Monthly Archives: November 2013

Mentoring 15 November 2013

Mentoring kali ini bertemakan wanita. Bahasan mengenai wanita memang tidak ada habisnya. Wanita diciptakan sebagai makhluk yang indah bagaikan perhiasan dunia. Sudah sepatutnya mereka dijaga kemurniannya. Bahasan pertama adalah mengenai tindak pemerkosaan terhadap wanita. Mengapa tindak pemerkosaan bisa terjadi? Apa hanya karena faktor pakaian minim yang mengundang syahwat? Ternyata tidak hanya itu. Coba perhatikan suatu kasus dimana seorang laki-laki yang sudah menikah pun bisa memperkosa atau melakukan seks bersama wanita lain. Ini diakibatkan istri dari laki-laki tersebut tidak melayani  salah satu kebutuhan laki-laki tersebut. Karena seks itu sudah merupakan tuntutan naluri. Oleh karena itu, menikah adalah jalan untuk menghindari perbuatan tercela itu dan seorang istri harus melayani kebutuhan suaminya.

Bahasan kedua adalah kedudukan seorang muslimah. Salah satu jurnalis dari Amerika mengirimkan surat kepada muslimah di Libanon. Sang jurnalis tersebut berkata bahwa ia iri dengan wanita-wanita muslimah. Islam benar-benar menjaga dan menghormati kedudukan wanita sebagaimana mestinya. Ia juga menceritakan bahwa Hollywood sebenarnya ingin menyesatkan wanita.

Bahasan ketiga adalah emansipasi wanita. Makna emansipasi wanita kini sudah bergeser. Seakan-akan wanita benar-benar sepenuhnya bisa disejajarkan dengan laki-laki. Padahal pelopor emansipasi wanita di Indonesia, R.A. Kartini, hanya ingin memperjuangkan wanita supaya bisa mengeyam pendidikan seperti laki-laki karena pada saat itu yang boleh bersekolah hanyalah kaum laki-laki. Bukan berarti wanita bisa berperan seperti laki-laki. Wanita cenderung melakukan sesuatu dengan kelembutan dan penuh perasaan sedangkanl aki-laki dengan akal dan kekuatan. Itu jelas berbeda. Dalam rumah tangga, wanita berperan untuk mengurus rumah tangga, mengurus suami, dan mengurus anak. Laki-laki berperan sebagai kepala keluarga yang mampu membimbing istrinya juga mencari dan memberikan nafkah (baik lahir maupun batin) kepada istrinya. Lalu, apakah wanita boleh bekerja/berkarir? Boleh saja asalkan sudah mendapat izin dari suaminya. Selain itu, pekerjaannya tidak memamerkan dan menjual kecantikannya karena kecantikan wanita hanya boleh dinikmati oleh suaminya. Jika bekerja,ia harus pulang ke rumah lebih awal daripada suaminya. Dalam hadits dsebutkan secaras pesifik pekerjaan wanita yang diperbolehkan adalah pekerjaan yang dilakukan oleh tangan seperti membuat roti, menenun. Wallahua’lam…