Posted February 26, 2021 by dendy.rustiady in News

Kuota Bantuan Mendikbud Tak Bisa Digunakan untuk Instagram hingga Game Online

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim resmi meluncurkan subsidi kuota bagi siswa, guru, mahasiswa dan dosen di 2021. Bantuan ini akan berjalan selama tiga bulan, yaitu sampai Mei 2021.

“Kami lanjutkan kebijakan bantuan kuota gratis selama tiga bulan, sejak Maret 2021, dengan fleksibilitas penggunaan yang maksimal,” ujarnya dalam Pengumuman Bantuan Kuota Data Internet tahun 2021 secara daring.

Ia mengatakan, bantuan kuota internet ini akan mulai disalurkan pada 11 hingga 15 Maret 2021. Kuota internet ini akan berlaku selama 30 hari sejak kuota tersebut diterima. Kuota merupakan hal yang sangat penting dan dibutuhkan oleh para pelajar yang sedang melakukan pembelajaran jarak jauh ini.

Pandemi covid-19 memanglah membuat semua aktivitas seluruh masyarakat menjadi dibatasi dan terhambat. Termasuk pada sektor pendidikan yang harus melakukan pembelajaran jarak jauh atau daring (dalam jaringan). Namun, dengan adanya system pembelajaran daring seperti ini, maka akan timbul masalah baru yakni setiap komponen pendidikan meliputi pelajar, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan yang lainnya harus menggunakan internet sebagai sarana agar terhubung untuk mengikuti dan melangsungkan pembelajaran.

Permasalahan yang ditimbulkan dengan harusnya menggunakan internet pasti haruslah menggunakan kuota. Padahal tidak semua daerah ada akses internet, jikapun ada tidak semua keluarga memiliki gadget atau biaya untuk membeli gadget dan kuota guna agar putra putri nya bisa mengikuti pembelajaran.

Melihat fenomena dan permasalahan yang dialami oleh Sebagian dari masyarakat Indonesia seperti itu, maka Pemerintah khususnya Kemendikbud, Kemkominfo, dan semua provider-provider yang ada di Indonesia mengupayakan untuk membantu memberikan kuota bantuan untuk seluruh komponen pendidikan, seperti guru, siswa, dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan yang lainnya.

Agar tepat sasaran dan sesuai penggunaannya, bantuan kuota internet Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dilarang untuk main TikTok sampai Instagram. Berbeda dari bantuan kuota internet sebelumnya, untuk kali ini Kemendikbud menghilangkan pembagian Kuota Umum dan Kuota Belajar yang menjadi Kuota Umum saja.

“Kuota Umum dapat digunakan mengakses seluruh laman dan aplikasi, kecuali yang diblokir, yaitu aplikasi yang kebanyakan seperti game, medsos seperti, Facebok, Tiktok, Instagram,” tegas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

“Tetapi, karena sekarang Kuota Umum, YouTube sudah termasuk dan bisa digunakan, karena kami mendengar dari banyak guru dan murid bahw materi pembelajaran ada di YouTube juga. Ini jadi kabar gembira, walaupun volume GB tidak sebesar sebelumnya, tetapi penggunaannya jadi lebih fleksibel,” tuturnya

Selain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang berkata tegas bahwa beberapa aplikasi yang sudah disebutkan diatas akan diblacklist dari kuota bantuan Mendikbud, Pengamat pendidikan dari Vox Populi Institute Indonesia Indra Charismiadji menilai game juga harus masuk blacklist.

“Blacklist udah bagus, game-game juga jangan,” kata Indra.

Indra tak menyebut kategori game apa yang harus masuk blacklist. Menurutnya semua game harus diblok.

“Semua game harusnya diblok. Ini (kuota internet gratis) kan buat belajar bukan untuk main game,” jelasnya.

Selain dari Mendikbud dan Indra, ada salah seorang lagi yang menjelaskan danh berpendapat bahwa memblacklist game di kuota bantuan Mendikbud adalah salah satu langkah yang bagus. Orang tersebut ialah Pengamat Pendidikan dari Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Ari S. Widodo Poespodihardjo. Ari menjelaskan bantuan kuota internet gratis dari pemerintah dimaksud untuk menunjang proses belajar mengajar saat pandemi. Sehingga sudah sepantasnya bantuan pemerintah dibatasi dan hanya digunakan untuk keperluan belajar mengajar

“Ya. Karena inti pulsa bantuan pemerintah adalah untuk KBM (kegiatan belajar mengajar),” jelas Ari

“Terlepas dari apa yang akan dibatasi, saya rasa pihak Kemdiknas dalam hal ini akan mengikuti konvensi yang ada misalnya akses ke Google Scholar akan tetap dibuka,” sambungnya Ari.

Pada intinya, kuota yang diberikan Kemendikbud merupakan kuota yang harus dimanfaatkan untuk belajar, bukan hanya untuk kesenangan sesaat. Selain itu juga aplikasi yang di blacklist diatas tersebut kebanyakan juga akan cepat menguras habis jumlah kuota yang diberikan. Jadi, manfaatkan kuota pemberian Kemendikbud sebaik mungkin. Gunakan untuk proses pembelajaran agar tidak ketinggalan pelajaran saat tidak memiliki kuota.