RSS
 

Archive for the ‘ITB’ Category

Kebijakan E-learning Perguruan Tinggi Pada Masa Datang

02 Apr

Pemanfaatan internet untuk pembelajaran atau e-learning tidak terlepas dari berbagai kekurangan. Berbagai kritik (Bullen, 2010; Beam, 2007), antara lain dapat disebutkan sbb:

  • Kurangnya interaksi antara dosen dan mahasiswa  atau bahkan antar siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar dan mengajar;
  • Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial;
  • Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan;
  • Berubahnya peran pendidik dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT;
  • Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal;
  • Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon ataupun komputer);
  • Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki ketrampilan soal-soal internet; dan
  • Kurangnya penguasaan bahasa komputer.

Hal ini terkait dengan lemahnya kebijakan e-Learning yang terkait dengan “Proses Bisnis” pembelajaran itu sendiri.  Khusus untuk perguruan tinggi di Indonesia, kebijakan e-learning sesuai Rencana Strategis Pendidikan dari Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS) 2009-2014 adalah: “Pengembangan pembelajaran jarak jauh (distance learning) di perguruan tinggi, dengan proyek percontohan pada beberapa perguruan tinggi dan pusat pelatihan hingga tahun 2009, yaitu ITB, ITS, UGM, IPB, UI, UNRI, UNDANA, UNHAS, PENS, dan POLMAL. Diseminasi proyek ini akan dikembangkan pada  UNLAM, UM, UNY, UNP, UNHALU, UNCEN dan PT-PT lainnya.” Sedangkan target yang ditetapkan adalah: “ICT literacy (kemampuan akses, memanfaatkan dan menggunakan radio, televisi, komputer dan internet) 80% untuk kalangan mahasiswa dan dosen” dengan Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas, dan Citra Publik di bidang: “Peningkatan kapasitas satuan perguruan tinggi dilakukan melalui berbagai program hibah kompetisi yang diselenggarakan oleh pemerintah, seperti program hibah kompetisi, program kemitraan, hibah penelitian, pusat pengembangan pendidikan dan aktivitas instruksional (P3AI). Peningkatan kapasitas pengelolaan juga akan ditunjang dengan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), seperti pengembangan sistem informasi pendidikan tinggi”.

Dari hal tersebut di atas penulis menyarankan Kebijakan E-learning pada Perguruan Tinggi Masa Datang memakai kerangka kerja (framework) dari Gellman-Danley and Fetzner (2008) sebagai berikut:

Policy Area

Key Issues

Academic Calendar, Course integrity, Transferability, Transcripts, Student/Course evaluation, Admission standards, Curriculum/Course approval, Accreditation, Class cancellations , Course/Program/Degree availability, Recruiting/Marketing
Governance/Administration/Fiscal Tuition rate, Technology fee, FTE’s, Administration cost, State fiscal regulations, Tuition disbursement, Space, Single versus multiple board oversight, Staffing
Faculty Compensation and workload, Development incentives, Faculty training, Congruence with existing union contracts, Class monitoring, Faculty support, Faculty evaluation
Legal Intellectual property, Faculty, Student and institutional liability
Student Support Services Advisement, Counseling, Library access, Materials delivery, Student training, Test proctoring, Videotaping, Computer accounts, Registration, Financial aid, Labs
Technical Systems reliability, Connectivity/access, Hardware/software, Setup concerns, Infrastructure, Technical support (staffing), Scheduling, Costs
Cultural Adoption of innovations, Acceptance of on-line/distance teaching, Understanding of distance education (what works at a distance), Organizational values

Sedangkan “Policy Analysis Framework”  untuk  hirarki kebijakannya dapat menggunakan  model sebagai berikut:

Policy Area

Description

Faculty (including Continuing Education and Cooperative Extension) Rewards (e.g., stipends, promotion and tenure, merit increases, etc.); Support (e.g., student help, technical assistance, training, etc.); Opportunities to learn about technology and new applications (e.g., release time, training, etc.); Intellectual property (e.g. ownership of materials, copyright, etc.)
Students/Participants Support (e.g., access to technology, library resources, registration, advising, financial aid, etc.); Requirements and records (e.g., residency requirements, acceptance of courses from other places, transfer of credit, continuing education, etc.)
Management and Organization Tuition and fee structure; Funding formula;Collaboration (e.g., with other Departments, units, institutions, consortia, intra-and inter-institutional, service areas, etc.); Resources (e.g., financial resources to support distance education, equipment, new technologies, etc.); Curricula/individual courses (e.g., delivery modes, course/program selection, plans to develop, individual sequences, course development, entire program delivery, interactivity requirements, test requirements, contact hour definitions, etc.)
 

Hubungan “Kasih Ibu Kepada Beta”, Pendampingan Guru Se-Jawa Barat dan Rangking Satu

23 Dec

“Kasih Ibu Kepada Beta”

Kemarin adalah Hari Ibu ……. Hubungan “Kasih Ibu Kepada Beta” memang dekat. Seiring waktu kasih sayang itu makin besar dan saya ungkapkan dengan puisi sebagai berikut:

Semenjak kakiku melangkah ke bumi

Ada satu hal yang selalu kujaga

Hati dan pikiran ibu yang melahirkanku

Biarlah kasih sayang menjadi perisai jiwa

Menyusuri perjalanan hidup yang fana ini

Membekal sukma dengan bakti dan hormat jiwa

Kupahami benar makna sejuta sukma

Surga Ada Di Bawah Telapak Kaki Ibu

Pendampingan Guru Se-Jawa Barat oleh Pojok Pendidikan, LPP-Salman, Comlabs-ITB dan Intel Teach Indonesia

Pada waktu bersamaan saya menjadi panitia sekaligus Nara Sumber Pendampingan Guru Madrasah Tsanawiyah Bidang Sains dan Matematika Se-Jawa Barat yang diadakan tanggal 20-22 Desember 2012 oleh Pojok Pendidikan, LPP-Salman, Comlabs-ITB dan Intel Teach Indonesia. Saya memberikan pembekalan dengan topik “Filosofi Pendidikan dan Pengembangan Profesionalisme Melalui Alat Bantu TIK Untuk Guru Abad-21” dengan penekanan padanya kecintaan guru pada profesinya dalam rangka perubahan ke arah yang lebih baik.

Mengapa Guru Abad-21 Membutuhkan Falsafah Pendidikan? Ya, Semua pendidik harus memiliki falsafah pribadi yang mewarnai cara mereka bertindak. Hal ini juga akan menjadi titik refernsi agar guru membenarkan atau menjelaskan pendidikan secara logis & sistematis. Fungsi Filosofi Pendidikan bagi pendidik itu sendiri adalah:

  1. Membawa penafsiran baru serta menganalisis, memperbaiki, memodifikasi konsep-konsep dan prosedur pendidikan yang ada
  2. Bertindak sebagai “ruang pembersih” untuk menganalisis dan menjelaskan ide-ide dan masalah-masalah pendidikan
  3. Menawarkan sumber & bimbingan etis bagi pendidikan
  4. Menginduksi kebiasaan berpikir seperti toleransi, tidak memihak, dan sikap tidak menghakimi

Dari sisi penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang mendukung pembelajaran, saya menekankan perlunya para guru mengerti perilaku anak didik sekarang yang dekat bahkan tergantung pada TIK. Dikutip dari Kemdiknas, bahwa Kebijakan Umum Pengembangan Pendidikan dalam bidang Pembelajaran saat ini adalah “Melaksanakan pendidikan dan mengembangkan inovasi dalam pendidikan terutama dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi”. Untuk itu para guru diajarkan dasar-dasar penggunaan TIK sederhana untuk pembelajaran bidang Bidang Sains dan Matematika.

Firman Rangking Satu

Disela-sela kesibukan di atas, saya menyempatkan diri berperan sebagai seorang ayah bagi Firman. Tepat jam 09:30 pagi saya hadir di sekolahnya untuk mengambil rapot. Acara dimulai dengan penjelasan Kepala Sekolah perihal Bimbingan Baca Tulis Al-Qur’an (BTAQ) bagi siswa kelas 7, Program Fasilitas TIK Sekolah dan Rencana Umroh Bersama Siswa.

Kemudian tepat jam 11:00 para orang tua dan wali murid masuk ke kelas masing-masing siswa untuk pembagian rapot. Wali Kelas 7F dimana Firman berada mengatakan bahwa ada 2 (dua) siswa yang menonjol, satu pendiam dan satu lagi “cerewet” (aktif secara auditif). Pemirsaaaa …… yang “cerewet” itu Firman dan berhak menduduki rangking-1 di kelasnya untuk semester ini. Bahkan untuk matematika ia mendapat nilai terbaik di sekolahnya……Alhamdulillahi Robbil Alamin 🙂

Saya tidak tahu apakah ada Hubungan “Kasih Ibu Kepada Beta”, Pendampingan Guru Se-Jawa Barat dan Rangking Satu dari Firman? Yang jelas saya mencoba melakukan yang terbaik untuk sesuatu yang saya cintai (I do the best what I like and love todo)…….Wallahu Alam Bissawab……….

 

Innovation: Oxygen of Balanced Scorecard and Key Performance Indicators

13 Dec

 

Innovation and Entrepreneurship

 

Last Tuesday I have one full day session as lecturer of Corporate Development Management Magister (MM_Cordev) students @IMtelkom on “Innovation & Entrepreneurship”. I commenced lecture especially on topicf of “Innovation, Creating & Sharing Knowledge”.

 

“Innovation is the process by which new ideas are successfully exploited to create economic, social and environmental value” refer to BIS (2011).  On the other hand Gurling said: “Innovation is the process of successfully bringing something new into use, to a market/community, that satisfies need/latent demand”. Innovation is therefore an essential ingredient to a free-market economy to encourage growth in demand and supply as basic economics.

 

Innovation creates value of Economic, Financial, Social, Environmental and Aesthetic. As told by (Kuhn,1985): “Creativity forms something from nothing but that innovation shapes that something into products & services“. Steve Johnson have strategic and interesting questions on his film: Where do ideas come from? What sparks the flash of brilliance? How does groundbreaking innovation happen? 

 

Its also mean Design links creativity+innovation. Shapes ideas practical and attractive propositions for customers. Design described as creativity specific end. So, Idea/Invention form Design Application/Prototyping/Piloting which become Innovation.

 

 

Balanced Scorecard for Port Management

 

Conjunction with my lecture above, I have Balanced Scorecard for Port Management training session for Pelindo-3.  This institution is one of state owned corporation which operate several big port in Indonesia which has Headquater at Surabaya.

 

The balanced scorecard translates an organization’s mission and strategy into a comprehensive set of performance measures. The balanced scorecard does not focus solely on achieving financial objectives. It highlights the nonfinancial objectives that  an organization must achieve in order to meet its financial objectives.

 

This training explain of Balanced Scorecard for Port Management whose mission is achieving a significant leap in knowledge and application of methodologies simulation,  and improving the capacity port of container terminals  (PCT), their performance and service level.

 

The strategy unfolds in achieving five objectives:
  • identifying the increasing of the PCT as a nodal system within the frame of the port logistics chain,
  • analysing the feasibility of introducing technological innovations (automation) and management innovations.
  • measuring performance, capacity and service levels offered by the PCT,
  • customizing the Balanced Scorecard tool for the PCT and,
  • developing an appropriate simulation model.
 

Niat, Pikiran dan Tindakan Agar Sekolah Menjadi Tempat Yang Menyenangkan

08 Dec

Education is not a preparation for life, education is life itself

Pendidikan bukanlah persiapan untuk kehidupan, pendidikan adalah kehidupan itu sendiri. Demikian John Dewey menegaskan pemikirannya tentang pendidikan. Dengan demikian, umur pendidikan sama dengan keberadaan manusia di muka bumi ini.

Dikutip dari tulisan Drs. Suparlan, M.Ed; Ketika Adam diciptakan oleh Tuhan, bersama itu pulalah proses pendidikan telah berlangsung, sebagai suatu sistem yang dibangun oleh Allah SWT. Adam diajari untuk dapat menyebutkan nama-nama yang ada di bumi, tempat kehidupan Adam dan keturunannya. Dengan demikian, yang dimaksud pendidikan sebenarnya memang dengan makna kehidupan itu sendiri. 

Menurut Wikipedia, Sekolah berasal dari bahasa Yunani σχολή (schole), yang aslinya berarti “kesenangan”, atau juga “Tempat yang menyenangkan” . Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk memungkinkan dan mendorong maha/siswa (atau “murid”) untuk belajar di bawah pengawasan dosen/guru. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal, yang umumnya wajib. Dalam sistem ini, maha/siswa mengalami kemajuan melalui serangkaian tingkatan sekolah. Nama-nama untuk sekolah berbeda di setiap negara, tetapi umumnya termasuk sekolah dasar untuk anak-anak, sekolah menengah bagi remaja serta “Sekolah Tinggi” bagi mahasiswa (siswa yang “maha” hanya ada di Indonesia)  yang telah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah.

Dalam mendidik, saya sendiri berpedoman pada “Pernyataan Filosofis Pendidikan”  diantaranya berbunyi sebagai berikut:

Tujuan saya dalam mendidik tidak terbatas pada domain pengetahuan. Pendidik juga harus belajar keterampilan kerja sama dan manajemen tim. Pembelajaran mengekspos struktur “Permainan Peran” atau metode lain yang mendasari pembelajar bekerja ketika menyelesaikan sebuah tugas, merencanakan atau mengkritisi tim, atau membuat keputusan kepemimpinan. Model ini mengarah pada langkah penting adanya umpan balik yang dapat diidentifikasi. Pembelajar juga harus memberikan umpan balik kepada pendidik namun biasanya pendidik yang memintanya.

 Pendidik harus bertanggung jawab besar dalam proses pembelajaran. Mereka harus mengambil pendekatan aktif untuk belajar. Saya percaya pembelajar yang sukses berkembang tidak hanya memiliki pengulangan teori atau kasus untuk menghubungkan pengalaman kerja mereka dengan pengetahuan yang ada di luar. Pada akhir pendidikan, diharapkan pembelajar yang sukses dapat belajar di luar konteks kasus, karena mereka berusaha untuk “menguasai” lapangan kehidupan.

Sering pembelajaran yang saya lakukan memakai berbagai metodologi dengan menggunakan metode-metode seperti small group discussion, simulation, case study, discovery learning (DL), self directed (learning (SDL), cooperative learning (CL), collaborative learning (CBL), contextual instruction (CI), project based learning (PJBL) dan Problem based learning an Inquiry (PBL).
Sebagai contoh, mulai dari Simulasi “Role Playing” KULIAH PENGANTAR LINGKUNGAN INDUSTRI di ITENAS, Project Based Learning (PJBL) Kuliah Manajemen Proyek Sistem Informasi di Universitas Widyatama,  Contextual nstruction (CI) Kuliah  ILKOM dan Pendidikan ILKOM UPI, Case Study  di “International Training Program on Information and Communication Technology Support for Palestinian SMEs Development” di COMLABS-ITB, sampai Cooperative Learning (CL) Creative Management IMTelkom Post-Graduate Lecture. Masih banyak metodologi pembelajaran saya eksplorasi, hal ini dimaksudkan agar sekolah menjadi tempat yang menyenangkan karena Pembelajaran adalah setiap perubahan perilaku yang relatif permanen yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman karena:

Kita telah melihat individu mengalami pembelajaran, melihat individu berperilaku dalam cara tertentu sebagai hasil dari pembelajaran, dan beberapa dari kita (bahkan  mayoritas dari kita) telah “belajar” dalam suatu tahap dalam hidup. Dengan perkataan lain, kita dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran telah terjadi ketika seorang individu berperilaku, bereaksi, dan merespon sebagai hasil dari pengalaman dengan satu cara yang berbeda dari caranya berperilaku sebelumnya.


 

Aktifitas Yang Padat Minggu Ini: Bersatunya #HumanCapital #KnowledgeManagement #eLearning #Creativity #Innovation #Entrepreneurship dan #Networking

01 Dec
Minggu ini aktitas saya sangat padat. Itu termasuk kegiatan untuk UIN Jakarta,Bappenas, IMTelkom, UPN, salah satu Bank di SCBD dan Universitas Widyatama …… Belum termasuk “Remote Support” untuk Perusahaan Pertambangan di Sumbawa 🙂
Kegiatan awal minggu dimulai dengan pendampingan #eLearning untuk dosen Fakultas Kedokteran UIN Jakarta. Dalam diskusi tersebut dapat disimpulkan manfaat e-Learning diantaranya sbb:
  1. Dapat memantau proses belajar ==> kemajuan individual terekam ==> feedback 
  2. Dapat mengakomodasi 3 macam learning styles: auditory, visual, dan kinesthetic.
  3. Dapat mengakomodasi kecepatan belajar pemelajar: lambat s/d cepat.
  4. Mengembangkan berbagai learning dan soft skills Mahasiswa
  5. Menjadikan Mahasiswa bertanggung jawab atas proses belajarnya sendiri ==> self-regulating learner

Hari yang sama dilanjutkan dengan Kuliah Applied #Networking 3 untuk mahasiswa Teknik Informatika Universitas Widyatama yang membahas Open Source Router ……. Berikut  ini adalah beberapa software router yang gratis / free routing software yang saya mintakan mahasiswa untuk mempelajarinya sebagai alternatif “Proprietary Router”:

  1. IPCop: A secure Linux distribution managed through a web-interface. It turns an old PC into a firewall and VPN gateway. Features an Intrusion Detection System.
  2. Vyatta: Simply put, Vyatta has commoditized router, firewall and VPN deployment in the same way that Linux commoditized the operating system market. Vyatta open-source networking offers you an alternative to over-priced, inflexible products from proprietary vendors.
  3. pfSence: pfSense is a free, open source customized distribution of FreeBSD tailored for use as a firewall and router. In addition to being a powerful, flexible firewalling and routing platform, it includes a long list of related features and a package system allowing further expandability without adding bloat and potential security vulnerabilities to the base distribution.
  4. Zebra: GNU Zebra is free software that manages TCP/IP based routing protocols. It is released as part of the GNU Project, and it is distributed under the GNU General Public License. It supports BGP-4 protocol as described in RFC1771 (A Border Gateway Protocol 4) as well as RIPv1, RIPv2 and OSPFv2.
  5. XORP: XORP is the industry’s only extensible open source routing platform. It is in broad use worldwide, with thousands of downloads by companies and educational institutions and an active international developer community.
  6. Open Router: ORP is a stand-alone GNU/Linux distribution which aims to be a complete PC-based router solution.

Hari kedua diisi dengan diskusi Rencana Implementasi #eLearning Bappenas. Diskusi diisi dengan pembicaraan E-Learning dari sisi “People, Process and Technology”. Hal ini sesuai dengan rencana Bappenas dengan tujuan:

Meningkatkan kompetensi dam produktivitas serta profesionalitas perencana pemerintah di seluruh Indonesia, dalam rangka peningkatan kapasitas instansi perencana pemerintah di pusat dan daerah, sehingga kualitas output dari instansi perencanaan akan meningkat sesuai dengan harapan masyarakat

Hari ketiga saya terbang ke Pasca Sarjaba IM-Telkom untuk menyampaikan kuliah “Creativity Management”. Seperti kita ketahui Kreatifitas dapat diartikan sebagai:

Daya cipta atau kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggitan (concept) baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada.

Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran berdayacipta (creative thinking) (kadang disebut pemikiran bercabang) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari daya cipta adalah tindakan membuat sesuatu yang baru.

Daya cipta dalam kemasakinian sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor: keturunan dan lingkungan.

Berikutnya adalah menjadi Pemateri untuk dosen dan tenaga Pusat e-Learning UPN Jakarta. Disini saya membahas Kebijakan dan Manajemen Strategi yang sangat mendukung sukses tidaknya implementasi e-Learning di dunia akademis. Kata kuncinya adalah:

 

E-Learning will be used or not depends on government policy in education and how users view or assess the e-learning.

Generally the use of these technologies depends on: (1). Is the technology was already a requirement?, (2). Is adequate supporting facilities?, (3). Is supported by adequate funding?, and (4). Is there support from policy makers?

 

 

Kemudian setelah menginap di Kalibata City, saya meluncur ke salah satu Bank di SCBD untuk berdikusi pentingnya pengembangan “Human Capital” dengan bantuan  #KnowledgeManagement  dan #eLearning. Adapun materi yang disampaikan adalah :

 

  1. Human Capital Management melalui E-Learning dan Knowledge Management
  2. Analisis Kebijakan dan Strategi E-Learning dan KM di Perusahaan
  3. Mengembangkan Roadmap, Organisasi dan SDM E-Learning di Perusahaan
  4. Model-Model Pengembangan Sistem Manajemen Pelatihan berbasis E-Learning

 

Terakhir, hari ini dari jam 08.00-16.00 saya mengajar Kewirausahaan untuk mahasiswa Akuntansi Universitas Widyatama dengan topik “Manajemen Keuangan & Pembiayaan Usaha”. Dibahas dalam kuliah ini “Konsep Pengelolaan Keuangan Untuk Start-up Business” melalui studi kasus:
Bagong seorang pemuda desa yang memiliki mimpi yang besar. Meskipun berasal dari desa, Bagong bermimpi 20 tahun yang akan datang dapat memiliki restoran yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk mewujudkan mimpinya tersebut Bagong harus memulai langkah pertama, yaitu membangun restoran pertamanya. Bagong percaya, dengan resep masakan bebek goreng warisan dari eyangnya restoran yang akan dia buka akan diminati oleh masyarakat. 
 

MANAJEMEN STRATEGI E-LEARNING DAN KNOWLEDGE MANAGEMENT MENUJU SDM KOMPETITIF

22 Nov

Tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi serta skill memadai untuk menunjang perusahaan adalah maksud disediakannya sistem e-learning di korporat. SDM adalah faktor utama keberhasilan perusahaan untuk merealisasikan visi dan misinya. Untuk itu SDM perlu dibangun. Salah satu cara membangunnya adalah mengimplementasikan sistem e-learning dan Knowledge Management.

Supaya implementasi bisa berjalan sesuai harapan, harus dibuat kerangka strategi implementasinya. Dalam hal tersebut, strategi adalah sekumpulan aksi-aksi terintegrasi yang diarahkan untuk menambah atau meningkatkan kemampuan serta kekuatan enterprise relatif terhadap kompetitor (Porter, 2000).

Tanpa strategi, seorang implementor e-learning dan Knowledge Management tidak akan memiliki hal-hal berikut:

  • Tidak memiliki resep untuk melakukan implementasi,
  •  Tidak memiliki roadmap untuk keunggulan kompetitif,
  • Tidak memiliki game plan untuk memuaskan stakeholder atau mencapai goal kinerja.

Tiga proses yang mendukung penetapan suatu strategi :

1.       Pemikiran strategis : kreatif, pandangan entrepreneur,

2.       Perencanaan strategis : sistematis, komprehensif, analisis untuk membuat rencana/tindakan,

3.       Pengambilan keputusan: reaksi efektif terhadap peluang dan ancaman yang tidak dikehendaki;

Kaitannya dengan strategi, peranan sistem teknologi informasi atau sistem informasi, IT/IS adalah adalah untuk menerapkan strategi yang dipilih dan juga sebagai enabler untuk strategi bisnis baru atau strategi yang hanya bisa diterapkan dengan alat bantu teknologi informasi.

 

#ManajemenPembebas: “Knowledge Management” Di Era Ekonomi Berbasis Pengetahuan

14 Nov

Perusahaan  merupakan  kolaborasi  antara  aset  tangible  dan  intangible dalam mencapai tujuan. Aset tangible    perusahaan dapat berupa berupa “Land, Labour and  Capital”.  Aset  tangible ini  mudah  dikembangkan  dengan meningkatkan kuantitas yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Aset intangible perusahaan  terintegrasi  melalui  labour  yaitu  dalam  proses  regenerasi  melalui sharing knowledge.

Dewasa ini adalah era knowledge based economy, di mana kekuatan inti suatu perusahaan terletak pada human capital. Persaingan antar perusahaan yang semakin  kompetitif  memunculkan  konsep  industri  yang  padat  pengetahuan dengan  menuntut  ketersediaan knowledge  worker  dalam  jumlah  besar  untuk mendukung  kemajuan  suatu  perusahaan. Human  capital  yang  sarat  akan pengetahuan ini memberikan nilai tambah dan meningkatkan produktivitas yang jauh lebih signifikan daripada faktor material seperti lahan atau modal semata.

·         Manfaat Pengetahuan

Francis Bacon pada abad ke – 15 mengungkapkan bahwa “knowledge is a power”. Bill Gates membuktikan kekuatan ilmu pengetahuan tersebut pada abad ke  –  20 melalui kemunculan Microsoft. Lompatan besar dalam knowledge ini mendongkrak kebangkitan teknologi informasi seperti Intel, IBM, Cisco, Lucent, dan Dell. Peter F. Drucker membenarkan pentingnya knowledge yang membawa perubahan besar pada kemajuan dunia modern.

Teori ekonomi modern yang digagas Paul Romer imendukung asumsi mengenai perlunya lembaga dan kebijakan negara memanfaatkan sains, teknologi, dan  inovasi  untuk  mendorong  economic  growth.  Model  Romer  dan  aplikasi empirisnya  menunjukkan  bahwa  inovasi  dan  adopsi  teknologi  pada  dasarnya melekat  di  dalam  pertumbuhan  ekonomi  yang  disebabkan  oleh  kombinasi investasi dalam bidang sains, teknologi, inovasi serta kebijakan yang padu.

Modal intelektual dapat bermanfaat melalui tiga perspektif,  yaitu:  manusia,  struktural,  dan  relasi.  Manfaat  knowledge  dalam  perspektif manusia adalah implicit knowledge yang mencakup skill (kompetensi dan keahlian seseorang dalam suatu bidang khusus) dan attitude(kejujuran, tanggung jawab, visioner,  disiplin,  kooperatif,  ulet  dan  tidak  mudah  menyerah).  Manfaat knowledge   dalam   perspektif   struktural   berupa   explicit   knowledge   yang menunjukkan  proses (sistem  kerja,  manajemen,  korporat,  komputerisasi  dan enterprising  ) serta budaya yang menjunjung tinggi etika. Manfaat knowledge management  dalam  perspektif  relasi  adalah  meningkatkan  kerjasama  antar jaringan, reputasi (pengakuan), dan customer capital (mengkomunikasikan ilmu pengetahuan dengan baik melalui lembaga pendidikan, birokrat, dan industri).

·         Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management)

Knowledge  Management  adalah  merupakan  proses  sistematis  untuk menemukan, memilih, mengelola, menyaring dan menyajikan informasi dalam suatu  cara  yang  dapat  meningkatkan  pengetahuan  individu  dalam  suatu lingkungan. Knowledge management memungkinkan penciptaan,pencapaian dan penggunaan segala macam knowledge untuk mencapai tujuan bisnis.

Knowledge Management adalah pengelolaan pengetahuan organisasi untuk menciptakan nilai dan menghasilkan keunggulan bersaing atau kinerja prima. Melalui knowledge management, organisasi mengidentifikasikan pengetahuannya, lantas memanfaatkannya guna meningkatkan kinerja dan menghasilkan berbagai inovasi. Guna memperoleh knowledge management sebesar-besarnya, organisasi juga aktif mengidentifikasi dan mengakuisisi pengetahuan berkualitas yang ada di lingkungan eksternal organisasi.

Knowledge  management  dikelompokkan  ke  dalam  empat  arahan  yaitu pertama, sebagai pemrosesan informasi organisasi  (organizational information processing);  kedua,  inteligen  bisnis (business  intelligence);  ketiga,  kognisi organisasi (organizational cognition), dan keempat, pengembangan perusahaan (organizational development).

Peranan   knowledge   management   dapat   dilihat   dari   penggunaan pengetahuan  sebagai  basis  melahirkan  inovasi  juga  landasan  meningkatkan responsivitas  terhadap  kebutuhan  pelanggan  dan  stakeholders.  Selain  itu, pengetahuan juga menjadi basis yang meningkatkan produktivitas dan kompetensi karyawan  yang  telah  diberi  tanggung  jawab.  Secara  generik,  knowledge management dapat dipahami melalui aktivitasnya, yakni mengembangkan dan mempertahankan dinamika serta daya saing perusahaan yang bertumpu kepada sumber daya pengetahuan (knowledge assets). Jadi, sebenarnya, faktor intrinsik perbedaan kinerja antara perusahaan tadi adalah pengetahuan.

Para  pelaku  knowledge  management  cenderung  menggunakan  metode dalam menganalisis suatu proses, keadaan, dan aktivitas bisnis, di mana dalam proses analisis tersebut terdapat siklus atau aliran pengetahuan (knowledge flow). Pada akhirnya, mengatur suatu pengetahuan adalah suatu kebiasaan atau habit yang perlu ditumbuhkan.

 

 

#Manajemen Pembebas: Kewajiban-Kewajiban Baru Manajemen SDM Di Era Bisnis Masa Kini

11 Nov

Dalam bukunya “HRM in Knowledge Economy”, Mark Lengnick-Hall dan Cynthia Lengnick-Hall mengatakan belakangan ini fungsi manajemen sumber daya manusia (SDM) di banyak organisasi bersifat dangkal. Mereka cenderung hanya berusaha melakukan pekerjaan rutin  secara lebih baik dan efisien daripada mengevaluasi peran dan kontribusi mereka dalam rangka menyongsong era bisnis baru menuju Human Capital Management (HCM).

Seiring dengan globalisasi, information-based, kemajuan teknologi, dan persaingan ketat, manajemen SDM dituntut meningkatkan kemampuan SDM-nya. Manajemen SDM akan menghadapi kewajiban-kewajiban baru di era bisnis masa kini, yaitu:

·         Membangun Kapabilitas Strategis

Organisasi pada era masa kini perlu membangun kapabilitas strategis, yaitu kapasitas untuk membuat value berdasarkan aset-aset intangible. Yang dimaksud dengan aset intangible adalah aset yang tidak terlihat, sulit dihitung, tidak ada dalam akunting, dan harus dikembangkan dari waktu ke waktu. Misalnya: pengetahuan teknologi, kesetiaan customer, proses bisnis dan lain-lain. Intangible aset inilah yang akan menentukan apakah perusahaan akan berhasil atau gagal.

Beberapa karakteristik perusahaan yang sudah mempunyai kapabilitas strategis adalah: kompetensi bisnis yang tinggi, kemampuan untuk menganalisis kondisi pasar, kemampuan mentransfer skill secara cepat dan akurat di perusahaan, dan lain-lain. Intinya, kapabilitas strategis (Intellectual Capital) adalah kesiapan pada saat ini dan kemampuan beradaptasi pada masa depan.

 

Kapabilitas strategis (Intelectual Capital) diperoleh melalui proses penciptaan, pertukaran, dan mengumpulkan pengetahuan yang membangun kapabilitas individu dan organisasi untuk memberi hasil yang terbaik bagi pelanggan. Kapabilitas strategis terdiri dari tiga komponen yang terkait dengan SDM, yaitu: human capital (skill dan kompetensi individu/organisasi), structural capital (arsitektur organisasi dan proses manajerial), dan relationship capital (hubungan interpersonal di organisasi). Manajemen SDM harus berkontribusi dengan menciptakan dan memelihara ketiga komponen kapabilitas strategis ini melalui program, praktek, dan kebijakan yang mendukung.

·         Memperluas Batas

Orang sering berpikir bahwa tugas manajemen SDM adalah merekrut, mempromosikan, melatih, memecat dan seterusnya serta fungsi manajemen SDM adalah hanya merupakan organisasi tunggal. Jadi menurut pandangan tersebut, manajemen SDM adalah fungsi internal perusahaan. Jarang orang berpikir bahwa manajemen SDM (termasuk program, praktek, dan kebijakannya) bisa diterapkan ke supplier atau distributor, bahkan ke pelanggan.

Hal ini akan menjadi keharusan dalam perkembangan era ekonomi pengetahuan (knowledge economy). Dengan memperluas batas dari perusahaan ke supplier, distibutor, dan pelanggan, manajemen SDM bisa mempunyai pengaruh yang lebih dan signifikan di organisasi. Pada dasarnya, dengan memperluas batas, manajemen SDM menggunakan kemampuan mereka untuk membantu organisasi memberi pengaruh ke pelanggan, supplier, dan seluruh pegawai yang menjalankan aktivitas organisasi.

·         Mengelola Peran Baru

Berdasarkan pandangan lama, peran manajemen SDM adalah menarik dan menyeleksi calon pegawai, mengembangkan manajemen performansi dan sistem kompensasi untuk menyelaraskan tingkah laku pegawai dengan tujuan organisasi, dan mengembangkan dan me-retensi pegawai sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Peran manajemen SDM seperti itu dalam era ekonomi pengetahuan (Knowledge Economy) tidaklah cukup. Bukan berarti manajemen SDM tidak akan melakukan fungsi-fungsi tersebut, peran ini tetap akan dilakukan. Bagaimanapun, untuk mengelola SDM di masa depan, manajemen SDM perlu mengadopsi peran baru untuk menghadapi tantangan.

Tetap bertahan di fungsional birokrasi semata akan menyebabkan fungsi manajemen SDM menjadi kurang efektif dalam organisasi. Kegagalan untuk berubah sesuai dengan tuntutan ekonomi akan menjadikan manajemen SDM kurang penting, di mana tantangan-tantangan baru seperti manajemen pengetahuan (knowledge management) dan pengembangan SDM akan diperankan di tempat lain dalam organisasi. Tetapi hal ini tidak perlu terjadi. Pada kenyataannya, SDM adalah sumber logis dari tantangan-tantangan baru ini. 

Bagaimanapun, untuk menjadi bagian dari solusi dan bukan menjadi kendala, manajemen SDM harus keluar dari birokrasi masa lalu. Ini memerlukan pergeseran paradigma bahwa manajemen SDM tidak hanya sekadar menjalankan fungsi dan proses, tetapi lebih kepada peran.

Definisi peran dalam organisasi adalah tanggung jawab, hubungan, dan area kontribusi, serta harapan-harapan. Peran bisa dianalogikan sebagai pernyataan visi organisasi. Dengan mengelola peran, manajemen SDM memberi kontribusi lebih untuk kesuksesan organisasi. Ini berarti paradigma manajemen SDM telah berubah dari fungsi dan proses menjadi hasil dan pencapaian.

 

 

@NgabaduyIT Strikes Again To (Ngalalana Deui Ka) Batu Hijau – Sumbawa

29 Oct

Sekali lagi tim @NgabaduyIT berkelana ke Batu Hijau –Sumbawa. Kali ini tim diperkuat oleh @djadjas, @Tsauri28, Dwi Haryanto dan satu-satunya wanita yaitu Teh @k_amiDong. Misi bertujuan untuk memperkuat e-Learning di institusi tersebut terutama untuk Divisi Training.

Tambang Batu Hijau merupakan tambang terbuka tembaga dan emas.  Tambang dioperasikan oleh Newmont Mining Corporation anak perusahaan PT Newmont Nusa Tenggara (PT Newmont). Tambang ini terletak 1.530 kilometer (950 mil) timur Indonesia dari ibukota Jakarta, di selatan Kabupaten Taliwang , di Pulau Sumbawa sebuah pulau di Nusa Tenggara Barat. Tambang ini adalah hasil dari eksplorasi  dan program pembangunan sepuluh tahun didasarkan pada penemuan deposit tembaga tahun1999. Produksi dimulai pada tahun 2000.

Tambang memanfaatkan  metode penambangan terbuka “truck and shovel”  dengan bijih yang diproses pada “Semi-Autogenous Grinding” diikuti dengan sirkuit flotas . Produk jadi adalah konsentrat tembaga-emas, yang dikirim melalui pipa ke fasilitas penyimpanan di pantai Samudra Indonesia.

 

 

#PendidikPembebas @PojokPendidikan Apakah Kita Sudah Memberikan Yang Terbaik Bagi Anak Didik Kita?

20 Oct

 

Pagi ini saya menjadi “Nara Sumber Dadakan” di acara “Teacher Social Media” yang diadakan Pojok Pendidikan dan LPP Masjid Salman-ITB. Sebagai sesama pendidik, selalu saya tekankan pada mereka agar Mencintai Profesinya sebagai Pendidik karena “Guru bukan sebuah Profesi atau Pengabdian, namun kecintaan dan gelora untuk melakukan perubahan”. Selain itu, Peran Guru  berubah, dia bukan lagi satu-satunya sumber kebenaran namun koki yang menyajikan pembelajaran agar menarik dan  bermanfaat bagi peserta didik.

 

Para guru yang paling dikagumi  anak didik adalah mereka yang tetap punya  keingin-tahuan secara intelektual dan profesional baik di dalam dan di luar kelas. Mereka menghindari stagnasi (kebekuan) dan mempertahankan semangat yang patut ditiru dalam proses belajar dan kehiduapan mereka sendiri. Mereka tetap hidup dalam kenangan siswa selamanya karena, rasa kreativitas menyenangkan, dan kasih sayang mereka.

 

Berikut adalah kualitas pendidik paling  berkontribusi agar  sukses, tahan lama, dan bahagia dalam karir mereka:

 

 

1. Guru yang sukses mempunyai harapan tinggi:
Para guru yang paling efektif mengharapkan prestasi besar dari siswa mereka, dan mereka tidak menerima sesuatu yang kurang dari itu. Di bidang pendidikan, harapan membentuk “self-fulfilling prophecy.” Ketika guru percaya bahwa setiap siswa dapat melambungkan harapan melampaui batas imajinasinya, anak-anak akan merasakan kepercayaan dan bekerja dengan guru untuk mewujudkannya.

 

 

2. Mereka berpikiran kreatif:
Para guru terbaik berpikir di luar kotak (Out of The Box), di luar kelas dan di luar norma. Mereka melompat “ke luar dinding kelas” dan mengajak siswa  dengan mereka! Sebisa mungkin, guru  mencoba untuk membuat pengalaman kelas yang menarik dan mengesankan bagi para siswa. Mereka mencari cara untuk memberikan siswa mereka aplikasi dunia nyata untuk pengetahuan, mengambil pembelajaran ke depan tindakan-dikemas tingkat. Bila kita berpikir taktis, tak terduga, berorientasi gerakan, dan sedikit gila … maka Anda akan berada di jalur yang benar.

 

 

3. Guru yang baik fleksibel dan sensitif:
Para guru terbaik meninggalkan kebutuhan mereka sendiri dan tetap peka terhadap kebutuhan orang lain, termasuk para siswa, orang tua, kolega, dan masyarakat. Ini menantang, karena setiap individu membutuhkan sesuatu yang berbeda, tapi guru yang sukses adalah jenis khusus yang memainkan banyak peran yang berbeda dalam hari tertentu dengan “fluiditas” dan rahmat, namun tetap setia kepada diri mereka sendiri.

 

 

4. Mereka penasaran, percaya diri, dan berkembang:
Kita semua akrab dengan guru yang stagnan, sinis, rendah-energi serta mengulur waktu mereka sampai pensiun. Mereka juga “menonton jam” (hanya mengisi waktu) bahkan lebih parah daripada siswa yang sekolah. Itulah yang TIDAK boleh dilakukan oleh guru. Sebaliknya, guru yang paling dikagumi memperbaharui energi mereka dengan belajar ide-ide baru dari guru yang lebih muda, dan mereka tidak merasa terancam oleh cara-cara baru dalam melakukan sesuatu di sekolah atau kampus. Mereka memiliki prinsip-prinsip yang kuat, tapi masih berkembang dengan perubahan zaman. Mereka “merangkul” teknologi baru dan percaya diri maju ke masa depan.

 

 

5. Mereka adalah manusia yang tidak sempurna:
Para pendidik yang paling efektif membawa diri mereka ke seluruh tantangan yang ada. Mereka merayakan keberhasilan siswa, menunjukkan belas kasih bagi orang tua yang berjuang, menceritakan kisah dari kehidupan mereka sendiri, menertawakan kesalahan mereka, berbagi kebiasaan unik mereka, dan tidak takut untuk menjadi manusia tidak sempurna  di depan murid-murid mereka.

Mereka memahami bahwa guru tidak hanya memberikan pelajaran dan kurikulum, melainkan guru-guru terbaik adalah pemimpin inspiratif yang menunjukkan kepada siswa bagaimana harus bersikap dalam semua bidang kehidupan dan di semua jenis situasi. Guru yang baik mengakui ketika mereka tidak tahu jawabannya. Mereka meminta maaf bila diperlukan dan memperlakukan siswa dengan hormat.

 

 

6. Guru yang sukses menyenangkan dalam belajar dan dalam kehidupan:
Para guru yang paling dikagumi menyenangkan, ringan  serta keluar dari pembelajaran yang serius. Mereka tidak takut untuk menjadi konyol karena mereka dapat memusatkan perhatian siswa kembali – dengan hanya bahasa tubuh atau perubahan nada suara.