Category Archives: Akademik

ilustrasi simbiosis

Mengenal Simbiosis Amensalisme dan Contoh-contohnya

Jika sebelumnya kita telah banyak belajar seputar tiga simbiosis yang umum kita jumpai, kini saatnya kita buka wawasan untuk mengetahui simbiosis yang lain.

Sebenarnya ada berapa sih simbiosis itu? Setelah membaca seluruh artikel ini maka kamu akan bisa menjawab sekaligus mengetahui dimana letak perbedaannya.

Yang akan kita bahas yaitu simbiosis amensalisme. Memang namanya sedikit mirip dengan simbiosis komensalisme.

Apakah mereka bersaudara? Tidak ya sobat. Justru keduanya ini seperti bertolak belakang atau berlawanan. Daripada makin penasaran, yuk lanjut aja baca sampai akhir ya!

Referensi lainnya: Teorema Limit Tak Hingga

Pengertian Simbiosis Amensalisme

Simbiosis Amensalisme sering diartikan sebagai lawan dari simbiosis komensalisme. Jika arti dari simbiosis komensalisme adalah hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup yang satu diuntungkan dan yang lain tidak diuntungkan juga tidak dirugikan.

Pengertian Simbiosis Amensalisme
Pengertian Simbiosis Amensalisme

Nah, simbiosis amensalisme juga berarti hubungan antara dua makhluk hidup yang merugikan satu pihak sementara pihak lainnya tidak terpengaruh apa-apa.

Menurut pengertian itu bisa kita simpulkan bahwa simbiosis amensalisme mengakibatkan kerugian pada pihak pertama, tetapi uniknya pihak yang lain tidak merasa diuntungkan apalagi dirugikan. Pantas saja dikatakan berlawanan dengan simbiosis komensalisme.

10 Contoh Simbiosis Amensalisme

Karena yang familiar serta akrab kita dengar adalah simbiosis komensalisme, maka sebenarnya ada beberapa interakksi makhluk hidup yang termasuk dalam Simbiosis Amensalisme. Tetapi sebagian dari kita memang belum menyadari. Simak contohnya di bawah ya!

1. Hubungan antara Jamur Penicillium sp dengan Bakteri Gram Positif

Simbiosis Amensalisme - Jamur Penicillium SP dengan Bakteri Gram Positif
Jamur Penicillium SP dengan Bakteri Gram Positif

Jamur penicillium memiliki senyawa yang bisa membunuh bakteri gram positif. Perlu kita ketahui bahwa senyawa ini juga bisa membunuh bakteri lainnya. Tentu akan merugikan pihak lain, tetapi jamur peicillium tidak merasa diuntungkan.

2. Hubungan antara Pohon Walnut dengan Tumbuhan di Sekitarnya

Simbiosis Amensalisme - Pohon Walnut dengan Tumbuhan di Sekitarnya
Pohon Walnut dengan Tumbuhan di Sekitarnya

Buah walnut merupakan salah satu buah yang banyak diburu masyarakat Indonesia selain durian tau buah lainnya.

Tetapi tahukah kamu bahwa pohon walnut juga bisa mengeluarkan senyawa bernama alelopati yang dapat menyebabkan pohon lain di sekitarnya tidak bisa bertahan.

Dengan senyawa itu pohon walnut bisa mendapatkan nutrisi lebih dari dalam tanah, yang seharusnya didapatkan pohon lain.

3. Hubungan antara Pohon Pinus dengan Tumbuhan di Sekitarnya

Simbiosis Amensalisme - Pohon Pinus dengan Tumbuhan di Sekitarnya
Pohon Pinus dengan Tumbuhan di Sekitarnya

Pohon pinus juga memiliki senyawa alelopati yang bisa mengakibatkan tidak adanya tanaman lain yang hidup di sebelahnya.

Senyawa ini bisa membuat pohon pinus bertahan dari serangan patogen, yang bisa mengancam hidupnya.

Untuk itu, sering kita jumpai hutan pinus yang memang hanya berisi pohon pinus saja. Ini merugikan tanaman lain tetapi pohon pinus tidak merasa diuntungkan atau dirugikan juga.

4. Hubungan antara Lantana dengan Gulma Anggur

Simbiosis Amensalisme - Lantana dengan Gulma Anggur
Lantana dengan Gulma Anggur

Lantana hampir mirip dengan gulma yakni mengeluaran senyawa alelopati yang dapat merugikan tanaman lain, terutama gulma anggur.

Meskipun sama-sama gulma, tetapi gulma anggur akan terdampak racun jika ada lantana di sekitarnya. Ini akan merugikan gulma anggur, sementara lantana tidak merasa rugi ataupun untung. Ini ciri simbiosis amensalisme ya.

5. Hubungan antara Brokoli dengan Kubis

Simbiosis Amensalisme - Brokoli dengan Kubis
Brokoli dengan Kubis

Brokoli memang salah satu sayuran yang kerap kita jumpai berdampingan dengan kubis.

Namun perlu kamu tahu ya, bahwa di dalam brokoli itu terdapat satu senyawa resindu yang biasa membuat brokoli tidak cepat layu.

Tetapi senyawa ini justru menjadi penyakit bagi si kubis, karena bisa membuat kubis cepat busuk. Jadi kalau punya dua sayuran ini, simpan di tempat yang berbeda ya.

6. Hubungan antara Gulma dengan Tumbuhan Produksi

Simbiosis Amensalisme - Gulma dengan Tumbuhan Produksi
Gulma dengan Tumbuhan Produksi

Tanaman gulma biasa kita sebut dengan alang-alang. Gulma akan tumbuh di sela-sela tanaman produktif dan bisa mengeluarkan zat senyawa alelopati yang beracun bagi tanaman lainnya.

Selain itu, gulma biasanya akan mengambil air dan mineral yang dimiliki oleh tanaman produktif sehingga bisa kita lihat tanaman gulma biasanya lebih cepat berkembang daripada tanaman lainnya.

7. Hubungan antara Lamtoro dengan Gandum

Simbiosis Amensalisme - Lamtoro dengan Gandum
Lamtoro dengan Gandum

Lamtoro merupakan tanaman yang sering kita lihat di sekitar rumah. Siapa sangka, bahwa lamtoro ini memiliki senyawa yang dikeluarkan oleh tanaman lamtoro sangat berbahaya bagi tanaman gandum.

Untuk itulah adanya lamtoro jika disandingkan dengan gandum maka akan merugikan gandum itu sendiri.

8. Hubungan antara Rumput Teki dengan Tumbuhan di Sekitarnya

Simbiosis Amensalisme - Rumput Teki dengan Tumbuhan di Sekitarnya
Rumput Teki dengan Tumbuhan di Sekitarnya

Rumput teki biasanya tumbuh di halaman rumah dan memang tergolong dalam tumbuhan yang bisa hidup di medan seperti apapun.

Senyawa yang dikeluarkan oleh rumput teki ini juga sangat membahayakan tanaman lainnya lho.

Tak cukup itu, rumput teki akan mengambil zat hara melalui akarnya, bahkan zat hara yang dimiliki oleh tanaman lain.

9. Hubungan antara Dinoflagellata dengan Fitoplankton

Simbiosis Amensalisme - Dinoflagellata dengan Fitoplankton
Dinoflagellata dengan Fitoplankton

Dinoflagellata mirip sekali dengan tumbuhan alga, dan biasanya dinoflagellata ini akan mengeluarkan senyawa yang bisa membuat warna air berubah menjadi merah.

Tentu hal ini merugikan fitoplankton atau hewan lainnya karena air yang bersih menjadi kehilangan oksigen yang dibutuhkan.

10. Hubungan antara Ganggang Hydrodictyon dengan Bakteri Gram Positif

Ganggang hydrodictyon ini biasanya akan mengeluarkan senyawa alelopati yang bisa membunuh bakteri gram positif. Meski demikian ganggang ini juga bisa memberi manfaat pada manusia sebagai campuran antibiotik.

Contoh Soal dan Pembahasan

Disini kita akan coba merefleksi materi yang telah kamu baca diatas. Agar lebih mudah memahami, kami juga sediakan pembahasan.

Tentu akan semakin membantumu dalam memahami simbiosis amensalisme.

Soal 1

Apa ciri-ciri simbiosis amensalisme?

Jawaban : Sesuai dengan pengertiannya, bahwa simbiosis amensalisme yaitu kebalikan dari simbiosis komensalisme.


Soal 2

Dalam hubungan antara pohon pinus dengan tumbuhan lainnya, siapa yang dirugikan dan mengapa?

Jawaban : Tumbuhan lainnya. Karena pohon pinus mengeluarkan senyawa alelopati yang mengakibatkan tumbuhan lain tidak bisa hidup.


Soal 3

Mengapa simbiosis amensalisme biasa terdapat pada interaksi tumbuhan?

Jawaban: karena ciri utamanya yaitu terdapat senyawa alelopati, dimana senyawa itu hanya dimiliki oleh tumbuhan.


Soal 4

Apakah semua tumbuhan yang terkena dampak senyawa alelopati bisa mati?

Jawaban: mayoritas iya. Karena memang senyawa ini beracun dan bisa menyebabkan kematian pada tumbuhan lain apabila tidak bisa beradaptasi.


Soal 5

Mengapa senyawa alelopati tersebut bisa membahayakan bagi tumbuhan lainnya?

Jawaban: karena memang senyawa alelopati bisa menghambat penyerapan unsur hara dan juga bisa menghambat proses fotosintesis.


Itulah penjelasan seputar Simbiosis Amensalisme beserta contoh dan soal serta pembahasannya. Semoga artikel ini bermanfaat ya.

proses pembelajaran kognitif

Mengenal Apa yang Dimaksud Teori Belajar Kognitif

Teori belajar kognitif biasanya dipelajari oleh para calon guru. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kondisi pembelajaran secara efisien dan efektif. Dengan teori belajar kognitif tersebut, diharapkan dapat memecah permasalahan yang muncul di dalam kelas. Pemecahan masalah dilakukan sesuai dengan prinsip belajar mengajar.

Pengertian Teori Belajar Kognitif

Teori belajar kognitif merupakan kemampuan intelektual yang terdiri dari pengetahuan, analisis, penerapan, sintesa, hingga evaluasi. Ketika proses kognitif belajar dapat berjalan dengan normal, maka penyimpanan informasi dan pengetahuan bisa bekerja secara baik ke depannya. Begitu sebaliknya, bila proses kognitif berjalan tidak sesuai aturan, pasti akan terjadi masalah belajar.

Prinsip Teori Belajar Kognitif

Pada teori belajar kognitif, memiliki beberapa prinsip yang penting di dalamnya. Prinsip tersebut digunakan untuk membuat proses belajar, berjalan dengan lancar. Sehingga murid – murid dapat menyerap pengetahuan dan informasi baru, dengan mudah.

  • Lebih mengutamakan proses, dibandingkan hasil.
  • Biasa dikenal dengan model perseptual.
  • Tujuan belajar memiliki hubungan dengan persepsi, tingkah laku, dan juga pemahaman seseorang.
  • Materi pelajaran yang dikemas dalam bentuk komponen kecil, akan mengurangi makna.
  • Belajar merupakan suatu kegiatan untuk memperoleh dan mengolah informasi baru, melatih daya ingatan, dan aspek kejiwaan.
  • Belajar sama dengan aktivitas yang melatih daya berpikir pada anak.
  • Pada proses pembelajaran, harus ada keaktifan dan keterlibatan murid di dalamnya.
  • Materi dan proses pembelajaran, harus disusun dari yang paling mudah hingga sulit.
  • Perbedaan yang dimiliki setiap murid, wajib diperhatikan untuk keberhasilan proses belajar.

Lihat pula teori akademis lainnya:

Penerapan Teori Belajar Kognitif

Ada beberapa penerapan teori belajar kognitif yang wajib diketahui oleh calon guru dan juga guru. Dalam penerapan teori belajar ini, memiliki model belajar khusus di dalamnya. Mulai dari Gagne, Bruner, Intelektual Piaget, dan Ausubel. 

  • Murid harus Aktif

Pada teori belajar kognitif, kegiatan belajar tidak selalu dilakukan oleh guru. Namun murid – murid harus aktif dalam menemukan sesuatu yang sedang dipelajari. Oleh sebab itu, guru harus merancang materi pelajaran yang dapat menarik minat dan perhatian murid – murid. Sehingga murid bisa asyik dan mau terlibat dalam proses pembelajaran.

  • Perhatikan Bahan dan Metode Pembelajaran

Anda sebagai guru harus selalu memperhatikan bahan dan metode pembelajaran, yang dapat dicerna dengan mudah oleh semua murid. Misalnya materi berhitung. Untuk anak SD, cara menghitung bisa menggunakan benda. Hal ini karena kemampuan berpikir anak masih mencapai tahap awal atau operasi konkret.

  • Perhatikan Perkembangan Kognitif Murid

Proses belajar harus disesuaikan dengan perkembangan kognitif yang terjadi pada murid. Hal ini bertujuan agar murid dapat menerima informasi dan juga ilmu baru, dengan sangat mudah. Begitu juga dengan materi pembelajaran yang diberikan, harus sesuai dengan pola pikir murid – murid.

Teori belajar kognitif berhubungan dengan proses pemikiran, pengaruh faktor internal dan eksternal, serta perbedaan kondisi mental yang terjadi pada setiap individu. Ketika proses kognitif tersebut dapat berjalan sesuai aturan, maka dapat dikatakan bahwa penyimpanan informasi dan pengetahuan baru akan berlangsung baik. Begitu juga sebaliknya.