Seandainya perubahan posisi tidur dan cara lainnya tak membuahkan hasil, Anda dapat memakai helm khusus untuk mengembalikan wujud kepala anak kita. Helm khusus ini bisa membantu mengoreksi format tulang tengkorak anak kecil seiring pertumbuhannya, dengan memberi tekanan pada salah satu sisi kepala dan mengurangi tekanan di sisi yang lain, sehingga memungkinkan pertumbuhan yang merata di segala bagian tulang tengkorak. Sistem ini diawali dikala tengkorak bayi masih lunak, adalah sekitar usia lima atau enam bulan. Dan alat tersebut seharusnya senantiasa diterapkan, sampai dengan 23 jam per hari, selama beberapa bulan.

kepala bayi peyang

kepala bayi peyang

Wujud kepala bayi yang peyang juga bisa disebabkan sebab adanya penekanan pada kepala balita saat pengerjaan kelahiran seperti yang dijelaskan oleh situs holus.id. Jika tidur mengaplikasikan bantal yang lembut memang membuat kau lebih tertidur nyenyak. Tetapi gak serupa halnya dengan anak kecil. Malahan para pakar merekomendasikan agar balita tidur tanpa bantal sampai usia 12 bulan agar tak mengalami kepala bayi peyang.

Bayi dengan bentuk kepala asimetri banyak terjadi, karena kesalahan posisi tidur. Insiden ini berupa bentuk kepala tidak teratur di bagian belakang, atau lebih dikenal dengan istilah kepala peyang, juga disebut plagiocephaly dalam bahasa medis.

Secara tradisional, plagiocephaly biasanya ditangani dengan mengubah posisi tidur, atau tak jarang berganti posisi ketika menyusui. Namun seorang ayah bernama Wesley Piercy, menerapkan alat unik untuk memecahkan kepala asimetri si kecil. Ia membeli sebuah helm yang dirancang khusus, komplit dengan motif-motif lucu mengikuti karakter anak kecil.

Jadi,bila balita Anda memiliki kepala panjul sementara anak kita tetangga atau kerabat Anda. Wujud kepala bayi tak normal atau lazim disebut peyang terjadi hampir ke tiap balita yang dilahirkan. Celakanya seandainya tidak seketika diobati akan menjadi permanen. Sedangkan seiring masa pertumbuhan bentuk kepala buah hati pasti akan mengalami perubahan, tetapi tradisi tidur pada satu posisi saja akan berdampak buruk pada bentuk kepala bayi kita.

Umumnya situasi sulit ini terjadi pada anak kita yang menghabiskan beberapa besar waktu mereka di dalam boks anak kecil, tempat duduk pengaman di mobil, atau bangku bayi. Padahal bagi ibu ini ialah posisi paling tepat untuk membikin si kecil tertidur pulas, namun ada sebagian hal yang dapat kita konsisten lakukan untuk mencegah terjadinya permasalahan ini.

Untuk menghindari dan menyelesaikan keadaan sulit kepala balita peyang, ada sebagian hal yang perlu Anda lakukan, di antaranya:

Ubah posisi tidurnya

Untuk mencegah kepala anak kita peyang, usahakan agar bayi tidur telentang dengan posisi kepala miring ke sisi kanan atau sisi kiri, secara bergantian.

Ubah posisi daerah tidurnya

bayi tertarik memandang benda-benda yang bersinar terang atau ke arah jendela. Mengubah posisi tidur balita atau letak tempat tidurnya akan menunjang anak kecil untuk menengokkan kepala ke arah yang berbeda, sehingga tidak terjadi penekanan terus menerus di salah satu sisi kepala.

Cara ini juga bisa digunakan dengan memindahkan posisi mainan yang ada di sekitarnya. Variasikan cara menggendong Menggendong balita dengan posisi anak kecil tegak, baik didekap atau dengan posisi miring, bisa mengurangi penekanan pada komponen belakang kepalanya dan bisa juga memakai helm dan ikat kepala khusus.

Keadaan tulang tengkorak bayi yang belum kokoh atau rapuh, membuat kebiasaan tidur yang salah pada si kecil menjadi penyebab kenapa format kepala anak kita ada yang tak total alias peyang. Situasi ini baru bisa disadari bila kita memperhatikan kepala buah hati kita dari atas. D

ari sudut pandangan tersebut, kita dapat memperhatikan salah satu bagian belakang kepala si kecil lebih rata dibanding sisi yang lain, di sisi yang rata2 tulang pipi akan tampak menonjol, dan alat pendengar malah terkesan lebih maju.

sumber: Kepala Bayi Peyang Karena Tidur