All posts by Alfa

Sedang belajar di ITB dan meniti karir di Karinov Web Services, proyek berjalan adalah layanan Navigasi Wisata dan Fedora Speaker Box serta portal non-profit DoaHarian.id

Karinov AMP Media Portal

 

 

ilustrasi content placement digital marketing

Mengenal Content Placement, Pemasaran Digital Model Baru

Website dan blog hadir memang mempunyai peran yang penting sebagai media online. Anda dapat memperoleh peran penting tersebut mengetahui hampir semua informasi yang berasal dari website atau blog, muncul di internet pada saat ini. Tidak berhenti sampai di situ saja, ternyata sudah banyak orang memanfaatkan kegiatan blogging seperti content placement sebagai sumber pendapatannya.

Tentang Content Placement

1.      Mengupload Konten di Website Orang Lain

Content Placement sendiri merupakan kegiatan menyebarluaskan konten pada platform melalui di luar website bisnis Anda, serta mempunyai sifat membuat promosi untuk bisnis. Anda bisa memakai para penyedia situs atau jasa yang menawarkan content placement tersebut.

2.      Berupa Sponsored Post atau Iklan Berbayar

Content placement biasanya berupa sponsored post atau iklan berbayar. Para blogger pada umumnya dapat memperoleh penghasilan karena telah memposting suatu iklan milik kliennya. Sehingga pihak yang memberikan iklan pada blogger tersebut akan memperoleh keuntungan. Hal itu dikarenakan produk bisnis Anda akan dipromosikan dan tersebar semakin luas jangkauannya.

Lihat juga: 10+ Kriteria Guest Post yang Efektif

3.      Konsep Kerjasamanya Simbiosis Mutualisme

Konsep simbiosis mutualisme pada content placement ini akan memberikan keuntungan pada kedua belah pihak yang melakukan kerjasama, baik pihak penyedia jasa content placement atau pemakai jasanya. Anda juga bisa membuat promosi pada produk-produk bisnis untuk dibuat iklan, kemudian akan ditayangkan pada website atau blog-blog tertentu dengan jumlah pengunjung yang banyak.

4.      Cara Pemasaran yang Efektif

Website dan blog yang menjadi media untuk mendapatkan informasi dan sering digunakan oleh masyarakat, tentunya akan menjadi cara pemasaran yang sangat efektif untuk mempromosikan bisnis Anda. Bagi Anda yang menyukai literasi dalam hal menulis pun bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan uang dengan mudah. Website atau blog haruslah berkualitas dan memenuhi standar.

ilustrasi content placement digital marketing
ilustrasi content placement digital marketing

Manfaat Content Placement untuk Anda

1.      Biaya Lebih Murah

Biaya yang Anda keluarkan untuk mendapatkan promosi melalui cara content placement terbilang lebih murah, dibandingkan dengan mempromosikannya melalui koran, tv, atau media yang lain. Besaran biaya yang dibutuhkan untuk memakai penyedia jasa content placement sendiri memang berbeda-beda. Apabila melihat jangka waktu, tentu lebih murah daripada memakai media lain.

2.      Waktunya Tidak Terbatas

Content placement berbeda dengan iklan-iklan yang dipasang melalui instastory platform media sosial milik influencer. Hal itu karena mereka cenderung mempunyai batasan waktu melakukan promosi tersebut atau bisa juga karena sesuai persyaratan media yang digunakan seperti reklame. Bentuk kerjasama itu akan terikat oleh waktu, tidak seperti content placement jadi Anda tidak perlu khawatir.

Tidak hanya dua manfaat di atas saja yang didapatkan, Anda juga akan mendapatkan backlink. Apabila bisnis milik Anda mempunyai website official untuk produk-produk yang dijual, Anda akan mendapatkan keuntungan berupa backlink. Anda akan mendapatkannya dengan memakai content placement, karena dengan cara ini lebih memudahkan bisnis diketahui oleh banyak orang.

tampilan FB versi baru 2020

Tampilan Facebook Berubah di 2020, Ini Cara Pakai FB Versi Baru

Semenjak dirilis pertama kali pada tahun 2004, tampilan Facebook mengalami banyak perubahan menjadi lebih baik. Sejak tahun 2004 hingga tahun 2020, Facebook telah melakukan perombakan terhadap tampilan antar mukanya. Namun yang perlu Anda perhatikan, warna biru dan putih sebagai warna utama Facebook tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Tidak luput dari perubahan, pada tahun 2020, Facebook kembali merilis tampilan dengan versi baru yang bisa Anda nikmati. Namun, tidak semua tampilan secara otomatis dapat Anda gunakan. Sehingga, Anda harus mengatur perubahan tampilan menggunakan versi baru 2020 secara manual melalui menu pengaturan Facebook.

tampilan FB versi baru 2020
tampilan FB versi baru 2020

Lihat pula: Cara Desain Banner yang Bagus di Photoshop

Mengubah Ke Tampilan Facebook versi Baru

Tampilan versi baru yang dikeluarkan oleh Facebook pada tahun 2020 tidak berlaku pada versi seluler. Tampilan Facebook terbaru ini hanya berlaku untuk versi web saja. Tampilan terbaru yang dirilis oleh Facebook cenderung lebih minimalis dengan pengurangan warna dominan biru. Pada tampilan terbaru, menu dialihkan pada bagian tengah halaman dengan tombol berada di atas kolom status.

Kecepatan load page pada Facebook versi terbaru juga telah diperbaharui dengan kecepatan yang lebih baik dibandingkan versi yang lama. Untuk menikmati tampilan baru ini, Anda bisa mengikuti cara-cara di bawah ini.

  1. Masuk ke situs Facebook.com dan login ke akun Facebook Anda.
  2. Klik menu pengaturan pada Facebook. Jika Anda tidak menemukan menu pengaturan, klik ikon segitiga terbalik pada pojok kanan
  3. Pilih beralih ke Facebook baru
  4. Setelah terjadi peralihan, tampilan beranda Facebook Anda akan berubah menjadi versi baru tahun 2020.
  5. Jika ingin mengubah ke tampilan sebelumnya, Anda dapat melakukan cara yang sama dari nomor 1-3 dan memilih menu “Kembali ke Facebook Klasik”

Anda akan melihat versi terbaru dari Facebook dengan mengedepankan sisi minimalis dan penggunaan warna putih yang cukup banyak. Cukup berbeda dengan versi sebelumnya dengan penguatan warna biru. Pada tampilan terbaru, Facebook mulai mengurangi warna utama dari sosial media ini.

Perubahan tampilan Facebook dari tahun ke tahun memang selalu mengalami pengurangan dan penerapan konsep minimalis. Meskipun begitu, fitur yang ditawarkan oleh Facebook selalu mengalami perubahan yang cukup banyak, sehingga para penggunanya betah untuk selalu menggunakan Facebook setiap hari. Tampilan versi 2020 kini merupakan tampilan yang keren dan minimalis bagi Anda.

Teknik SEO di Algoritma Google Terbaru

Algoritma Google bisa dan memang akan terus berubah. Suatu website bisa mengalami penurunan rangking secara tiba-tiba. Misalnya, awalnya website selalu berada di halaman pertama google dan berada di rangking teratas, tiba-tiba rangkingnya turun dan website berada di halaman kedua atau bahkan terpental jauh dari halaman pertama.

Ada banyak faktor yang mendasari hal tersebut. Dan sebanarnya anda tidak usah terlalu pusing dengan pembaruan Algoritma Google. Jika anda masih bertanya tentang Algoritma Google, mulai sekarang coba diganti dengan pertanyaan : “Bagaimana cara meningkatkan SEO agar sesuai dengan algoritma Google yang terus diperbarui agar web Anda tetap berada di rangking teratas?

Kebanyakan situs memberikan teknik SEO yang sedikit tidak jelas atau ambigu seperti misalnya, tulis konten yang bagus, buat beberapa backlinks, dan sebagainya. Hal tersebut memang benar, namun topik tersebut terlalu luas.

Biarkan Google update Algoritma, kita ambil kesimpulan dari apa yang Google lakukan dengan Algortima itu saja. Jika kita perhatikan, semua algoritma Google ditujukan untuk menjaring web-web terbaik untuk menduduki peringkat atas.

Apa yang terjadi jika kita menghadirkan website terbaik yang bisa menjawab pertanyaan Auidience? Tanpa harus pusing dengan algoritma, kita bisa menapatkan trafik secara terus-menerus.

Good web for good rangking, ever

Karinov

Di artikel kali ini, Anda akan mendapatkan bagaimana teknik SEO yang tepat dan lepas dari keambiguan demi menghasilkan website dengan performa terbaik dimata Google.

Teknik SEO yang Tepat untuk Algoritma Google Terbaru

Ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk meningkatkan SEO dan membuat website anda disukai Google. Cara-cara di bawah adalah cara yang bisa langsung Anda lakukan dan tentunya bukan perintah yang mengandung keambiguan, atau bahkan akan selalu sesuai dengan algoritma terbaru Google.

1. Tingkatkan Judul dan Deskripsi untuk Mendorong CTR

SEO bukanlah sekadar rangking. Katakanlah Anda berada di rangking 1 atau rangking atas dengan keyword yang dicari ribuan kali dalam sebulan. Tetapi, Anda tidak akan mendapatkan traffic kecuali orang-orang mengklik pada website Anda.

Maka dari itu, pengoptimasian ‘klik’ juga penting dilakukan. Ada dua hal penting yang dapat memengaruhi CTR atau Click-Through Rate, yaitu judul dan meta deskripsi. Sehingga Anda perlu membuatnya semenarik mungkin agar semakin bisa memikat banyak orang.

Perhatikan, dalam persaingan di mesin pencari masih ada website yang tingkat CTR-nya tidak terlalu bagus. Temukan dan buat konten diwebsite anda untuk bersaing dengan halaman tersebut. Terkait hal ini, ada beberapa kesempatan yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan CTR, yaitu:

  • Cari website yang memiliki CTR rendah.
  • Temukan keyword yang memungkinkan untuk Anda rangking pada halaman pertama.
  • Tingkatkan judul dan deskripsi pada website yang berhubungan tersebut.

2. Dorong Halaman yang Kinerjanya Buruk dengan Internal Links

Internal links adalah sebuah link dari halaman yang lain namun masih dalam satu website yang sama. Biasanya, internal links akan menjadi kalimat yang berwarna biru dan menjadi anchor text.

Mengapa internal links ini penting? Karena internal links bisa menjadi sebuah “kuasa” atau Anda menjadi orang yang ahli di dalam website Anda. Banyak juga yang percaya bahwa internal links dapat memengaruhi rangking pada Google.

Untuk mendorong atau memasukkan internal links yang tepat, pertama Anda harus menemukan dulu halaman yang kinerjanya buruk, kemudian temukan tempat yang relevan untuk dijadikan sebagai internal links bagi halaman yang ditargetkan.

Yang menjadi halaman pemberi internal link kalau bisa adalah halaman yang memiliki trafik bagus, secara perlahaman halaman yang memiliki performa jelek akan terangkat dengan sendirinya.

3. Kelola Dead Pages

Untuk mendapatkan backlinks, tidaklah semudah yang dibayangkan. Backlink pada deads page akan sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. Jika Anda benar-benar meluangkan waktu, tenaga, dan biaya dalam building links, sebaiknya manfaatkan deadpage ini untuk menjadi sesuatu yang menguntungkan.

Halaman yang sudah mati atau dead pages merupakan hal yang buruk karena simpelnya, itu adalah hal yang sudah tidak ada. Dead pages dapat menghalangi PageRank dari backlinks yang ada di website Anda. Untungnya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan terkait isu tersebut, yaitu:

  • Reinstate atau kembalikan lagi halaman yang mati (jika terhapus secara tidak sengaja).
  • Redirect (301) halaman yang sudah mati ke halaman lain yang masih relevan
  • Tinggalkan sebagai soft-404, terutama jika backlinks yang ada tidak ada yang berkualitas tinggi.

4. Memenangkan Lebih Banyak Featured Snippet

Ada data yang menunjukkan bahwa banyak snippet atau potongan yang muncul di pencarian Google. Dan angka yang menunjukkan mengenai banyaknya potongan atau snippet yang diklik juga cukup besar.

Tetapi, untuk bisa diambil dan dijadikan sebagai potongan contoh, Google akan mengambil dari website yang rangking 5 besar.

Dalam setiap keyword, ada kompetitor yang memiliki snippet sedangkan Anda tidak. Tidak ada aturan yang khusus disini sebenarnya. Hanyan saja, mayoritas komunitas SEO sepakat bahwa format konten Anda harus sesuai dengan tujuan pencarian.

Misalnya, Anda rangking 4 dalan “bagaimana catranya menjadi marketing manager”, tetapi tidak ada snippet. Hal itu dikarenakan oleh kebanyakan orang yang lebih suka dengan cara step by step. Tetapi konten Anda tidak dalam format demikian.

Maka dari itu, Anda bisa melakukan reformatting bagi konten Anda. Dengan memenangkan snippet, traffic website Anda bahkan bisa meningkat hingga 200%.

5. Segarkan Kembali Konten yang Ada

Bagaimana caranya Anda menemukan postingan dan halaman yang bisa mendapat keuntungan karena dilakukan refresh. Selalu cari tahu alasan dibalik traffic drops sebelum menulis ulang atau memperbarui konten Anda.

Karena ada juga alasan yang mendasari terjadinya traffic drops pada suatu website namun tidak ada hubungannya sama sekali dengan “kesegaran” konten tersebut, seperti perubahan algoritma dan musiman.

Biasanya, konten-konten atau postingan lama sangat memungkinkan untuk bisa terkena traffic drops. Anda sebenarnya bisa menggunakan alat seperti Google Analytics untuk membantu Anda menemukan konten yang perlu ditulis ulang untuk dijaga “kesegarannya”.

Perlu Anda ketahui juga, jika orang-orang secara reguler menerbitkan ulang konten mereka, itu tandanya topik mereka bergantung pada kesegaran.

6. Optimasi EAT

Dalam SEO, dikenal ada EAT yang merupakan singkatan dari Expertise, Authoritativeness, dan Trsutworthiness. Pada dasarnya EAT inilah yangmenunjukkan kepada Google bahwa website Anda merupakan sumber yang terpercaya yang dikelola oleh orang-orang yang sudah ahli.

Dengan optimasi EAT yang baik, website Anda bisa tidak ikut-ikutan terjun bebas rangkingnya dari halaman awal Google. Pada umumnya, website yang rangkingnya tetap menaruh unsur EAT pada web mereka selain memasukkan setiap kata kunci.

Misalnya, mereka menyertakan sertifikasi yang pernah didapat ataupun orang-orang dibalik konten tersebut.

Jadi, apa yang harus Anda lakukan?

Untuk optimasi EAT, Anda bisa membuat halaman tentang kami, jadi ada informasi mengenai siapa saja yang bertanggung jawab dibalik konten yang ada di website. Anda juga bisa turut menyertakan sertifikasi dari lembaga-lembaga atau gelar.

Kemudian jangan lupa sertakan pula kontak bagi website Anda mencakup nama, nomor telepon, email, hingga alamat jika Anda mau. Selain itu, pada niche yang sama, buatlah konten sebanyak-banyaknya dengan materi yang lengkap. Karena sebenarnya, semakin banyak konten itu semakin baik.

Anda juga perlu terus berusaha agar mendapat backlink atau review dari website lain yang membahas niche yang sama. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan otoritas.

Pemikiran Akhir

Sebenarnya, masalah SEO ini bisa dibilang cukup kompleks juga. Belum lagi dengan algoritma Google yang selalu berkembang dan mengalami perubahan, Anda perlu melakukan beberapa penyesuaian bagi website Anda agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti traffic drops.

Selain dengan cara-cara diatas, masih banyak cara lain yang juga harus Anda pikirkan sebenarnya. Cara-cara yang disajikan diatas sebenarnya juga belum menyentuh seluruh komponen yang perlu ditingkatkan dalam SEO ketika algortima berubah.

Maka dari itu, jika Anda berniat untuk menaikkan traffic pada website, Anda bisa belajar lebih lagi mengenai teknik SEO yang bisa meningkatkan kualitas website Anda dan membuatnya terus tampil di halaman depan.

GDL Ganesha Digital Library 4.2: Repository ala ITB

1. GDL 4.2, sumbangan ITB bagi komunitas opensource Indonesia

GDL 4.2 merupakan program opensource dengan lisensi GPL. Dengan lisensi ini, siapapun dapat menggunakan dan memanfaatkan source code program ini. GDL 4.2 merupakan sumbangan ITB bagi komunitas opensource di Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya. Program yang dikembangkan dengan dukungan dana dari program INHERENT DIKTI ini diharapkan dapat digunakan oleh masyarakat umum terutama insitusi akademik. GDL 4.2 adalah pengembangan dari GDL versi sebelumnya dengan penambahan beberapa fitur. Pengembangan GDL 4.2 juga dilakukan dengan metode pembangunan perangkat lunak yang standard agar memudahkan pengembangan program ini selanjutnya.

2. Pertimbangan dalam pengembangan

Suatu software dikatakan baik apabila mampu memenuhi kebutuhan pengguna. Hal ini dikenal dengan pemenuhan user requirements.Kualitas software juga ditentukan oleh pemenuhan standard pengembangan software. Pengembangan software GDL 4.2 ini dilakukan dengan menggunakan urutan langkah pengembangan software yang standard yaitu dimulai dengan pendefinisian user requirements agar software yang dibuat benar-benar dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Lalu dilanjutkan dengan tahap analisis dan desain, kemudian tahap implementasi, dan diakhiri dengan pengujian. Semua langkah diatas didokumentasikan dengan baik menggunakan pemodelan UML (Unified Modelling Language).

Pengembangan GDL lebih lanjut dalam komunitas opensource membutuhkan dua hal. Pertama, re-usability, artinya kode program yang ada harus seefisien mungkin dan dapat di-reuse. Fitur ini memudahkan pengembang berikutnya karena pengembang berikutnya tidak harus mulai dari awal dalam pengembangan software GDL ini. Kedua adalah dokumentasi pembangunan perangkat lunak yang baik. Dokumentasi ini memudahkan pengembang berikutnya, karena pengembang tidak perlu membongkar seluruh source code untuk dapat memahami kerja software ini.

Kedua hal diataslah yang ingin dicapai dalam pembangunan software GDL 4.2 ini, selain tentunya penambahan beberapa fitur. Pada pembangunan perangkat lunak GDL 4.2 ini telah digunakan konsep berorientasi objek meskipun belum secara keseluruhan. Pembagian modul juga telah dilakukan dengan jelas, sehingga perangkat lunak dapat dipahami dengan cukup melihat struktur modulnya. Pembagian kelas-kelas dilakukan agar masing-masing kelas dapat digunakan kembali pada modul yang berbeda dengan mudah. Pembagian kelas juga dilakukan agar apabila terjadi perubahan pada satu kelas, tidak akan mempengaruhi keseluruhan progam (modularity).

Untuk mengetahui kelas apa saja yang ada dan kegunaannya, pengembang dapat mengacu pada dokumentasi pembangunan perangkat lunak GDL 4.2.Dokumen ini ditulis menggunakan format milik Program Studi Teknik Informatika ITB. Pemodelan yang digunakan pada dokumen ini adalah UML (Unified Modelling Language).

GDL 4.2 dikembangkan dengan memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut :

  1. Correctness

GDL 4.2 dibangun dengan mengacu pada user requirement. Dengan hal ini, pengembang dapat yakin bahwa software yang dibangun benar-benar dapat memenuhi kebutuhan user.

  1. Reliability

Sebelum diluncurkan, software GDL 4.2 telah melalui tahap pengujian yang didokumentasikan dengan baik. Setelah dapat melewati proses pengujian, pengembang dapat yakin bahwa software GDL 4.2 reliable.

  1. Efficiency

GDL 4.2 berusaha mengoptimalkan kode yang ada dengan menggunakan metode object oriented. Selain itu, untuk mendukung efisiensi, GDL 4.2 menggunakan program opensource lain yang terbukti efisien sebagai sub-sistem diantaranya adalah program search engine swish-e.

  1. Integrity

GDL 4.2 memiliki fitur manajemen user yang baik sehingga user dapat diklasifikasikan sesuai kebutuhan. Dengan hal ini dapat dihindari akses oleh pihak yang tidak berhak.

  1. Usability

Human computer interaction pada pembangunan GDL 4.2 diperhatikan sehingga pengguna baru dapat mempelajari dengan cepat cara penggunaan program ini. Pengguna juga dapat menginterpretasi output dari GDL 4.2 dengan mudah. Tak lupa pengembang juga menyertakan user guide pada saat instalasi maupun operasional.

  1. Maintainability

GDL 4.2 juga menyediakan berbagai fitur yang memudahkan administrator merawat program ini. Diantaranya adalah pencatatan aktivitas (log), fitur manajemen pengguna, manajemen server, dan lain sebagainya.

  1. Flexibility

Flexibility GDL 4.2 berkaitan dengan dua hal. Pertama, GDL 4.2 mendukung tiga sistem operasi yang biasa digunakan sebagai server yaitu Windows, Linux, dan FreeBSD. Flexibility kedua adalah kemudahan untuk melakukan modifikasi program pada GDL 4.2 karena adanya modularity.

  1. Testability

Sebelum diluncurkan, GDL 4.2 telah melalui tahap pengujian yang didokumentasikan dengan baik. Pengujian dilakukan oleh satu tim khusus dengan berpedoman pada dokumen pengujian yang dibuat oleh tim analis.

  1. Portability

GDL 4.2 dibundel dalam satu file installer yang dapat dipindahkan dengan mudah dari satu mesin ke mesin yang lain. GDL 4.2 juga menyediakan fitur migrasi dari GDL 4.0 ke GDL 4.2. Dengan fitur ini, pengguna GDL 4.0 tidak perlu repot untuk meng-upgrade GDL miliknya ke versi 4.2.

  1. Reusability

Dengan menggunakan metode object oriented, software yang dikembangkan dapat dengan mudah di re-use. Hal ini berkaitan pula dengan fitur modularity.

  1. Interoperability

Salah satu keunggulan utama dari GDL 4.2 adalah interoperability. GDL 4.2 pada suatu server dapat dengan mudah berkomunikasi dan bertukar data dengan GDL 4.2 pada server lain. Beberapa GDL 4.2 dapat membentuk suatu jaringan perpustakaan digital yang dapat saling bertukar data dengan mudah. Pengguna yang teregistrasi pada salah satu server GDL juga dapat login pada GDL lain dengan mudah (dengan beberapa setting khusus).

  1. Modularity

GDL 4.2 dikembangkan secara modular. Hal ini memudahkan pengembang untuk melakukan modifikasi program. Karena modifikasi pada satu modul tidak akan mempengaruhi seluruh sistem. Modularity juga berguna dalam kaitannya dengan reusability.

  1. Traceability

Dengan pendokumentasian yang baik, pengguna maupun pengembang berikutnya dapat mempelajari program GDL 4.2 dengan mudah tanpa harus “membongkar” seluruh program.

  1. Documentation

Pengembangan perangkat lunak GDL 4.2 didokumentasikan dengan baik. Harapan kami adalah dokumen ini dapat bermanfaat dan memudahkan masyarakat terutama pengembang berikutnya untuk mengembangka GDL 4.2, sejalan dengan tujuan pengembangan GDL 4.2 sebagai sumbangan ITB bagi komunitas opensource Indonesia.

Sumber Artikel: www.aulia-ra.org

http://web.archive.org/web/20120609170126/http://www.aulia-ra.org/2007/01/24/ganesha-digital-library-42/

Google Analytics and Its Features in 2019

Google Analyitycs is free tools available on Google and can be used by anyone. Reports that are compromised by Google Analyitycs are statistics that display data from websites you create. It’s capable of tracking and providing information about how traffic is on a website, visitor demographics, used devices, most frequently accessed posts, and more.

However it is unfortunate that not many practitioner websites understand how to use this Google tools well. Although the information provided is very useful to develop a site. What if the Web is used for business or corporate purposes. Of course, Google Analytics is a lot of helpful work.

How to use Google Analytics

Having Google Analytics connected to a website will have a lot of profit. Therefore, you should really understand how to maximize the potential of these tools. Here we present how to use Google Analytics well and correctly:

1. Metrics and Dimensions Data

To understand how to use Google analyitycs you should know what types of data are displayed. There are two data displayed by these tools that are data in the form of metrics and dimensions.

The metric itself is a quantitative measurement result data, such as the total number of visitors, the number of users, and the average number of pages you see in a single session according to the conversion rate.

Then for dimensional data is a type of data describing the characteristics of your website visitors as well as the sessions and actions they take. Examples of this type of data are geographic locations, traffic sources, and page titles used.

Metrics and Dimensions Data are presented in a table Form. Table columns will render the dimension data while the table rows show metric data.

2. Understand the terms in Google Analyitycs

There are some terms you should understand when using Google Analyitycs. First is the user or visitor used to measure the number of visitors or users of your website. The Data presented is usually in a Metrix form.

Then the second is a session or a visit which means the number of consecutive activities done by the user of the website. Third there is a metric view page that means many pages are opened by visitors. And the last one there is a bounce rate which means visitor’s bounces.

3. Create a Time Line

Google ANALYITYCS allows website users to set the distance or date range to view reports on visit activity on the website. How to set this time-line simply by clicking on the date range available at the top right of your screen when you open Google Analyitycs.

The function of this feature is to help website owners understand the performance of the website from time to time.

4. View geographic Locations

With this feature you can know the visitor’s Origin area. The Data presented can be in the form of continents, sub-continents, countries, provinces, counties, cities, regions, to the level of the Metro. This feature of course can help you in developing a product.

For example your product is more visited by users of the city C. So when doing product development you can adapt to the characteristics of the people in the city C. Starting from the beliefs, customs, and trends that are emerging in the city. Very useful is not it?

Ganesha Digital Library by KMRG ITB

What is Ganesha Digital Library?
Ganesha Digital Library or GDL is a tool for managing and distributing digital collection using  web-based technology. It is developed by KMRG ITB since 2000 and has been widely used for IndonesiaDLN network. Now days, more than 40 institutions have joined the network, and around 90 nodes have been registered. The number is expected to be increased since the releasing of GDL 4.0 version. This  version supports the Network of Networks (NeONs) topology model.

The last version of GDL is GDL4.2. The development was supported by funding from INHERENT-DIKTI. And now, KMRG has to keep it usable and maintainable.

Where can I download it?
You can download it from: KMRG web site: kmrg.itb.ac.id (managed by Beni Rio Hermanto),

Is it free and how about the warranty?
Yes, it is free. No warranty in using it. You can use it with your own risks.

Where can I get support to implement it in my organization?
You can get support from KMRG ITB ( kmrg@kmrg.itb.ac.id). This service probably is not free. Well, they also need your contribution to keep the maintenance going on the way. Anyway.. just contact them.

What implementations can  it be used?
GDL can be used for:

  • University’s digital library: to organize dan publish ETD (electronic theses and dissertations). Of course for scholars’ papers, journal, article, research reports, etc.
  • Children’s digital library: to make a creativity progress of the children at their Play Group or Kindergarten, or share the theachers techniques in building children creativity and so on. Just make the children’s painting, handmade, and thecher’s articles and writing in digital format and put them in the GDL. Share it with others.
  • NGO’s digital  library: to share news, articles, reports, etc among them or to publish publicly.
  • Heritage digital library: to manage and share old artifact, heritage informations, archives of our nation’s past, and so  on.
  • Agriculture digital library: to collect and share appropriate technology, commodities and platation techniques, pests and their management techniques, products, expert and organization on agriculture, etc.
  • Health digital library: to organize and share information about health, medicine, treatment, current trend, etc to medical communities (doctors, nurses, students) and to public.
  • Company’s archives: to organize and reuse letters, mou, decisions, etc for internal use.
  • and so on.

Who are the intended users of GDL?
Digital library is very broad. It is depended on the community that use it. As long as the community has users, GDL can be used for them. It can be used directly or you do some modification such  as on interface, font, color, etc that fulfill your users’ need.

What kind of resources can be managed by GDL?
GDL can manage any type of digital resources, such as:

  • text
  • image
  • audio
  • video
  • software

Unfortunately GDL doesn’t touch the resources. It only receive and store them in a file systems, and make link from their associated metadata. GDL will create metadata for each resources, and start to work on this metadata – index, search, disseminate, displey, and so on.

What services are needed to run GDL?
You need Apache, PHP version 4 or above, and  MySQL. It is very important to check your PHP.INI file and modify according to GDL’s need. There are some unusual setting for PHP.INI that it need.

How to access collection in a GDL server?
You can access using searching and browsing the collection. The method should be intuitive if you familiar enough with Yahoo, Altavista, or other directory and search engine.

Do I need to register to a GDL server to download the files?
Yes, you have to register to DOWNLOAD the files. If you only want to search and browse, the login  is not required.

How to activate my account?
After you fill the registration form, an email should be sent to your account. But, it happen only if the GDL server using SMTP and activate the email sending. Follow the instruction in the email, or input your email and activation code at GDL server web page.

If you didn’t receive email, you must ask the administrator to activate your  account.

There are so many GDL server. Shall I register to all of the servers?
Practically, No. You didn’t need to go to other GDL servers as long as your GDL server has download/harvest all metadata collections from other servers. You can search and  browse other GDL collections from your own server. If you need to download a file, your server will tell your login session to the server that store the file, so you don’t have to  login again.

But, if you really have to visit other GDL servers, for this time you have to register again.

What is the different between GDL 4.0 and GDL 4.2?
GDL4.2 is developed using standard of application development (analysis, design, implement, testing). The code adopt the object oriented concept, so others developers can reuse the classes to develop their application with own enviroment. The other things in GDL4.2 is support to change the theme easilly

The features are most likely same. The main different is that GDL 4.2 try to adopt Web2.0 standard, they are RSS and Folksonomy.

How to migrate my existing database from GDL 4.0 to GDL 4.2?
It is very easy to answer. Just consult our GDL manual or you can contact KMRG team for assits.

What is the meaning of metadata?
Metadata is a piece information about a data. It is data about data. It is not the real data that you need. For example, you need a data, in the form of file about medical. The metadata will give you information about its title, author, abstract, and links to that file. So, I hope you get the idea.

What is the different between metadata and data?
It is different. Read above description. But some time metadata = data. For example, if I put my data containing a news into a metadata, so the metadata will become data. Because what I need is there.

What is the example of data in term of GDL?
Data in GDL could be a file of theses document, a file of my picture, a file of my voice, or a file of my video when I am bicycling here. In GDL, each metadata will refer to one or more files. But sometimes the administrator is too lazy so he only put metadata without any files. Don’t be disappointed because of this. Oke?

So, there are two types of object in GDL namely metadata and files?
Yes.

How GDL manages metadata and its associated files? Metadata will be stored and managed in database. While the files will be stored in a file system. Metadata contains links to its associated files. So, when you read a metadata, you also will be pointed to the files it described.

Does GDL support networking among GDL servers?
Yes.

Ganesha Digital Library Author:

  • Ismail Fahmi, KMRG ITB, ismail{at}itb.ac.id
  • Beni Rio Hermanto, KMRG ITB, benirio{at}kmrg.itb.ac.id (additional)