GENERATOR AC and DC, MISCELLANEOUS SUBJECTS, & PREPARING EQUIPMENTS SPECIFICATIONS

Generator

Generator adalah suatu sistem yang menghasilkan tenaga listrik dengan masukan tenaga mekanik. Jadi disini generator berfungsi untuk mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik yang mempunyai prinsip kerja sebagai berikut:

“Bilamana rotor diputar maka belitan kawatnya akan memotong gaya-gaya magnit pada kutub magnit, sehingga terjadi perbedaan tegangan, dengan dasar inilah timbullah arus listrik, arus melalui kabel/kawat yang ke dua ujungnya dihubungkan dengan cincin geser. Pada cincin-cincin tersebut menggeser sikat-sikat, sebagai terminal penghubung keluar.

Bagian-bagian generator :
1. Rotor, adalah bagian yang berputar yang mempunyai bagian terdiri dari poros, inti, kumparan, cincin geser, dan sikat-sikat.
2. Stator, adalah bagian yang tak berputar (diam) yang mempunyai bagian terdiri dari rangka stator yang merupakan salah satu bagian utama dari generator yang terbuat dari besi tuang dan ini merupakan rumah dari semua bagian-bagian generator, kutub utama beserta belitannya, kutub-kutub pembantu beserta belitannya, bantalan-bantalan poros.

Konstruksi sederhana sebuah generator

Macam Generator
Berdasarkan tegangan yang dibangkitkan generator dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Generator Arus Bolak-Balik (AC)
Generator arus bolak-balik yaitu generator dimana tegangan yang dihasilkan (tegangan output) berupa tegangan bolak-balik.
2. Generator Arus Searah (DC)
Generator arus searah yaitu generator dimana tegangan yang dihasilkan (tegangan output) berupa tegangan searah, karena didalamnya terdapat sistem penyearahan yang dilakukan bisa berupa oleh komutator atau menggunakan dioda.

A. GENERATOR DC

Generator DC merupakan sebuah perangkat Motor listrik yang mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. Generator DC menghasilkan arus DC / arus searah. Generator DC dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan dari rangkaian belitan magnet atau penguat eksitasinya terhadap jangkar (anker), jenis generator DC yaitu:

1. Generator penguat terpisah
2. Generator shunt
3. Generator kompon

Gambar rangkaian Generator DC

1. Konstruksi Generator DC Pada umumnya generator DC dibuat dengan menggunakan magnet permanent dengan 4-kutub rotor, regulator tegangan digital, proteksi terhadap beban lebih, starter eksitasi, penyearah, bearing dan rumah generator atau casis, serta bagian rotor. Gambar berikut menunjukkan gambar potongan melintang konstruksi generator DC.

Konstruksi Generator DC

Generator DC terdiri dua bagian, yaitu stator, yaitu bagian mesin DC yang diam, dan bagian rotor, yaitu bagian mesin DC yang berputar. Bagian stator terdiri dari: rangka motor, belitan stator, sikat arang, bearing dan terminal box. Sedangkan bagian rotor terdiri dari: komutator, belitan rotor, kipas rotor dan poros rotor.

Bagian yang harus menjadi perhatian untuk perawatan secara rutin adalah sikat arang yang akan memendek dan harus diganti secara periodic / berkala. Komutator harus dibersihkan dari kotoran sisa sikat arang yang menempel dan serbuk arang yang mengisi celah-celah komutator, gunakan amplas halus untuk membersihkan noda bekas sikat arang.

2. Prinsip kerja Generator DC

Pembangkitan tegangan induksi oleh sebuah generator diperoleh melalui dua cara:

• dengan menggunakan cincin-seret, menghasilkan tegangan induksi bolak-balik.
• dengan menggunakan komutator, menghasilkan tegangan DC.

Proses pembangkitan tegangan tegangan induksi tersebut dapat dilihat pada Gambar 2 dan Gambar 3:


Gbr2. Pembangkitan Tegangan Induksi

Jika rotor diputar dalam pengaruh medan magnet, maka akan terjadi perpotongan medan magnet oleh lilitan kawat pada rotor. Hal ini akan menimbulkan tegangan induksi. Tegangan induksi terbesar terjadi saat rotor menempati posisi seperti Gambar 2 (a) dan (c). Pada posisi ini terjadi perpotongan medan magnet secara maksimum oleh penghantar. Sedangkan posisi jangkar pada Gambar 2.(b), akan menghasilkan tegangan induksi nol. Hal ini karena tidak adanya perpotongan medan magnet dengan penghantar pada jangkar atau rotor. Daerah medan ini disebut daerah netral.


Gbr3.Tegangan Rotor yang dihasilkan melalui cincin-seret dan komutator

Jika ujung belitan rotor dihubungkan dengan slip-ring berupa dua cincin (disebut juga dengan cincin seret), seperti ditunjukkan Gambar 3.(1), maka dihasilkan listrik AC (arus bolak-balik) berbentuk sinusoidal. Bila ujung belitan rotor dihubungkan dengan komutator satu cincin Gambar 3.(2) dengan dua belahan, maka dihasilkan listrik DC dengan dua gelombang positif.

• Rotor dari generator DC akan menghasilkan tegangan induksi bolak-balik. Sebuah komutator berfungsi sebagai penyearah tegangan AC.
• Besarnya tegangan yang dihasilkan oleh sebuah generator DC, sebanding dengan banyaknya putaran dan besarnya arus eksitasi (arus penguat medan).

3. Jangkar Generator DC

Jangkar adalah tempat lilitan pada rotor yang berbentuk silinder beralur. Belitan tersebut merupakan tempat terbentuknya tegangan induksi. Pada umumnya jangkar terbuat dari bahan yang kuat mempunyai sifat feromagnetik dengan permiabilitas yang cukup besar.
Permeabilitas yang besar diperlukan agar lilitan jangkar terletak pada derah yang induksi magnetnya besar, sehingga tegangan induksi yang ditimbulkan juga besar. Belitan jangkar terdiri dari beberapa kumparan yang dipasang di dalam alur jangkar. Tiap-tiap kumparan terdiri dari lilitan kawat atau lilitan batang.

Gbr4.Jangkar Generator DC
4. Reaksi Jangkar

Fluks magnet yang ditimbulkan oleh kutub-kutub utama dari sebuah generator saat tanpa beban disebut Fluks Medan Utama (Gambar 5). Fluks ini memotong lilitan jangkar sehingga timbul tegangan induksi.

Gbr5. Medan Eksitasi Generator DC

Bila generator dibebani maka pada penghantar jangkar timbul arus jangkar. Arus jangkar ini menyebabkan timbulnya fluks pada penghantar jangkar tersebut dan biasa disebut FIuks Medan Jangkar (Gambar 6).

Gbr6. Medan Jangkar dari Generator DC (a) dan Reaksi Jangkar (b)

Munculnya medan jangkar akan memperlemah medan utama yang terletak disebelah kiri kutub utara, dan akan memperkuat medan utama yang terletak di sebelah kanan kutub utara. Pengaruh adanya interaksi antara medan utama dan medan jangkar ini disebut reaksi jangkar. Reaksi jangkar ini mengakibatkan medan utama tidak tegak lurus pada garis netral n, tetapi bergeser sebesar sudut α. Dengan kata lain, garis netral akan bergeser. Pergeseran garis netral akan melemahkan tegangan nominal generator.
Untuk mengembalikan garis netral ke posisi awal, dipasangkan medan magnet bantu (interpole atau kutub bantu), seperti ditunjukkan pada Gambar 7(a)
.

Gbr7.Generator dengan Kutub Bantu (a) dan Generator Kutub Utama, Kutub Bantu, Belitan Kompensasi (b)Lilitan magnet bantu berupa kutub magnet yang ukuran fisiknya lebih kecil dari kutub utama. Dengan bergesernya garis netral, maka sikat yang diletakkan pada permukaan komutator dan tepat terletak pada garis netral n juga akan bergeser. Jika sikat dipertahankan pada posisi semula (garis netral), maka akan timbul percikan bunga api, dan ini sangat berpotensi menimbulkan kebakaran atau bahaya lainnya. Oleh karena itu, sikat juga harus digeser sesuai dengan pergeseran garis netral. Bila sikat tidak digeser maka komutasi akan jelek, sebab sikat terhubung dengan penghantar yang mengandung tegangan. Reaksi jangkar ini dapat juga diatasi dengan kompensasi yang dipasangkan pada kaki kutub utama baik pada lilitan kutub utara maupun kutub selatan, seperti ditunjukkan pada gambar 7 (a) dan (b), generator dengan komutator dan lilitan kompensasinya. Kini dalam rangkaian generator DC memiliki tiga lilitan magnet, yaitu:
• lilitan magnet utama
• lilitan magnet bantu (interpole)
• lilitan magnet kompensasi5. Jenis-Jenis Generator DC

Seperti telah disebutkan diawal, bahwa generator DC berdasarkan dari rangkaian belitan magnet atau penguat eksitasinya terhadap jangkar (anker) dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Generator penguat terpisah
2. Generator shunt
3. Generator kompon

Penjelasan jenis generator DC

1. Generator Penguat Terpisah

Pada generator penguat terpisah, belitan eksitasi (penguat eksitasi) tidak terhubung menjadi satu dengan rotor. Terdapat dua jenis generator penguat terpisah, yaitu:
1. Penguat elektromagnetik (Gambar 8.a)
2. Magnet permanent / magnet tetap (Gambar 8.b)

Gbr8. Generator Penguat Terpisah.

Energi listrik yang dihasilkan oleh penguat elektromagnet dapat diatur melalui pengaturan tegangan eksitasi. Pengaturan dapat dilakukan secara elektronik atau magnetik. Generator ini bekerja dengan catu daya DC dari luar yang dimasukkan melalui belitan F1-F2.

Penguat dengan magnet permanen menghasilkan tegangan output generator yang konstan dari terminal rotor A1-A2. Karakteristik tegangan V relatif konstan dan tegangan akan menurun sedikit ketika arus beban I dinaikkan mendekati harga nominalnya.

Karakteristik Generator Penguat Terpisah

Gbr9. Karakteristik Generator Penguat Terpisah

Gambar 9 menunjukkan:
a. karakteristik generator penguat terpisah saat eksitasi penuh (Ie 100%) dan saat eksitasi setengah penuh (Ie 50%). Ie adalah arus eksitasi, I adalah arus beban.Tegangan output generator akan sedikit turun jika arus beban semakin besar.
b. Kerugian tegangan akibat reaksi jangkar.
c. Perurunan tegangan akibat resistansi jangkar dan reaksi jangkar, selanjutnya mengakibatkan turunnya pasokan arus penguat ke medan magnet, sehingga tegangan induksi menjadi kecil.

2. Generator Shunt

Pada generator shunt, penguat eksitasi E1-E2 terhubung paralel dengan rotor (A1-A2). Tegangan awal generator diperoleh dari magnet sisa yang terdapat pada medan magnet
stator. Rotor berputar dalam medan magnet yang lemah, dihasilkan tegangan yang akan memperkuat medan magnet stator, sampai dicapai tegangan nominalnya. Pengaturan arus eksitasi yang melewati belitan shunt E1-E2 diatur oleh tahanan geser. Makin besar arus eksitasi shunt, makin besar medan penguat shunt yang dihasilkan, dan tegangan terminal meningkat sampai mencapai tegangan nominalnya. Diagram rangkaian generator shunt dapat dilihat pada Gambar 10.

Gbr10. Diagram Rangkaian Generator Shunt

Jika generator shunt tidak mendapatkan arus eksitasi, maka sisa megnetisasi tidak akan ada, atau jika belitan eksitasi salah sambung atau jika arah putaran terbalik, atau rotor terhubung-singkat, maka tidak akan ada tegangan atau energi listrik yang dihasilkan oleh generator tersebut.

Karakteristik kerja Generator


Gbr11. Karakteristik Generator Shunt.

Generator shunt mempunyai karakteristik seperti ditunjukkan pada Gambar 11. Tegangan output akan turun lebih banyak untuk kenaikan arus beban yang sama, dibandingkan dengan tegangan output pada generator penguat terpisah. Sebagai sumber tegangan, karakteristik dari generator penguat terpisah dan generator shunt tentu kurang baik, karena seharusnya sebuah generator mempunyai tegangan output yang konstan, namun hal ini dapat diperbaiki pada generator kompon.3. Generator Kompon Generator kompon mempunyai dua penguat eksitasi pada inti kutub utama yang sama. Satu penguat eksitasi merupakan penguat shunt, dan lainnya merupakan penguat seri. Diagram rangkaian generator kompon ditunjukkan pada Gambar 12. Pengatur medan magnet (D1-D2) terletak di depan belitan shunt.


Gbr12. Diagram Rangkaian Generator Kompon

Karakteristik Generator Kompon


Gbr13. Karakteristik Generator Kompon

Gambar 13 menunjukkan karakteristik generator kompon. Tegangan output generator terlihat konstan dengan pertambahan arus beban, baik pada arus eksitasi penuh maupun eksitasi 50%. Hal ini disebabkan oleh adanya penguatan lilitan seri, yang cenderung naik tegangannya jika arus beban bertambah besar. Jadi ini merupakan kompensasi dari generator shunt, yang cenderung tegangannya akan turun jika arus bebannya naik.Karakteristik generator DC

Karakteristik motor dc Torsi tinggi pada kecepatan rendah. Pengaturan kecepatan bagus’ pada seluruh rentang (tidak ada low-end cogging). Kemampuan mengatasi beban-Iebih lebih baik. Lebih mahal dibandingkan motor ac. Secara fisik lebih besar dibandingkan dengan motor ac untuk HP yang sama. Pemeliharaan dan perbaikan yang diperlukan lebih rutin.


B. GENERATOR AC

Generator arus bolak-balik berfungsi mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik arus bolak-balik. Generator arus bolak-balik berfungsi mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik arus bolak-balik. Generator Arus Bolak-balik sering disebut juga seabagai alternator, generator AC (alternating current), atau generator sinkron. Dikatakan generator sinkron karena jumlah putaran rotornya sama dengan jumlah putaran medan magnet pada stator. Kecepatan sinkron ini dihasilkan dari kecepatan putar rotor dengan kutub-kutub magnet yang berputar dengan kecepatan yang sama dengan medan putar pada stator. Mesin ini tidak dapat dijalankan sendiri karena kutub-kutub rotor tidak dapat tiba-tiba mengikuti kecepatan medan putar pada waktu sakelar terhubung dengan jala-jala.


Rangkaian Ekivalen Generator AC

Berdasarkan sistem pembangkitannya generator AC dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Generator 1 fasa
Generator yang dimana dalam sistem melilitnya hanya terdiri dari satu kumpulan kumparan yang hanya dilukiskan dengan satu garis dan dalam hal ini tidak diperhatikan banyaknya lilitan. Ujung kumparan atau fasa yang satu dijelaskan dengan huruf besar X dan ujung yang satu lagi dengan huruf U.
2. Generator 3 fasa
Generator yang dimana dalam sistem melilitnya terdiri dari tiga kumpulan kumparan yang mana kumparan tersebut masing-masing dinamakan lilitan fasa. Jadi pada statornya ada lilitan fasa yang ke satu ujungnya diberi tanda U – X; lilitan fasa yang ke dua ujungnya diberi tanda dengan huruf V – Y dan akhirnya ujung lilitan fasa yang ke tiga diberi tanda dengan huruf W – Z.

Konstruksi Generator Arus Bolak-balik

Konstruksi generator arus bolak-balik ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu 1) stator, yakni bagian diam yang mengeluarkan tegangan bolakbalik, dan (2) rotor, yakni bagian bergerak yang menghasilkan medan magnit yang menginduksikan ke stator. Stator terdiri dari badan generator yang terbuat dari baja yang berfungsi melindungi bagian dalam generator, kotak terminal dan name plate pada generator. Inti Stator yang terbuat dari bahan ferromagnetik yang berlapis-lapis dan terdapat alur-alur tempat meletakkan lilitan stator. Lilitan stator yang merupakan tempat untuk menghasilkan tegangan. Sedangkan, rotor berbentuk kutub sepatu (salient) atau kutub dengan celah udara sama rata (rotor silinder).

Prinsip Kerja Generator AC

Prinsip dasar generator arus bolak-balik menggunakan hukum Faraday yang menyatakan jika sebatang penghantar berada pada medan magnet yang berubah-ubah, maka pada penghantar tersebut akan terbentuk gaya gerak listrik. Prinsip generator ini secara sederhana dapat dijelaskan bahwa tegangan akan diinduksikan pada konduktor apabila konduktor tersebut bergerak pada medan magnet sehingga memotong garis-garis gaya. Hukum tangan kanan berlaku pada generator dimana menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara penghantar bergerak, arah medan magnet, dan arah resultan dari aliran arus yang terinduksi. Apabila ibu jari menunjukkan arah gerakan penghantar, telunjuk menunjukkan arah fluks, jari tengah menunjukkan arah aliran elektron yang terinduksi. Hukum ini juga berlaku apabila magnet sebagai pengganti penghantar yang digerakkan.

Terdapat dua jenis konstruksi dari generator ac, jenis medan diam atau medan magnet dibuat diam dan medan magnet berputar.
Besar tegangan generator bergantung pada :
1. Kecepatan putaran (N)
2. Jumlah kawat pada kumparan yang memotong fluk (Z)
3. Banyaknya fluk magnet yang dibangkitkan oleh medan magnet (f)
3. Konstruksi Generator

Jumlah kutub generator arus bolak-balik tergantung dari kecepatan rotor dan frekuensi dari ggl yang dibangkitkan. Hubungan tersebut dapat ditentukan dengan persamaan :

Eksitasi Generator ACSistem eksitasi secara konvensional dari sebuah generator arus bolak-balik terdiri atas sumber arus searah yang dihubungkan ke medan generator ac melalui cincin-slip dan sikat-sikat. Sumber dc biasanya diperoleh dari generator arus searah yang digerakkan dengan motor atau penggerak mula yang sama dengan penggerak mula generator bolak-balik. Setelah datangnya zat padat, beberapa sistem eksitasi yang berbeda telah dikembangkan dan digunakan. Salah satunya adalah daya diambil dari terminal generator ac, diubah ke daya dc oleh penyearah zat padat dan kemudian dicatu ke medan generator ac dengan menggunakan cincin-slip konvensional dan sikat-sikat. Dalam sistem serupa yang digunakan oleh generator dengan kapasitas daya yang lebih besar, daya dicatukan ke penyearah zat padat dari lilitan tiga fase terpisah yang terletak diatas alur stator generator. Satu-satunya fungsi dari lilitan ini adalah menyediakan daya eksitasi untuk generator. Sistem pembangkitan lain yang masih digunakan baik dengan generator sinkron tipe kutub-sepatu maupun tipe rotor-silinder adalah sistem tanpa sikat-sikat, yang mana generator ac kecil dipasang pada poros yang sama sebagai generator utama yang digunakan untuk pengeksitasi. Pengeksitasi ac mempunyai jangkar yang berputar, keluarannya kemudian disearahkan oleh penyearah dioda silikon yang juga dipasang pada poros utama. Keluaran yang telah disearahkan dari pengeksitasi ac, diberikan langsung dengan hubungan yang diisolasi sepanjang poros ke medan generator sinkron yang berputar. Medan dari pengeksitasi ac adalah stasioner dan dicatu dari sumber dc terpisah. Berarti tegangan yang dibangkitkan oleh generator sinkron dapat dikendalikan dengan mengubah kekuatan medan pengeksitasi ac. Jadi sistem pengeksitasi tanpa sikat tidak menggunakan komutator yang akan memperbaiki keandalan dan menyederhanakan pemeliharaan umum.

Karakteristik

Karakteristik motor ac Harga lebih murah. Pemeliharaannya lebih mudah. Ada berbagai bentuk displai untuk berbagai lingkungan pengoperasian. Kemampuan untuk bertahan pada lingkungan pengoperasian yang keras. Secara fisik lebih kecil dibandingkan dengan motor dc dari HP yang sama. Biaya perbaikan lebih murah. Kemampuan untuk berputar pada kecepatan di atas ukuran kecepatan kerja yang tertera di nameplate.

C. Miscellaneous Subjects

Lighting Systems
-Types of lighting fittings

Navigation Aids
-Flashing marker lights

1. White and red lights flashing the Morse letters ‘U’ every 15 seconds as follows:

—Eclipse 1.00 s

—Flash 1.00 s

—Eclipse 1.00 s

—Flash 3.00 s

—Eclipse 8.00 s

Total Period 15.00 s

2. Fog signals sounding the ‘U’ every 30 seconds as follows:

—Blast 0.75 s

—Silent 1.00 s

—Blast 0.75 s

—Silent 1.00 s

—Blast 2.50 s

—Silent 24.00 s

Total Period 30.00 s

3. Illuminated identification panels.

4. Navigation buoys.

-White and red flashing lights

— *lampu utama: kisaran 15 mil dan terlihat di setiap arah pendekatan, minimal dua maksimum empat
—* lampu Anak: 3 mil ‘nominal’ rentang harus diposisikan untuk menandai ekstremitas horizontal struktur, dalam posisi tidak ditempati oleh lampu putih, untuk menunjukkan setiap proyeksi tidak teratur kompleks.
— *lampu Sekunder: ‘nominal’ jangkauan 10 mil dan terlihat di setiap arah pendekatan secara otomatis masuk ke dalam operasi dalam hal kegagalan 15 mil lampu putih utama, ini dipasang di lokasi yang sama dengan lampu putih utama.

-Navigation buoys

Navigasi penanda pelampung dapat gelombang atau bertenaga surya atau alternatif dilengkapi dengan baterai. Mereka akan dipertahankan dalam posisi untuk memfasilitasi peluncuran panduan cepat, dan ketentuan harus dibuat untuk pemeriksaan siap dan pemeliharaan baterai.

-Identification panels

Panel Identifikasi struktur biasanya terdiri dari huruf hitam dan angka satu meter tinggi pada latar belakang kuning dengan iluminasi atau berada di latar belakang retro-reflektif.

-Aircraft hazard lighting

-“Hazard lightening” harus diberikan pada semua proyeksi dari struktur yang dapat menimbulkan bahaya bagi helikopter mendekati platform. Posisi akan tidak praktis untuk menyesuaikan lampu merah karena kemungkinan kerusakan atau kesulitan maintenance yang disebabkan oleh suhu tinggi, seperti menara suar dan tumpukan knalpot, akan banjir menyala dari lokasi yang nyaman.
Dalam hal kegagalan pasokan utama pencahayaan bahaya akan dipasok dari generator darurat atau pasokan baterai.
Tidak ada bentuk pencahayaan pada strukturyang mampu menciptakan bahaya untuk helikopter pada malam-membutakan pilot karena silau akan cahaya.

-Helicopter landing facilities

Sebuah frekuensi sinyal radio tinggi dengan kisaran minimal 30 mil dapat disediakan untuk bimbingan helikopter mendekat, dan VHF / AM radio akan disediakan untuk komunikasi dengan pilot untuk mematuhi standar yang tepat, untuk lokasi.
Struktur ini juga akan dilengkapi dengan perangkat yang cocok untuk memastikan kecepatan dan arah angin, suhu udara, tekanan udara, visibilitas dan tutupan awan.

-Radar

Semua peralatan dan kabel interkoneksi harus berada di daerah aman. Pemancar dan antena tidak boleh berlokasi dekat tele komunikasi peralatan, alat elektronik dan peralatan serupa yang bisa menderita gangguan atau kerusakan akibat radiasi energi frekuensi radio tinggi. Para antena harus diposisikan untuk mencegah penciptaan energi medan frekuensi radio tinggi di daerah berbahaya di mana mereka bisa menyebabkan pengapian.

-Radio direction-finder

Peralatan harus berada di ruang radio.
Para antena dan kabel pengumpan harus ditempatkan di daerah aman sedekat mungkin ke ruang radio.
Catu daya darurat harus menyediakan minimal 6 jam lamanya, dan minimal 3 jam pasokan ini harus berasal dari baterai. Baterai, charger dan kabel suplai harus di daerah aman sedekat mungkin ke ruang radio.

-Sonar Devices

Cathodic Protection

Arus searah diatur mengalir keluar dari anoda terkesan ke dalam elektrolit sekitarnya, yang merupakan air laut untuk offshore struktur membangun struktur atau tanah basah untuk struktur onshore. The, kembali arus melalui struktur itu sendiri dan kemudian kembali ke terminal negatif dari sumber arus terkesan. Arah arus sebagai describe d mencegah hilangnya logam dari struktur ke elektrolit. Ini adalah kebalikan arah hingga saat ini saat alam akibat tindakan korosi.

D. Preparing Equipments Specifications

The Purpose of Specifications

Tujuan utama dari mempersiapkan spesifikasi untuk item peralatan adalah untuk memastikan bahwa pembeli, yang mungkin juga menjadi pemilik, memperoleh peralatan yang dibutuhkan, bukan apa pemasok atau produsen berpikir pembeli harus memiliki. Dalam banyak situasi perbedaan persepsi persyaratan mungkin kecil dan tidak signifikan. Namun, untuk peralatan rumit seperti switchgear tegangan tinggi dan sistem pembangkit perbedaan mungkin sangat signifikan.

A Typical Format for a Specification

Pada bagian pendahuluan ini harus ada penjelasan singkat di mana peralatan tersebut akan berada, jenis instalasi apa yang akan menggunakan peralatan dan apakah lingkungan berbahaya atau tidak berbahaya (atau keduanya).

-Scope of Supply

Sebuah daftar ringkasan harus menunjukkan semua komponen utama yang membentuk peralatan, misalnya Generator AC, kopling, exciters, AVR, terminal kotak, sistem pelumasan, sistem pendingin stator, penukar panas.
Apabila diperlukan adalah bijaksana untuk menggambarkan atau daftar apa yang tidak termasuk dalam lingkup pasokan.
Ini akan meminimalkan kesalahpahaman pada tahap berikutnya ketika kutipan sedang dibandingkan, misalnya untuk contoh di atas, gearbox, prime mover, dasar bingkai atau perakitan selip.

Service and environmental conditions

Disini harus dijelaskan berbagai lingkungan(ambient) suhu, kelembaban, angin, dan kondisi air pendingin yang tersedia. Desain suhu ambien harus dinyatakan. Jenis cuaca sepanjang tahun mungkin memiliki pengaruh pada desain peralatan, misalnya penuh debu angin,badai berat,hujan korosif, udara yang terkontaminasi dengan bahan kimia. Kondisi outdoor dan indoor harus dijelaskan jika sesuai.

Compliant international standards

Daftar hanya standar internasional yang paling tepat harus dimasukkan. Judul, nomor identifikasi dan nomor revisi terbaru harus diberikan. Jika terlalu banyak standar untuk jenis peralatan terdaftar, maka banyak kebingungan dapat timbul di kemudian hari ketika cek jaminan kualitas yang dibuat.
Beberapa standar memiliki judul yang sama tetapi memiliki perbedaan yang halus dan aplikasi. (Mixing standar Eropa dan AS dapat menimbulkan salah tafsir dari definisi dan kesesuaian karena mereka tidak selalu identik setara satu sama lain, seperti dalam kasus dengan beberapa BSI dan standar IEC yang memenuhi norma-norma harmonisasi CENELEC.)

Definition of technical and non-technical terms

Disarankan bahwa kata-kata sangat penting, frasa, istilah dan singkatan didefinisikan dalam spesifikasi itu sendiri, terutama jika mereka berbeda dalam penggunaan dari mengatakan yang diberikan dalam spesifikasi IEC. (Sebuah contoh yang muncul secara teratur adalah perbedaan dalam arti antara ‘AKAN‘ dan ‘seharusnya.)

Performance or functional requirements

The basic requirements for performance can be categorised as follows:-

— Starting up.

— Normal continuous operation.

— Permissible but limited overloading.

— Short-circuit withstand.

— Shutting down.

Design and construction requirements

Peralatan industri minyak cenderung lebih kuat dari peralatan industri normal karena lingkungan sering keras dan bermusuhan di mana ia diharapkan untuk berfungsi tanpa masalah untuk jangka waktu yang lama.
Biaya tidak langsung kegagalan peralatan dan padam tinggi dan kehandalan adalah sangat penting.

Inspection and testing

Inspeksidan pengujianperalatan yang dibeliadalah salah satutugas yang palingpenting dalamrekayasaproyek. Arti pentingnyakadang-kadangdiremehkan. Tesserius pertamabahwasaksipembeliadalah merekadi pabrik tempatperalatan yangdirakit. Tes inijuga akan mencakuppemeriksaan fisikperalatan.

Spare parts

Padatahap penyelidikanituadalah praktek umum untukmeminta produsenuntukmencantumkanataumenggambarkan apasuku cadangyang diperlukanuntuk tujuandancommissioninguntuk penggunaan normalperalatan.

Documentation

— Tender documentation.

— Purchase order documentation.

— At the time of delivery of the equipment.

Appendices

Appendices may be needed to give particular details, e .g. hazardous area applications, testing data, special tests, bearings and lubrication requirements, noise information, protective relay data, interlocking requirements, switchgear cubicle contents, control panel requirements, and copies of partially completed data sheets.