proses pembelajaran kognitif

Mengenal Apa yang Dimaksud Teori Belajar Kognitif

Teori belajar kognitif biasanya dipelajari oleh para calon guru. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kondisi pembelajaran secara efisien dan efektif. Dengan teori belajar kognitif tersebut, diharapkan dapat memecah permasalahan yang muncul di dalam kelas. Pemecahan masalah dilakukan sesuai dengan prinsip belajar mengajar.

Pengertian Teori Belajar Kognitif

Teori belajar kognitif merupakan kemampuan intelektual yang terdiri dari pengetahuan, analisis, penerapan, sintesa, hingga evaluasi. Ketika proses kognitif belajar dapat berjalan dengan normal, maka penyimpanan informasi dan pengetahuan bisa bekerja secara baik ke depannya. Begitu sebaliknya, bila proses kognitif berjalan tidak sesuai aturan, pasti akan terjadi masalah belajar.

Prinsip Teori Belajar Kognitif

Pada teori belajar kognitif, memiliki beberapa prinsip yang penting di dalamnya. Prinsip tersebut digunakan untuk membuat proses belajar, berjalan dengan lancar. Sehingga murid – murid dapat menyerap pengetahuan dan informasi baru, dengan mudah.

  • Lebih mengutamakan proses, dibandingkan hasil.
  • Biasa dikenal dengan model perseptual.
  • Tujuan belajar memiliki hubungan dengan persepsi, tingkah laku, dan juga pemahaman seseorang.
  • Materi pelajaran yang dikemas dalam bentuk komponen kecil, akan mengurangi makna.
  • Belajar merupakan suatu kegiatan untuk memperoleh dan mengolah informasi baru, melatih daya ingatan, dan aspek kejiwaan.
  • Belajar sama dengan aktivitas yang melatih daya berpikir pada anak.
  • Pada proses pembelajaran, harus ada keaktifan dan keterlibatan murid di dalamnya.
  • Materi dan proses pembelajaran, harus disusun dari yang paling mudah hingga sulit.
  • Perbedaan yang dimiliki setiap murid, wajib diperhatikan untuk keberhasilan proses belajar.

Lihat pula teori akademis lainnya:

Penerapan Teori Belajar Kognitif

Ada beberapa penerapan teori belajar kognitif yang wajib diketahui oleh calon guru dan juga guru. Dalam penerapan teori belajar ini, memiliki model belajar khusus di dalamnya. Mulai dari Gagne, Bruner, Intelektual Piaget, dan Ausubel. 

  • Murid harus Aktif

Pada teori belajar kognitif, kegiatan belajar tidak selalu dilakukan oleh guru. Namun murid – murid harus aktif dalam menemukan sesuatu yang sedang dipelajari. Oleh sebab itu, guru harus merancang materi pelajaran yang dapat menarik minat dan perhatian murid – murid. Sehingga murid bisa asyik dan mau terlibat dalam proses pembelajaran.

  • Perhatikan Bahan dan Metode Pembelajaran

Anda sebagai guru harus selalu memperhatikan bahan dan metode pembelajaran, yang dapat dicerna dengan mudah oleh semua murid. Misalnya materi berhitung. Untuk anak SD, cara menghitung bisa menggunakan benda. Hal ini karena kemampuan berpikir anak masih mencapai tahap awal atau operasi konkret.

  • Perhatikan Perkembangan Kognitif Murid

Proses belajar harus disesuaikan dengan perkembangan kognitif yang terjadi pada murid. Hal ini bertujuan agar murid dapat menerima informasi dan juga ilmu baru, dengan sangat mudah. Begitu juga dengan materi pembelajaran yang diberikan, harus sesuai dengan pola pikir murid – murid.

Teori belajar kognitif berhubungan dengan proses pemikiran, pengaruh faktor internal dan eksternal, serta perbedaan kondisi mental yang terjadi pada setiap individu. Ketika proses kognitif tersebut dapat berjalan sesuai aturan, maka dapat dikatakan bahwa penyimpanan informasi dan pengetahuan baru akan berlangsung baik. Begitu juga sebaliknya.

Leave a Reply