Apakah kalian pernah berpikir untuk berbisnis untuk merancang sebuah aplikasi HP, tetapi tidak paham akan cara mengembangkan mobile apps atau Aplikasi Seluler? Pada kesempatan kali ini, kami akan menjelaskan bagaimana tips mudahnya.

Secara garis besar, mobile apps dirancang oleh developer (Startup) internal atau eksternal. Developer internal adalah pencipta platform aplikasi, sedangkan developer eksternal adalah pihak yang menerapkan sistem pengembangan agar platform yang telah diciptakan dapat dipakai.

Keuntungan nya sebagai pihak pencipta / pengembang mobile apps sangat beragam sekali. Secara umum, pendapatan seorang programmer level junior saja telah menyentuh angka 8 hingga 15 juta rupiah.

Semakin banyak pengalaman, semakin besar juga pendapatan yang diterima. Jika dirincikan, sebenarnya ada tiga sumber terbesar pendapatan seorang pengembang mobile apps. Secara garis besar ada 3 sumber pendapatan utama seorang developer yakni dilihat dari penjualan aplikasi, investor, dan terahir iklan.

Kita lihat dulu dari sumber keuntungan developer yang pertama, yakni penjualan aplikasi. Maksudnya yaitu seorang developer menjual aplikasi yang sedang dibuatnya kepada developer lain sebelum dipublikasikan ke publik. Biasanya, developer yang membeli aplikasi itu akan menambahkan fitur-fitur lain agar lebih cocok lagi dengan keperluan masyarakat.

Nilai jual sebuah aplikasi saja dapat mencapai jutaan atau bahkan ratusan juta. Ini tentu angka yang sangat tinggi sekali. Selanjutnya, pemasukan juga dapat berasal dari investor. Jika investor setuju dengan proposal aplikasi yang telah kalian kembangkan.

Total pendapatan dana bisa mencapai ratusan juta rupiah. Serta sumber pemasukan terahir bagi developer mobile apps yaitu dari iklan yang dipasang pada aplikasi yang sudah dibuat tadi. Jika ada aplikasi didaftarkan pada Google AdMob, pemasukan iklan tidak hanya melalui pihak pemasang iklan saja, tetapi juga ada lewat pihak Google AdMob sendiri.

Potensi pemasukan yang diperoleh oleh seorang developer aplikasi diatas tentu sangat besar sekali. Jika kalian memang berminat untuk mengambil kesempatan ini, kami membagikan beberapa cara untuk memulai kesuksesan kalian dengan mudah.

  • Gunakan Cara WebViews

Ini adalah sebuah langkah awal untuk membuat aplikasi hybrid yang pada dasarnya yaitu sebuah website yang ada dalam sebuah aplikasi. Misalnya saja dari hasil aplikasi dengan cara ini adalah Ionic. Namun cara ini memiliki kekurangan dimana pengalaman pengguna sangat bergantung kepada komunikasi dengan pemberi layanan asli.

  • Gunakan Cara React native

Secara garis besar, cara ini merupakan dengan memakai sebuah widget yang membantu kalian untuk menulis kode Javascript yang sudah dicocokan dengan sintax coding (aturan penulisan bahasa program).

Sama seperti metode WebViews, cara React native memakai runtime JavaScript. Hanya saja, tidak menggunakan protokol HTML ataupun WebViews. Walaupun metode ini mengurangi beberapa kelemahan utama dari cara WebViews, namun secara prinsip tetap bergatung pada Javascript Bridge.

  • Gunakan Cara Progressive web apps

Yang selanjutnya ini dengan memakai aplikasi Web Progresif. Metode ini tergolong berbeda dengan cara selainya. Aplikasi Web Progresif / Web API memungkinkan jangkauan komunikasi yang lebih besar antara website dengan perangkat daripada yang lain.

  • Gunakan Cara Native

Ini adalah cara yang paling mudah yaitu dengan menulis coding aplikasi untuk setiap perangkat ponsel seperti Java untuk Android dan Swift untuk iOS. Untuk menerapkannya, kalian juga tentu harus memahami bahasa pemrograman lebih dahulu.

  • Gunakan Cara Flutter

Tips untukĀ  mengembangkan mobile apps dengan cara Flutter yaitu dengan membagi runtime JvaScript dan mengkomplikasi kode asli supaya dapat cocok di semua jenis platform. Cara ini akan menghasilkan aplikasi yang ringan dan punya kinerja yang optimal.

Spesifikasi Hp Samsung