Google Membantu Wayang Go Digital

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Google Institute dan pemerintah provinsi Jakarta untuk mendigitalkan lebih dari 4.000 boneka wayang dari koleksi Museum Wayang Nasional.

“Sebagai mahakarya warisan lisan dan takbenda kemanusiaan yang diakui oleh UNESCO, wayang lebih dari sekedar seni atau pertunjukan. Itu adalah media reflektif yang dapat menggambarkan kisah kehidupan nyata dan diisi dengan kebijaksanaan filosofis,” direktur kementerian tersebut jendral urusan budaya Hilmar Farid mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Dia mengatakan wayang adalah bagian penting dari masyarakat Indonesia yang tidak hanya harus dilestarikan tetapi juga dirayakan.

“Berkat Google Seni dan Budaya, kami dapat secara digital melestarikan bagian-bagian penting dari warisan Indonesia ini dan merayakan keanekaragamannya yang unik,” kata Hilmar.

Publik sekarang dapat mengakses koleksi wayang melalui platform Google Arts and Culture.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan banyak hal dapat dilakukan di rumah hari ini dengan bantuan teknologi. Melalui Google Seni dan Budaya, orang dapat belajar tentang warisan budaya Indonesia yang kaya dengan cara yang menyenangkan dan mengasyikkan.

“Kami senang dapat memperkenalkan salah satu warisan budaya kami dari Museum Wayang Nasional ke Google Arts and Culture. Koleksi ini akan dapat diakses sepenuhnya tidak hanya di Indonesia, tetapi juga dunia,” kata Anies.

Manajer kebijakan publik dan hubungan pemerintah Google Indonesia, Ryan Rahardjo, mengatakan Google menyadari pentingnya melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas suatu negara.

Sejak Oktober 2017, Google telah menambahkan lebih banyak konten dari museum dan situs bersejarah di Indonesia ke Google Arts and Culture.

“Kami berharap untuk terus melestarikan dan merayakan lebih banyak warisan budaya dan harta Indonesia secara digital di masa depan,” kata Ryan.

Leave a Reply