RSS
 

Archive for the ‘Telekomunikasi’ Category

PKM-KC Aryasa Tamara: Sistem Penyadapan Telepon GSM “Intruder In The Darkness”

17 Nov

Teknologi GSM

GSM adalah sebuah teknologi komunikasi seluler yang bersifat digital. Teknologi GSM banyak diterapkan pada mobile communication khususnya handphone, atau dalam istilah bahasa inggris (Global System for Mobile Communication). Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan pengiriman sinyal yang dibagi berdasarkan waktu, sehingga sinyal informasi yang dikirim akan sampai pada tujuan. GSM dijadikan standar global untuk komunikasi seluler sekaligus sebagai teknologi selular yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia.

Dengan adanya teknologi seluler banyak terjadi kecenderungan penyalahgunaan teknologi komunikasi tersebut untuk melakukan tindak kejahatan, terorisme atau kriminal. Selama ini pihak yang berwajib hanya bisa menindak lanjuti tindakan-tindakan tersebut dan masih sulitnya untuk dilakukan pencegahan.

Sistem penyadapan “Intruder In The Darkness”

Hal-hal tersebut menjadi landasan pemikiran kami untuk membuat suatu Sistem penyadapan “Intruder In The Darkness” menggunakan BlackBox dan handphone sebagai pendukung sistem, yang kami harapkan dapat bermanfaat untuk melakukan pencegahan, menindak lanjuti dan meminimalisir tingkat kejahatan, kriminal dan terorisme yang terjadi di Indonesia dengan melakukan phone number scaning, man-in-the-middle attack dan phone tracking sehinga dapat melakukan pencarian informasi.

Mekanisme keamanan GSM diimplementasikan dalam 3 komponen system yang berbeda, dari ketiga komponen tersebut kami memanfaatkan basis data identitas dan informasi masing-masing pelanggan GSM yang terdapat pada Authentication center (pusat otentikasi) berupa International Mobile Subscriber Identity (IMSI), TMSI (Temporary Mobile Station Identity), LAI (Logical Area Identity) dan Ki untuk dapat melakukan penyadapan, oleh karena itu kami membutuhkan rekomendasi dari Pemerintah Indonesia, Badan Intelijen Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, dan Vendor Handphone untuk dapat melegalkan penyadapan tersebut. Saat ini kondisi kekinian kami telah sampai pada tahap analisa sistem serta pengetahuan tentang IC FPGA dan bahasa pemrogramman yang akan digunakan agar compatible dengan bahasa pemrogramman J2ME. 

 

 

Profesor Muhammad Yunus: Merubah Paradigma NACO (Not Action Concept Only) Menjadi PDCA (Plan, Do, Check and Action)

23 Oct

Sering kali kita merasakan sebagai seorang Akademisi bahwa tugasnya hanya berkutat dengan bidang teoritis keilmuan. Jurnal yang terakreditasi, seminar atau konferensi di luar negeri dan menjadi seorang profesor di universitas terkenal telah “mencukupkan” peran kita sebagai seorang akademisi.

Padahal peran kita tidak terbatas pada hal itu. Jelas tertuang dalam Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan serta Pengabdian pada masyarakat. Jelas sebagai “Tuan Rumah” Perguruan Tinggi, kita dituntut hanya kompeten pada bidang “Process and Technology” namun juga memberikan manfaat pada “People” di sekeliling kampus kita.

Sepertinya para akademisi harus merubah jargon  NACO (Not Action Concept Only) yang hanya menghasilkan konsep dan “tumpukan kertas” belaka di “Ruang Ilmu” serta “Rumah Pengetahuan” yang kita punya. Kita harus rubah Paradigmanya Menjadi PDCA (Plan, Do, Check and Action) sesuai kapasitas sebagai seorang “ilmuwan” dan “kaum terpelajar” seperti pada jaman kebangkitan dan kemerdekaan Indonesia yang memberi pengaruh besar pada peradaban bangsa.

Saya masih teringat pada saat menulis Tesis di Institut Manajemen Telkom tahun 2008. Saat itu diputuskan untuk membahas topik tentang Muhammad Yunus (pendiri Grameen Bank di Bangladesh yang memberikan pinjaman tanpa jaminan kepada rakyat miskin sebagai modal usaha). Hal ini dilatar belakangi oleh kekaguman saya pada peran belia sebagai seorang dosen yang tidak hanya “NACO” namun sudah mengimplementasikan “PDCA”. Tesis saya masih berhubungan dengan Telekomunikasi karena yang dibahas adalah Peran Pemangku Kapentingan “Grameen Telecom” salah satu grup dari Grameen yang membuat Kewirausahaan Sosial (Social Enterpreneurship) melalui Program Telepon Desa (Village Phone) di Bangladesh.

Seperti yang dikatakan oleh beberapa Profesor Perguruan Tinggi terkenal di Indonesia, di pada zaman kebijaksanaan ini bukan kekayaan materi yang dicari, tapi lebih pada kekayaan jiwa. Makna kasih sayang, kesejahteraan, perdamaian, keadilan, harmonisasi, kesaling tergantungan, kerendahatian, kejujuran, komitment, integritas, ketakwaan, keimanan dan berbagai sifat kebaikan yang manusiawi lainnya.

Bahkan seperti yang disampaikan oleh Steven Covey (Seorang Pakar Pengembangan Diri), bahwa salah satu sebab ketertarikannya membuat buku The 8th Habits adalah terinspirasi oleh kisah Profesor Muhammad Yunus seorang Dosen Ekonomi di Universitas Chitagong, Bangladesh yang tergugah oleh lingkungan sekitarnya yang miskin, yang papa dan tak berdaya.

Profesor Muhammad Yunus merasa pelajaran yang ia berikan kepada mahasiswanya tidak sejalan dengan kenyataan. Setiap ia keluar kampus selepas mengajarkan tentang ekonomi modern dia mendapati kesulitan yang dihadapi masyarakat. 

Lalu ia mulai menanyai orang-orang miskin namun masih mau berusaha itu, hingga ia mendapat simpulan bahwa mereka membutuhkan modal. Dan lebih dari itu modal yang mereka butuhkan tidak besar, iapun mampu membantunya. Itulah awalnya Muhammad Yunus mendirikan Grameen Bank, yaitu bank yang memberikan pinjaman kepada kaum miskin Bangladesh tanpa jaminan.

Saat ini (22-23 Oktober 2012), Profesor Muhammad Yunus sedang berada di Yogyakarta untuk menghadiri International Microfinance Conference. Sebagai Peraih Nobel Perdamaian, Muhammad Yunus mengatakan, aktivitas bisnis sosial sama seperti atau bahkan bisa bermakna melebihi kegiatan filantrofis karena kegiatan bisnis sosial dapat meningkatkan tingkat kemandirian ekonomi.

“Filantrofis memberikan uang tetapi orang yang menerimanya cenderung tidak mendapatkan uang itu kembali. Sedangkan bisnis sosial memberikan uang dan orang yang menerimanya dapat mendapatkan uang itu kembali,” kata Muhammad Yunus dalam International Microfinance Conference di Yogyakarta, Senin (22/10).

Mengapa Muhammad Yunus melakukan itu? Itulah hakikat spiritual dari adanya panggilan jiwa adanya suara hati dari kebenaran hakikat yang datangnya dari Allah SWT

 

Sekilas Perencanaan Kesinambungan Bisnis (Business Continuity Planning) Berbasis Sistem Informasi

17 Oct

 Manfaat utama dari pendekatan Business Continuity Plan adalah membantu mencapai keyakinan yang memadai ketersediaan proses bisnis dan fungsi “end-to-end” yang penting dengan biaya yang efektif dan efisien. Fokus utama adalah pada persyaratan pemulihan bisnis. Pemangku Kepentingan Bisnis bekerjasama untuk melaksanakan rencana darurat dan pengaturan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sangat dipercaya bahwa relevansi dari program kontinuitas bisnis tergantung pada proses bisnis yang mendasarinya diambil dalam konteks dan tujuan strategi manajemen. Tujuan bisnis harus mendorong strategi pemulihan. Hal ini adalah kombinasi pengalaman kontinuitas (keberlanjutan), teknologi “know-how”, dan pengetahuan industri untuk fokus secara efisien pada apa yang penting dan untuk membantu memfokuskan waktu dan sumber daya pada solusi kesinambungan yang tepat.
Pendekatan  Perencanaan Kesinambungan Bisnis (Business Continuity Planning) Berbasis Sistem Informasi seiring  dengan  kegiatan bertahap berikut :
• Identifikasi proses bisnis penting 
• Menganalisis dampak gangguan 
• Menjelaskan dampak operasional dan keuangan 
• Mensepakati “pemadaman maksimum” (Total Outage) untuk setiap proses 
• Menentukan sumber daya yang dibutuhkan untuk memulihkan proses penting – Kontinuitas Strategi Definisi 
• Mengidentifikasi alternatif untuk memenuhi pemadaman maksimum 
• Pertimbangan biaya dan manfaat dari alternatif 
• Menentukan strategi pemulihan yang paling tepat 
• meresmikan perjanjian cadangan sumber daya – Implementasi Rencana Kontingensi 
• Dokumen prosedur proses pemulihan bisnis 
• Dokumen sumber daya / infrastruktur prosedur pemulihan 
• Dokumen prosedur rencana manajemen kontingensi 
• Menetapkan rencana pemeliharaan dan proses pengujian.

 

 

Proses Bisnis #TelematikaPedesaan @VillagePhone @GrameenTelecom

31 Aug
Bagaimana sebuah aktivitas usaha Universal Service Obligation (USO) bisa dikelola dengan baik? Bagaimana caranya agar bisa berkelanjutan? Berikut adalah proses bisnis yang telah bteruji dan dilakukan Grameen di Bangladesh:
Penyeleksian, Cara Berlangganan dan Pelatihan Operator:

Untuk mendapatkan informasi mengenai cakupan GSM GrameenPhone Ltd., pegawai unit GTC menemui cabang- cabang Grameen bank pada daerah dan menyiapkan data dari desa-desa dimana cakupan jaringan memuaskan yang memungkinkan penyediaan Telepon Desa (Village Phone). Cabang GB kemudiaan memilih diantara anggota-anggotanya yang berkinerja baik dari desa- desa ini untuk bertindak sebagai Operator “Village Phone”. Grameen Bank mempunyai kriteria spesifik untuk menyeleksi operator “Village Phone” yang dapat diringkas sebagai berikut:
  1. Mempunyai sejarah pembayaran kredit Grameen Bank yang sangat bagus;
  2. Harus mempunyai bisnis yang bagus, lebih disukai toko penjualan makanan/minuman di desa dan mempunyai waktu luang untuk berfungsi sebagai operator “Village Phone”.
  3. Tidak buta huruf atau paling tidak harus mempunyai anak yang dapat membaca dana menulis.
  4. Tempat tinggalnya harus cocok dan lokasinya dekat dengan tengah-tengah desa. 
Setelah penyeleksian awal selesai oleh Cabang GB sebagai operator “Village Phone” yang potensial, pegawai unit GTC terdekat memverifikasikan sinyal yang tersedia pada rumahnya atau toko yang dia tinggali untuk berlangganan telepon. Persetujuan terakhir dari keanggotaan diperoleh dari Manager Daerah atau Area GB. Ketika penyeleksian akhir hampir selesai, GTC berlangganan sambungan telepon pada Grameen Phone dan menyerahkannya pengelolaanya kepada anggota. GTC selanjutnya menyediakan perangkat yang dibutuhkan dan menyediakan pelatihan untuk mengoperasikan telepon desa tersebut. Sedangkan telepon dan biaya sambungan dibayar oleh GB ke GTC serta anggota mengangsurnya kembali kepada GB dengan periode yang ditentukan dua atau tiga tahun. Perlu dtekankan kembali bahwa program keemilikan telepon desa/bergerak ini hanya disediakan untuk anggota  GB melalui program pinjaman mikro.
Proses Penagihan (Billing):
Grameen Telecom membeli pusa secara borongan dari Grameen Phone untuk semua telepon desa di bawah pengoprasiannya dengan tingkat diskon khusus yang telah dinegoisasikan antara kedua organisasi. Kemudian Grameen Phone menyiapkan tagihan bulanan dan mengirimkannya ke GTC untuk pembayaran. Selanjutnya GTC membuat kembali tagihan perorangan dan mengirimkannya ke cabang-cabang serta membayar tagihan ke Grameen Telecom setelah enam minggu pada periode berikutnya. Dalam hal ini tugas Grameen Bank adalah mengumpulkan tagihan dari operator-operator “Village Phone”.
Dukungan Operasional: 

Kantor unit dari Grameen Telecom bertanggung jawab untuk pengoperasian “Village Phone” di lapangan. Tugas Unit Operasional adalah untuk memetakan daerah dengan cakupan sinyal yang baik, membantu manager cabang GB untuk memilih anggota menjadi operator “Village Phone”, melatih operator “Village Phone” dan membutuhkan dukungan teknis yang dibutuhkan oleh operator “Village Phone” termasuk handset, tagihan dan lain sebagainya.  Sejauh ini Grameen Telecom mempunyai 13 kantor unit di : Dhaka, Norsingdee, Srinogar, Comilla , Feni, Chittagong, Mymensingh, Sirajgonj, Khulna, Barisal, Sylhet, Rajshahi dan Faridpur. Jumlah kantor unit akan terus bertambah dengan bertambahnya area sinyal yang tersedia. 

Related articles, courtesy of Zemanta:

 [slideshare id=2810571&doc=grameen-telecom-stakeholderthesis-summary-091231220954-phpapp02&type=d]

 

Blackberry dan RIM: Ketika Kreatifitas dan Inovasi Berhenti

26 Apr

 

Selalu sedih melihat perusahaan  besar yang tersapu ke dalam kelesuan, tak memperoleh angin dari komunitas teknologi, serta secara bertahap keluar dari Silicon Valley sampai “jatuh ke tempat gelap”. Setelah itu, mati dan secara menyedihkan dilupakan. Itu memang sedikit melodramatis.

Research In Motion; Mereka benar-benar berjaya dengan pesan dan “multitasking software Blackberry Messenger” di tahun 2000an ini. Mereka juga bertanggung jawab untuk ponsel pertama yang benar-benar terhubung dengan orang kaya dan pengusaha yang miskin waktu, yang memungkinkan penguasa industri untuk berbaring sementara tetap terhubung ke kantor setiap saat.  


Tapi saat ini berbeda, khususnya antara 2007/8 ketika RIM dan perangkat Blackberry mempunyai masa jayanya. Enkripsi yang ditawarkan pada semua pesan dan email yang dikirim melalui handset adalah menarik bagi bisnis, dan semuanya berjalan baik pada perangkat RIM untuk waktu yang singkat. Meskipun penting untuk diingat, ini adalah waktu ketika iPhone tidak mampu menangani layanan email terenkripsi dan Android hanyalah isapan jempol imajinasi di Microsoft. RIM berada di atas, dan tampak seperti itu bisa tetap seperti itu.

Tapi seperti halnya dengan semua perusahaan yang tak tertandingi, RIM sedikit terlalu puas serta agak terlalu malas ketika mengembangkan perangkat lunak baru dan model untuk smartphone mereka. Mengapa mengubah produk setelah semua menjadi pemenang? Nah RIM, itu dilema teknologi yang Anda hadapi – anda bukan sepasang itu Levi atau Magimix, yang kekuatannya terletak pada warisan mereka – dimana formula mereka  tetap tak berubah selama 50 tahun terakhir.  

 

 

Dan inilah kepuasan yang mengakibatkan situasi saat ini dihadapi RIM: model bisnis bombastis dengan telepon imajinatif. Untuk pengguna bisnis kelas atas yang menginginkan antarmuka multimedia ramping serta fungsionabilitas bisnis, ada iPhone. Untuk pelanggan finansial yang ingin akses ke App Store, ada Android. Apakah RIM cocok dalam dunia teknologi yang baru ini? Kita tidak  tahu pasti. Kita hanya bisa berharap bahwa  mereka bangkit dari abu kehancuran diri mereka sendiri .

Lengkapnya bisa dibaca di http://www.the7thchamber.com/2012/04/the-death-of-rim/  

<a href=”http://www.mbaonline.com/death-of-rim/”><img src=”http://images.mbaonline.com.s3.amazonaws.com/death-of-rim.gif” alt=”Death of RIM” width=”600″  border=”0″ /></a><br />Created by: <a href=”http://www.mbaonline.com/”>MBAOnline.com</a>

 

Analisis Lingkungan Politik dan Hukum Grameen Telecom

24 Apr
   
Dalam menjalankan kegiatannya, Grameen Telecom  menghadapi lingkungan eksternal berupa Lingkungan Umum (Makro),  Lingkungan Industri (Mikro) dan Lingkungan Operasional dan Lingkungan Operasional (Internal) yang masing-masing dianalisis yang menjadi dasar bagi perumusan strategi.
 
Lingkungan makro adalah suatu lingkungan dalam lingkungan eksternal yang faktor-faktornya memiliki ruang lingkup yang luas dan faktor-faktor tersebut pada dasarnya diluar dan terlepas dari operasi perusahaan. Arah dan stabilitas dari faktor politik dan hukum merupakan pertimbangan utama bagi manajer dalam memformulasikan strategi. Kondisi Politik dan Hukum di Bangladesh ikut menyertai Grameen Phone dan Grameen Telecom dengan segala pasang surutnya.Seperti diketahui, pada tahun 1996 Kementrian Pos dan Telekomunikasi Bangladesh (MOPT) telah memberikan lisensi untuk operator GSM kepada TM International (Bangladesh), Grameen Phone Ltd. (Operator dari Grameen Telecom) dan Sheba Telecom Ltd. untuk jangka waktu 15 tahun. 
 
Grameen Phone Ltd. (GP Ltd.) kemudian memperkenalkan skema untuk menyediakan telepon bergerak kepada wanita pedesaan yang tarifnya disubsidi dalam rangka pemberdayaan masyarakat miskin yang berkolaborasi  dengan Grameen Bank (yang didirikan oleh Prof. Muhammad Yunus) dan telah menjadi kisah kebehasilan baik dibidang telekomunikasi dan pengurang kemisikinan di daerah pedesaan Bangladesh. 
 
Untuk memperkuat kebijakan diatas dan memfasilitasi ketersediaan pelayanan telekomunikasi yang terjangkau, pemerintah Bangladesh menyetujui implementasi dari  Kebijakan Telekomunikasi 2001 (Telecommunication Act of 2001). Dibawah kebijakan ini, sebuah komisi independent yang dinamakan Bangaladesh Telecommunication Regulatory Commission (BTRC) didirikan dan mulai berfungsi pada tanggal  31 Januari 2002. Sebagai Badan Regulator, BTRC menerbitkan lisensi kepada operator dan pengguna telekomunikasi serta diberikan mandat . untuk memfasilitasi pelayanan telekomunikasi dengan kualitas yang bisas diterima pelanggan di semua daerah di Bangladesh. Mandat ini dapat diterjemahkan dengan aktifitas sebagai berikut:
Meningkatkan teledensitas sekurang-kurangnya 10 telephon per 100 penduduk di tahun 2010;
Menyediakan komunikasi telepon disetiap desa pada tahun 2006;
Mempromosikan aplikasi telematika (ICT) untuk mendukung perkembangan sosial ekonomi;
Mengkreasikan lingkungan yang kondusif bagi pelayanan ICT;
Memfasilitasi kerjasama Publik dan Swasta dalam perkembangan ICT; dan
Memfasilitasi aplikasi ICT dalam pengentasan kemiskinan
<iframe width=”600″ height=”450″ src=”http://www.youtube.com/embed/T7c5CDGpFAA” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>
 

Applied Networking: Mobile Device sebagai NMS ( Network Management System )

17 Apr

 

 

TUGAS APPLIED NETWORKING 4

Untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Applied Networking 4

“Mobile Device sebagai NMS ( Network Management System )”

Disusun oleh : 

06060   – Hilman

0607037 – Bobby Febiantoro

06070   – Ruhman Suherman

0607053 – Derri Rana Septiana

0607024 – Heru Prabowo


Laboratorium Network Engineering

Teknik Informatika Universitas Widyatama

Bandung

 

MOBILE DEVICE SEBAGAI NMS ( Network Management System)

Pengertian dari Device Mobile

Mobile Device (juga dikenal dengan istilah cellphone, handheld device, handheld computer, ”Palmtop”, atau secara sederhana disebut dengan handheld) adalah alat penghitung (computing device) yang berukuran saku, ciri khasnya mempunyai layar tampilan (display screen) dengan layar sentuh atau keyboard mini.

MACAM-MACAM MOBILE DEVICE
Mobile Computers :
• Notebook PC
• Ultra-Mobile PC
• Handheld PC
• Personal Digital Assistant/ Enterprise Digital Assistant
• Graphing Calculator
• Pocket Computer

Pengertian dari NMS ( Network Manajemen Sistem)

Definisi normal NMS adalah “Network Management System”.

Sebuah NMS mengelola Elemen Jaringan. Unsur-unsur atau perangkat yang dikelola oleh, NMS sehingga perangkat ini digunakan untuk memanggil sebagai perangkat dikelola. Perangkat manajemen mencakup Kesalahan, Akuntansi, Konfigurasi, Kinerja, dan Keamanan (Fault, Configuration, Accounting, Performance, Security/FCAPS) manajemen. Masing-masing lima fungsi khusus untuk organisasi, tetapi ide dasar untuk mengelola perangkat ini FCAPS.

Sejak berkembangnya Internet dan teknologi komputer, baik perangkatkeras (hardware) maupun perangkat lunak (software) peningkatan penggunaan komputer untuk membantu aktifitas pekerjaan semakin tinggi.Hal ini bertujuan  untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam menyelesaikan pekerjaan. Sistem Operasi yang berkembang mampu mendukung suatu sistem komputer yang saling terhubung, baik komputer pribadi (PC) maupun Server dalam sebuah jaringan LAN (Local Area Network) hingga WAN (Wide Area Network).

Pengembangan sistem jaringan komputer ini memiliki tujuan sebagai berikut:

  • Sistem jaringan komputer mampu bertindak sebagai media komunikasi yang baik bagi para pegawai yang terpisah jauh.
  • Mempercepat tersebarnya informasi yang dibutuhkan dalam lingkungan sub-sistem pemerintahan Kabupaten Parigi Moutong.
  • Menurunkan penyediaan perangkat keras yang berlebihan dengan cara melakukan sharing terhadap perangkat keras tersebut (misalnya : sharing printer).
  • Meningkatkan skalabilitas yaitu kemampuan untuk meningkatkan kinerja sistem secara berangsur-angsur sesuai dengan beban pekerjaan.

Secara umum jaringan komputer dibagi atas lima jenis :

  • Local Area Network (LAN)

Local Area Network (LAN), merupakan jaringan lokal di dalam sebuah gedung yang mampu menjangkau radius beberapa ratus meter. LAN digunakan untuk menghubungkan komputer (workstation) dalam kantor dan memakai bersama sumberdaya (resource), misalnya printer dan saling bertukar informasi. 

  • Metropolitan Area Network (MAN)

Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi atau umum.

  • Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan peralatan (router) sebagai node node penghubung untuk bisa saling berkomunikasi.

  • Internet

Jaringan interkoneksi dimana semua komputer atau antar jaringan dapat terhubung melalui media penyedia jasa ISP (Internet Service Provider). Sebagai media penghubung diperlukan gateway dari masing-masing jaringan tersebut. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.

  • Jaringan Tanpa Kabel

Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komunikasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas kendaraan atau di luar kantor (mobile), maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.

Masing-masing lima fungsi khusus untuk organisasi, tetapi ide dasar untuk mengelola perangkat ini FCAPS.

  1. FCAPS Faults
    Yaitu setiap sebuah infrastruktur terjadi kegagalan, harus muncul sebuah event, yaitu alarm.
  2. Configuration
    Dibagi menjadi 2
    1. Inventorying
      yaitu untuk mengetahui konfigurasi dari perangkat-perangkat yang ada. Misalnya sebuah network, bisa diketahui berapa banyak wireless point, komputer, router yang ada dalam perangkat tersebut, sekaligus konfigurasi seperti IP, dll
    2. Provisioning
      Yaitu apa yang kita bisa lakukan untuk mengkonfigurasi perangkat tersebut. Misal kita punya 10 switch. Apabila harus satu persatu didatangi dan dikonfigurasi, menyulitkan. Dengan ini kita dapat melakukannya langsung dari server
  3. Accountance
    Yaitu charging. Aspek ini akan diangkat kedalam BSS. Ini akan digunakan oleh BSS untuk mengetahui charging dari sebuah perangkat. Misalnya koneksi GPRS. Dengan ini bisa dicatat berapa banyak traffic yang sudah dilakukan, untuk kemudian dibuat billingnya.
  4. Performance
    Dibagi kedalam 2 kelompok, yaitu :
    1. Reliability dan Availability
      menyangkut uptime dan downtime dari perangkat
    2. Usage
      menyangkut okupansi dari perangkat tersebut. Contoh sebuah router maksimum 512 Kbps. Maka harus diketahui bahwa kebutuhannya sebenarnya berapa. Cukupkah? banyak yang terbuangkah? Maka kita harus memetakan. Apakah dengan kondisi sekarang perangkat masih sanggup, atau perlu di cluster, atau di update. Misalnya lagi server. Dapat kita ketahui sudah perlukah server tersebut diupdate, dll
  5. Security
    Ada 2 aspek, yaitu preventif dan korektif. Preventif seperti penggunaan login, enkripsi, password, dll. Misalnya sebuah router, bisa di binding IP berapa yang hanya bisa login ke router tersebut.

Pada tingkat F, masalah jaringan yang ditemukan dan diperbaiki. masalah di masa depan Potensi diidentifikasi, dan langkah-langkah yang diambil untuk mencegah mereka dari terjadi atau berulang.Dengan cara ini, jaringan disimpan operasional, dan downtime diminimalkan.

Pada tingkat C, operasi jaringan dimonitor dan dikontrol. Hardware dan perubahan program, termasuk penambahan peralatan baru dan program, modifikasi sistem yang ada, dan penghapusan sistem usang dan program, dikoordinasikan Inventarisasi peralatan dan program disimpan dan diperbarui secara teratur.

Tingkat A, yang juga bisa disebut tingkat alokasi, dikhususkan untuk mendistribusikan sumber daya secara optimal dan adil di antara pelanggan jaringan. Hal ini membuat penggunaan paling efektif dari sistem yang tersedia, meminimalkan biaya operasi. Tingkat ini juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pengguna ditagih tepat.

Tingkat P terlibat dengan mengelola keseluruhan kinerja jaringan. Throughput dimaksimalkan, bottleneck s dihindari, dan potensi masalah diidentifikasi. Sebagian besar dari upaya ini adalah untuk mengidentifikasi perbaikan akan menghasilkan peningkatan kinerja terbesar secara keseluruhan.

Pada tingkat S, jaringan dilindungi terhadap hacker s, pengguna tidak sah, dan atau elektronik sabotase fisik. Kerahasiaan informasi pengguna dipertahankan bila perlu atau diperlukan. Sistem keamanan juga memungkinkan administrator jaringan untuk mengontrol apa yang berwenang setiap pengguna individu dapat (dan tidak bisa) dilakukan dengan sistem.

Sistem NMS menggunakan berbagai protokol untuk tujuan yang mereka layani. Sebagai contoh, SNMP protokol memungkinkan mereka untuk hanya mengumpulkan informasi dari berbagai perangkat ke jaringan hirarki. NMS perangkat lunak bertanggung jawab untuk identifikasi masalah, sumber yang tepat (s) masalah, dan memecahkan masalah tersebut. sistem NMS tidak hanya bertanggung jawab untuk mendeteksi kesalahan, tetapi juga untuk mengumpulkan statistik perangkat selama periode waktu. Sebuah NMS mungkin termasuk perpustakaan statistik jaringan sebelumnya bersama dengan masalah dan solusi yang berhasil di masa lalu terulang jika kesalahan-berguna. Software NMS kemudian dapat mencari perpustakaan untuk metode terbaik untuk menyelesaikan masalah tertentu.

SNMP

SNMP (Simple Network Management Protocol) berawal dari kebutuhan terhadap suatu alat untuk mengadministrasi atau mengelola (manage) jaringan TCP/IP. Untuk itu perlu standarisasi protokol yang berfungsi untuk mengelola jaringan. Protokol yang didesain untuk itu kemudian dibuat diantaranya adalah SNMP dan CSMIE/CMP (Common Management Information Service Element / Common Management Information).

CMOT (Common Management Information Services and Protocol over TCP/IP) juga dibuat oleh OSI untuk keperluan yang sama. Cepatnya proses standarisasi SNMP oleh IETF dibanding CMOT yang dibuat OSI serta karena SNMP lebih sederhana membuat SNMP lebih cepat digunakan oleh publik.

Sebelumnya SNMP bernama SGMP (Simple Gateway Monitoring Protocol) yang didefinisikan pada RFC 1028 dan telah digunakan untuk monitoring gateway atau router.

SNMP dibuat berawal dari kebutuhan yang didefinisikan pada RFC 1052 (IAB Recommendations for the Development of Internet Network Management Standards). Setelah itu, tahun 1998 beberapa RFC mengenai SNMP dipublikasikan, yaitu:

  • RFC 1065 – Structure and Identification of Management Information for TCP/IP-based internets
  • RFC 1066 – Management Information Base for Network Management of TCP/IP-based internets
  • RFC 1067 – A Simple Network Management Protocol

Setelah mengalami beberapa perubahan, barulah muncul standar SNMP versi 1 yang lengkap pada tahun 1991 dengan beberapa RFC berikut:

  • RFC 1155 – Structure and Identification of Management Information for TCP/IP-based Internets
  • RFC 1212 – Concise MIB Definitions
  • RFC 1213 – Management Information Base for Network Management of TCP/IP-based internets: MIB-II
  • RFC 1157 – Simple Network Management Protocol (SNMP)

April 1993, SNMP versi 2 menjadi standar dengan perubahan utama pada penambahan fitur baru yaitu keamanan dan otentifikasi. SNMP versi 2 tidak kompatibel dengan versi 1 karena SNMP v2 message memiliki header dan format PDU yang berbeda serta menggunakan 2 operasi protokol yang tidak dispesifikasikan pada versi sebelumnya.

  • RFC 1902 – MIB Structure
  • RFC 1903 – Textual Conventions
  • RFC 1904 – Conformance Statements
  • RFC 1905 – Protocol Operations
  • RFC 1906 – Transport Mappings
  • RFC 1907 – MIB
  • RFC 1908 – Coexistence between Version 1 and Version 2

Tahun 1997 SNMP versi 3 mulai dibuat dan pada tahun 2002 menjadi full Internet standard. Dibanding versi sebelumnya, SNMP V3 memiliki fitur-fitur berikut:

– keamanan yang lebih baik dengan enkripsi dan access control,
– pengembangan remote configuration,
– privacy & message integrity

  • RFC 3410 – Intoduction to Network Management Frameworks v3
  • RFC 3411 – An Architecture for Describing SNMP Management Frameworks
  • RFC 3412 – Message Processing and Dispatching
  • RFC 3413 – SNMP Applications
  • RFC 3414 – User-based Security Model (USM)
  • RFC 3415 – View-based Access Control Model (VACM)
  • RFC 3416 – Protocol Operations
  • RFC 3417 – Transport Mappings
  • RFC 3418 – MIB

Arsitektur SNMP

Gambar berikut memperlihatkan bagaimana SNMP digunakan sebagai protokol element management:

Managed device yaitu elemen yang dimonitor atau di-manage oleh NMS. Managed device dapat berupa elemen jaringan seperti router, hub, switch maupun komputer.

Agent adalah program atau software module yang berjalan di setiap elemen yang di monitor yang mengetahui informasi yang harus di-manage dan mentranslasikan informasi tersebut menjadi informasi yang kompatibel dengan SNMP atau dapat dikirimkan ke NMS melalui SNMP.
  

 Manager atau NMS (Network-Management Station) adalah elemen yang menjalankan program untuk memonitor dan mengontrol managed device. NMS bisa mendapatkan langsung informasi dari agent misalnya informasi trap (alarm) atau meminta informasi dari agent.

Management Information
Management Information Base (MIB) adalah koleksi informasi yang diorganisasi dalam bentuk hirarki. Sebuah file MIB adalah sebuah teks file dalam format ASN.1 yang merepresentasikan struktur hirarki dari informasi yang dapat diperoleh dari sebuah aplikasi atau sistem.

Managed object atau MIB object adalah sebuah atau beberapa karakteristik pada sebuah managed device misalnya beban CPU, besar memory yang digunakan. MIB pada dasarnya merupakan hirarki dari managed object.

Object identifier atau Obejct ID (OID) digunakan sebagai indentifikasi yang unik untuk setiap managed object yang ada dalam hirarki MIB. OID dapat direprensentasikan dalam sebuah nama misalnya .iso.org.dod.internet.mgmt.mib-2.interfaces.ifnumber atau nomor yang disebut sebagai object descriptor, misalnya .1.3.6.1.2.1.2.1

Sebuah managed object sebagai contoh ifnumber (number of interface) adalah sebuah ide abstrak, sedangkan representasi real dari informasi itu disebut dengan “instance” yang memiliki nilai dari object tersebut. Misalnya instance dari ifnumber adalah ifnumber.0 yang memiliki nilai 3 yang berarti sistem memiliki 3 network interface. Untuk mendapatkan nilai instance tersebut, NMS harus meminta informasi dengan mendefinisikan OID yaitu .1.3.6.1.2.1.2.1.0 (OID dari object ifnumber dengan ditambahkan .0 dibelakangnya).

Ada dua macam managed object, yaitu:

  • Scalar object yaitu sebuah object instance contohnya ifnumber
  • Tabular object yaitu beberapa object instance yang saling berelasi. Sebagai contoh object ifDescr yang merupakan informasi deskripsi dari masing-masing network interface akan memiliki 3 nilai yang berbeda jika jumlah network interface ada 3, misalnya:
    ifDescr.1 = “lo0”
    ifDescr.2 = “ce1”
    ifDescr.3 = “ce2”

Suatu managed object ada yang hanya bisa dibaca dan ada pula yang bisa diset nilainya.

Karena pada awalnya SNMP didesain untuk me-manage jaringan TCP/IP, maka versi pertama MIB memiliki informasi yang spesifik untuk TCP/IP yaitu:

  • Deskripsi dari sistem
  • Jumlah dari networking interfaces yang dimiliki sebuah elemen (Ethernet adapters, serial ports ..)
  • Alamat IP address untuk setiap network interface
  • Jumlah (counts) dari paket atau datagram yang masuk (incoming) dan keluar (outgoing)
  • Tabel informasi tentang koneksi TCP yang aktif

Sebuah perusahaan atau vendor dapat membuat sendiri cabang (branch) dalam struktur MIB yang disebut sebagai private MIB. Cabang tersebut berada dibawah object. iso. org. dod. internet. private. enterprise. dan harus didaftarkan ke IANA        .

 

Selain  protokol  SNMP  digunakan  jg Protokol  CMIP, CMIP yaitu Protokol standar manajemen untuk elemen telekomunikasi. Protokol yang telah menjadi standar untuk jaringan telekomunikasi adalah Common Management Information Protocol (CMIP) yang dibuat oleh ISO yang kemudian diadopsi sebagai standar oleh organisasi telekomunikasi dunia ITU-T yang dispesifikasikan pada recommendation series X.700. Konsep CMIP hampir sama dengan SNMP tetapi CMIP memiliki lebih banyak fitur seperti authorization, access control,reporting yang lebih flexible, mendukung segala jenis tipe action. 3GPP, organisasi yang membuat standarisasi untuk jaringan GSM/UMTS/IMS/LTE juga menggunakan CMIP sebagai protokol manajemen jaringan (Lihat beberapa spesifikasi tentang Solution Set untuk Integration Reference Point pada seri 32).

Walaupun CMIP merupakan standar protokol yang diratifikasi oleh banyak organisasi telekomunikasi berkelas global tetapi pada kenyataannya SNMP masih lebih sering digunakan di jaringan operator.

Protokol lain yang didesain untuk manajemen jaringan misalnya:

Selain protokol-protokol tersebut kadang vendor juga menggunakan protokol sendiri atau menggunakan protokol yang umum seperti CORBA, HTTP.

NMS perlu mengeluarkan alarm Fault, menggenerate report, menggunakan security, melakukan konfigurasi, melakukan akunting, mengetahui performansi. Namun ini adalah kondisi ideal. Terkadang tidak semua aspek ini diperlukan. Jadi disesuaikan saja. Misalnya sebuah sensor suhu sebuah komputer, tentu tidak bisa dilakukan konfigurasi untuk suhu. Namun bisa disesuaikan bila suhu telah mencapai batas aman tertentu, maka diberikan alarm Fault. Dan disini juga tidak memerlukan report akunting. Paling hanya performansi tentang uptime dan downtime dari komputer tersebut.

Ini adalah dasar dari sebuah OSS. Setiap OSS yang sudah besar dan tampak rumit, sebenarnya hanya terdiri dari FCAPS ini saja.

Kesimpulan dari Mobile Device Menggunakan Network Manajemen Sistem (NMS), Yaitu  NMS merupakan Elemen Jaringan yg terdapat pd Mobile Device baik pd handphone maupun notebook yg berfungsi  untuk memanggil sebagai perangkat dikelola. 

Pendapat Kelompok 

Bobby Febiantoro :

Kelebihan :

Mobile device itu bagus,karena mobile device merupakan perkembangan dari kemajuan teknologi saat ini pada dunia teleomunikasi,yang dapat memudahkan dalam membuat suatu koneksi jaringan yang luas secara relasi maupun mobile sehingga dapat memudahkan para pengguna untuk beraktifitas secara instans dan menghemat waktu

Kekurangan :

Dari sisi kekurangan , terkadang dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat itu sendiri membuat efek kecanduan terhadap manusia sehingga memakan waktu dan terkadang tidak bisa membagi waktu dengan rutinitas lainnya.

Deri Rana Seftiana :

Kelebihan :

Mobile devie sangat membuat kita lebih nyaman dalam beraktifitas dalam berhubungan via internet, Karena dengan mobile device kita dapat mengakses data hanya menggunakan mobile tidak perlu memerlukan PC atau laptop

Kekurangan:

Menrut saya kekurangan nya terdapat pada harga dari mobile device yang sangat tinggi

Heru Prabowo :

Mobile device merupakan network management system jaringan untuk berkomunikasi  

<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/4JudKacFj4w” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

 

 

Liputan The-Marketeers.com: “Membangun Modal Insani Melalui e-Learning” (Building Human Capital Through e-Learning)

28 Mar
Praktik e-learning sudah lama dilakukan oleh berbagai instansi, khususnya instansi pendidikan. Universitas Terbuka boleh dibilang menjadi pelopor dari sistem pendidikan jarak jauh tersebut. Tren e-learning makin populer ketika kampus-kampus swasta turut melakukannya.
 
“Potensi e-learning ini cukup besar dan diminati oleh masyarakat di banyak negara. Di Amerika Serikat, ada 6,1 juta yang mengambil bachelor degree melalui online. Konsep ini di dunia pendidikan bukanlah konsep baru. Kami sebagai universitas swasta berterimakasih pada universitas terbuka karena mempopulerkan sistem pembelajaran ini,”  Pantri Heriyati, M.Comm head of school-Management, Bina Nusantara, Jakarta dalam Friday Online Seminar bertajuk “Building Human Capital Through e-Learning” di studio Jakarta, Jumat (02/03/2012).
 
Heriyati mengatakan di Binus praktik e-learning ini dinaungi dalam program Binus Online yang terbagi dalam dua musim, yakni ekstensi selama dua semester dan program komplit. “Kami melihat permintaan e-learning cukup besar. Meski demikian, promosi dan edukasi perlu kontinu digalakkan, khususnya kepada korporat yang mana skill dan knowledge sumber daya manusia di perusahaan tersebut perlu ditingkatkan,” imbuh Lianti Raharjo, Head of Program Undergraduate, School of Management Binus Business School.
 
Sementara itu, Nur Agustinus, Coordinator Faculty of Entrepreneurship and Humanities Universitas Ciputra Surabaya, mengatakan program e-learning bisa dilakukan kapan pun dan di manapun karena sifatnya yang lintas batas. Agustinus mengatakan e-learning masih memiliki tantangan untuk Indonesia. Misalnya, masih ada anggapan miring bahwa lulusan e-learning kurang berkualitas bila dibanding sistem belajar konvensional. “Tantangan lain berupa keterbatasan infrastruktur Internet,” tandas Agustinus.
Sementara itu, Djadja Achmad Sardjana dari COMLABS-USDI Bandung menambahkan, tantangan lain adalah kultur dan kebijakan  yang kurang mendukung e-learning. “E-learning bukan sekadar memindahkan materi kuliah konvensional ke online. Perlu modul-modul yang disajikan secara online dengan menarik. Bukan sekadar memindah file-file yang membosankan. Inilah yang menjadi tantangan bagi tenaga pengajarnya,” kata  Djadja. Ia menambahkan e-learning sering dianggap hanya cocok untuk kampus-kampus IT. e-Learning, kata Djadja, juga bisa dilakukan untuk semua jurusan, termasuk kedokteran sekalipun.
 
Sebenarnya, program e-learning menjadi jawaban akan mahalnya proses pembelajaran selama ini. Dengan komunikasi nir tatap muka, pengajaran masih bisa dilakukan dengan sistem e-learning. Boleh dibilang strategi low budget high impact untuk pendidikan. “Fleksibilitas juga menjadi keunggulan lain dari e-learning,” imbuh Heriyati.
 
Heriyati berharap ke depannya ada sistem akreditasi yang jelas sistem belajar e-learning ini karena tidak kalah dengan sistem konvensional. Binus sendiri akan membuka e-learning untuk magister management pada Juni tahun ini.
 
 
<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/8GnDDZEUKf0″ frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>
 

Indonesian Networkers Event @ITENAS Pembicara Himawan Nugroho (@hnugroho)

27 Mar
Sangat menarik setelah menjadi moderator Indonesian Networkers Event @ITENAS dengan Pembicara Himawan Nugroho (@hnugroho), Security dan Service Provider. Di dunia kerja, Himawan Nugroho terbilang profesional langka. Sarjana Teknik Mesin ITB ini salah satu dari segelintir orang di Indonesia yang mengantongi sertifikasi Cisco Certified Internetwork Expert (CCIE) di tiga bidang yang berbeda (Routing, Security, Service Provider) yang biasa disebut Triple CCIE – di seluruh dunia, hanya 300-an orang yang memilikinya. Sempat berkarier di IBM Global Services sebagai konsultan, November 2006 ia bergabung dengan Cisco System yang berbasis di Singapura, untuk mengerjakan proyek konsultasi untuk pelanggan di Asia Pasifik. Sekarang ia dipercaya menjabat sebagai Technical Lead, Solution Architect, Senior Consultant di Cisco System, Dubai, Uni Emirat Arab, mengerjakan proyek untuk pelanggan di Eropa, Timur Tengah dan Afrika.
Banyak orang yang bermimpi dan bercita-cita untuk bekerja di luar negeri. Pendapatan yang relatif lebih besar, mendapat pengalaman dan cerita unik, membuka wawasan, maupun taraf hidup yang lebih baik merupakan beberapa alasan mengapa orang-orang tertarik untuk merantau jauh meninggalkan kehidupan nyaman di Indonesia. Di sesi “Berkompetisi di Pasar Global sebagai IT Professional” di depan mahasiswa dan Alumni Elektro ITENAS ini pembicara Himawan Nugroho berbagi pengalaman pribadinya selama 10 tahun lebih bekerja di luar negeri dengan pokok pembahasan tentang program sertifikasi yang bisa membantu karir, case study tentang proyek IP Next Generation Network (NGN) di salah satu customer Service Provider, dan tips dalam berkompetisi di pasar international. Tujuan utama dari sesi ini adalah memberikan masukan khususnya buat para mahasiswa Indonesia dalam berkarir dan mempersiapkan diri memasuki pasar global, baik di luar maupun dalam negri, yang semakin hari semakin kompetitif.
“Setiap mahasiswa harus mempersiapkan diri untuk masa depan dirinya termasuk mengambil sertifikasi yg mendukung kariernya” kata @hnugroho. Ia tambahkan: “Sertifikasi penting untuk memperoleh pengakuan profesional di suatu bidang yg kompetitif dan selektif”. Saat ini kata dia, ada beberapa Level N/W Engineer yaitu : “Configurator” aka “Copy Paste Monkey”, terus “Troublehooter”, kemudian “Specialist”, dilanjutkan “Designer”, selanjutnya “Architect” dan terakhir tingkat “Expert”.
Namun, “Dalam bekerja selain hal teknis perlu menguasai soft-skill terutama pada saat kritis menghadapi konsumen”. Hal ini didasarkan pengalaman ketika suatu pekerjaan yg “impossible” pernah hrs diselesaikan oleh @hnugroho spt “Memanggil 9 wanita utk melahirkan dalam waktu 1 bulan”. Ya, dia dan rekan-rekanya pernah diminta menyelesaika masalah dimana “customer” tidak mempunyai dokumentasi sama sekali yang semestinya ada padahal mereka meminta tenggat waktu yang ketat dalam pengerjaannya.
Re.@hnugroho saat kuliah, ada 10 hal agar kita berhasil yaitu:
  1. Melakukan banyak kesalahan dan mau ambil risiko yang diantisipasi.
  2. Temukan sesuatu yang anda suka lebih awal.
  3. Bekerja keras pada sesuatu yang bernilai. 
  4. Selesaikan apapun yang kita mulai.
  5. Buat jaringan pergaulan lebih banyak dan luas
  6. Selalu mencoba menjadi pemimpin 
  7. Lebih banyak meningkatkan berkomunikasi dan presentasi.
  8. Mengontrol keuangan dengan bijaksana. 
  9. Berkontribusi kepada komunitas.  
  10. Cobalah untuk berkeliling dunia.
Dia akhiri sesi ini dengan kata mutiara: “Jangan melihat kasta pekerjaan, seseorang dilihat dari hasil pekerjaannya.” Juga Kata Penutup: “Dream. Fight. Love. Live. Seize The Day”
Trims Mas.@hnugroho yg telah memberikan pencerahan pada mahasiswa alumni Elektro ITENAS SERTA Kg @tedhiachdiana semoga kariernya semakin gemilang.
<iframe width=”600″ height=”440″ src=”http://www.youtube.com/embed/Rm5sfgAYJBA” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>
 

Android: Sejarah dan Fakta Yang Menggurita

16 Mar
Pada bulan juli 2000, google mulai berkerjasama dengan Android Inc, perusahan yang berada di Palo Alto, California Amerika Serikat. Pada saat itu banyak yang menganggap bahwa Android hanyalah sebagai sebuah perangkat lunak pada telepon seluler. Sejak saat itu muncul rumor bahwa Google hendak memasuki dunia seluler. Tim Perusahaan Google yang di pimpin oleh Rubin yang bertugas mengembangkan program perangkat seluler di dukung oleh kernel Linux. Hal ini menunjukan indikasi bahwa Google sedang bekerja untuk menghadapi persaingan dalam pasar telepon seluler.
Awal perkembangan Android sekitar bulan september 2007, sebuah studi melaporkan bahwa Google mengajukan hak paten terhadap aplikasi telepon seluler (akhirnya Google mengenalkan Nexus One, salah satu jenis telepon pintar muncul yang menggunakan Android pada sistem operasinya). Pada tanggal 9 desember 2008 diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan open handset alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android perangkat mobile yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. 
Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler atau bisa dibilang HP yang berbasis Linux. Android menyediakan platform yang terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri yang bersifat opensource. Awalnya, Google Inc. yang membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.
Kelebihan Android:
1. Open Source.
2. Pemakaiannya mudah,
3. Stabil dan aman.
Kekurangan Android:
1. Karena masih baru, maka belum banyak aplikasi spesisfik yg tersedia untuk android.
2. Bagi orang yg belum pernah memakainya mungkin akan sedikit membingungkan.
Perbandingan Android Dengan Sistem Operasi Lain
Sistem Operasi Android
1. Platform terbuka http://source.android.com.
2. Dapat mengkompilasi firmware custom – baik untuk hacker dan lain-lain.
3. Diperpanjang pada setiap firmware baru.
4. Support multitasking.
5. Nice IDE – Eclipse, NetBeans.
6. Pembangunan SDK bebas.
7. Mudah debug, dapat mengirim log ke pengembang.
8. Bahasa pemrograman Java.
9. Java adalah bahasa tingkat tinggi yang muncul pada tahun 1995. Android mendukung Java 1.5.
10. Untuk programer hardcore, Android menawarkan kemungkinan untuk pemrograman di C menggunakan dev kit asli NDK.
11. Dapat menjalankan bahasa script seperti LUA, Perl, Python, dll.
12. Dapat menginstal aplikasi pihak ketiga dari sd card, situs acak – tidak terkunci ke market tertentu.
13. Push mail, mengirim SMS, keyboard Custom, dll.
14. Support widget.
15. Dapat mempublikasikan aplikasi pada Android Market langsung – pada saat pertama kali mempublikasi di kenakan biaya pendaftaran 25 euro.
16. Pengguna memiliki akses ke sd card dan dapat menggunakannya sebagai USB disk.
17. android os ver 2.2 sudah support flash .
18. equalizer untuk musik cuman ada di 2.3 aka gingerbread , untuk os versi sebelum nya tinggal instal aplikasi poweramp .
Iphone
1. Platform Tertutup.
2. Bisa multitasking tapi osnya harus 4.0 keatas.
3. Biaya kit Pengembangan = 90E.
4. Bahasa pemrograman adalah Objective C – tetapi jembatan ada dari Java, C #, dll.
5. Driver C muncul pada tahun 1986.
6. Tidak mendukung widget – kecuali sudah di jailbreak.
7. Pengguna tidak memiliki akses ke sd card , pengguna hanya dapat melakukan sinkronisasi melalui internet atau LAN.
8. Aplikasi third party hanya dapat diinstal dari Apple market. Untuk menguji aplikasi, pengembang dapat menggunakan Ad Hoc penerbitan.
9. Penerbitan di apple market adalah proses yang sangat panjang dan melelahkan. Apple punya banyak peraturan yg aneh. Banyak aplikasi yang ditolak karena alasan yang aneh.
10. Tidak mendukung adobe flash.
Nokia
1. Dimulai dari OS Symbian dan masa depannya akan QT dan WRT – Nokia akan memotong dukungan untuk setiap lingkungan lain termasuk J2ME.
2. QT adalah suatu kerangka kerja yang menambahkan lapisan abstraksi melalui GUI, jaringan, gps, dll.
3. QT adalah lintas platform dan bahasa pemrograman lintas – C + +, C #, Java, dll adalah lisensi GPL dan LGPL.
4. QT berjalan pada Maemo, MeeGo, BlackBerry, Symbian, Android, iPhone, Windows Mobile, PC desktop, elektronik, mobile fun, dll.
5. WRT – runtime web – fitur keren yang memungkinkan pengguna untuk menulis aplikasi dalam HTML, JS dan CS. Anda membangun aplikasi seperti halaman web normal, dan Anda berinteraksi dengan platform ponsel / perangkat keras dengan menggunakan jembatan WRT.
6. Tidak perlu belajar teknologi lainnya. Hanya HTML, JS dan CS. 
7. Support widget.
8. Support Adobe Flash Lite.
BlackBerry
1. Belum support Adobe Flash .
2. Kita  harus duduk dengan sabar dan melihat apa yang akan terjadi 🙂
Windows mobile 7
1. Belum support Adobe Flash .
2. Kita  harus duduk dengan sabar dan melihat apa yang akan terjadi 🙂