Jika anda mulai berpikir untuk bekerja sendiri (self employed) dengan memanfaatkan bisnis yang sudah mapan, waralaba mungkin peluang yang tepat.

Namun, sebelum melangkah ke dunia wirausaha, banyak hal yang perlu diketahui tentang apa itu waralaba alias franchise.

Bisnis franchise memiliki tiga tipe dasar: distribusi keagenan, produk, dan jasa.

Bagi siapa pun, franchise yang menguntungkan adalah yang menyenangkan (enjoyable). Sehingga, Anda akan ringan-ringan saja meski banyak waktu dicurahkan untuk mengejar kesuksesan.

Nah, sebelum menjatuhkan pilihan, pertimbangkanlah pengalaman bisnis anda sebelumnya. Begitupula dengan jumlah dana tersedia dan preferensi pribadi. Pilihlah franchise yang paling membuat anda tertarik untuk untuk menekuninya.

Investasi

Ketika hendak membuka franchise, anda perlu mempertimbangkan franchise fee yang harus dikeluarkan di awal. Dana ini hanya sekali keluar dan tak akan pernah dikembalikan.

Selain itu, biasanya ada biaya lain-lain seperti royalti, jaminan, stok, dan biaya pemasaran. Berapa yang harus dikeluarkan? Jumlahnya bervariasi antarwaralaba.

Semua biaya itulah yang perlu dikalkulasi secara matang. Jika belum menemukan franchise yang sesuai dengan kondisi keuangan, anda perlu terus mencari hingga menemukan yang paling cocok dan prospektif.

Pengalaman Bisnis

Tak sedikit orang punya ide menjalankan bisnis franchise, juga punya modal, namun kurang memerhatikan pengalaman yang dimiliki. Kadang mereka juga tidak begitu peduli apakah benar-benar akan bisa menjalankan bisnis tersebut.

Nah, jika anda memiliki pengalaman bekerja dalam bidang tertentu, maka akan relatif mudah

menjalankan franchise yang ada hubungannya dengan pengalaman tersebut. Misalnya, anda 15 tahun bekerja di restoran cepat saji. Maka peluang keberhasilan akan lebih tinggi jika anda memilih franchise sejenis.

Tentu saja, anda bisa mengikuti pelatihan dan belajar tentang hal itu. Namun, jika tak memiliki pengetahuan sama sekali, anda tidak bisa memulai bisnis dari titik start yang terbaik.

Dengan nihil pengalaman, bisa saja anda bermimpi membuka gerai sekaliber McDonalds. Supaya berhasil, tentu saja anda memerlukan bantuan manager yang punya pengetahuan dan pengalaman.

Karena itu, jika tak memiliki pengalaman, yang penting diperhatikan ketika memilih franchise, apakah anda sebagai franchisee akan dibantu sepenuhnya atau tidak. Pastikan anda akan mendapat bantuan jika menghadapi kendala dengan franchise yang baru saja dipilih.

Jadi, Franchise Mana Paling Tepat?

Dengan mengevaluasi likuiditas, total investasi, dan riwayat pekerjaan, anda akan semakin dekat dengan franchise yang paling tepat. Meski begitu, ada hal lain yang perlu diingat.

Apakah itu? Sekali lagi, pilihlah franchise yang sesuai dengan interest anda.

Dengan memerhatikan tiga hal: investasi, pengalaman, dan minat pribadi. Sesungguhnya, di

sanalah kunci sukses bagi bisnis franchise anda yang baru.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Set your Twitter account name in your settings to use the TwitterBar Section.