hanya dari anggota Muhammadiyah, tapi banyak juga para Nahdiyyin, maka beliau membaca qunut.
 
Demikian juga ketika K.H Idham Khalid yg menjadi Imam Sholat Shubuh, saat itu beliau tidak memimpin membaca qunut, karena mahfum para jamaahnya banyak dari anggota Muhammadiyah yg menjadi makmum, padahal para Nahdiyyin selalu membaca qunut dalam sholat Shubuh nya.
 
Demikian teladan dari 2 orang Ulama besar ini, masalah qunut adalah masalah khilafiah sedang menjaga persatuan & kesatuan umat Islam hukumnya adalah wajib dan lebih utama. Subhanallah.
Profil Buya Hamka
Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan julukan HAMKA, yakni singkatan namanya, (lahir di desa kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun) adalah sastrawan Indonesia, sekaligus ulama, dan aktivis politik.Belakangan ia diberikan sebutan Buya, yaitu panggilan buat orang Minangkabau yang berasal dari kata abi, abuya dalam bahasa Arab, yang berarti ayahku, atau seseorang yang dihormati.Ayahnya adalah Syekh Abdul Karim bin Amrullah, yang merupakan pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.
Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga kelas dua. Ketika usianya mencapai 10 tahun, ayahnya mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto, dan Ki Bagus Hadikusumo.
Hamka mula-mula bekerja sebagai guru agama pada tahun 1927 di Perkebunan Tebing Tinggi, Medan dan guru agama di Padang Panjang pada tahun 1929. Hamka kemudian dilantik sebagai dosen di Universitas Islam, Jakarta dan Universitas Muhammadiyah, Padang Panjang dari tahun 1957 hingga tahun 1958. Setelah itu, beliau diangkat menjadi rektor Perguruan Tinggi Islam, Jakarta dan Profesor Universitas Mustopo, Jakarta. Dari tahun 1951 hingga tahun 1960, beliau menjabat sebagai Pegawai Tinggi Agama oleh Menteri Agama Indonesia, tetapi meletakkan jabatan itu ketika Sukarno menyuruhnya memilih antara menjadi pegawai negeri atau bergiat dalam politik Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi).
Hamka adalah seorang otodidak dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, beliau dapat menyelidiki karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti, dan Hussain Haikal. Melalui bahasa Arab juga, beliau meneliti karya sarjana Perancis, Inggris dan Jerman seperti Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx, dan Pierre Loti. Hamka juga rajin membaca dan bertukar-tukar pikiran dengan tokoh-tokoh terkenal Jakarta seperti HOS Tjokroaminoto, Raden Mas Soerjopranoto, Haji Fachrudin, AR Sutan Mansur, dan Ki Bagus Hadikusumo sambil mengasah bakatnya sehingga menjadi seorang ahli pidato yang andal.
Hamka juga aktif dalam gerakan Islam melalui organisasi Muhammadiyah. Ia mengikuti pendirian Muhammadiyah mulai tahun 1925 untuk melawan khurafat, bid’ah, tarekat, dan kebatinan sesat di Padang Panjang. Mulai tahun 1928, beliau mengetuai cabang Muhammadiyah di Padang Panjang. Pada tahun 1929, Hamka mendirikan pusat latihan pendakwah Muhammadiyah dan dua tahun kemudian beliau menjadi konsul Muhammadiyah di Makassar. Kemudian beliau terpilih menjadi ketua Majlis Pimpinan Muhammadiyah di Sumatera Barat oleh Konferensi Muhammadiyah, menggantikan S.Y. Sutan Mangkuto pada tahun 1946. Ia menyusun kembali pembangunan dalam Kongres Muhammadiyah ke-31 di Yogyakarta pada tahun 1950.
Pada tahun 1953, Hamka dipilih sebagai penasihat pimpinan Pusat Muhammadiah. Pada 26 Juli 1977, Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. Mukti Ali melantik Hamka sebagai ketua umum Majelis Ulama Indonesia tetapi beliau kemudiannya mengundurkan diri pada tahun 1981 karena nasihatnya tidak dipedulikan oleh pemerintah Indonesia.
Kegiatan politik Hamka bermula pada tahun 1925 ketika beliau menjadi anggota partai politik Sarekat Islam. Pada tahun 1945, beliau membantu menentang usaha kembalinya penjajah Belanda ke Indonesia melalui pidato dan menyertai kegiatan gerilya di dalam hutan di Medan. Pada tahun 1947, Hamka diangkat menjadi ketua Barisan Pertahanan Nasional, Indonesia.Disamping Front PertahananNasional yang sudah ada didirikan pula Badan Pengawal Negeri & kota (BPNK). Pimpinan tersebut diberi nama Sekretariat yang terdiri dari lima orang yaitu HAMKA, Chatib Sulaeman, Udin, Rasuna Said dan Karim Halim. Ia menjadi anggota Konstituante Masyumi dan menjadi pemidato utama dalam Pemilihan Umum tahun 1955. Masyumi kemudiannya diharamkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1960.
Dari tahun 1964 hingga tahun 1966, Hamka dipenjarakan oleh Presiden Sukarno karena dituduh pro-Malaysia. Semasa dipenjarakanlah maka beliau mulai menulis Tafsir al-Azhar yang merupakan karya ilmiah terbesarnya. Setelah keluar dari penjara, Hamka diangkat sebagai anggota Badan Musyawarah Kebajikan Nasional, Indonesia, anggota Majelis Perjalanan Haji Indonesia, dan anggota Lembaga Kebudayaan Nasional, Indonesia.
Selain aktif dalam soal keagamaan dan politik, Hamka merupakan seorang wartawan, penulis, editor, dan penerbit. Sejak tahun 1920-an, Hamka menjadi wartawan beberapa buah surat kabar seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam, dan Seruan Muhammadiyah. Pada tahun 1928, beliau menjadi editor majalah Kemajuan Masyarakat. Pada tahun 1932, beliau menjadi editor dan menerbitkan majalah al-Mahdi di Makassar. Hamka juga pernah menjadi editor majalah Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat, dan Gema Islam.
Hamka juga menghasilkan karya ilmiah Islam dan karya kreatif seperti novel dan cerpen. Karya ilmiah terbesarnya ialah Tafsir al-Azhar dan antara novel-novelnya yang mendapat perhatian umum dan menjadi buku teks sastera di Malaysia dan Singapura termasuklah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Di Bawah Lindungan Ka’bah, dan Merantau ke Deli.
Hamka pernah menerima beberapa anugerah pada peringkat nasional dan internasional seperti anugerah kehormatan Doctor Honoris Causa, Universitas al-Azhar, 1958; Doktor Honoris Causa, Universitas Kebangsaan Malaysia, 1974; dan gelar Datuk Indono dan Pengeran Wiroguno dari pemerintah Indonesia.
Hamka meninggal dunia pada 24 Juli 1981, namun jasa dan pengaruhnya masih terasa sehingga kini dalam memartabatkan agama Islam. Ia bukan saja diterima sebagai seorang tokoh ulama dan sasterawan di negara kelahirannya, malah jasanya di seluruh alam Nusantara, termasuk Malaysia dan Singapura, turut dihargai.
Profil KH. Idham Chalid

Idham Chalid (lahir di Satui, Hindia Belanda, 27 Agustus 1921 – meninggal di Jakarta, 11 Juli 2010 pada umur 88 tahun) adalah salah satu politikus dan menteri Indonesia yang berpengaruh pada masanya. Selain sebagai politikus ia aktif dalam kegiatan keagamaan dan beliau pernah menjabat Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama pada tahun 1956-1984.
Sejak berkiprah dari remaja, karier Idham di PBNU terus menanjak. Ketika NU masih bergabung dengan Masyumi (1950), ia menjadi ketua umum Partai Bulan Bintang Kalimantan Selatan. Sementara itu, ia juga menjadi anggota DPR RIS (1949-1950). Dua tahun kemudian, Idham terpilih menjadi ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU (1952-1956). Kemudian, ia dipilih menjadi orang nomor satu NU pada 1956. Bahkan, Idham merupakan orang terlama yang menjadi ketua umum PBNU.
Boleh dikata, selama hampir 30 tahun sebagai orang nomor satu NU, Idham telah mengalami berbagai pasang surut. Di bidang eksekutif, ia beberapa kali jadi menteri, baik saat masa Orde Lama maupun Orde Baru. Ketika Bung Karno jatuh pada 1966, ia menjadi anggota presidium Kabinet Ampera I dan Kabinet Ampera II dan etelah itu ia diangkat menjadi ketua MPR/DPR pada periode 1971-1977. Jauh sebelumnya, pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo II, ia juga menjabat sebagai wakil PM. Dalam posisi pemerintahan, beliau pernah juga mengemban tugas sebagai Ketua DPA.
 

#Ramadhan Milik Umat Beriman Sedunia

25 Jul

Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, pada bulan tersebut engkau diwajibkan berpuasa dan dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka dan syaithan-syaithan di belenggu, dalam bulan tersebut ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barang siapa yang tidak mampu mendapatkan kebaikan bulan ramadhan tersebut maka haramlah baginya surga. (HR Ahmad, an Nasa’i, dan Baihaqi).   

Alhamdulillah, kita bertemu lagi dengan bulan Ramadan, bulan penuh mutiara hikmah. Ini semua berkat nikmat-Mu ya Allah. Semoga Ramadhan ini kita bisa lebih baik dari Ramadan sebelumnya.  Ramadhan adalah bulan yang selalu kita rindukan kedatangannya. Bulan pembelajaran penuh hikmah dan berkah yang begitu besar serta ampunan dari Allah SWT. Berawal dari kerinduan dan penantian dengan Ramadhan buku ini hadir sebagai bacaan penuh inspirasi. Penulis yang tergabung dalam buku ini menghadirkan Ramadhan dalam rajutan kata yang begitu syahdu, begitu indah, begitu rindu, begitu rasa, begitu cinta, begitu sayang.  

Dalam hitungan hari, umat Islam sudah memasuki bulan yang disucikan ini. Selalu saja, potret kegairahan Ramadhan terekam di mana pun kaum Muslimin berada. Di Tanah Air, sebagaimana umat Islam menjadi mayoritas, atau di belahan lain, ketika umat Islam minoritas. Sejatinya, Ramadhan adalah milik umat beriman seperti tersurat pada ayat Al-Baqarah 183:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh umat muslim di dunia ini. Sudah sepantasnya kita melakukan hal-hal yang baik dan jauhkan diri dari hal-hal yang negatif. Sebaiknya kita jaga sikap dan tutur kata jangan sampai menyakiti perasaan orang lain.  Ramadhan itu memiliki jutaan keragaman aktivitas dengan tujuan yang satu, puasa dan peningkatan spritual yang seragam di bulan itu. Untuk mengetahui aktivitas apa saja yang akan dilakukan muslim di Dunia pada Ramadhan, marilah kita simak fakta dari budaya, kebiasaan, atau hal-hal lainnya tentang Ramadhan yang dikumpulkan dari berbagai belahan bumi.

Amerika

1. Puasa tahun ini sampe 15 jam

2. Ramadhan tepat di puncak Summer

3. Tidak terdengar suara adzan, tidak ada kentungan atau imsak

4. Buka puasa dengan hotdog, or burger

5. Suasananya seperti bulan biasa

6. Masjid Nurul Mustafa, di pinggir kota Johnston County, North Carolina, selalu marak saat ramadhan dengan lampu-lampu hias.

Australia

7. Jangan telat sholat Tarawih di Masjid Lakemba, coz parkir mobilnya Selalu penuh.

8. Belanja Persiapan Buka Puasa di Toko Asia di Perth

9. Masjid Gold Coast selalu ramai jemaah saat waktu buka puasa

10. Selalu ditemukan remaja muslim yang menggenakan busana muslimah di Mall-mall

11. Houssam Dannaoui dari Medina Halal Meats bekerja dua kali lebih keras selama 30 hari Ramadhan

12. 30 Masjid di Melbourne dan sejumlah ruangan yang biasa dipakai shalat berjemaah selalu hangat dan ramai, seperti di Flemington dan Roxburgh Park

13. Steak dan kurma menjadi Menu favorit buka puasa di Australia

14. Muslim Australia ingin lebih banyak membaca atau memastikan bahwa mereka memiliki pakaian bagus untuk pergi ke masjid, karena tidak semua orang memakai jilbab sepanjang tahun.

15. Rumah makan menjadi pusat iftar (buka puasa) dan berjalan di seluruh kota

16. Wakil Presiden ICV (Islamic Centre Victoria) mengatakan kalau seluruh keluarganya berprilaku lebih baik selama bulan Ramadhan.

17. Di Canberra tidak ada perbedaan awal puasa.

Rusia

18. Puasa di Negeri Beruang putih tahun ini selama 17 jam

19. Buka puasa di masjid Yarjam, sebelah utara Moskow sangat menyenangkan. Umat Islam berkumpul hampir disetiap waktu sholat. Terlebih saat waktu buka puasa

20. Di masjid Yarjam terdapat Al-Quran terjemahan bahasa Indonesia.

21. Hampir di setiap masjid terdapat bazaar-bazaar dadakan setiap Ramadhan tiba. Mereka menjual buku-buku islami, souvenir, minyak wangi dan kopiah.

22. Di Rusia kini terdapat 8000 masjid, dan 20 juta muslim. Dua juta diantaranya berada di Moscow. Sehingga pada Ramadan, kota ini sangat semarak dengan nuansa Islami 

Antartica

23. Aplikasi pengingat waktu sholat jadi andalan, begitu pun waktu berbuka maupun sahur.

24. Buka puasa dengan kopi atau teh hangat. Jika ada, bandrek atau bajigur menjadi minuman favorit.

Kanada

25. Komunitas muslim yang terbanyak di Toronto

26. Waktu puasa 14 jam, dari pukul 05.00 – 21.00

27. Menu khas buka puasa Kebab

28. Menjelang Iedul Fitri selalu ada Canada Exhibition, tempatnya di Rogger Centre. Selalu juga dikunjungi oleh pejabat teras.

Inggris

29. Mahasiswa muslim di University of Glasgow dapat menikmati buka puasa nasi kari ala Pakistan dan kurma di Masjid dan Islamic Center Kampus.

30. Organisasi-organisasi muslim di Inggris kerap mengadakan acara diskusi keislaman setiap Ramadhan tiba di setiap masjid.

Turki

31. Hidangan buka puasa di Turki menjadi sesuatu yang sangat menarik, karena hampir semua restoran yang ada menawarkan menu khusus yang sama.

32. Menu yang sering dihidangkan saat berbuka puasa adalah ‘Iftariye’ atau appetizer Plater. Terdiri dari kurma, zaitun, keju, pastirma, sujuk, roti pide dan juga berbagai kue-kue yang disebut “borek”.

33. Menu yang biasa disantap saat sahur adalah Makarna (makaroni) atau pilav (nasi Turki) dan yang spesial adalah Hosaf (komposto), semacam manisan buah-buahan.

34. Semarak Ramadhan di Turki mirip dengan di Indonesia, karena mayoritas penduduk Turki adalah muslim, maka hampir di setiap jalan dan masjid-masjid di Turki terang dengan lampu-lampu khas Ramadhan di Timur Tengah.

35. Di area Blue Mosque menjadi tempat favorit untuk menunggu waktu berbuka puasa

36. Buka puasa gratis di tenda iftar Blue Mosque

37. Setiap Kadir Night “Malam Lailatul Kadar” di masjid-masjid besar selalu di perlihatkan janggut Rasulullah SAW.

38. Televisi-televisi di Turki menayangkan aneka acara untuk menemani masyarakat santap sahur.

39. Masyarakat Turki lebih memilih minum teh saat berbuka maupun sahur.

40. Hiburan malam masih beroperasi

Kosovo

41. Ramadhan di negara ini akan menjadi sangat sibuk bagi para cendikiawan muslim, sebabnya mereka harus berdakwah ke semua pelosok negeri untuk mengisi dan meramaikan masjid-masjid.

42. Setiap tahunnya, di bulan Ramadhan, para cendikiawan dan para dermawan mengumpulkan dan mendistribusikan sekitar 20 ton daging untuk kaum duafa, rumah-rumah sakit, lembaga untuk orang-orang cacat dan kantin mahasiswa Pristhina.

43. Nuasa Ramadan begitu terasa di Kosovo di mana banyak toko-toko yang sudah menjual makanan khas tradisional, kurma dan bermacam-macam permen.

Jepang

44. Dorayaki jadi menu khas berbuka puasa

45. Masjid Jami Yoyogi, salahsatu masjid di sebelah Selatan Tokyo menjadi tempat menarik menanti waktu berbuka puasa (ngabuburit).

46. Setiap Ramadhan selalu ada agenda KMII (Komunitas Muslim Islam Indonesia) yang dihadiri bukan hanya WNI, tetapi muslim pribumi juga muslim dari negara lainnya. Acara rutin per-minggu itu selalu diadakan di masjid sambil buka bersama.

47. Sedikit sulit mencari masjid untuk shalat tarawih

Pakistan

48. Tidak ada berbuka puasa di Pakistan tanpa Samosa, warung Samosa yang bertebaran di Bulan Puasa menawarkan versi pedas dan manis. Samosa semacam roti yang dicampuri kacang dan daging.

49. Pakora plus saus hijau jadi cemilan saat sahur

50. Toko-toko di siang kebanyakannya tutup. Dan mulai buka setelah sholat Ashar hingga tengah malam

51. Hampir seluruh masjid baik di Islamabad maupun di kota-kota besar lainnya seperti Peshawar, Lahore, Multan, Karachi, menyediakan iftar jama’i (buka bersama) dengan menu andalan Chawal Briyani (Nasi Briyani ). Untuk ta’jil (hidangan pembuka) penduduk Pakistan selalu menghidangkan makanan tradisional ala sub-kontinen Pakoura dan Samosa

52. Menjelang akhir Ramadhan, seluruh masjid menyelenggarakan Sabina (mengkhatamkan al-Qur’an ) yang dibaca dalam sholat tarawih selama tiga hari menjelang akhir Ramadhan.

India

53. Adzan Maghrib hanya dikumandangkan di masjid dan daerah-daerah yang populasi umat Islamnya besar, seperti Hyderabad, Mumbai, New Delhi dan Kashmir

54. Waktu sahur pukul 05.15, dan waktu Maghrib pukul 18.30. Hampir sama dengan Indonesia.

55. Berpenduduk sekitar 1,1 Miliar (Jumlah penduduk terbesar kedua setelah Cina), dengan penduduk Muslim sekitar 156 Juta. Namun nuansa Ramadhan masih terasa hangat.

56. KBRI New Delhi dan KJRI Mumbai kerap melaksanakan sekaligus menjadi pusat rangkaian acara kegiatan selama Ramadhan.

57. Di Ikhla dan Jama Masjid, Delhi. Sepanjang Ramadhan menjadi tempat berkumpul bagi para mahasiswa dan masyarakat Indonesia. Karena kemudahan dalam memperoleh makanan khas ramadhan.

Jordan

58. Mansaf adalah hidangan khas Jordan. Terdiri dari daging domba yang dibumbui dengan rempah-rempah. Selalu tersedia untuk menu buka puasa.

59. Qantayyif adalah pancake lezat rasa kayu manis diisi dengan kenari dan gula. Selalu ada untuk ta’jil puasa.

60. Masjid Universitas Yarmouk selalu ramai dan padat saat tarawih dan itikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan

61. Mahasiswa Indonesia atau Warga Asing sering menjadi ‘selebritis dadakan’, karena sering diundang pada acara buka puasa di stasiun TV atau Radio. Juga orang Arab yang berebutan ingin mengundang buka puasa di rumahnya.

Palestina

62. Lentera dan lampu-lampu menyala di sudut-sudut lorong di kota Gaza

63. Tahun ini, sebagian rakyat gaza mengatakan bulan puasa akan berlangsung sulit. Selain cuaca sangat panas, di Gaza sering terjadi pemadaman listrik. Itu akibat bahan bakar yang minim di wilayahnya.

64. Suhu sangat tinggi, tidak ada kipas angin, tidak ada pendingin ruangan, dan tidak bisa menyimpan makanan di kulkas, karena tidak ada listrik.

65. Tahun ini warga Gaza kembali menikmati produk kemasan, seperti minuman kaleng, jus, selai dan manisan. Sebelumnya produk-produk itu tidak bisa masuk Gaza, karena diblokade tentara Israel.

66. Di kota tua Yerusalem, warga memadati gerbang Damaskus, pintu masuk ke pusat muslim. Mereka belanja beragam makanan yang menjadi santapan khas berbuka puasa

67. Di Masjid Al-Aqso umat Islam penuh dan padat sepanjang hari selama bulan Puasa.

Egypt

68. Fenomena ‘Maidah Rahman’ (hidangan kasihsayang), buka puasa gratis (ta’jil dan makan) di setiap Masjid dan tenda-tenda yang tersedia.

69. Polisi lalu lintas tanpa sungkan memegang mushaf Al-Quran dan membaca-nya di sela tugas di jalanan ibukota.

70. Penumpang bus berdesakkan sembari membaca Al-Quran dengan mushaf ditangannya.

71. Maraknya lampu dan lentera vinus bertuliskan ‘Ramadan Kareem’

72. Menjelang waktu Maghrib (buka puasa) jalanan kosong. Semua orang berhenti untuk berbuka puasa

Arab Saudi

73. Jumlah jemaah yang berada di Masjidil Haram dan kawasannya, lebih banyak saat Ramadhan ketimbang waktu musim haji. Karena saat haji, jemaah tidak berkumpul hanya di Makkah (Masjidil Haram). Berbeda dengan bulan puasa, mayoritas jemaah berada di Masjidil Haram.

74. Saat waktu buka puasa lebih dari 12.000 meter taplak meja dibentangkan setiap hari di areal Masjid. Petugas menyediakan makanan berbuka di Masjidil Haram, Kerajaan Saudi dan para dermawan mengeluarkan dana setiap hari mencapai sekitar setengah juta riyal Arab Saudi (sekitar 134.000 dolar AS) atau setara Rp 1,2 miliar.

75. Jumlah kurma yang dikonsumsi setiap hari oleh orang yang berbuka puasa di Masjidil Haram diperkirakan berjumlah lebih dari 5 juta buah. Artinya, dengan 1,2 juta orang Muslim yang mengerjakan shalat di Masjidil Haram, jumlah itu berarti sama dengan tiga kurma untuk setiap orang.

76. Penduduk asli berebutan mengajak WNA untuk berbuka puasa

77. Tarawih satu malam satu juz, sehingga selama Bulan Ramadhan khatam Al-Qur’an

78. Pahala umrah, puasa, ibadah lainnya di Masjidil Haram semakin berlipat

79. Setelah sholat Tarawih di Masjidil Haram, malamnya ada shalat Qiyamul Lail berjemaah

80. Harga-harga hotel melambung tinggi, tentunya berbeda dengan di Indonesia yang mengadakan promo saat bulan puasa.

81. Pengemis marak disepanjang jalur menuju Masjid

82. Ta’jil dengan kurma, gahwah (kopi khas Arab) dan air Zam-Zam

83. Syeikh Sudais (Imam Masjidil Haram) selalu memberikan infak, shadaqah dan zakat kepada ribuan mahasiswa di Timur Tengah

84. Harga-harga makanan dan bahan pokok kebutuhan rumahtangga stabil, bahkan tidak jarang memberikan diskon-diskon besar

85. Pertokoan dan dunia kerja lainnya, umumnya dimulai menjelang buka hingga waktu sahur.

Indonesia

86. Tetap semangat kejar setoran

87. Tiket KA ‘ludes’ 40 hari sebelum lebaran

88. Mudik menjadi budaya di akhir Ramadhan

89. Macet menjadi fenomena di setiap mudik dan arus balik

90. Kolak dan es buah menu favorit buka puasa

91. Pengemis marak di setiap traffic light dan masjid-masjid besar

92. Pesantren kilat menjamur

93. Masjid-masjid penuh di awal hingga pertengahan Ramadhan

94. Semangat ngaji dan tarawih

95. Meski dilarang, petasan menjadi suara khas di bulan Ramadhan

96. Siaran TV dan selebritis negeri menjadi sangat Islami

97. Harga Sembako naik tinggi setiap akhir Ramadhan

98. Ketupat menjadi makanan khas lebaran

99. Ucapan selamat hari raya yang ramai di sms mobile

Tentunya masih banyak aktivitas dan fenomena berpuasa di belahan bumi lainnya. Jika memiliki data, info ataupun pengalaman puasa di negeri orang silahkan di-share.

Dikutip dari: http://cordova-travel.com/blog/2011/07/22/99-fakta-ramadhan-di-dunia/ dan berbagai sumber

 

 

AT Mahmud dan Hari Anak Nasional: Kecintaan Seorang Bapak Pada Penerusnya

23 Jul
Dipinjam dari http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1279798501/hari-anak-nasional
“AMBILKAN bulan, bu. Ambilkan bulan, bu, yang selalu bersinar di langit. Di langit, bulan benderang. Cahayanya sampai ke bintang. Ambilkan bulan bu, ambilkan bulan, bu. Untuk menerangi, tidurku yang lelap di gelap.”
Itulah salah satu lagu yang ingin saya “tangkap” pada peringatan  Hari anak nasional  yang diciptakan oleh AT Mahmud karena kecintaannya pada pendidikan anak. Hari anak nasional pertama kali dicanangkan oleh Alm. mantan Presiden Suharto yaitu pada tanggal 23 Juli tahun 1986. Berarti tahun ini usia HAN menginjak usia yang ke 26 tahun. Harapan Almarhum mantan Presiden Suharto, dengan adanya Hari Anak Nasional di Indonesia ini akan dapat menjadi awal kunci kemajuan bangsa.
Ia melihat anak-anak sebagai aset kemajuan bangsa. Karena itulah, sejak tahun 1984, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 44 tahun 1984, tanggal 23 Juli ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional. Peringatan Hari Anak Nasional dilakukan sejak tahun 1986 sampai saat ini. Perayaan ini dilakukan untuk menggugah kepedulian maupun partisipasi seluruh rakyat Indonesia dalam menghormati dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi.
Setiap tahun, Hari Anak Nasional di Indonesia selalu diperingati dengan tema yang berbeda. Misalnya pada tahun 2009, Hari Anak Nasional dirayakan dengan tema “Saya Anak Indonesia, Kreatif, Inovatif, dan Unggul Untuk Menghadapi Tantangan di Masa Depan”. Puncak perayaan Hari Anak Nasional dirayakan di Taman Impian Jaya Ancol dengan menghadirkan operet musikal karya A.T Mahmud, berjudul “Ambilkan Bulan, Bu.”
Musik dan Pendidikan memang dunia yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan pria kelahiran Palembang ini. Massagus Abdullah Mahmud, demikian nama pemberian kedua orang tuanya sejak lahir 3 Februari 1930 silam. Keluarga dan teman-temannya semasa sekolah SMP lebih sering memanggilnya dengan sebutan Totong. Kebiasaan memangil dengan nama Totong tersebut terbawa sampai SMA, ijazahnya pun diberi nama Abdullah Totong Mahmud dan lebih dikenal dengan AT Mahmud yang kini dikenal masyarakat sebagai pencipta lagu anak-anak.
Anak kelima dari sepuluh bersaudara ini baru menemukan kembali momentum dalam mengembangkan bakat bermusiknya ketika ia bertugas di Sekolah Guru Taman Kanak-kanak (SGTK) setelah sebelumnya ia mendaftarkan diri di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta. Di SGTK, ia pun berkreasi terutama mencipta lagu anak-anak. Kehidupan anak-anak yang senang bermain menjadi inspirasi utamanya dalam menciptakan lagu.
Selain di SGTK, inspirasi terbesar Totong juga datang dari ketiga anaknya. Ruri Mahmud, Rika Vitrina dan Revina Ayu. Ketiga buah cinta dari pernikahannya dengan Mulyani Sumarman pun menjadi inspirasi dari sebagian besar lagu gubahannya. Lagu Pelangi terinspirasi dari Rika ketika masih duduk di Taman Kanak-kanak (TK). Ketika dalam perjalanan ke sekolah, Rika menunjuk ke arah langit dan berteriak kepada sang ayah, “Pelangi!” Kejadian ini memberinya ide untuk membuat sebuah lagu mengenai pelangi. Ia pun menyusun kata-kata yang tepat sesuai pikiran anak-anak yang menggambarkan indahnya ketika pelangi muncul. Dengan iringan gitar maka jadilah sebuah lagu Pelangi yang sampai sekarang sering dinyanyikan di TK dan SD.
Pada tanggal 3 Juni 1968, kariernya dalam bermusik semakin menanjak setelah mendapat tawaran membuat acara musik untuk anak-anak dari TVRI, Ayo Menyanyi menjadi judul acara tersebut. Mealuli acara tersebut AT Mahmud memperkenalkan lagu anak-anak dari berbagai pencipta lagu terdahulu seperti Ibu Sud, Pak Dal, Pak Tono, S.M. Moechtar, dan lainnya, acara tersebut juga memberikan kesempatan kepada pencipta lagu baru untuk memperkenalkan lagunya. Ayo Menyanyi juga menjadi tempat yang terbaik untuk memperkenalkan lagu ciptaan AT Mahmud. Selama dua puluh tahun Ayo Menyanyi bertahan menjadi acara pendidikan musik anak dengan penggemar setia. Sampai akhirnya pada 1988, direksi TVRI meminta seluruh kru termasuk AT Mahmud untuk mundur dari acara Ayo Menyanyi.
Namun berkat dedikasinya yang luar dalam perkembangan musik anak-anak beberapa kali ia mendapat penghargaan dari berbagai pihak. Penghargaannya yang pertama diterima dari Menteri Pendidikan Nasional Juwono Sudarsono pada 1999. Selanjutnya rentetan penghargaan menyusul seperti dari Presiden RI Megawati Soekarno Putri (2001), Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden RI, Life Time Achievement Awards pada Anugerah Music Indonesia 2003. 
Penghargaan paling anyar diperoleh pada peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2010,walaupun ia telah berpulang ke Rahmatullah dua minggu sebelumnya, 6 Juli 2010. Sosok AT Mahmud memang salah satu sosok yang tidak dapat dilepaskan dari perkembangan musik anak-anak di Tanah Air. Lagu-lagu ciptaannya menjadi lagu wajib yang dinyanyikan pada TK atau SD. 
Namun gempuran lagu-lagu dewasa baik itu dari Band, penyanyi dewasa menjadi tantangan besar bagi eksistensi musik sejenis ciptaan AT Mahmud. Namun menurutnya Lagu anak-anak berbeda dengan lagu orang dewasa. Lagu anak-anak harus menggambarkan pikiran, perasaan, dan tingkah laku anak-anak. Anak-anak tidak boleh disuguhkan dengan lagu orang dewasa yang melampaui batas usia anak-anak itu. Maka tidaklah heran ketika pada akhir tahun lalu ia sempat berseloroh mengenai kegelisahannya.
“Saat ini anak-anak lebih hafal lagu orang dewasa ketimbang lagu anak-anak seumuran mereka,” ujarnya di salah satu tayangan televisi nasional. Kekhawatirannya memang cukup beralasan, saat ini urusan cipta mencipta lagu anak-anak tidak sama lagi dengan puluhan tahun yang lalu. Jangankan menemukan lagu anak-anak yang pas dengan usia anak-anak, penyanyi cilik pun susah mendapat tempat di hati penikmat musik. Sehingga kesulitan untuk menemukan pencipta lagu yang berdedikasi pada pendidikan musik anak-anak, sama susahnya dengan menemukan generasi penerus Tasya atau Joshua yang menjadi fenomena musik anak-anak satu dekade silam.
Harapan AT Mahmud agar anak-anak mendapatkan suguhan musik yang sesuai dengan usia, pikiran, tingkah laku anak-anak tampaknya bukan harapan yang muluk-muluk. Anak-anak memang harus mendapatkan pendidikan sesuai usia mereka, dan mungkin semua akan setuju kalau musik ciptaan AT Mahmud merupakan salah satu media pembelajaran terbaik bagi pendidikan anak-anak.
(Dari Berbagai Sumber)
 

#SportEdu Hasil #UNAS SD dan Piala Eropa

18 Jun

Hari-hari di minggu kemarin adalah “The Judgement Day” bagi Firman dalam “kompetisi nasional akademis” (baca: Ujian Nasional) tingkat SD. Akhirnya hari Sabtu kemarin adalah hari pengumuman resmi pencapaian enam tahun masa sekolah dasar. Informasi hasil #UNAS diperoleh setelah melalui “proses investigasi” karena surat tidak dikirim ke rumah namun diinformasikan oleh wali kelasnya. Alhamdulillah hasilnya sesuai dengan yang diharapkan 🙂

Di waktu yang bersamaan keluarga kami diberi suguhan menarik dengan adanya Piala Eropa. Kadang teriakan dukungan dan kekecewaan Riris dan Firman bersahutan untuk kesebelasan favorit mereka. Riris sangat menjagokan Jerman dan Firman pendukung setia Spanyol sehingga rela tidur larut malam (baca: subuh) terutama kalau besoknya libur. Sebulan ini malam-malam menjelang shubuh akan diisi dengan keriuhan yang menjadi “The Judgement Day”  bagi kesebelasan yang tersingkir atau maju ke babak selanjutnya.

<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/bYlhZaP6xWY” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

 

Basa Sunda Poe Ieu Keur Meumeujeuhna #SubtitleSunda

13 Jun

Poe ieu di sakulawet nagri Sunda diwajibkeun make Basa Sunda. Kacida sugemana ningali kulawadet anu lain Urang Sunda. Asa leungit kahariwang saperti tulisan simkuring tanggal 31 Januari 2008 nu judulna “Apakah kita perlu menguasai bahasa daerah?“. Komo mun ningali Kalawarta (Time Line) di Twitter saperti di handap beuki reureus jeng hayang seuri wae:

Tren Indonesia 

· Ubah

<iframe width=”600″ height=”450″ src=”http://www.youtube.com/embed/iKHVHLtQgPA” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

Tweet 

Stalk of jackfruit. Father’s wedding. Tuesday did not tell me (Tongtolang nangka. Kawinan bapa. Poe salasa teu beja-beja) 

 

“Squidward, maneh ngebul, siga sayur anu di sepan, tapi leuwih pinter” -spongebob 

Knock Knock Kolenknock. The hedgehog dead sleepy (Trang trang kolentrang. Si londok paeh nundutan)  

Mr Delon, Mr Delon. Please open the wind gate (Pa Deong, Pa Deong. Pangmukakeun Lawang Angin)  

 

hirup leuwih pondok lamun maneh teu nyobian cinta urang, wkwkwkwk 

Doesn’t want father+mother.Want to kid w/ tapering eyelash>Alim karamana alim ka ibuna,hoyong kaputrana nu centik bulu socana

Forrest Gump: “Saur ’ema, hirup teh jiga sawadaheun coklat. Maneh moal terang maneh deuk meunang naon.” 

Eminem: Hampura ema, abdi teu maksad nganyeyeri ema. abdi teu maksad ema janten ceurik. Wengi ayeuna abdi bebersih kloset.

Yoda: “Heug. Budakna teh goreng adat. Jiga abahna weh kumaha.” 

Upami anjeun palay nyitak gul,anjeun kedah ngahontal target. ~Fabio Capelo~  

Kuring, bade sataranjang panon poe tibeulat ka anjeun RT : Aku, akan setelanjang matahari mencintaimu.

AbdullahHasan:Maneh urg Amerika teu ngaroko deui.Hirup maraneh paranjang+ngabosenkeun  

<iframe width=”600″ height=”450″ src=”http://www.youtube.com/embed/roq0guyG8Bs” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>