Merayakan Literasi di Kampus Ganesha

June 25th, 2012 by Fauzan Alfi
Labtek VII ITB

Credit: Fauzan Alfi

“Literacy” is one of the biggest and the most difficult issues that people in developing countries are facing. UNESCO defines a “literate” as a person “who can, with understanding, both read and write a short, simple statement on his/her everyday life.”

There are many people who have the will to learn; nevertheless, they have little opportunity to access basic education due to various reasons such as poverty, discrimination, conflict, etc. As a result, they are unable to have skills for reading, writing and calculating, and we call them “illiterates.”

Source: Asia-Pasific Cultural Center for UNESCO

Sejak dahulu, kampus Institut Teknologi Bandung sangat terkenal dengan pergerakan mahasiswanya. Suaranya sangat lantang menentang kekuatan besar yang tidak sesuai dengan arah dan tujuan bangsa Indonesia pada saat itu. Kehidupan kampus menjadi sebuah medan pengodogan pemikiran dan titik awal perjuangan melawan Orde Baru yang mengekang kebebasan untuk berpendapat dan menyuarakan pemikiran. Pemikiran dipaksa untuk hanya terpendam di dalam lingkungan kampus. Tak pelak, banyak sekali mahasiswa yang turun ke jalan menjadi seorang aktivis ketimbang menjadi akademis. Tetapi, masa itu sudah tiada.

Kini, kebebasan berkumpul dan berpendapat dilindungi oleh Undang-Undang Dasar. Namun, masih banyak pemikiran, pendapat, ide yang hanya dipendam atau hanya sekedar dibicarakan dalam sebuah forum silaturahim antar lembaga, kemudian berujung pada lembaran-lembaran notulis dan menjadi sebuah arsip belaka. Sebenarnya, dari hal sekecil menulis sebuah notulis atau ringkasan sebuah forum dapat menjadi titik awal mengembangkan budaya literasi di kampus ini.

Budaya literasi ada bukan hanya ada karena kewajiban setiap lulusan Sarjana untuk menulis sebuah jurnal ilmiah. Budaya literasi sudah ada sejak kita kecil tapi kita tidak menyadarinya. Tak hanya karena kita membutuhkannya, tapi juga untuk menyuarakan ide serta pemikiran kita ke khalayak ramai minimal ke massa kampus.

Saatnya, kita merayakan literasi di kampus Ganesha ini.

Mahasiswa. Alumni. Dosen. Bersama-sama kita merayakan literasi di era digital ini.

Berbagi bersama untuk bergerak bersama-sama.


Fauzan Alfi (Blogger ITB)