Ternyata 6 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Penyebab Maag

 Kebiasaan Buruk Makan Sahur dan Buka Puasa

Maag termasuk gangguan kesehatan yang paling sering dialami oleh masyarakat. Bahkan masalah yang berhubungan dengan gangguan pencernaan ini pada dasarnya bisa terjadi pada siapa saja, baik itu anak-anak sampai dengan orang dewasa. Pemicunya sendiri adalah produksi asam lambung yang berlebih, sehingga akan memicu rasa panas di perut, bahkan terkadang nyeri. Kondisi semacam ini memang tidak boleh diabaikan, karena jika tidak bisa menyebabkan efek yang semakin buruk.

Penyebab maag ini sendiri pada dasarnya sangat beragam, namun ia dapat dipicu oleh pola hidup yang salah, berikut ini diantaranya ada beberapa jenis kebiasaan yang mungkin sering kali Anda lakukan. Tanpa disadari hal tersebut sebenarnya dapat memicu penyakit maag, yaitu:

  1. Kebiasaan langsung berbaring setelah makan, selepas makan memang tak dapat dipungkiri terkadang tubuh akan jadi lemas bahkan mengantuk. Namun jangan jadikan hal tersebut sebagai alasan untuk langsung berbaring dan tidur sehabis makan. Karena kebiasaan semacam ini kurang baik, bisa memicu naiknya asam lambung hingga ke bagian kerongkongan. Sehingga akan membuat Anda mengalami mual dan rasa perih di perut. Jika seandainya Anda ingin berbaring maka setidaknya beri jeda waktu antara 2 hingga 3 jam setelah makan.
  2. Makan dalam porsi yang terlalu besar, pada dasarnya setiap orang memiliki kapasitas lambung yang berbeda-beda, jika seandainya dipaksakan untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah atau porsi yang terlalu besar maka wajib diwaspadai. Karena nantinya akan membuat lambung menerima tekanan berlebih, sehingga akan membuat Anda beresiko terkena maag. Jika memang lapar sebaiknya konsumsi makanan sedikit namun sering, ini lebih sehat dibandingkan langsung makan dalam jumlah yang besar dan membebani lambung.
  3. Merokok, kebiasaan merokok memang sudah bukan sebuah rahasia lagi memang tidak baik bagi kesehatan. Karena bisa memicu beragam jenis penyakit. Diantaranya adalah ia memicu otot sfingter menjadi kendur, akibatnya isi dalam lambung, termasuk diantaranya adalah asam lambung juga akan naik hingga kerongkongan. Hal ini akan menyebabkan sensasi panas pada lambung Anda.
  4. Kebiasaan mengonsumsi makanan pedas, sebagian besar orang merasa nafsu makannya akan meningkat jika seandainya mengonsumsi makanan yang pedas. Sehingga selalu ada sambal atau apapun yang akan menciptakan rasa pedas pada makanan yang dikonsumsi. Hanya saja meskipun nikmat ternyata hal ini kurang baik bagi lambung, karena juga bisa jadi penyebab sakit maag. Batasi jumlah makanan pedas yang Anda konsumsi agar tidak merusak lambung.
  5. Mengonsumsi kafein berlebih, bahkan banyak orang yang memiliki angka toleransi terhadap kafein yang rendah, sehingga ketika dikonsumsi nantinya akan memberikan efek yang nyata pada tubuh, seperti masalah lambung. Karena ternyata kafein ini juga dapat memicu peningkatan asam lambung hingga menyebabkan penyakit maag.
  6. Mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, makanan berlemak memang cenderung memberikan rasa yang gurih sehingga banyak yang menyukainya, namun bagi Anda yang hobby mengonsumsi makanan tinggi lemak maka harus waspada. Karena lemak ini akan memperlambat waktu pengosongan lambung, sehingga nantinya asam lambung bisa saja naik hingga kerongkongan.

Jika seandainya sudah mulai merasakan gejala penyakit maag tersebut, ada baiknya untuk segera melakukan pengobatan. Namun jika seandainya konsumsi obat-obatan tak kunjung membuahkan hasil maka segeralah konsultasi ke dokter. Karena bisa saja kondisi kesehatan Anda sudah cukup serius, karena maag yang dibiarkan berlarut-larut akan memicu resiko penyakit berbahaya.

Referensi:
Torrance Memorial Physician Network. Diakses pada 2020. Ulcer and Gastritis
Promag. Diakses pada 2021. Gejala Sakit Maag Yang Harus Dikenali
Medical News Today. Diakses pada 2020. What are gastric and duodenal ulcers?
Halodoc. Diakses pada 2021. Ini Bedanya Sakit Maag dengan Tukak Lambung

Profile photo of Blog ITB

About Blog ITB