Perhatikan Semua Hal Yang Dapat Memicu Penyakit Jantung Koroner Pada Tubuh Kita

Penyakit Jantung Koroner tetap menjadi penyebab kematian paling utama dan nomor satu di Indonesia, hasil ini telah diteliti oleh banyak ahli dan pakar kesehatan Indonesia. Kondisi ini juga dipicu dari gaya hidup yang kurang peduli terhadap masalah kesehatan serta persoalan pola makan.

Ada beberapa faktor resiko yang dapat membuat terjadinya penyakit jantung koroner. Diantaranya yaitu Diabetes, Hipertensi, Kolesterol tinggi, Gaya hidup kurang gerak, kegemukan, merokok, keturunan, khususnya pada faktor usia.

Penyakit jantung koroner dikarenakan adanya penyempitan di pembuluh darah koroner. Pembuluh darah koroner yaitu pembuluh darah yang dapat memompa darah ke jantung. Tentu saja karena terdapat beberapa penyempitan ini, suplai darah untuk jantung jadi terhalangi. Padahal tugas dari jantung itu sendiri memompa darah untuk seluruh organ yang ada pada tubuh.

Lalu bagaimana penyakit diabetes serta hipertensi dapat membuat penyakit jatung koroner?

Diabetes menjadikan tugas dari dinding pembuluh darah merasakan adanya gangguan sehingga kolesterol jahat (jenis LDL) gampang menempel serta menempel di dinding tersebut https://www.linkjitu1.net/.

Begitu juga halnya dengan Hipertensi (tekanan darah tinggi). Orang dengan Hipertensi wajib mengontrol tekanan darahnya agar tetap pada bawah 140/90 mmHg. Jika orang itu juga mengidap penyakit Diabetes, maka tekanan darah diyakini pada bawah batasan 135/85 mmHg.

Selain mencermati tekanan darah pada pasien Diabetes, parameter yang disarankan untuk mengontrol pasien Diabetes merupakan target HbA1C dibawah 6%. Perlu dicermati juga untuk orang-orang yang pernah menderita penyakit jantung koroner serta sudah diterapkan saja pemasangan Ring (Stent) atau operasi Bypass Jantung (CABG).

Menurut pakar ahli gizi yaitu dikaitkan dengan penyakit jantung koroner ini maka sewajibnya waktu ini semua orang akan tau berhenti merokok. Karena usnsur nikotin yang dipicu rokok merusak dinding pembuluh darah. Jika dinding itu rusak, lagi-lagi kolesterol sangat gampang untuk menempel.

Para ahli juga menagatakan bahwa, penyakit jantung koroner umumnya dipicu dari dengan gejala yang unik. Sebut saja rasa berat atau sakit di area dada yang ada waktu melakukan kegiatan. Keluhan ini akan berkurang atau hilang setelah para pengidap beristirahat rasa nyeri ini bisa bertambah parah sampai timbul keringat dingin. Kadang-kadang keluhan juga dapat ada rasa layaknya tercekik.

Pendeteksian secara awal tentang penyakit jantung koroner bisa diterapkan dengan medical check up secara berkala, melipui juga dengan pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium darah, rekam jantung (EKG), rontgen dada, uji latih jantung tambahan beban (Treadmill).

Pemeriksaan Treadmill Test dapat digunakan sebagai screening penyakit jantung koroner. Jika didapatkan hasil positif, maka disarankan untuk pemeriksaan lebih lanjut yaitu kateterisasi jantung. Jika anda memiliki keluarga yang pernah mengidap masalah penyakit jantung, waspadalah. Sebab penyakit satu ini dapatĀ  saja dirasakan dari faktor keturunan.

Pemeriksaan kateterisasi jantung (Angigrafi Koroner) tentu dapat mengetahui adanya penyempitan atau penyumbatan arteri koroner secara akurat.

Jika memang ada penyumbatan, akan dipertimbangkan apakah hanya dibutuhkan obat-obatan dan pengendalian faktor resiko penyakit jantung koroner saja, tindakan lebih jauh dapat terjadi dengan adanya angioplasty, atau bahkan sampai bedah pintas koroner.

Pemeriksaan Kateterisasi dan angioplasty ini merupakan sebuah prosedur medis yang relatif aman, nyaman tidak menyakitkan, hanya membutuhkan bius lokal sehingga pasien tetap dapat berkonsultasi dengan dokter selama prosedur berlangsung.

Olahraga teratur serta menjaga pola makan juga sangat disarankan untuk mencegah datangnya penyakit jantung koroner. Jika telah memperoleh terapi untuk jantung maka olahraga yang teratur misalnya pada senam, jalan cepat, bersepeda, serta berenang dapat diterapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *