Fresh Graduate, Jangan Terlewat Ini Cara Hitung Zakat Penghasilanmu

Orang islam tentu sudah tidak asing dengan zakat, karena ini adalah salah satu rukun islam yang sederhananya kita mengeluarkan uang (rezeki) yang kita miliki kepada mereka yang membutuhkan sebagai bentuk syukur dan membersihkan diri.

Selain zakat fitrah, kita sebagai umat muslim juga mengenal yang namanya zakat penghasilan. Apa sih sebenarnya zakat penghasilan itu dan bagaimana cara menghitungnya? Artikel kali ini akan memberikan penjelasannya untuk anda.

Apa itu Zakat Penghasilan

Zakat penghasilan atau yang biasa disebut sebagai zakat profesi adalah zakat mal yang wajib dikeluarkan oleh umat islam yang bekerja dengan penghasilan yang sudah sesuai dengan standar nishab.

Di Indonesia sendiri menurut menteri agama, standar nishab yang digunakan adalah 5,2 jutaan setiap bulannya. Sedangkan untuk besaran yang dibayarkan sendiri adalah pendapatan yang diterima dikalikan dengan 2,5%.

Landasan Zakat Penghasilan

Al Quran panduan yang sudah diturunkan oleh Allah SWT kepada hambanya agar lebih mudah dalam menjalani hidup. Dalam al Quran pun ada ayat khusus yang mengatur tentang zakat profesi ini, salah satunya kita bisa mengacu pada surat Qs Al-Baqarah  267 yang sederhananya kita diminta untuk lebih bijak dalam menggunakan rezeki yang sudah Allah berikan.

Untuk lebih lengkapnya, berikut sayat dan arti dalam surat yang kami maksud.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Yang artinya:

Wahai orang-orang yang beriman! Belanjakanlah (pada jalan Allah) sebahagian dari hasil usaha kamu yang baik-baik, dan sebahagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu sengaja memilih yang buruk daripadanya (lalu kamu dermakan atau kamu jadikan pemberian zakat), padahal kamu sendiri tidak sekali-kali akan mengambil yang buruk itu (kalau diberikan kepada kamu), kecuali dengan memejamkan mata padanya. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah Maha Kaya, lagi sentiasa Terpuji.

Baca juga: Referensi Fiqh Zakat

Nishab Zakat Penghasilan

Artikel diatas kami sudah sering mengatakan tentang Nishab zakat profesi, lalu sebenarnya nishab itu apa sih? Kenapa sering digunakan dalam membahas zakat? Sederhananya Nishab adalah batasan banyaknya jumlah harta yang dimilik seorang muslim dalam satu tahun dan harus mengeluarkan zakat.

Nishab sendiri ada banyak sekali jenisnya dan memiliki perhitungan yang berbeda-beda, misalkan Nishab kerbau, sapi, unta, emas, perniagaan, pertanian, dan masih banyak lagi lainnya. Namun karena yang kita bicarakan disini adalah Nishab zakat penghasilan, tentu saja jumlah atau batasan yang akan kita bahas adalag Nishab Zakat Penghasilan.

Jika kita sesuaikan dengan profesi pertanian, Nishab penghasilan sendiri sebanyak 653 kilogram gabah, yang kalau kita konvesi ke rupiah kurang lebih sekitar Rp. 5,600 / kilogram. Jika penghasilan yang diterima dalam bentuk uang bagaimana? Kalau penghasilan anda berbentuk uang, kita bisa menggunakan perhitungan 2,5% dari jumlah penghasilan.

Contoh Kasus

Andi adalah seorang pekerja serabutan, yang artinya ia bekerja kalau ada yang meminta, dan kadang juga tidak bekerja. Setelah satu bulan penuh, ternyata jumlah penghasilan yang berhasil mereka kumpulkan adalah sebanyak 2,5 juta.

Jika kita mengacu pada Nishab yang diberikan oleh menteri agama, maka Andi sendiri sebenarnya tidak berkewajiban untuk mengeluarkan zakat penghasilan. Namun karena ini adalah bentuk ibadah, maka sah-sah saja jika Andi ingin mengeluarkan zakat, yang perhitungannya seperti ini.

2.500.000 x 2,5% = 62,500 ribu per bulan.

Jika andi ingin mengeluarkan zakat penghasilan, maka perbulannya andi bisa mengeluarkan Rp. 62,500, namun sifatnya tidak wajib karena penghasilan andi belum masuk hitungan Nishab.

Contoh kasus yang kedua misalnya Arif adalah seorang karyawan, ia setiap bulannya mendapatkan gaji Rp. 5.000.000, yang artinya jika Arif adalah muslim, maka ia wajib untuk mengeluarkan zakat profesi karena sudah mencapai Nishab. Perhitungannya juga sama, yakni seperti dibawah ini:

Rp. 5.000.000 x 2,5% = Rp. 125.000 per bulan

Jadi dengan penghasilan 5 juta, maka Arif wajib untuk mengeluarkan zakat profesi setiap bulannya dengan jumlah kurang lebih sekitar Rp. 125.000 per bulan.

Syarat Zakat Secara Umum

Secara etika, mengeluarkan sebagian harta yang kita miliki untuk suatu hal yang baik seperti berbagi tentu saja suatu hal yang mulia. Namun tetap saja, ada beberapa syarat terhadap pengeluaran zakat ini. Secara umum, syarat yang harus dipenuhi ketika akan mengeluarkan zakat adalah sebagai berikut:

  • Seorang yang beragama Islam.
  • Adalah memiliki status yang merdeka, artinya ia bukanlah budak, yaitu orang yang masih dalam kontrol orang lain.
  • Harta yang di zakatkan adalah kepunyaan mereka sendiri, dan bukan milik orang lain.
  • Sudah memenuhi ambang batas Nishab, yang kalau dalam perhitungan emas adalah 85 gram.
  • Cukup Haul, yaitu periode atau jangka waktu tertentu, misalnya 1 tahun dan sebagainya.

Sebagai hamba yang baik, alangkah lebih baiknya kalau kita patuh dengan apa yang di ajakrkan oleh Rasullulah SAW, seperti yang diterangkan dalam Al Quran ataupun Al Hadist. Kalau kata ustad diuluar sana, pokoknya kita “samikna wa atokna”, dengan begitu insyallah Allah akan mengatur sendiri apa yang kita butuhkan, dan dijauhkan dengan apa yang tidak baik dengan kita.

Semoga artikel terkait zakat penghasilan ini bisa memberikan kita sedikit pencerahan dalam mengatur dan mengalokasikan pendapatan untuk Zakat, dan semoga kita senantiasa mendapatkan rezeki yang di berkahi oleh Allah SWT.